
Ara yang saat ini tengah menunggu untuk Arka pun hanya bisa diam diri didalam kamar sembari memainkan ponselnya .
Kriettt. . .
Pintu terbuka dan menampakan sosok Chandra . Chandra berjalan tegap menuju Ara . Ara yang masih setia melihat ponselnya tak bergeming sedikit pun . Ara pikit itu adalah Caka .
" Hello Ara " dengan senyum seringaiannya Chandra berucap .
Ara menjatuhkan ponselnya saat melihat siapa yang memanggil dirinya . " Cha... Cha.. Chandra , untuk apa kamu datang kesini lagi " . Ucap Ara yang terlihat emosi saat mengetahui siapa yang datang .
" Untuk bertemu dengan Anakku , untuk apa lagi Aku datang kemari ? Menemui Kamu ? Kamu tidak ada dalam daftar untuk ku temui ". Jawab Chandra sambil maju menuju ranjang Arka .
" Tidak , tidak mungkin , ini Anak Caka . Bukan Anakmu Chandra . Aku ingat betul saat terbangun disampingku adalah Caka , bukan Kamu ". Ucap Ara menggebu gebu .
" Kamu masih sulit membedakan kami berdua Baby ? " . Dilemparnya sebuah surat tepat mengenai muka Ara .
Ara diam mematung , tidak pasti ini salah . Mukanya saja mirip Caka , tetapi bagaimana bisa . Otak Ara dipenuhi tanda tanya .
" Baca dengan baik baik dan seksama , agar kamu tau siapa Ayah kandung Arka yang sebenarnya . Jangan kamu jadikan Caka kambing hitam disini Ara . Sudah cukup Aku bersembunyi selama enam tahun ini . Aku akan bongkar semuanya tepat di hadapan keluarga Adiguna " .
Dengan gemetar Ara membaca setiap kata demi kata yang tertera di kertas putih itu .
" Dengan ini Kami menyatakan bahwa Saudara Chandra Wijaya Adiguna adalah Ayah biologis dari Arka Zafier Adiguna . Kami menyatakan sembilan puluh sembilan persen DNA Saudara Chandra COCOK dengan Saudara Arka Zafier Adiguna " . Inti dari dalam surat itu berisikan seperti itu .
" Tidak , bagaimana mungkin bisa terjadi . Jelas jelas Aku ingat aku tidur dengan Caka . Tidak mungkin dengan Kamu Chandra . Kamu jangan mengada ada ya Chandra ".
Chandra berjalan meraih dagu Ara . " Lihat Aku baik baik Ara . Kamu lupa kami berdua kembar identik ? Tatap mataku Ara ".
Ara menggelengkan kepalanya ke kanan dan kekiri . Tidak ini pasti salah , bagaimana mungkin dia salah orang ketika mencampurkan minuman itu .
" Kenapa , kamu bingung ? Bagaimana bisa ini adalah Anakku . Sedangkan yang berada di tempat tidur adalah Caka ? ".
Ara menganggukan kepalanya . Pikirannya saat ini kosong tidak dapat berfikir .
****
6 tahun yang lalu . . .
" Sudah kamu masukan bubuk itu kedalam minuman lelaki yang ada di sebelah sana ? " tunjuk Ara kepada salah satu pelayan .
" Sudah Nyonya , sudah saya masukan " jawab pelayan itu dengan cepat .
" Bagus , ini bonus uang untuk Kamu . Kamu sekarang bisa pergi jauh dari sini sekarang juga ". Dengan cepat Ara mengambil uangnya lalu memberikan kepada sang pelayan tersebut .
Senyum menyeringai tercetak jelas di bibir Ara , mengingat sebentar lagi akan menjadi Nyonya Adiguna . " Oke Caka kita lihat seberapa besar reaksi obat itu kepada kamu ". Ucap Ara sambil menghabiskan minumannya .
Caka yang saat ini tengah merasakan panas di seluruh area tubuhnya segera menghubungi Dave . " Dave , cepat kamu datang kesini , ketempat saya , seseorang telah memasukkan obat perangsang untuk saya . Cepat kemari Dave " . Caka yang masih berada dalam mode wajar berusaha untuk tidak tergoda akan tubuh siapapun . Dia akan melampiaskannya hanya pada Ajeng seorang .
Badan Caka semakin panas tak karuan . Dave sampai saat inu belum juga datang untuk menyusulnya . Dari kejauhan Ara tengah menikmati minumannya sesekali melihat gerak gerik Caka . Ara tersenyum jelas saat tau obat itu ternyata telah bereaksi . Tetapi Ara tidak tau didalam minuman yang dia minum telah diberi obat tidur oleh seseorang . Iya Chandra telah mencampurkan obat tidur di dalam minuman Ara , dia yang akan menggantikan Caka untuk melampiaskan malam panjang bersama Ara .
Ara berjalan menuju kamar yang telah dia siapkan untuk malam panjangnya bersama Caka . " Kamu akan segera menjadi milikku Caka " . Dengan tertawa lepas Ara berjalan menuju kedalam .
Chandra yang melihat Ara berjalan keluar untuk menuju kamar tersenyum . " Sebentar lagi Ara , sebentar lagi kamu akan menjadi milikku . Aku tidak rela kamu terus menerus memilih Caka dibandingkan dengan Aku . Caka , Kamu akan kujadikan umpan empuk untuk langkah selanjutnya . Akan kubuat kamu menderita , karena selama ini selalu dan selalu kamu yang menjadi utama dan pertama ". Sambil menghabiskan minumannya Chandra berlalu pergi .
Dave yang telah datang langsung menghampiri Caka dimejanya . Dilihat dengan seksama Caka tengah menahan semua hasratnya sedari tadi .
__ADS_1
" Pak , mari saya bantu Bapak untuk masuk kedalam mobil "
Caka mengangguk , semakin dia menjawab semakin pula obatnya meresap dalam tubuhnya .
Mereka berdua telah masuk kedalam mobil . Dave yang tengah mengemudi sesekali melihat dari balik kaca spion . Siapa yang telah mencampuri minuman sang majikan dengan obat perangsang itu . Setelah mengantarkan Caka , akan Dave pastikan siapa orang yang telah berani menganggu keluarga Adiguna .
" Cepat sedikit Dave , saya sudah tidak kuat " jawab Caka .
Dengan kecepatan penuh akhirnya Dave sampai juga di kediaman Caka . Dave langsung membantu Caka untuk masuk kedalam rumah . Ajeng yang mendengar suara mobil berlari untuk melihat siapa yang datang . Pasalnya belum sampai satu jam Caka berangkat untuk pamit pergi meeting dengan klien penting .
" Astaga Mas ". Ucap Ajeng saat melihat kondisi Caka yang bisa dikatakan berantakan .
" Dave bisa kamu jelaskan mengapa Mas Caka jadi begini ?". Dave yang kelimpungan untuk menjawab pertanyaan Sang Majikan hanya bisa diam .
Caka yang berada dalam pelukan Ajeng , tak kuasa menahan gejolak hasratnya . Dia menciumi setiap inci tubuh Ajeng . Ajeng yang mendapatkan serangan mendadak , berubah tegang , pasalnya ini di depan Dave Asisten Caka sendiri .
" Mm Mas .. Stop ada Dave ". Ajeng berusaha menyingkirkan tangan Caka yang sudah bergerilya kesana kemari .
Caka yang saat ini masih setengah sadar berusaha untuk tetap menjaga kewarasannya di depan Dave . Walaupun tubuhnya saat ini terasa begitu panas .
" Saya pamit undur diri Bu ". Ucap Dave sambil melangkahkan kakinya . Dave bukannya tidak mau menjawab pertanyaan Sang Majikan , tetapi Dave tidak mau mengambil resikonya , takut Caka akan mengamuk padanya .
Setelah kepergian Dave , Caka menggendong Ajeng seperti koala sambil menciumi setiap inci dari wajah Ajeng dan membawanya masuk kedalam kamar . Lalu terjadilah malam yang panas untuk keduanya berbagi peluh dan keringat .
****
Ara yang saat ini berbaring sambil memainkan ponsel di dalam kamar yang telah dia siapkan , merasakan kantuk yang luar biasa . " Kenapa Aku jadi mengantuk begini , dimana lagi Caka saat ini , dasar orang orang tak berguna disuruh membawa Caka kemari , malah tak nampak batang hidungnya ". Lalu tidak berselang lama , akhirnya Ara pun tertidur sambil masih menggenggam ponselnya .
Chandra yang saat ini memiliki kartu yang berada di tangannya pun mulai masuk kedalam kamar Ara . Melihat Sang Pujaan Hati telah tertidur pulas , Chandra mulai mendekatinya sambil mengelus pipi Ara .
" Kita akan menikmati malam yang panjang Ara Sayang ". Seraya kembali mengelus pipi Ara yang satunya . Chandra yang mulai terbakar gairah , membuka satu persatu baju yang dia kenakan . Setelah Chandra selesai melepaskan semua baju yang melekat di tubuhnya . Chandra mulai melepas semua pakaian yang Ara pakai .
" Akan kubuat Caka yang seolah olah telah melakukannya padamu , itu kan yang kamu inginkan Ara . Akan Aku kabulkan Sayang permintaanmu itu ". Ucap Chandra dengan peluh yang membanjiri tubuhnya dan tubuh Ara .
Hampir satu jam Chandra melakukan penyatuannya dengan Ara , lalu dia beranjak untuk membersihkan dirinya dari sisa sisa percintaannya dengan Ara dan segera memakai kembali pakaian yang tadi dia pakai .
Caka yang saat ini sudah mulai sadar , beranjak untuk pergi kekamar mandi , guna membersihkan diri akibat pertempurannya dengan Ajeng . Ajeng yang masih setia dalam balutan selimut pun tak bergeming sama sekali . Dia lelah , ya sangat lelah , tidak biasanya Caka seperti ini . Pasti ada sesuatu yang terjadi padanya .
Caka yang tengah membetulkan bathrobenya di dalam kamar mandi segera bergegas keluar . Dilihatnya Sang Istri yang tertidur akibat dirinya yang menggempur habis habisan . Caka lantas berjalan untuk mengambil ponselnya yang berada di atas nakas untuk menghubungi Dave .
" Cari tau siapa yang sudah berani beraninya memasukkan Obat Perangsang dalam minumanku Dave ". Ucap Caka ketika dia menghubungi Dave untuk mencari tau kebenarannya .
" Baik Pak , ada lagi yang mesti dilakukan Pak ". Jawab Dave di ujung seberang sana .
" Kamu cari tau motifnya apa sehingga berani beraninya memberikan itu kepada Saya Dave " . Geram Caka sesaat mengingatnya . " Kalau begitu saya tutup dulu Dave , Terimakasih " . Ucap Caka kepada Dave .
" Di mengerti Pak , sama sama Pak sudah tugas Saya " . Jawab Dave sembari memasukkan ponselnya kedalam saku celana .
Chandra saat ini sedang berfikir bagaimana cara mengundang Caka kemari agar tidak curiga . Dia mulai mengambil ponselnya untuk menghubungi Caka .
" Dimana , Bisa bantu Gue ? " . Tanya Chandra kepada Caka saat ini .
" Shareloc aja Lo ada dimana Kak ". Ucap Caka kepada Chandra , ya Caka tetap memanggilnya dengan sebutan Kakak walaupun hanya berjarak dua menit saja pasca mereka lahir .
" Oke Gue shareloc sekarang juga " . Senyum menyeringai terlintas di wajah Chandra , rencananya akan berjalan mulus kali ini . Sudah Chandra pastikan bahwa Dave saat ini tengah sibuk untuk mencari seseorang yang tengah memasukan minuman itu .
__ADS_1
Caka segera memakai pakaiannya saat ini guna menemui Sang Kakak . Diliriknya jam tangan yang berada di pergelangan tangannya " pukul sebelas malam , ada apa gerangan Chandra ingin menemuinya di jam seperti ini " . Tanya Caka dengan heran .
Caka mendekat untuk mencium kening Ajeng yang masih setia tertidur . " Mas pergi dulu ya sayang " . Mengusap kepala Ajeng , lalu melangkah keluar dari kamar .
****
Caka yang saat ini sudah sampai dilokasi yang Chandra berikan segera turun dari dalam mobil , untuk mencari Sang Kakak yang entah keberadaaannya dimana .
" Dimana Lo ? Gue di parkiran ". Tanya Caka yang saat ini tengah menghubungi Chandra .
" Gue susul Lo kalo begitu " . Jawab Chandra seketika mematikan panggilannya .
Chandra segera bergegas keluar untuk menemui Sang Adik yang sudah berada di parkiran , dia tidak lupa membawa sebotol Air Mineral yang di pesan tadi untuk diberikan kepada Caka agar segera meminumnya .
" Caka yang melihat keberadaan Sang Kakak berlari mendekat " .
" Ini buat Lo , pasti haus kan habis ngejar gue barusan " . Dengan segera Chandra memberikan Air Mineral yang berada di tangannya .
Tanpa rasa curiga Caka meminumnya . " Ada apa Lo minta bantuan Gue Kak ? Engga biasanya ". Tanya Caka kepada Chandra . Mereka saat ini berjalan ke dalam Hotel . Caka yang mulai mengingat tempat ini pun bertanya . Pasalnya tadi dia menemui Klien penting juga disini .
" Ada hal yang pengen gue bahas sama Lo " . Tanya Chandra to the point .
" Kenapa mesti di Hotel Kak ? Memanga enggak ada tempat lain ? " . Caka bingung mengapa Sang Kakak malah menyuruh untuk menemuinya disini.
" Come on Caka , Kakek lagi marah besar sama Gue , engga mungkin juga kan Gue pulang ke kediaman tua ? , jadi Gue milih untuk stay satu malam aja disini . Apartement Gue kan masih di renovasi , kemungkinan lusa beres , Lo lupa ? ". Dengan setenang mungkin Chandra menjawab .
Caka menganggukan kepalanya . " So , ada apa Kak ? " .
" Gue mau pindah ke italy dalam waktu dekat ini " .
" Serius Kak ? . Perusahaan siapa yang ngurus ? Gue ? " .
" Iya siapa lagi ? Gue engga minat Caka , Lo tau passion Gue dimana " .
" Tapi kan Kak , enggak mendadak juga Lo ngomong gini ke Gue . Kakek murka nih kalo tau " . Dengan sekali teguk Caka menghabiskan minumannya .
Chandra bersorak ria didalam hatinya , saat melihat boto Air Mineral milik Caka habis .
" Nanti Gue yang bakal jelasin semuanya sama Kakek " .
Caka saat inu sudah terlihat menguap beberapa kali di depan Chandra . " Lo ngantuk ? Tidur dikamar Gue aja , besok baru balik . Gue takut ada apa apa kalo Lo pulang dalam ke adaan begini " . Chandra memberikan solusi pada Sang Adik .
" Ajeng takut nungguin Gue Kak . Gue balik aja ya " .
" No . Mata Lo udah ngantuk banget gitu masih tetep mau pulang ? Nanti gue yang bakal telfon Ajeng , apabila dia nyariin Lo . Masa tidur sama Kakak sendiri enggak boleh ". Chandra mencoba berpura pura marah saat Caka hendak pergi .
" Ok ok , kalau begitu " dengan pasrah Caka mengiyakan permintaan Chandra , sekali lagi , tidak ada rasa curiga Caka sedikitpun pada Chandra .
" Ini kuncinya , inget nomer kamarnya 3106 ya , jangan sampai salah , Lo masuk duluan Gue masih ada urusan sama Manager Gue " jawab Chandra .
Caka dengan segera melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam lift . Tanpa Caka sadar Chandra diam diam mulai mengikutinya , menggunakan lift satunya . Caka yang masih setengah sadar pun mulai keluar dari dalam lift dan berjalan menyusuri lorong hotel untuk mencari nomer kamar Sang Kakak .
Dengan segera Chandra memukul kepala belakang Caka hingga pingsan . Lalu mulai mengangkatnya untuk masuk kedalam kamar Ara dan mulai membuka semua pakaian yang Caka kenakan , dan membaringkannya di samping Ara . Seolah olah dirinya lah yang telah melakukan hubungan panas itu dengan Ara .
Kita lihat kelanjutannya Caka . Selamat menikmati ...
__ADS_1
Dengan pelan Chandra menutup pintu dan berjalan sambil bersiul ..
Bersambung . .