
Caka dan Ajeng masih setia duduk di ruang televisi , setelah mendengar penjelasan Caka , Ajeng tiba tiba saja menjadi ragu . Ya dirinya ragu untuk memutuskan putusan untuk berpisah . Tetapi , jika mengingat luka yang Caka berikan , tidaklah bisa di toleransi untuknya .
Caka yang menatap Ajeng sedang melamun pun hanya bisa terdiam , ya penjelasannya kali ini biarlah menjadi pertimbangan untuk Ajeng . Dirinya sudah pasrah akan semuanya , bukan Caka bukan tidak mencintai Ajeng . Melainkan Caka akan bahagia jika Ajeng pun bahagia , tidak munafik bagi dirinya jika sangat sedih apabila Ajeng lebih memilih pergi darinya .
" Tunggu sampai Arka bisa keluar dari rumah sakit , jika memang kamu ingin bertemu dengannya ". Caka membuka obrolan kembali , setelah mereka sempat diam dengan pikiran masing masing .
" Ajeng tunggu ".
Entahlah Caka berfikir , hati Ajeng terbuat dari apa sampai mau menemui Arka . Jika Caka yang berada di posisi Ajeng , mungkin umpatan cacian dan makian akan dilayangkan .
" Mau masuk ke kamar ? Ini sudah larut , jangan kecapean . Inget pesan Mama , nanti yang ada Mas yang dimarahi Mama . Kadang Mas , sempat berfikir kenapa Mama sangat sayang sama kamu . Ya , memang kenyataannya kamu pantas disayang semua orang , Ajeng . Sikap , sifat dan cara kamu memperlakukan Mama sama Mas , membuat kami sekeluarga jatuh hati . Termasuk Mas , sudah jatuh pada pesona kamu ". Ucap Caka dengan gamblang .
Ajeng yang mendengar itupun tersipu malu , pasalnya Caka tidak pernah berucap seperti ini pada dirinya .
" Maaf jika selama ini Mas menyakiti kamu . Bukan Mas tidak mencintai kamu , Mas sangat cinta sama kamu , Ajeng . Tapi , Mas takut jika Mas jujur , kamu akan pergi meninggalkan Mas . Ya , ketakutan terbesar Mas dalam hidup adalah kehilangan kamu dan juga Embun , buah hati kita ".
" Seandainya jika Mas jujur dari awal , mungkin Ajeng enggak akan sesakit ini Mas . Mengetahui , dimadu dengan seseorang yang dulunya spesial di hati Mas , membuat Ajeng rapuh ".
Caka tertunduk mendengar ucapan Ajeng . Ya , ini adalah salah dirinya yang terlampau tidak jujur pada Ajeng , Istrinya sendiri .
Ajeng memberanikan diri mengangkat wajah Caka yang tertunduk untuk menatapnya . Laki laki pertama yang ada di hati Ajeng dan laki laki pertama yang menyentuh Ajeng selama ini .
Caka mengangkat wajahnya saat dirasa tangan Ajeng berada di pipinya . Pertama kali dalam hidupnya selama hampir lebih enam tahun , caka tidak merasakan momen seperti ini . Momen dimana dirinya dan Ajeng duduk berdua .
" Mas , Ajeng engga tau bagaimana perasaan Mas saat ini untuk Ajeng . Jujur Ajeng engga tau mesti apa dan bagaimana Mas , kenapa hati Ajeng sakit Mas , saat akan memilih berpisah dari Mas ? Kenapa Mas ? Kenapa sesakit itu bila harus berpisah dari Mas . Ajeng fikir , keputusan Ajeng untuk pisah dengan Mas adalah sebuah keputusan yang benar . Tetapi mengapa disini sangat sakit Mas ? " . Seraya menunjuk dadanya Ajeng berkata , Satu persatu air mata jatuh melalui pipinya .
Caka yang melihat itu segera memeluk Ajeng , ya Cinta Ajeng sangatlah besar untuknya , bisa Caka lihat dari sorot mata Ajeng .
" Maafin Mas sayang ". Hanya kata itu yang terucap dari bibir Caka .
Ajeng memeluk Caka dengan sangat erat kali ini , dia tidak bisa memungkiri bahwa dirinya butuh Caka , hatinya telah terpaut pada Caka seorang . Seberapapun Caka menghianatinya , hati Ajeng tetap memilih Caka . Bodoh , mungkin satu kata yang tertuju untuk dirinya . Ibarat kata , Ajeng rela jatuh kelobang yang sama untuk kedua kalinya .
__ADS_1
" Maaf . Maaf sudah membuat Ajeng menangis setiap hari karena Mas ". Caka mengusap punggung belakang Ajeng yang masih terisak karenanya .
" Mas mau minta izin , besok mau ke Bandung untuk mengurus semuanya dengan Dave . Mas ingin mengetahui yang sebenarnya , boleh Sayang ". Mencoba menjauhkan wajah Ajeng dari dada bidangnya .
Ajeng menegang saat mendengar itu .
" Mas janji akan kembali secepatnya saat dirasa urusan Mas selssai . Mas ingin menyelesaikan semuanya , sebelum Kakek yang turun tangan jika mengetahui permasalahan ini . Kamu tau sendiri bukan , bagaimana Kakek ? ". Caka berusaha kembali meyakinkan Ajeng kali ini
Ajeng mengangguk tanpa berbicara sedikitpun . Matanya sudah memerah , butiran bening itu kembali meluncur ke pipinya yang mulus .
" Jangan menangis lagi , Mas merasa bersalah jika kamu menangis seperti ini " . Caka mengusap sisa air mata yang ada di pipi kanan kiri Ajeng .
" Kita tidur ya , besok kamu harus menjelaskan pada Embun jika nantinya bertanya Mas tidak ada disana untuk berapa hari kedepan . Mas tidak ingin ada korban jiwa Ajeng , jika Kakek sampai mengetahui ini . Mas engga yakin , Ara akan bisa hidup atau tidak ".
" Iya Mas , nanti Ajeng jelaskan . Berapa hari Mas disana ? ". Seraya mengusap pipinya .
" Paling lambat tiga hari , tapi Mas usahakan dua hari sudah selesai . Mas akan menemukan buktinya secepat mungkin bersama Dave ".
Tangan Caka yang masih setia mengusapi pipi Ajeng , tiba tiba saja menyentuh bibir mungil Ajeng . Sial memang , baru melihat bibir Ajeng saja dia sudah sangat bergairah seperti ini . Pelan pelan Caka mendekatkan wajahnya kepada Ajeng , dilumatnya bibir mungil Ajeng yang sudah menarik perhatiannya dari tadi .
Caka yang merasa diberikan kesempatan oleh Ajeng tidak akan menyianyiakannya . Kembali dirinya m*****t hingga menimbulkan suara khas orang yang sedang berciuman . Caka mengabsen setiap inci dari bibir mungil Ajeng .
Ajeng yang merasakan sentuhan Caka pun mendesah .
" Mass ... ". Ucap ajeng saat merasa bibir Caka sudah berpindah menyesap leher jenjangnya .
Caka yang mendengar suara ******* Ajeng pun , semakin tersulut gairahnya . Disesapnya kembali leher putih Ajeng .
" Masss , takut ada yang lihat ". Ucap Ajeng kepada Caka .
Caka tak menghiraukan ucapan Ajeng , dia kembali m*****t bibir mungil yang sudah menjadi Candunya . Dan melepaskan kembali . Dilihatnya raut wajah Ajeng yang sudah memerah akibat dirinya .
__ADS_1
" Mas sudah engga tahan , bolehkah - ".
Caka dengan segera menggendong Ajeng seperti koala dan membawanya menuju kamar . Tidak akan Caka sia siakan kesempatan kali ini . Dengan segera dia berjalan menaiki anak tangga sambil kembali menyesap leher jenjang Ajeng .
" Masss , jangan banyak banyak nanti Ajeng susah . Masss Cakaaaaa ". Kembali Caka beraksi .
Setelah sampai didalam kamar , dengan segera Caka mengunci pintu kamarnya agar tidak terganggu siapapun . Dengan segera Caka , merebahkan tubuh Ajeng diranjang . Dilihatnya gurat wajah Ajeng yang sudah memerah menaha gejolak h****t yang dibuat oleh dirinya .
Ya Ajeng pasrah dihadapan Caka saat ini . Biarkan malam ini menjadi malam panas berdua untuk dirinya dan juga Caka berbagi keringat .
Bodoh , ya dirinya mungkin bodoh kali ini , tetapi dia pasrahkan semuanya , Ajeng tidak munafik . Dia rindu akan sentuhan Caka , selama hampir enam tahun ini Ajeng tidak mendapatkan nafkah batinnya . Bohong jika Ajeng tidak rindu akan Caka , maka dengan hanya ciuman saja Ajeng sudah bergairah .
Biarkan malam ini dirinya pasrah dibawah kendali Caka ..
*****
" Kamu yakin jika Ajeng akan bercerai dengan Caka ? " . Tanya Akshara tiba-tiba kepada Angga .
Angga menengadahkan pandangannya kepada Kakaknya . " Apa maksud Kaka bicara seperti itu ? " .
" Kok Aku engga yakin aja ya mereka akan bercerai , Kamu tahu sendiri bukan . Seberapa besar cinta Ajeng untuk Caka ? ". Kembali Aksha berucap .
" Entahlah Kak , aku juga engga tahu . "
Aksha menghela nafasnya , dilihatnya sang adik yang saat ini di hadapannya . " Bukalah hati untuk wanita lain Angga . Jika pada kenyataannya mereka tidak akan pisah bagaimana ? . Kaka tidak ingin melihat kamu kecewa untuk kedua kalinya ".
" Bagaimana mungkin Kak , membuka hati tidak semudah yang Kaka bayangkan . Angga akan mencoba mencari tahu , apakah Ajeng akan benar-benar berpisah atau tidak ".
Akhsa kembali menghembuskan nafasnya dengan kasar . Dia tidak ingin Angga kembali sakit dan sedih jika harus menerima kenyataan bahwa , cinta Ajeng pada Caka lebih besar . Ya , Akhsa tau , Angga sangat amat mencintai Ajeng . Tetapi , yang namanya perasaan tidak akan pernah bisa dipaksakan .
Biarlah semuanya berjalan dengan seadanya , biarkan waktu yang menjawab semuanya . Aksha hanya bisa berharap bahwa Angga selalu bahagia dalam hidupnya . Ya , Akhsa akan bahagia apabila melihat sang adik bahagia .
__ADS_1
Dirinya selalu berdoa untuk Angga sang adik kesayangannya .
Bersambung . . .