Aku Menyerah , MAS !!

Aku Menyerah , MAS !!
Bab 10


__ADS_3

Caka masih berusaha memapah Ajeng untuk masuk kedalam rumah . Setelah sampai didalam Caka menuju ruang tamu untuk segera mendudukan Ajeng dikursi , agar kakinya tak semakin membengkak . Caka duduk bersebelah bersama Ajeng , tangannya terus menggenggam jemari sang istri .


Ajeng pun merasa aneh akan sikap Caka . Pasalnya tidak biasa biasanya Caka bersikap manis seperti ini . Bagaimana tidak , Caka jarang sekali mau di ajak berpegangan tangan seperti ini .


Sekuat tenaga Ajeng berusaha untuk tidak luluh akan perhatian yang Caka berikan padanya . Ajeng hanya takut , Jikalau dia benar benar luluh. Disaat itu pula Caka meninggalkan dirinya bersama hati yang selama ini dia jaga . Ajeng belum siap untuk itu .


Caka yg melihat Ajeng melamun sedari tadi berusaha untuk menepuk punggung tangan Ajeng .


" Hei , kenapa jadi melamun ? Mau masuk kekamar atau masih mau disini ? " . ucapnya sambil meraih dagu Ajeng guna melihat matanya .


" engga apa apa Mas , kakiku sedikit sakit Mas , bisa disini sebentar ? Tetapi aku juga lelah ingin berada dikamar ". jawab Ajeng sambil menatap lekat mata caka. Entah kenapa mata itu selalu saja menjadi kelemahan Ajeng .


Caka yg baru menyadari bahwa sang istri memiliki mata yang sangat cantik , tak luput memenjamkan matanya . Ada ketenangan saat Caka melihatnya tetapi Caka juga merasakan bahwa mata itu juga mengisyaratkan ada luka yg teramat dalam yg Caka perbuat untuknya .


" Mas temani sebentar ya " .


Ajeng mengangguk dengan gugup , karna wajah mereka yg semakin kian dekat tanpa jarak . Pasalnya Caka selama ini tak pernah memberikan Ajeng nafkah batin .


Caka yg melihat ada kegugupan pada wajah sang istri merasa lucu , memang Caka tidak pernah menyentuh Ajeng lagi saat dirinya tau bahwa Ara telah mengandung benihnya .


Sekuat tenaga Caka tahan hasrat itu saat melihat Ajeng yang kadang kala hanya memakai gaun tidur berbahan satin , bukan Caka tak ingin memberikan nafkah batin pada ajeng , tetapi caka merasa bahwa dirinya telah sangat berdosa pada ajeng , maka dari itu saat tau ara tengah mengadung anaknya , caka tak pernah menyentuh ajeng lagi .


Caka yg tak kuasa menahan gejolak hasrat yg sedari tadi dia tahan akhirnya runtuh juga .


Caka berusaha mendekatkan wajahnya kepada Ajeng lalu mencium bibir Ajeng yg berwarna pink seperti chery .


Ajeng yang mendapatkan ciuman mendadak dari Caka berubah tegang . Karena apa , selama lima tahun ini dia tidak pernah merasakan bibir suaminya lagi .


Caka ********** dengan pelan , meresapi setiap incinya , bibir yang selama lima tahun ini dia rindukan , akhirnya bisa dia rasakan juga .


Caka menahan tengkuk Ajeng dengan pelan . Ciuman yang pelan tiba tiba saja berubah menjadi liar dan panas.


" Eungh . . . "


Terdengar lenguhan Ajeng yg membuat jiwa kelelakiannya meronta . tak henti hentinya Caka ******* bibir sang istri , menyesap , menggigit , bahkan bermain di dalam rongga mulutnya , mengabsen setiap deretan gigi yang berada dimulut Ajeng .


" Eungh Mas . . Mas caka " desis Ajeng kepada Caka .

__ADS_1


Otaknya masih berfikir waras saat ini , pasalnya mereka sedang berada diruang tamu , bisa saja ada orang yang akan melihat perbuatan mereka . Walaupun tak apa apa , karena mereka sah suami istri , tetapi tetap saja Ajeng malu kalo sampai ada yg melihat aksinya .


Caka yg mendengar kembali lenguhan Ajeng , berpacu dengan cepat . Bibirnya turun kebawah , leher jenjang Ajeng yang putih menjadi saksinya , Caka langsung menyesapnya tanpa ampun.


Wangi aroma tubuh Ajeng tidak pernah berubah . Wanginya membuat Caka selalu candu dan candu lagi .


Ajeng mengangkat kepalanya seakan memberikan Caka akses untuk mengeksplor leher jenjangnya . Tangan Ajeng tak tinggal diam , berusaha meremas rambut Caka , saat Caka tiba tiba menghisap kuat lehernya .


Ajeng sudah yakin pasti saat ini lehernya akan seperti macan tutul , tanda milik sang suami pasti akan melekat untuk beberapa hari kedepan.


Caka melepaskan ciumannya di leher ajeng . Entah sudah ada berapa tanda mahakarya yg dia buat di leher jenjang Ajeng .


caka kembali menyesap bibir ajeng dengan pelan . Lalu melepasnya . Mata mereka saling mengadu . Nafas mereka saling tersengal .


Hidung mancung caka menempel pada hidung mungil Ajeng .


Sambil membersihkan bibir mungilnya yang terdapat saliva dia , Caka kembali ********** .


tangan ajeng terulur memeluk leher Caka . Caka dengan segera membopong Ajeng seperti koala . Membawanya kedalam kamar .


Ciuman mereka terlepas begitu saja , saat Caka menaiki anak tangga menuju kamarnya .


" jangan membangunkannya sayang , tetaplah tenang seperti itu " dengan suara paraunya Caka berusaha fokus berjalan untuk segera masuk ke kamar .


Ajeng yang tau akan sarat yang dimaksud Caka segera diam dan menelan salivanya .


setelah sampai didalam kamar , Caka kembali ******* bibir Ajeng dengan ganas , tak lupa pula dia mengunci pintu sebelum aksinya dimulai .


Ajeng yg mendapat serangan tiba tiba , akhirnya bisa menandingi permainan ganas bibir Caka . tanganya meremas rambut belakang Caka. yang manakala membuat Caka semakin liar untuk mengeksplore bibir mungil Ajeng .


puas bermain diarea bibir , Caka membaringkan ajeng diatas tempat tidur lalu kembali menyesap leher ajeng perlahan lahan , kemudian turun diantara belahan gundukan yg selama ini dia rindukan .


" Mas , Mas sudah engga kuat Ajeng , bolehkah Mas - "


Ajeng yg sudah melihat ada kabut gairah dimata sang suami menggangguk dengan pelan , dia tidak bisa menolak sentuhan memabukan Caka .


Dan terjadilah pertempuran panas di sore hari yang tenang ini .

__ADS_1


****


Caka membaringkan tubuhnya di sebelah tubuh ajeng saat dia sudah mencapai puncaknya bersamaan dengan Ajeng .


Caka menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua . Dengan memberi usapan kecil didahi sang istri Caka tak henti hentinya tersenyum .


" Terimakasih , maaf kalau selama ini Mas tidak pernah memberikanmu nafkah batin . Mas takut. Takut kamu akan marah pada Mas , saat tau - " .


" tau Mas menikah lagi dan mempunyai Anak ? " . Ucap Ajeng saat caka akan menjelaskannya .


Caka menganggukan kepalanya pelan . lalu menciumi kening istrinya .


" tak ada hak untuk Ajeng menolakmu Mas . Ajeng berusaha sabar selama ini . Ajeng sempat berfikir , apa ada yang salah dengan diri Ajeng , sampai sampai Mas tak mau menyentuh Ajeng selama lima tahun ini . Dan Ajeng telah menemukan jawabannya Mas . Mas tak mau menyentuh Ajeng karena takut Ajeng akan kecewa dan marah saat mas dengan tiba tiba dan diam diam menikahi Mba Ara ? " .


" maafin Mas sayang . Mas hanya - "


" jangan di bahas sekarang bisa Mas , Ajeng belum sanggup mendengar penjelasan yang keluar dari mulut Mas , saat mendengar Mas sudah menikah diam diam saja hati Ajeng rasanya sudah tak berbentuk lagi , apalagi ketika Mas akan menceritakan semuanya ." ucapnya sambil menelusupkan wajahnya di dada bidang milik Caka .


Caka bergeming saat mendengar pernyataan Ajeng . Dia memang salah , menikahi Ara tanpa memberitahu Ajeng .


Saat Ajeng sedang bertaruh nyawa untuk melahirkan buah hati mereka , malah Caka dengan lantangnya mengucap ijab qabul dihadapan penghulu untuk menikahi Ara . Walaupun status Ara saat ini hanyalah istri sirinya .


Caka mendekap erat Ajeng yang saat ini berada dalam pelukannya , lima tahun sudah Caka pendam hasratnya kepada Ajeng . Dan hari ini terbayarkan sudah semuanya .


Caka mengelus punggung Ajeng yang polos tanpa sehelai benang .


" Terimakasih sayang , gimana tadi kakinya engga sakit kan ? Mas engga terlalu kasar kan sama kamu ? " .


Ajeng menggelengkan kepalanya tanda menjawab . Moodnya tiba tiba saja hancur saat caka membahas perihal pernikahannya dengan Ara .


Caka yg mengetahui reaksi sang istri diam saja tau , hati wanita itu kembali tersakiti oleh ucapannya saat membahas Ara .


" Mas janji akan menyelesaikan semuanya Ajeng . Mas janji ga akan pernah meninggalkan mu apa lagi menceraikanmu , Mas mencintaimu Ajeng " . ucapnya sambil mengecup kepala sang istri .


Ajeng yg mendengar itu tetap bergeming tak menjawab .


" maafkan aku Ara , aku sudah mantap untuk memilih Ajeng bersamaku , karna Ajeng adalah rumahku tempatku untuk pulang . Akan aku pertahankan Arka agar terus bersamaku . Sekali lagi hatiku memantapkan untuk melepasmu Ara , karna rasa cinta ini tiba tiba saja sudah hilang untukmu " ucapnya dalam hati .

__ADS_1


Tekat Caka sudah bulat , untuk memilih pertahankan Ajeng , bagaimanapun situasinya nanti . Caka akan melindungi Ajeng dari Ara , karena Caka tau Ara bisa berbuat nekat kepada Ajeng .


Bersambung . . .


__ADS_2