
Panti Asuhan . .
Ajeng terbangun saat suara Adzan berkumandang . Dia lantas segera mengambil ponselnya yang dia letakan di atas meja nakas samping tempat tidur . Di lihatnya jam sudah menunjukan pukul setengah empat sore . yang artinya dia tertidur lumayan cukup lama .
Ajeng beranjak dari tidurnya dan segera menghubungi Mama Mertuanya . Mengingat Embun sedari tadi di bawa jalan jalan oleh sang Mama untuk pergi ke kebun binatang , entah sudah pulang atau belum , Ajeng segera membuka ponselnya dan menghubungi Mama Mertuanya . .
Tut.. Tut...
nada dering tersambung . .
" Iya Assalamualaikum Ajeng . Kamu lagi ada dimana nak ? Mamah sama Embun juga Papah barusan sampai rumah ". Jawab Anastasya kepada Menantu kesayangannya .
" Waalaikumsalam Mah . Ajeng masih di Panti , maaf Ajeng tadi ketiduran pas sampai Panti Mah " ucap Ajeng yang merasa tak enak pada Mama Mertuanya .
" It's okey nak . Istirahat saja dulu di sana , biarkan Embun malam ini menginap di rumah kami ya sayang sekalian juga kamu menginap . Sudah lama sekali rasanya kalian berdua tidak menginap di tempat Mamah dan Papah " . Jawab sang Mama Mertua .
" Iya Mah , nanti Ajeng ke rumah Mamah sekalian Ajeng mau ambil pakaian untuk Embun dulu ya Mah dirumah ". Ucap Ajeng sambil berdiri menuju meja nakas untuk mengambil tas selempangnya .
" Mamah tunggu ya sayang di rumah , kalo begitu Mamah tutup dulu telfonnya ya , mau lihat Embun dan juga Papah ". dengan semangat dia segera beranjak menuju Rafael untuk memberitahukan bahwa Embun dan juga Ajeng akan menginap .
" Iya Mah " Ajeng mematikan sambungan telfonnya dengan Sang Mama Mertua.
Dia lantas beranjak dari kamar untuk bertemu Ibu Panti .
" Ibu ... Ibu ... " Ajeng memanggil sang Ibu , Tetapi sang Ibu tak menjawab . " Dimana ibu , tak biasanya ibu tidak menjawab panggilanku seperti ini " . Gumamnya sambil terus mencari sang Ibu .
Ajeng menolehkan pandangannya ke kanan juga ke kiri , siapa tau Ibu sedang membujuk anak-anak Panti yang biasanya suka bertengkar karena hal sepele . Tetapi nihil , tak ada sosok sang Ibu yang Dia cari .
" Kemana sebenarnya ibu " sambil melangkahkan kakinya keluar menuju teras depan . Ajeng yang melihat ada sebuah mobil terparkir di depan gerbang panti diam saja , tak banyak bersuara . Di lihatnya sang Ibu mengantarkan sesorang untuk masuk kedalam mobil tersebut .
" Siapa Laki Laki itu , sepertinya Aku pernah melihatnya , Tetapi dimana ya " sambil mengingat kulangkahkan kakiku dengan segera menyusul ibu kedepan gerbang panti .
" Ibu habis ada tamu ? " Panggilku saat sudah berada disampingnya .
" Nduk , sudah bangun nak ? Iya ibu habis kedatangan tamu tadi saat kamu masih tidur di dalam kamar " . Ucapnya seraya mengelus lengan kananku .
" Siapa bu ? Ajeng kaya engga asing sama mukanya " tanyaku yang mendadak kepo seperti ini .
" Kamu masih inget engga nduk dengan keluarga Pak Muneer yang dulu menjadi donatur terbesar di Panti ? . Dan kamu masih ingat dengan Anak laki laki yang dulu suka banget jailin kamu disini . Inget enggak nak ? " .
" Sebentar Bu bukannya keluarga Pak Muneer ada di Jerman ya ? Anak laki laki yang jahilin Ajeng cuma Kak Angga doang kok Bu . Tapi , kalo Ajeng engga salah Ka Airlangga bukan Bu , tadi yang masuk kedalam mobil. " ucapku penuh yakin . Siapa lagi laki laki yang bikin Aku nangis , tetapi paling engga bisa kalo aku di buat nangis oleh seseorang , Aneh memang pikirku .
" Iya nduk , kamu benar memang , keluarga Pak Muneer tadinya ada di Jerman , tetapi Mereka semua baru saja tiba di Indonesia , termasuk Nak Angga juga baru tiba sekitar tiga hari yang lalu di sini . tapi Angga baru bisa datang berkunjung hari ini . Katanya kangen lihat suasana Panti dan ingin melihat Anak Anak ".
Aku mengangguk saat Ibu berbicara seperti itu . Dan aku juga baru ingat , Kak Angga yang dengan tiba tiba pergi dari Indonesia di saat hari pernikahanku , membuat tanda tanya besar di kepalaku pada saat itu . Kenapa ?
Kenapa Dia pergi di saat Aku membutuhkannya .
" Ada apa Kamu mencari Ibu Nak ? Sambil mengapit lenganku .
" Ajeng mau pamit pulang Bu , mau kerumah Mamah Tasya dan Papah Rafael , soalnya Embun menginap disana " ucapku pada ibu .
" Yasudah , hati hati Nak pulangnya . ngomong ngomong Kamu belum makan loh Nduk , tadi bilang kepingin masakan Ibu " .
" Boleh di buat bekal saja enggak Bu ? nanti Ajeng makannya di rumah Mamah aja ".
" Boleh nanti ibu siapkan ya . Kamu pulang sama siapa Nak ? Masalahnya ibu belum melihat keberadaan Andi untuk menjemput kamu ".
" Nanti Ajeng telfon Bu . Biar Andi segera datang kesini ".
Mereka berdua lantas berjalan beriringan masuk kedalam panti , dengan Ajeng yang hendak menelfon Andi untuk menjemputnya di Panti .
" Halo Andi , Kamu Lagi ada dimana ? Bisa jemput saya sekarang enggak ? Soalnya saya mau pergi kerumah Mamah " . Tanya Ajeng kepada Andi .
" Bisa Bu , saya dirumah Bapak . Saya akan segera siap siap Bu kalo begitu ". Ucap Andi kepada Ajeng .
" Saya tunggu kalo gitu " . Jawab Ajeng sambil menutup panggilannya dengan Andi .
****
Mansion Keluarga Adiguna . . .
Embun yang saat ini tengah menikmati duduk di pangkuan sang Opa begitu senang seharian ini bisa jalan jalan dengan Opa dan Omanya .
__ADS_1
" Terimakasih Opa udah mau jalan jalan sama Embun " ucapnya kepada sang Opa .
" Sama sama sayang , Embun senang engga jalan jalan sama Opa dan Oma tadi ? " .
" Senang banget Opa " sambil tersenyum menunjukan deretan giginya .
Rafael yang tau bahwa Caka saat ini tengah ingkar terhadap Embun menjadi geram . Bagaimana tidak , apakah Wanita Ular itu menjadikan Arka sebagai umpan untuk menjenguknya disaat waktu yang bersamaan dengan acara Embun disekolahnya .
" Benar benar licik , Dasar Rubah S***an " Umpat Rafael .
Rafael melihat tak ada raut sedih lagi dimata sang cucu akhirnya memutuskan untuk menikmati sore harinya dengan duduk di dekat kolam ikan , sambil menunggu kedatangan Menantu kesayangannya .
" Bunda jadi dateng kesini kan Opa " tanya Embun sambil memberi makan ikan ikan di dekat kolam .
" Jadi , tadi Oma sudah menelfon Bunda untuk datang kesini . Oma juga bilang kalo Embun mau menginap di rumah Opa dan Oma " .
" Asyik .. " Embun loncat dengan kegirangan .
Rafael yang melihat itu hanya bisa tersenyum . Meratapi nasib sang Cucu dan juga Menantunya .
Bagaimana bisa Caka lebih memilih mementingkan Rubah itu dibandingkan Ajeng yang notabennya adalah Istri Sah Caka .
Rafael pun memijit pelipisnya yang terasa berdenyut nyeri sedari tadi . Menghadapi rapat tahunan yang terasa sangat alot dan mendapatkan kabar bahwa Caka tak menghadiri acara sang Cucu membuatnya murka .
Akan Rafael pastikan apa maunya Caka saat dia datang ke kediaman Adiguna . Rafael tak mau jika sampai sang Ayah yang akan turun tangan langsung untuk menghukum Caka .
Tidak bisa Rafael bayangkan bagaimana jadinya nanti . Rafaek hanya bisa berdoa , semoga Caka cepat cepat mengetahui sifat Asli si Rubah licik itu .
Embun menepuk nepuk kaki sang Kakek .
" Iya sayang ada apa ? " tanya Rafael yang melihat sang Cucu sudah memegangi kakinya.
" Boleh enggak Embun makan ice cream Opa ? " tanya Embun .
" Mau ice cream cantiknya Opa ? Okey kita lihat di kulkas masihkah ada stoknya . kalau engga ada , nanti kita beli diluar ya " . Dengan segera Rafael membawa sang Cucu untuk masuk kedalam .
Dengan langkah riang Embun memasuki dapur bersama sang Opa untuk melihat apakah ada stok ice cream atau tidak . Entah mengapa hari ini dia ingin sekali memakan makanan manis itu .
Setelah sampai di dapur , terlihat para pekerja sedang melakukan beberapa pekerjaan mereka.
Rafael membalas dengan senyuman begitupun Embun .
" Ada yang perlu di bantu Tuan ? ". tanya Mbok jum selaku kepala pelayan di kediaman Rafael .
" Enggak usah mbok , saya hanya mau mengambilkan ice cream untuk Embun saja " dengan senyum Rafael lantas membuka Kulkasnya dan terlihat masih ada beberapa ice cream disana .
" Baik . Kalo gitu Mbok lanjut kerja lagi Tuan " ucap Mbok Jum seraya pamit dari hadapan sang majikan .
Rafaelpun menganggukkan kepalanya .
Di ambillah salah satu ice cream yang tersedia di dalamnya . Rafael tak tahu bahwa bahay akan segera datang kepada Embun.
Embun yang saat ini tengah menikmati ice cream pemberian sang Opa teramat senang , dia tak menyadari bahwa ice cream yang saat ini dia makan ada kacang almondnya . Embun lupa bahwa dia memiliki alergi terhadap kacang almond . Begitupun Rafael yang juga lupa bahwa sang Cucu mempunyai alergi terhadap kacang almond .
Setelah menghabiskan satu bungkus ice cream . Tiba tiba saja wajah Embun mendadak merah padam dan gatal gatal langsung menyerang kulitnya .
" Opa .. " embun memanggil sang Opa .
Rafael yang terkejutpun segera melihat Embun .
" Astaga sayang . Cucu Opa . " dilihatnya kembali bungkusan bertuliskan logo ice cream terkenal itu . Lalu dibacanya baik baik . Dan benar saja , mengandung kacang almond didalamnya .
" Sial .. " umpatnya . Rafael lupa bahwa sang cucu memiliki alergi ketika memakan Almond .
" Opa gatel , leher Embun sakit , dada Embun sesak Opa " dengan pelan Embun berucap " .
" Sayang tahan ya " .
" Mah .. Mamah " teriakan Rafael membuat seluruh pekerja segera memberhentikan kerjanya .
Mbok jum yang melihat itu segera mendekatkan diri kepada sang Majikan .
" Astagfirullah Non Embun , Tuan , Non Embun alerginya kumat " sambil menutup mulut mbok berucap .
__ADS_1
" Telfonkan Dokter biasa yang menangani Embun Mbok . Sekarang " dengan tegas Rafael berucap .
" Baik Tuan " dengan berlari Mbok segera menelfon dokter tersebut .
Anastasya yang mendengar namanya di panggil segera turun menuju suara yang berasal darimana .
" Astaga Embun . Pah kamu apakan Cucuku ini . Embun habis makan Almond pasti ini . Kamu lupa bahwa Embun alergi terhadap Kacang Almond " ucapnya dengan nada khawatir.
" Maafin Papah Mah . Sekarang kita bawa Embun kerumah sakit " dengan nada menyesala Rafael berucap .
Di bawanya Embun di dalam gendongan Tasya dan Rafael menyiapkan mobil .
" bertahan Cucu Oma " mata tasya sudah berubah mengembun . Air matanya akan segera jatuh saat dia mengedipkan matanya .
" Omaaaaa ... Sakit sekali leher Embun , dada Embun juga sesak Oma " dengan pelan Embun berucap .
" Iya sayang kita kerumah sakit ya Nak " . dengan sekali kedipan luruh sudah air mata nya saat ini .
Tasya yang saat ini sudah berada di teras menunggu Rafael yang tak kunjung datang .
Dengan cekatan Rafael memarkirkan mobilnya di depan teras . Tasya yang melihat itu segera mendekat untuk masuk kedalam mobil dengan Embun yang saat ini sudah tidak sadar di dalam gendongannya .
****
Ajeng yang saat ini di dalam mobil tiba tiba saja mendadak gelisah tak menentu . perasaannya tak karuan . Seperti ada hal yang terjadi menimpa dirinya .
Seketika dia menghubungi Mamah Mertuanya .
Tut ... Tut ...
Tak ada jawaban dari seberang sana . Kemana Mamah saat ini . Apakah sibuk , pikir Ajeng berkelana .
Kembali dia mencoba Papah Mertuanya . Tetapi tak ada jawaban pula yang dia dapat .
Hingga yang ketiga kalinya dia menghubungi kediaman Adiguna .
Tut.... Tut ...
Panggilan terhubung ..
" Selamat sore dengan kediaman keluarga Adiguna disini " ucap salah satu pelayan .
" Mbok ini Ajeng . Mbok Ajeng mau tanya. Mamah sama Papah lagi dimana ya Mbok. Dari tadi Ajeng telfon enggak ada yang mengangkat " .
" Ibuu .. Tuan dan Nyonya sedang membawa Non Embun kerumah sakit " jawab Mbok Jum di seberang sana .
" Apa Mbok " ajeng yang mendengar kabar itu mendadak gelisah tak tenang .
" Kenapa Mbok . Embun kenapa "
" Non Embun memakan Ice Cream yang ada Almondnya Bu " .
" Astagaaa , rumah sakit biasa kan Mbok " luruh sudah air mata nya .
" iya Bu . Tadi Mbok yang menelfon untuk mempersiapkan segalanya kepada Dokter yang biasa menangani Embun " .
" Terimakasih Mbok " dengan segera Ajeng mematikan panggilannya dengan Mbok .
" Andi , putar balik kita kerumah sakit xxx " ucapnya sambil mengusap air matanya .
" Baik Bu " jawab Andi dengan cepat .
Ajeng berusah mencoba menelfon Caka . Tetapi tak ada jawaban sama sekali . tak henti hentinya Ajeng menelfon Caka kembali .
Lagi lagi tak ada Jawaban dari seberang sana .
" Keterlaluan kamu mas "
Ajeng berusaha mengirimi Caka pesan alih alih nanti akan dibaca olehnya .
" Mas anakmu yang sakit bukan hanya Arka . Embun sekarang berada di Rumah Sakit xxx . Aku tunggu kamu saat ini juga Mas . Embun juga membutuhkan mu saat ini . Ingat anakmu bukan hanya Dia " .
" keterlaluan kamu Mas . disaat seperti ini kamu malah tidak ada dan memilih Dia . Aku kecewa sama kamu mas . Sangat kecewa " . Sambil terus mengusap air mata yang terus mengalir di pipinya .
__ADS_1
Ajeng memandang jalanan yang sore ini terlihat mulai ramai . Pikirannya tak karuan kemana mana . air matanya terus mengalir tanpa henti . Mulutnya tak berhenti mengucapkan do'a yang dia panjatkan untuk kesembuhan sang Putri tercinta . .
Bersambung . .