
Ajeng yang telah selesai mengompres matanya segera beranjak untuk kembali ke kamar rawat Embun . Dengan segera dia berjalan sambil memasukan handuk kecil kedalam tasnya .
Setelah sampai didepan pintu ruang rawat , Ajeng dengan segera membuk pintu tersebut dan kaget bukan main , ternyata Mama Mertua serta Papa mertuanya sudah sampai .
" Ma , Pa kapan datang ? ". Tanya Ajeng sambil menciumi kedua tangan Anastasya juga Rafael dengan Takzim .
" sekitar sepuluh menit yang lalu sayang ". Jawab Anastasya kepada Ajeng .
" Ko engga hubungin Ajeng kalau Mama sama Papa sudah ada disini , Ajeng jadi enggak enak ".
" Tadi Mama nanya sama Caka , kamu kemana ? Kata Caka , Kamu habis dapet telfon dari Papa Wira ? ".
" Iya Ma , tadi Kakek menghubungi Ajeng , ada yang ingin dibahas ". Jawab Ajeng dengan jujur , dia tidak mungkin akan berbohong pada Mama Mertuanya .
" Oh begitu , kalian istirahat saja gih dirumah . Biar Embun , Oma yang jaga . Mau kan sayang ". Sambil melihat ke arah Embun , Anastasya berucap .
Embun pun senang , jika Sang Oma mau menemani dirinya .
" Iya Oma , Embun mau sama Oma dan Opa disininya ". Jawab Embun .
" Tapi Ma - ".
" No . Engga ada tapi tapian ya Ajeng . Kamu istirahat yang benar . Jangan sampai kelelahan , Mama engga mau dengar , nanti yang ada kamu sakit akibat menjaga Embun dan mengurus Suami kamu ". Ucap Anastasya dengan tegas .
" Jangan mendebat Mama sayang , benar kata Mama , kamu butuh istirahat . Biar Mama yang jaga Embun kali ini . Tadi juga pas kamu keluar saat sedang mengobrol dengan Kakek . Dokter masuk dan mengecek Embun . Dokter bilang bahwa besok Embun sudah boleh pulang ". Ucap Caka lembut kepada Ajeng .
Ajeng menghembuskan nafasnya pelan . Pasalnya , semakin Ajeng dekat dengan Caka , semakin pula rasa ingin tidak pergi itu membesar . Ajeng sedang berusaha menata hatinya untuk tidak terus bergantung dengan Caka . Tetapi ? Kenapa malah menjadi seperti ini . Mengapa Caka saat ini lebih banyak waktu untuk dirinya juga Embun , Ajeng tidak ingin luluh begitu saja . Bisa bisa proses perceraian yang akan dia layangkan bisa tidak jadi , akibat perasaannya yang tidak karuan untuk saat ini . ' Kuatkan hatiku ya Tuhan , agar tetap pada pendirianku yang akan memutuskan berpisah dengan Mas Caka ' . Ucap Ajeng dalam hati .
Caka yang melihat Ajeng mendesah , hanya bisa menelan kekecewaan . Apa mungkin Ajeng sudah tidak ingin bersama dengan dirinya ? . Apapun akan Caka lakukan , asal Ajeng tidak jadi mengguggat dirinya di pengadilan . ' Surat pernikahan semua ada di tanganku . Ajeng sama sekali belum tau , kalau aku sudah memindahkannya jauh sebelum Ajeng , meminta cerai . Yang Ajeng tau , surat surat itu masih tersimpan rapih didalam Brankas . Nyatanya ? Itu semua sudah Aku pindahkan ' . Ya , Caka berucap dalam hati .
Saat Ajeng ingin meminta pisah , Caka hanya bisa pasrah . Tetapi dirinya ingat kembali , jika semua surat surat pernikahan telah dia taruh di tempat yang Ajeng tidak tau . Didalam Brankas hanya terdapat surat surat penting saja .
__ADS_1
Caka akan membuktikan kembali , bahwa hanya Ajeng yang dia inginkan . Caka akan membuat Ajeng luluh kembali kepadanya apapun caranya akan Caka lakukan .
*****
Angga yang sudah berada di ruangan sang Kakak pun , mulia meminta maaf kepada Mamanya .
" Mi , maafin Angga ya . Jangan marah begini dong ".
Isabella masih diam seribu bahasa , hatinya kadung dongkol saat dirinya ditarik menjauh oleh Angga . Biar , biarkan saja Angga memohon padanya , biar tau rasa dia .
" Mi , ayolah . Maafin Angga , Angga enggak ada maksud loh sumpah aja , Angga hanya ingin Mami paham akan kondisi Ajeng saat di taman tadi ".
Akshara yang sudah mendingan sembari mengecek pekerjaannya terusik , mendengar perdebatan Sang Adik dan Maminya .
" Kamu mana paham Angga ? Mami yang mendengarnya saja sudah sakit . Ini , Ajeng yang mengalaminya sendiri Angga ". Ucap Isabella .
" Iya , Angga tau Mi . Angga paham apa yang Mami rasakan untuk Ajeng . Coba Angga tanya sekarang , kalau Mami mendekati Ajeng tadi , apa yang akan Mami dapatkan ? . Enggak , Mami enggak akan mendapatkan jawaban apapun dadi mulut Ajeng ".
" Angga mohon , kasih Ajeng waktu . Pasti , Angga pastikan bahwa nantinya Ajeng akan bercerita kepada Mama ". Sembari menggenggam tangan Mamanya Angga berucap .
" Ada masalah apalagi Angga ? , Hem ". Tanya Aksha tiba tiba .
" Hanya salah paham saja Kak . Nanti kalau sudah waktunya , Kakak juga akan tau ". Jawab Angga denga lugas . Angga bukannya tidak ingin berbagi dengan Sang Kakak . Tetapi , mengingat kondisinya yang belum stabil , membuat dirinya urung menceritakan permasalahan mengenai Ajeng .
" Mami sekarang pulang , biar Angga yang jaga Kakak disini . Jangan sampe Mama kecapean terus drop ".
" Ya sudah , kalau begitu Mami pulang ya . Aksha , kamu baru mending , sekarang mulai kembali lagi dengan kerja ? Enggak habis fikir Mama sami kamu ".
" Hanya mengecek beberapa email yang masuk saja Mi . Aksha engga kerja kok , lagian kan sudah ada Bagas yang menggantikan Aksha selama Aksha dirumah sakit ". Ucap Aksha dusta .
Isabella yang melihat Aksha hanya bisa mendengus dengan kesal . Pasalnya , Aksha jika sudah bekerja akan lupa segalanya . Isabella berjalan mendekati Aksha , memberikan ciuman dikening sebagai tanda kasih sayangnya kepada Aksha .
__ADS_1
" Jangan tidur terlalu malam , kamu baru mending Aksha ".
" Siap Bu Bos " . Dengan tangan yang menghormat , Aksha berucap .
Dengan segera Isabella memukul tangan Sang Anak , pasalnya Aksha selalu saja seperti ini , jika di ajak berbicara . Angga yang melihatnya pun , hanya menggelengkan kepalanya .
" Mami pulang ya Angga , tolong jaga Kakakmu , jika masih mementingkan pekerjaanya , pecahkan saja laptopnya ". Ucap Isabella kepada Angga .
" Mi - " . Ucapan Aksha berhenti , saat melihat Sang Ibunda sudah mengeluarkan taringnya .
Dengan segera Aksha menaruh laptopnya . Bisa bisa ancaman Mamanya bisa menjadi kenyataan . Bukan , bukan Aksha tidak sanggup membeli laptop baru . Tetapi , banyak sekali file file penting yanh terdapat didalam laptopnya .
Isabella tersenyum senang , saat Aksha menaruh kembali laptop kesayangannya . Dia tidak ingin , Aksha terlalu memikirkan perkerjaan saat ini . Untuk apa ada Bagas , jika Aksha semua yang harus mengerjakan . Ya Bagas Saputra , adalah Asisten kepercayaan Aksha selama ini .
Setelah kepergian Sang Mami , kembali Aksha melanjutkan pekerjannya . Angga yang melihat pun hanya bisa tersenyum . Dia tau seperti apa hidup Sang Kakak , jadi dia sudah tidak asing lagi jika memang Aksha sangat gila akan bekerja .
" Gimana sama Ajeng , dia sehatkan ? . Proses perceraian dengan Caka sudah sampai mana ". Tanya Aksa tiba tiba .
" Kakak tau ? ". Angga pun bingung , pasalnya dia belum menceritakan masalah Ajeng pada Kakaknya .
" Mataku dan telingaku ada dimana mana Angga , jangan kamu lupakan hal itu ". Aksha tersenyum jumawa .
" Tadi Angga baru saja menghubungi Pak Leon Kak , belum tahap ke pengadilan sih ".
Aksha yang mendengar itu mengangguk tanda mengerti . Aksha tau persis bagaimana usaha Angga untuk pergi meninggalkan Indonesia , setelah mendengar Ajeng akan menikah dengan Caka , Rival bisnisnya saat ini .
Aksha saat ini hanya bisa berdoa untuk Adiknya, agar selalu bahagia . Ya Aksha bahagia , saat mendengar bahwa Angga akan menetap kembali di Indonesia dan memperjuangkan kembali Cintanya pada Ajeng . Dia tau , Angga sangat mencintai Ajeng dan menyanginya . Maka , saat Ajeng akan menikah , Aksha tau persis seperti apa Angga saat itu . Kacau , dan tidak bisa dikatakan oleh kata kata .
Aksha selalu berdoa , agar Sang Adik menjemput kebahagiaannya kali ini . Aksha tidak ingin melihat Angga jatuh dan terpuruk untuk kedua kalinya .
Bersambung . . .
__ADS_1