
Caka segera mengambil ponselnya dari dalam saku celana untuk menghubungi kembali sang Papah .
" Ada apa Caka ? Malam malam begini kamu nelfon Papah , hmm ? " tanya Rafael Adiguna .
" Pah , Dave sudah memberitahukan Papah soal Rapat Penting besok ? Masalahnya Caka engga bisa dateng , disekolah Embun ada acara , jadi Caka akan menemani Embun besok pagi " jawabnya dengan gamblang .
Di seberang sana , Rafael menganggukan kepalanya tanda mengerti .
" sudah , Dave sudah memberitahu Papah melalui telfon tadi siang , wah Cucu Opa mau tampil di sekolah ternyata , harus Papah kasih hadiah sepeertinya ya Caka " ucapnya Antusias .
" Enggak usahlah Pah , Papah terlalu berlebihan " .
" Terserah Papah dong , Embun kan Cucu Papah juga . Gimana Caka sudah kamu putuskan untuk Menceraikan Ara " to the point tanpa aba aba Rafael langsung bertanya .
Caka menarik nafasnya pelan pelan . Ternyata tak sangka di duga bahwa Papahnya sendiri akam berbicara lantang seperti itu .
" Beri Caka waktu Pah . Caka engga bisa memutuskan untuk menceraikan Ara secepatnya " ******* nafas Caka terdengar di telinga Rafael.
" Jangan sampai Kakekmu Wirayuda Adiguna mendengarnya Caka . Bisa Papah pastikan , Harta warisan yg kamu pegang saat ini , bisa dia tarik kembali saat mendengar Kamu Menikahi Wanita Ular itu " dengan nada tegas Rafael berucap .
" Kasih Caka sedikit waktu Pah . Caka akan menyelesaikan semuanya . Caka juga paham kalo sampe Kakek tau , Pasti Kakek tidak akan tinggal diam. Caka engga mau sampai penyakit Jantung Kakek kumat gara gara Caka Pah " . Ucapnya dengan pelan .
" Ingat Caka , Sepandai pandainya Kamu menyimpan Bangkai , Baunya akan tercium juga . selesaikan segera urusanmu dengan Ular itu . Lalu lanjutkan kehidupanmu dengan Ajeng Menantu kesayangan Papah ".
Caka merotasi dengan malas bola matanya , saat ketika nama Ara di sebut Wanita Ular oleh sang Ayah .
" Namanya Ara Pah bukan Wanita Ular , kenapa Mamah dan Papah hobi sekali menyebut Ara dengan sebutan itu ? Dia juga telah melahirkan cucu Papah , Ingat itu Pah " geram Caka .
__ADS_1
" ckckck Anak B**oh , Kamu pikir Ular itu benar benar Mencintai Kamu ? Hah ? Dia hanya menginginkan Harta Kamu saja Caka , Lihat saja jika Kamu nantinya tidak punya apa apa pasti dia akan meninggalkanmu . dan jika kamu sudah tau Belangnya si Ular pastilah kamu akan menyesal dan percaya sama Papah Caka . sudahlah kuping Papah panas setiap kali menyebut namanya " Rafael menutup telfonnya dengan sepihak .
Caka mendengus saat tbtb sambungan telfonnya terputus begitu saja. Terkadang dia tak mengerti kenapa Orang Tuanya begitu sangat membenci Ara .
Caka menyugar rambutnya kebelakang , sambil memijit pelipisnya yg berdenyut . Entah , akhir akhir ini Dia sedikit pusing memikirkan persoalan Rumah Tangganya yg pelik.
Hampir tigapuluh menit Caka berada diruang kerjanya , dia merenggangkan otot ototnya yg terasa kaku akibat duduk .
Caka segera membereskan meja kerjanya seraya menutup laptopnya . Dia berjalan keluar menuju kamar sang Anak , setelah sampai dikamar sang Anak , Caka mendekati ranjang tidur Embun , lalu mengusap kening sang Anak untuk menciuminya sambil menaikan selimut yg terlepas dari tubuhnya lalu menaikkan hingga batas dadanya .
selamat malam anak Ayah , Mimpi yang indah , I Love You . .
Dengan segera Caka keluar dari kamar Embun , menuju kamarnya . Setelah sampai dikamar Caka langsung disuguhkan pemandangan damai wajah sang Istri saat tertidur .
Caka mendekati ranjangnya sebelum masuk kedalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya .
Sleep tight baby . . Maaf kalo Mas masih belum bisa bikin kamu bahagia . Mas cinta Kamu Ajeng Pratiwi . . .
Dia menaiki ranjangnya pelan pelan agar tak membangunkan Ajeng , lalu Caka membawa Ajeng dalam pelukannya , Dia pun mulai menyusul sang Istri ke alam mimpi .
****
Matahari mulai menampakan Cahayanya dengan malu malu . .
Ajeng yg merasa sesak akan tubuhnya , mulai mengerjapkan matanya perlahan lahan . Tangan kekar Sang Suami ternyata melingkar dengan posesif di perut Ajeng .
Dengan susah payah Ajeng melepaskan tangan Caka yg melingkar erat diperutnya . Tetapi usahanya nihil tak membuahkan hasil . Pelukan Sang Suami begitu erat seakan takut Ajeng pergi .
__ADS_1
" Astaga , Mas Caka " ucap Ajeng yg putus asa , lalu berbalik untuk menatap Caka yg masih tertidur pulas .
Ajeng yg saat ini tengah melihat wajah sang Suami hanya bisa diam . Diamnya menyimpan banyak pertanyaan dalam benaknya sendiri .
Ajeng mulai megusap wajah Caka dengan pelan . Rahang yg tegas , Hidung Mancung , Bibir yg seksi , mata indah yang mampu menghipnotis para kaum hawa , Setiap kali melihatmu mas .
" seandainya hanya ada Ajeng dihatimu , betapa senangnya Ajeng saat ini . Tapi , sepertinya itu hanyalah mimpi yg akan Ajeng dapatkan . Nyatanya hati mas selalu ada untuk Mba Ara . Dan kata cinta yg selalu Mas ucap , berbanding terbalik dengan sikap Mas Caka yg telah Menghianati Ajeng " sambil terus mengusap wajah sang Suami , Ajeng berkata sambil menahan tangisnya .
Tanpa Ajeng sadar. Caka sudah sedari tadi bangun. Saat usapan di wajahnya terasa . Caka yg mendengar suara Ajeng hanya bisa menahan nafasnya . Tenggorokan dia terasa tercekat . manakala Ajeng bersuara seperti itu .
Bodoh ..
Satu kata untuk Caka .
Dia tak bisa menceraikan Ara begitu saja , karna Arka lah menjadi satu satunya alasan dia saat ini . Caka takut jika dia bercerai dengan Ara , apakah Ajeng akan menerima Arka , dan mencintai arka dengan penuh kasih sayang dan merawatnya dengan tulus . karna Arka memiliki riwayat penyakit jantung .
Arka Adiguna , anak Caka dengan Ara memang memiliki kelainan pada jantungnya saat masih berada didalam kandungan .
Arka anak laki laki yg Caka berikan perhatian khusus karna penyakitnya itu gampang lelah dan mengharuskan sang Anak istirahat dengan cukup . Berbeda dengan Embun yg tak memiliki riwayat penyakit apapun . Maka dari itu , mengapa Caka lebih meluangkan waktu untuk Arka dibanding Embun .
Caka yg tetap berpura pura tidur masih merasakan tangan tangan mungil Ajeng menyentuh wajahnya . ingin sekali ia mengigit tangan mungil itu , tetapi ia urungkan .
Maafin Mas sayang , mungkin kamu sudah bosan mendengar kata maaf yg selalu mas ucap untukmu . Tapi percayalah , Rasa ini sudah benar benar untukmu Ajeng Pratiwi . Ucapnya dalam hati .
Rasa yg dulu menggebu untuk Ara. menghilang begitu saja seiring berjalannya waktu .
Kini dihati Caka tak ada lagi nama Ara . Sekarang yg bertahta dihatinya hanyalah Ajeng seorang. Ajeng yg selalu sabar menghadapi sikapnya yg begitu dingin kepadanya selama ini membuat Caka merasa bersalah.
__ADS_1
Caka pikir selama ini hatinya tak akan goyah oleh perhatian yg Ajeng berikan . Nyatanya , seperti batu yg bolong apabila selalu ditetesi oleh air hujan . Seperti itu pulalah perasaan Caka yg tumbuh oleh sendirinya . Ajeng yg penuh perhatian dan keibuan membuat Caka ingin selalu memilikinya .
Bersambung . .