
Di Rumah Sakit . . .
Mobil Mercedes yg Caka bawa terparkir sempurna dipelataran Rumah Sakit .
Dengan segera Caka mematikan mesin mobilnya . Pasalnya sedari tadi Ara tak henti hentinya menelfon terus menerus menanyakan keberadaannya dimana .
Brak . .
Dibantingnya pintu mobil saat Caka sudah keluar . Dengan cepat , Ia lari kedalam Rumah Sakit . menyusuri lorong Rumah Sakit dimana tempat sang Anak dirawat .
Dengan nafas tak beraturan Caka melihat Ara yg tengah duduk dikursi tunggu . " Gimana ? Sudah ada kabar dari dokter ?" Ucapnya didepan ara , sambil berusaha mengatur nafasnya .
Ara menatap Caka lamat lamat , lalu dengan gelengan kepala ara menjawab . " Belum ada tanda tanda dokter keluar dari dalam ruangannya " Jawab Ara dengan sendu .
Caka menyugar rambutnya dengan keras . Lalu melepas dasi yg sudah tak berbentuk dikerahnya . Pikirannya kacau saat ini .
Krek . .
Pintu ruangan Arka terbuka , keluarlah sang Dokter beserta perawat yg mendampinginya .
Caka dengan segera menghampirinya untuk menanyakan perihal kondisi sang Anak .
" Bagaimana keadaan Anak saya Dok " ucap caka dengan nada khawatir .
" Bisa kita bicaraka diruang kerja saya Pak Caka , ada hal yg harus saya sampaikan kepada Bapak ." jawab sang Dokter .
" Baik kalo begitu Dok " . Ucap Caka kepada dokter dan di anggukinya kepal sang dokter kepada Caka .
Caka berjalan mendekati Ara " Aku pergi keruangan Dokter dulu. Tolong kamu temani Arka didalam ".
Ara diam tak menjawab . Dia langsung berdiri memasuki ruangan Arka .
Caka yg melihat itu , segera menghampiri Dokter dan berjalan berdampingan .
Sesampainya diruangan sang dokter , dokter mempersilahkan Caka untuk duduk .
" Silahkan duduk Pak Caka " ucap Sang Dokter .
Caka lantas duduk dengan cepat.
" Begini Pak Caka , Saya selaku Dokter yg menangani Anak Bapak selama ini ingin mengatakan sesuatu kepada Bapak mengenai penyakit jantung yg di alami oleh Arka , Pasien saya " .
Caka mengangguk dan tak mempotong ucapan Dokter .
" Hyperthropic cardiomyopathy adalah penyakit jantung yg saat ini Arka idap sudah memasuki tahap kronis Pak . Dimana Jantung yg Arka punya sudah sangat lemah dan akibatnya kemampuan jantung dalam memompa darah keseluruh tubuh sangat berkurang Pak Caka . Kita harus sesegera mungkin melakukan Transplantasi Jantung . Kalau tidak , Arka tidak akan bisa bertahan dengan lama Pak . " Ucap Dokter kepada Caka .
Caka yg mendengar penuturan sang Dokter , mendadak berubah tegang . bagaimana bisa dia mendapatkan pendonor yg cocok untuk Anaknya dengan waktu sesegera mungkin .
Mustahil . Satu kalimat terucap didalam hati caka .
Mau sekaya apapun dia tetap saja itu mustahil . Pasalnya tak segampang itu mencari pendonor jantung yg cocok untuk anaknya .
" Lantas saya harus bagaimana Dok ? Tak henti hentinya sayapun mencarikan donor untuk Anak saya " jawabnya dengan nada tegas .
" Untuk sementara kita pantau dulu pak untuk kesehatan Arka . Saya minta tolong , jangan sampai Arka kelelahan ya Pak. Itu tidak baik bagi kesehatan kondisinya yg mengingat punya riwayat Lemah Jantung . "
__ADS_1
Caka menganggukan kepalanya kepada sang Dokter . Dokter yg paham bagaimana kondisi orang tua pasien pun berucap " Kita berdoa saja ya Pak , semoga secepatnya Arka mendapatkan donor yg cocok untuknya " .
" Semoga saja Dok. Selama ini sayapun tak pernah pantang menyerah untuk mencari jantung yg pas untuk Anak saya " .
" Kita berdoa sama sama ya Pak Caka untuk kesembuhan Arka , dan semoga saja Arka dengan segera mendapatkan Donor Jantungnya denga cepat. Kita selaku Manusia hanya bisa berdoa , selebihnya Allah yg merencanakan semuanya . Semoga saja Arka bisa melewati ini semua. " ucap Dokter tersebut.
Caka mengaggukan kepalanya . Lalu bergegas pamit undur diri dari hadapan Sang Dokter .
" Kalo begitu saya Pamit undur diri Dok " ucapnya sambil menjabat tangan Sang Dokter .
Dokter pun menerima uluran tangan Caka sambil tersenyum .
Caka segera keluar dari dalam ruangan dokter , lalu berjalan menuju taman depan untuk sejenak menenangkan fikirannya .
****
Didalam kamar Arka . . .
" Dasar Menyusahkan saja , kalo bukan karna Caka , mana sudi saya ngerawat anak lemah seperti kamu . Kamu adalah tambang Emasku Arka . Engga sia sia kamu lahir kedunia ini , adagunanya juga kamu . yah walaupun kamu saat ini penyakitan. Tetapi tak apa , asal sumber uangku tak pergi kemana mana " . ucapnya bermonolog .
Yap , Ara memang tak sepenuhnya sayang kepada sang Anak . Menurutnya mempunyai Anak adalah hal yg merugikan dan melelahkan . Pasalnya membuat bentuk tubuhnya berubah menjadi gendut tak terurus.
Maka dari itu saat Arka lahir tepat satu bulan , dia mati matian mengembalikan bentuk tubuhnya seperti semula .
Ara hanya memanfaatkan Arka untuk kepentingan pribadinya . Contohnya saja , dia selalu meminta uang kepada Caka dan beralasan untuk kebutuhan Arka dan dirinya . Dan Caka percaya saja , dengan memberikan satu kartu untuk ia gunakan bersama Arka .
Dengan segera ia duduk dikursi samping ranjang tempat tidur sang Anak , takut takut Caka masuk kedalam sedangkan dia malah tengah asyik duduk di sofa sambil memainkan ponselnya di bandingkan mengurus sang Anak . Ara tak mau itu terjadi , bisa bisa Caka akan murka padanya .
Tinggal satu langkah lagi pikirnya . Mengusir J***ng itu dari kehidupan Caka selama lamanya . Bagaimanapun caranya Caka harus menjadi miliknya . Bukan milik J***ng S****n itu.
Ara tengah menyusun rencananya dengan matang , agar terlihat sempurna . senyum semirik dia tampilkan di wajahnya . Mengingat akan rencana yg ia buat sebentar lagi .
****
Di Panti Asuhan . . .
Ajeng yg sudah sampai dari tadi dan menyusun barang barang belanjaannya , berjalan menuju kamar untuk mengistirahatkan badannya.
Direbahkannya sang tubuh di atas tempat tidur sambil memenjamkan matanya dan memijit kepalanya yg terasa pusing .
Sudah puas ia memijit kepalanya , Ajeng beranjak menuju nakas mengambil ponsel yg berada di dalam tasnya . Untuk mengecek alih alih Sang Suami menghubunginya atau tidak .
Nyatanya , harapan tinggal harapan . Sama sekali tak ada notifikasi apapun di ponselnya.
Dia mendesah dengan pelan . lalu merebahkan dirinya lagi.
tak lama pintu kamar Ajeng diketuk dari luar .
Tok .. Tok ..
" Masuk , siapa ya ? " ucapa Ajeng setengah teriak .
" Satria Kak , " ucapnya sambil membuka pintu kamar sang kakak .
" Kak , disuruh Ibu keruang makan . kata ibu , Kakak belum makan siang ? ditunggu ibu sekarang kak " ucapnya kepada Ajeng .
__ADS_1
" Ntar aja Dek , Kakak belum laper . pengen istirahat dulu sebentar , bilangin ke ibu ya Dek " kilah Ajeng , soalnya dia memang tak nafsu makan .
" Kak ayolah , nanti Satria yg dimarahi Ibu . " sambil terus membujuk Sang Kakak.
" Enggak akan percaya deh sama Kakak . Kakak belum laper , bilangin sama Ibu ya Gantengnya Kakak " jawab Ajeng .
" Yasudah , Satria keluar dulu ya kak " .
Ajeng hanya menganggukan kepalanya.
Setelah dari kamar sang Kakak , Satria berjalan menuju ruang makan yg tengah ramai diisi oleh adik adiknya .
" Loh Kakakmu mana Sat ? " tanya hartati .
" Kakak bilang , belum laper Bu " jawab Satria .
Hartati menghela nafasnya .
" Yowis ndak apa apa , yg lain semuanya makan yg kenyang ya , jangan lupa baca do'a " .
" Iya Bu " jawab Anak Anak dengan kompak .
****
Kediaman Wirayuda . .
" Ada kabar apa lagi Jhon kali ini yang akan kamu sampaikan ? " ucapnya dengan tegas sambil melihat pemandangan yg ada di depan matanya.
" Tuan Caka , saat ini tengah berada di Rumah Sakit yyy Tuan ".
Wira mengeryitkan alisnya.
" Apa kamu bilang Jhon , Rumah Sakit ? Bukankah Caka seharusnya melihat Cucuku yg sedang pentas di sekolahnya ?" .
" Iya Tuan , seharusnya Seperti itu . Tetapi tiba tiba saja Tuan Caka mendapat telfon , bahwa kondisi Den Arka tiba tiba saja Drop . Dan saat ini Tuan Caka sedang menemani Den Arka " jawab Jhon dengan cepat .
Ckck . .
Wira berdecak . .
" kamu boleh pergi Jhon . Nanti saja kamu menjelaskan semuanya . Mood saya tiba tiba saja hilang untuk mendengarnya " .
Jhon yang paham segera mengundurkan diri dari hadapan sang Bos Besarnya .
" Jhon " ucapnya .
Jhon yg tbtb berhenti saat namanya dipanggil menoleh .
" Ya Tuan " .
" Pantau terus , pergerakan Caka dan Wanita Ular itu . Jangan sampai Wanita Ular itu menyentuh Cucu dan Menantu kesayanganku Jhon. " dengan tegas Wira berkata.
" Baik Tuan , akan saya pastikan Nyonya Ajeng dan Non Embun baik baik saja " .
Wira menganggukan kepalanya tanda mengerti .
__ADS_1
Setelahnya pintu tertutup oleh Jhon yang sudah keluar dari ruangannya .
Bersambung . . .