
Brak Brak .....
Mas caka menggebrak meja tepat dihadapanku. Satu kalimat meluncur dari mulutnya " Kalau bukan karena kasihan sudah aku ceraikan kamu dari dulu Ajeng " ..
Duarrr ..
Bagai dihantam petir disiang bolong kalimatnya mampu meluruhkan rasaku untuknya. Hatiku seperti teriiris sembilu ketika mendengar perkataannya barusan tadi. Bagaimana tidak, 6thn sudah kujalani bahtera rumah tanggaku bersama mas caka, susah maupun senang sudah kita lewati bersama. Tetapi nyatanya berbeda dengan mas caka , yang seperti tersiksa berada dalam ikatan ini .
Aku memantapkan hatiku dengan perkataannya tadi, melihat mas caka dengan senyum mengembang aku berkata " Baiklah mas , sambil menatap matanya aku berkata , Ceraikan saja aku " yap kalimat sakral yg seumur hidup aku pantang untuk menyebutnya .
***
Aku berjalan menyusuri taman sore ini dengan gadis kecilku , penyemangat hidupku , ketika kewarasanku diuji lagi dan lagi . Aku memilih duduk sambil mengasuh putri kecilku yang bernama " Embun " .
" Embunnn , jangan lari nak , nanti jatuh " .
panggilku ketika embun senang berlari kesana kemari saat aku meniup gelembung balon kesukannya.
Aku memandang lurus kedepan dengan pikiran yg tak karuan , pikiran yg berkecamuk . " Apa salahku ya allah " ucapku dengan lirih , satu tetes air mata lolos tanpa bisa aku cegah. Cepat cepat aku menghapus air mataku agar tak terlihat oleh embun , karna akan ada banyak pertanyaan darinya untukku , tanpa bisa aku jawab . Ya aku selalu lemah ketika di depan anak gadisku .
Hari sudah semakin sore ketika aku melihat jam di tanganku , aku beranjak bangun memanggil embun untuk pulang kerumah . Kami berjalan kaki untuk pulang kerumah , karena letak taman dengan rumahku tidaklah jauh hanya selang 5 rumah saja .
Sesampainya digerbang rumah , Aku tidak menemukan mobil mas caka terparkir di pelataran halaman rumah kami , biasanya jam segini dia sudah berada dirumah. Sejak dia berbicara seperti itu tadi pagi , entahlah rasanya enggan untuk melihat dia , rasa cinta yg dulu membara perlahan memudar digantikan rasa kecewa yg hadir .
Aku mengambil kunci rumah yang berada di slingbag ku lalu membuka pintu dengan mengucap " Assalamualaikum " ucapku dan embun beriringan ketika membuka pintu rumah .
__ADS_1
" Embun cantik , Masuk kamar ya nak cuci kaki dan tangan jangan lupa ya , nanti bunda nyusul embun ke kamar , bunda mau masuk kekamar bunda dulu boleh nak ?" Ucapku kepada embun .
" Baik bunda " ucap embun dengan gemasnya .
Aku memasuki kamarku menduduki ranjang , aku melihat sekeliling kamar ini , banyak kenangan yang melekat disini. Lagi lagi air mataku lolos tanpa bisa dicegah , sakit sekali hatiku ketika dia bilang kasihan terhadap pernikahan ini . " Kenapa mas , Kenapa ? Apa salah aku sama mas caka , sehingga tiba tiba mas caka bisa dengan lancarnya bicara seperti itu padaku " ucapku ditengah isak tangisku yang tak kunjung reda sambil memukul dadaku .
Aku mengusap air mataku , berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh muka agar bekas tangisan ini tidak terlihat oleh embun . Segera aku basuh mukaku karna teringat embun sendirian berada dikamarnya karna suster yang jaga embun sedang cuti dikarenakan ibunya sakit di kampung.
aku membuka pintu kamar embun dengan hati hati sambil mendekat ke arah embun mencium pucuk kepalanya " Lagi apa cantiknya bunda ini ? " tanyaku kepada embun " Aku lagi mainan boneka bunda " ucap embun . " Bun , ayah belum pulang , tumben jam segini belum ada di rumah. " ucap embun .
Aku menarik nafas dengan pelan , aku tatap mata embun " Mungkin ayah masih banyak perkerjaan yg belum beres sayang , gapapa ya main sama bunda dulu sambil nunggu ayah mau ? " ucapku dengan mengelus kepalanya .
Jam sudah menunjukan waktu magrib , aku berdiri beriringan dengan embun dan mengambil mukena beserta sejadah untukku dan sikecil , lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu .
Aku tunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim , memakai mukena menggelar sejadah lalu disampingku ada embun yg ikut memakai mukena untuk shalat walaupun hanya sekedar mengikutiku , akupun mulai menunaikan shalat denga khusyuk .
" Ya allah ya tuhanku , Berilah aku pentunjukMu, karna hanya padaMu aku mengadukan ini semua , kupasrahkan semuanya hanya padaMu ya allah. " ucapku dalam hati . Dan berulang kali bibirku menyebut kata istigfar tak henti hentinya , agar hati ini selalu tenang .
Aku melipat kembali mukena yg kupakai dengan embun beserta sejadahnya lalu menaruh kembali ketempat semula .
" Embun sayang bunda kedapur dulu ya mau bikin makan malem buat embun sama ayah , " ucapku kepada gadisku . " Ada yg mau dimakan sayang ? Mau dimasakin apa sama bunda malem ini ?" Ucapku kepada embun . " Tumis brokoli sama udang boleh bunda? " ucap embun . " boleh dong , bunda buatin dulu ya sayang , siapa tau bentar lagi ayah dateng kita makan sama sama ya , kalo gitu bunda tinggal masak gapapa ya cantik , embun tunggu di ruang tv bisa nak ?" Ucapku dengan lembut .
Aku memasuki area dapur , yap biasanya ada si mbok yg bantu aku , tapi tadi pagi si mbok tbtb pamit mau kerumah sakit dikarenakan anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas .
Hampir 15 menit aku berkutat di dapur untuk memasak makan malam dan menyajikannya di meja makan . Sudah semua di tata rapih di atas meja makan aku mebuka celemek aku dan membasuh tangan aku di wastafel. Lalu aku duduk menemani embun yg tengah asyik menonton serial anak anak di tv .
__ADS_1
***
Suara deru mesin mobil terparkir di pelataran halaman rumah , dan sudah pasti pemilik mobil itu dan lain dan tak bukan adalah mas caka ..
" Assalamualaikum " ucap mas caka setelah membuka pintu .
" Waalaikum salam " ucapku dengan embun berbarengan , yak karena kami sekarang sedang berada di ruang tv menunggu kedatangan mas caka .
Ku ambil tangannya lalu ku cium punggung tangannya . " Mau mandi sekarang mas ?" Tanyaku kepada mas caka yg tengah asyik bercanda dengan embun .
" boleh " jawab datar mas caka .
Aku berbalik sambil mengelus dada " Kuatkan hatiku ya allah " ucapku dalam hati . Aku berjalan menuju kamar menyiapkan baju ganti untuk mas caka dan menyiapkan air hangat untuknya. Setelah selesai , aku berjalan menuju ruang tv , memanggil mas caka " Mas , air hangatnya sudah siap beserta baju gantinya " ucapku dengan lembut .
Mas caka berdiri lalu mencium pucuk kepala embun " Ayah mandi sebentar ya sayang " ucap mas caka , lalu di anggukannya kepala embun sebagai jawaban .
" Bunda nyusul ayah sebentar ya sayang " ucapku kepada embun , lagi lagi hanya anggukan kepala yg kudapat , yap embun tengah asyik menonton serial tvnya yg tak lain adalah tidak bisa di ganggu gugat .
Aku menyusul mas caka menuju kamar , mengambil pakaian kotornya , ku ambil satu pesartu pakaian mas caka , ku bawa kebawah menuju mesin cuci . " kucium aroma di baju mas caka perlahan lahan , seperti bukan parfum mas caka " ucapku dengan pelan , sambil kembali menciumi baju mas caka , aku semakin yakin ini memang bukan parfum mas caka, Ini seperti parfum seorang wanita .
Deg
Jantungku berdetak keras..
Siapa dia ? apa mas caka selingkuh di belakangku ? Siapa wanita ini .
__ADS_1
" Ya tuhan cobaan apa lagi ini " ucapku dengan lirih .
Bersambung ....