Aku Menyerah , MAS !!

Aku Menyerah , MAS !!
Bab 13


__ADS_3

Pucuk dicinta ulampun tiba , saat Caka ingin menghubungi sang Ibunda , ternyata sang Ibunda sudah menelfon dia duluan . dengan segera Caka mengangkat panggilan itu .


" halo Ma , Mama apa kabar disana ? Sehat sehat semua kan ? " tanyanya kepada sang Mama .


" sehat Caka , sudahlah kamu enggak perlu basa basi seperti ini , tak ada yang mau kamu ceritakan kepada Mama , Caka ? " Anastasya langsung to he point kepada Caka .


Caka menghela nafasnya pelan pelan , pasalnya sang Mama pasti sudah tau tanpa Caka memberitahukannya .


" tidak ada Ma , cerita apa ? Disini semua baik baik saja ko " kilah Caka untuk menutupi semuanya .


" jangan sampai Mama yang harus turun ya Caka untuk mengahadapi Wanita Ular itu . Ajeng baik baik saja kan , Menantu kesayangan Mama tidak apa apa kan Caka ? "


Caka melirik Ajeng yang tengah asyik bermain dengan Embun di tempat permainan anak , sepintas Caka pun ikut tersenyum melihat nya , melihat Embun dan Ajeng yg tersenyum tanpa beban , inilah yang seharusnya Caka lakukan dari dulu , memberi waktu kepada mereka sekeluarga untuk quality time .


" Baik baik saja Ma , tetapi kemarin ada sedikit insiden saat Ajeng mengunjungi Panti Asuhan , Ajeng sempat pingsan di dalam kamar mandi , dan kakinya sempat terkilir akibat terpeleset jatuh di kamar mandi , tapi semuanya baik ko Ma , tidak ada yg perlu Mama khawatirkan . " ucapnya dengan pelan .


Anastasya memang mengetahui fakta itu , dari salah satu anak buahnya yaang dia tempatkan di sekitar Panti . Tetapi dia ingin mengorek informasi dari Caka , apakah anaknya itu jujur atau tidak mengenai insiden ini .


" Tapi tidak parah kan Caka ? Tidak ada yg serius kan dengan kaki Ajeng " dengan nada khawatir berucap pada Caka.


" it's ok Ma , tidak apa apa , Mama masih lama di Singapore ? " .


" Sekitar Besok Pagi atau enggak Sore Mama pulang Caka , Perusahaan cabang yang disini tidak bisa menanganinya , ada Plagiat yang mencoba untuk meniru Gaun yang Mama buat , But semuanya sudah teratasi , so sudah dipastikan besok Pagi kalo Mama tidak ada jadwal , sudah dipastikan ada disana , tapi paling telatnya sore Mama sampai sana . Why , Ada yg kamu inginkan ? " .


Caka benar benar pusing saat ini , ingin membicarakan masalah ini atau tidak. Tetapi sudah dipastikan oleh Caka , hanya umpatan lah yg akan Caka dapatkan dari sang Mama .


" Tidak ada Ma , Caka hanya ingin memberitahu bahwa besok Embun akan ada Pentas di Sekolahannya " kilah Caka kepada sang Mama .


" Waw Bagus Cucu Oma akan tampil di Sekolah Caka ? Sayang sekali Mama tidak bisa hadir , masalah yang disini belum sepenuhnya selesai , Eh bukankah kamu besok ada Rapat Penting Caka ? Siapa yg akan menghadiri Rapatnya ?" .


" Dave mungkin sudah memberitahu Papa Ma , Kemungkinan Papa yang akan hadir dalam Rapat Tahunan ini. Bagaimanapun Papa la yang memegang kekuasaan penuh terhadap perusahaan , Caka hanya menjalankannya saja . "


" Yasudah Mama titip Ajeng dan Embun , jangan sampai Mama dengar kamu apa apakan mereka berdua , Ingat Caka . "


" Astaga Ma , ini siapa yg sebenarnya anak Mama , Caka atau Ajeng sih ? Engga habis pikir Caka sama Mama , Berasa anak tiri deh Caka disini . Perhatian Mama semuanya tertuju pada Ajeng dan juga Embun ." ucapnya yang seolah olah merajuk pada sang Mama .


" Hahahaha , Kamu ini ngomongnya aneh deh , ya jelas jelas kamu anak kandung Mamalah Caka . Udah ah , Mama tutup dulu telfonnya ya , Titip salam buat Menantu kesayangan Mamah ."


" iya Ma , Mama hati hati disananya ya " sambil menutup telfonnya .


Jam sudah menunjukan pukul tujuh lebih tiga puluh menit , yang berarti mererka berdua bermain sudah hampir satu jam lebih .


Caka yang hendak berjalan mendekati sang Istri beserta Anaknya , berbalik arah lagi , Pasalnya Caka ingin membelikan Ajeng hadiah . Cincin mungkin , pikir Caka seperti itu , karna Ajeng jarang sekali memakai perhiasaan yang berlebihan menurutnya , berbeda dengan Arasheline pikir Caka .


****


Caka yang sudah berada di dalam toko perhiasaan segera memilih bentuk model yang pas untuk sang Istri . Ada satu yang menjadi pilihannya , bentuknya yang simple nan elegan , pas sekali pada tangan mungil Ajeng .


Dengan segera Caka mengeluarkan Black Cardnya dari dalam dompet dan segera melakukan pembayaran .


Caka segera keluar dari dalam toko perhiasan tersebut sambil membawa paper bag berisikan Cincin untuk Ajeng . Caka berjalan menuju tempat permainan yang tadi , melihat Ajeng dan Embun yang masih sibuk bermain , Caka memutuskan untuk mendekat kepada mereka .

__ADS_1


" Embun sudahan yuk bermainnya , kita makan malam dulu , sudah waktunya makan malam " sambil berjongkok mensejajarkan dirinya dengan sang anak .


" yuk Ayah , Embun juga sudah lapar , ayah kaki Bunda bengkak " tunjuk Embun kepada kaki sang Bunda.


" Engga apa apa sayang engga sakit kok , yuk kita lanjut makan , habis itu pulang , ingat besok Embun mau tampil disekolah " kilah Ajeng supaya Caka percaya . Tetapi Caka tetaplah Caka yg tak mudah percaya begitu saja .


Sambil meneliti melihat kaki sang Istri , Caka mendekat kepada Ajeng sambil membawa Embun .


" Kenapa engga bilang kakinya bengkak hem ? Sekarang kita makan habis itu langsung pulang , biar nanti langsung di balurin ramuan yang si mbok buat untuk Kamu " seraya menautkan jemarinya .


Mereka bertiga jalan menuju Restaurant Favorit Embun . Tak henti hentinya Embun menatap sang Ayah .


" Kenapa hem ? Sambil mengeratkan Embun dalam gendongannya ".


" No Ayah , Embun hanya mau berterima kasih , terimakasih Ayah sudah mau meluangkan waktu untuk Embun dan juga Bunda " . Embum menciumi Pipi sang Ayah dengan lembut .


Caka yg mendengar itu diam mematung , hatinya terasa sakit tatkala mendengar ucapan dari sang anak . Bagaimana tidak , dia sama sekali jarang mengajak sang anak untuk makan malam seperti ini .


Ajeng melirik saat mendengar ucapan Embun , hatinya terenyuh , dia tau kesibukan Caka bukanlah murni karna pekerjaan . Membagi waktu untuk dirinya dan juga Ara . mengingat itu Ajeng kembali merasakan sakit hatinya .


Ajeng tetap berjalan berpura pura untuk tidak menghiraukannya .


" Maaf kalau Ayah selama ini kurang memperhatikan Embun , kurang waktu bermain untuk Embun . " seraya mengelus kepala sang anak .


" Enggak apa apa Ayah , Ayah kan kerja cari uang untuk Embun dan juga Bunda , kalo Ayah engga kerja nanti Ayah engga bisa ajak kita jalan jalan seperti ini lagi " .


Ajeng tiba tiba saja menitikkan air matanya , bagaimana tidak , Caka jarang sekali berinteraksi dengan Embun . Saat Caka pulang Embun sudah berada di alam mimpi . paling paling mereka semua kumpul saat sarapan pagi , selebihnya tidak , karna kesibukan Caka yang mengelola Perusahaan Adiguna Group .


Embun tidak tau saja , walaupun Caka tidak berkerja , Caka mampu untuk menghidupi keluarganya sampai tujuh turunan . Mengingat kekuasaan dan kekayaan keluarga Adiguna yang tak ada tandingannya .


" Maaf , sudah membuat Kamu dan Embun seperti ini , Mas janji akan lebih meluangkan waktu untukmu dan juga anak kita , jangan nangis lagi ya , takut Embun lihat dan berpikiran macam macam " . Mengecup kening ajeng dengan pelan dan membawanya dalam pelukan .


****


Mereka memasuki Restaurant yang menjadi tempat langganan Embun .


" Selamat Malam Bapak dan Ibu , sudah Reservasi sebelumnya " tanya sang pelayan restaurant .


" sudah , atas nama Caka Wijaya Adiguna " ucapnya .


" Silahkan Pak mari ikut saya " sambil menuju tempat yg sudah di reservasi .


Saat sudah sampai di meja yang mereka pesan , mereka semua langsung duduk untuk memesan makanan .


" Silahkan Pak Buk ini menunya , mau pesan sekarang atau nanti ? Ucap sang pelayan .


" Nanti saja , saya masih mau pilih pilih dulu " ucap Ajeng kepada sang pelayan .


" Baik Bu , saya permisi , Kalo sudah , ibu bisa panggil saya " sang pelayan berbalik meninggalkan mereka bertiga .


Saat mereka semua sedang memilih makanan ponsel Caka berdering tanpa henti . Caka sempat melihat siapa yang menelfonnya .

__ADS_1


" Ara " Gumam caka .


" Angkat saja mas siapa tau penting , Mba Ara yg nelfon kan ? " .


Caka tersenyum canggung saat mendapat ucapan seperti itu dari Ajeng .


" Nanti aja , kita mau makan kan . Sayang udah pesan ? " .


" Sudah yah , Aku pesen yang biasa Ayah " .


Ajeng beranjak dari duduknya untuk pamitan ke kamar mandi sebentar .


" Aku mau kekamar mandi dulu mas , Aku pesen seperti biasa aja " .


" Mau Mas temenin ? Hati hati awas jatuh " .


" Enggak usah , Ajeng bisa sendiri , Iya " . Jawab ajeng dingin .


Saat ajeng sudah berada diluar , kembali ponsel caka berdering .


" Ada Apalagi Arasheline Danuarta , bisa enggak kamu kasih waktu untuk aku bersama dengan Istri dan Anakku , Hah ? " bentak Caka .


" hohoho sudah mulai berani ya kamu Caka sama Aku , Kamu sudah lupa dengan Anak mu yg disini Caka Wijaya ? " .


" Ingat Ara , bukan hanya Arka saja Anakku , tetapi ada Embun ".


" Aku peringatkan sekali lagi , Ceraikan Wanita S****n itu secepatnya Caka , Kamu sudah mendapatkan apa yang Kamu mau kan , Ceraikan dia dan hiduplah bahagia bersamaku dan juga Arka " .


" Apa Hah ? Harta Warisan kakek ? Peduli S***n dengan segala macam warisan yang kakek berikan padaku saat telah menikah dengan Ajeng Ara , sampai matipun tidak akan pernah Aku ceraikan Ajeng , ingat ucapan Aku Ara " sambil mematikan ponselnya .


Ajeng yang merasa tasnya tertinggal di meja tadi , berbalik menuju tempat Caka dan tanpa sengaja menguping pembicaraan Caka juga Ara .


Hatinya berdenyut nyeri , saat tau bahwa Caka menikahinya hanya karna Harta Warisan sang Kakek . Tanpa terasa air matanya luruh begitu saja tanpa bisa di cegah .


Tak sengaja pula Ajeng menabrak seorang pelayan saat hendak balik lagi ke kamar mandi .


Prang prang . . .


" Maaf bu Maaf saya engga sengaja " ucap sang pelayan penuh sesal .


Caka yg mendengar keributan diluar segera beranjak dari duduknya . Saat melihatnya dan tau Ajeng yang berada disana dengan segera Caka menghampirinya .


" Ajeng " . .


Ajeng yg mendengar namanya disebut menoleh . Caka yang melihat Ajeng sudah bersimbah penuh air mata menjadi yakin , bahwa Ajeng sudah mendengar percakapannya dengan Ara tadi .


" Kita masuk Mas bisa jelasin di dalam " .


saat sudah masuk , Caka memberikan air minum kepada Ajeng .


" Kita Cerai saja yuk Mas , Percuma kita bertahan tapi kalau hatimu berada pada Mba Ara dan juga Anakmu Arka " sambil tersenyum dalam tangis .

__ADS_1


Jantung Caka berdegup dengan kencang saat mendengar ucapan Ajeng . tidak , bukan ini yang Caka mau . Caka tidak bisa Melepas Ajeng . Caka mencintai Ajeng sudah dipastikan untuk itu . Hatinya saat ini sudah di penuhi oleh Ajeng .


Berasambung . . .


__ADS_2