Aku Menyerah , MAS !!

Aku Menyerah , MAS !!
Bab 21


__ADS_3

Di Rumah Sakit . . .


Mobil Mercedes yg Caka bawa terparkir sempurna dipelataran Rumah Sakit .


Dengan segera Caka mematikan mesin mobilnya . Pasalnya sedari tadi Ara tak henti hentinya menelfon terus menerus menanyakan keberadaannya dimana .


Brak . .


Dibantingnya pintu mobil saat Caka sudah keluar . Dengan cepat , Ia lari kedalam Rumah Sakit . menyusuri lorong Rumah Sakit dimana tempat sang Anak dirawat .


Dengan nafas tak beraturan Caka melihat Ara yg tengah duduk dikursi tunggu . " Gimana ? Sudah ada kabar dari dokter ?" Ucapnya didepan ara , sambil berusaha mengatur nafasnya .


Ara menatap Caka lamat lamat , lalu dengan gelengan kepala ara menjawab . " Belum ada tanda tanda dokter keluar dari dalam ruangannya " Jawab Ara dengan sendu .


Caka menyugar rambutnya dengan keras . Lalu melepas dasi yg sudah tak berbentuk dikerahnya . Pikirannya kacau saat ini .


Krek . .


Pintu ruangan Arka terbuka , keluarlah sang Dokter beserta perawat yg mendampinginya .


Caka dengan segera menghampirinya untuk menanyakan perihal kondisi sang Anak .


" Bagaimana keadaan Anak saya Dok " ucap caka dengan nada khawatir .


" Bisa kita bicaraka diruang kerja saya Pak Caka , ada hal yg harus saya sampaikan kepada Bapak ." jawab sang Dokter .


" Baik kalo begitu Dok " . Ucap Caka kepada dokter dan di anggukinya kepal sang dokter kepada Caka .


Caka berjalan mendekati Ara " Aku pergi keruangan Dokter dulu. Tolong kamu temani Arka didalam ".


Ara diam tak menjawab . Dia langsung berdiri memasuki ruangan Arka .


Caka yg melihat itu , segera menghampiri Dokter dan berjalan berdampingan .


Sesampainya diruangan sang dokter , dokter mempersilahkan Caka untuk duduk .


" Silahkan duduk Pak Caka " ucap Sang Dokter .


Caka lantas duduk dengan cepat.


" Begini Pak Caka , Saya selaku Dokter yg menangani Anak Bapak selama ini ingin mengatakan sesuatu kepada Bapak mengenai penyakit jantung yg di alami oleh Arka , Pasien saya " .


Caka mengangguk dan tak mempotong ucapan Dokter .


" Hyperthropic cardiomyopathy adalah penyakit jantung yg saat ini Arka idap sudah memasuki tahap kronis Pak . Dimana Jantung yg Arka punya sudah sangat lemah dan akibatnya kemampuan jantung dalam memompa darah keseluruh tubuh sangat berkurang Pak Caka . Kita harus sesegera mungkin melakukan Transplantasi Jantung . Kalau tidak , Arka tidak akan bisa bertahan dengan lama Pak . " Ucap Dokter kepada Caka .


Caka yg mendengar penuturan sang Dokter , mendadak berubah tegang . bagaimana bisa dia mendapatkan pendonor yg cocok untuk Anaknya dengan waktu sesegera mungkin .


Mustahil . Satu kalimat terucap didalam hati caka .


Mau sekaya apapun dia tetap saja itu mustahil . Pasalnya tak segampang itu mencari pendonor jantung yg cocok untuk anaknya .


" Lantas saya harus bagaimana Dok ? Tak henti hentinya sayapun mencarikan donor untuk Anak saya " jawabnya dengan nada tegas .


" Untuk sementara kita pantau dulu pak untuk kesehatan Arka . Saya minta tolong , jangan sampai Arka kelelahan ya Pak. Itu tidak baik bagi kesehatan kondisinya yg mengingat punya riwayat Lemah Jantung . "

__ADS_1


Caka menganggukan kepalanya kepada sang Dokter . Dokter yg paham bagaimana kondisi orang tua pasien pun berucap " Kita berdoa saja ya Pak , semoga secepatnya Arka mendapatkan donor yg cocok untuknya " .


" Semoga saja Dok. Selama ini sayapun tak pernah pantang menyerah untuk mencari jantung yg pas untuk Anak saya " .


" Kita berdoa sama sama ya Pak Caka untuk kesembuhan Arka , dan semoga saja Arka dengan segera mendapatkan Donor Jantungnya denga cepat. Kita selaku Manusia hanya bisa berdoa , selebihnya Allah yg merencanakan semuanya . Semoga saja Arka bisa melewati ini semua. " ucap Dokter tersebut.


Caka mengaggukan kepalanya . Lalu bergegas pamit undur diri dari hadapan Sang Dokter .


" Kalo begitu saya Pamit undur diri Dok " ucapnya sambil menjabat tangan Sang Dokter .


Dokter pun menerima uluran tangan Caka sambil tersenyum .


Caka segera keluar dari dalam ruangan dokter , lalu berjalan menuju taman depan untuk sejenak menenangkan fikirannya .


****


Didalam kamar Arka . . .


" Dasar Menyusahkan saja , kalo bukan karna Caka , mana sudi saya ngerawat anak lemah seperti kamu . Kamu adalah tambang Emasku Arka . Engga sia sia kamu lahir kedunia ini , adagunanya juga kamu . yah walaupun kamu saat ini penyakitan. Tetapi tak apa , asal sumber uangku tak pergi kemana mana " . ucapnya bermonolog .


Yap , Ara memang tak sepenuhnya sayang kepada sang Anak . Menurutnya mempunyai Anak adalah hal yg merugikan dan melelahkan . Pasalnya membuat bentuk tubuhnya berubah menjadi gendut tak terurus.


Maka dari itu saat Arka lahir tepat satu bulan , dia mati matian mengembalikan bentuk tubuhnya seperti semula .


Ara hanya memanfaatkan Arka untuk kepentingan pribadinya . Contohnya saja , dia selalu meminta uang kepada Caka dan beralasan untuk kebutuhan Arka dan dirinya . Dan Caka percaya saja , dengan memberikan satu kartu untuk ia gunakan bersama Arka .


Dengan segera ia duduk dikursi samping ranjang tempat tidur sang Anak , takut takut Caka masuk kedalam sedangkan dia malah tengah asyik duduk di sofa sambil memainkan ponselnya di bandingkan mengurus sang Anak . Ara tak mau itu terjadi , bisa bisa Caka akan murka padanya .


Tinggal satu langkah lagi pikirnya . Mengusir J***ng itu dari kehidupan Caka selama lamanya . Bagaimanapun caranya Caka harus menjadi miliknya . Bukan milik J***ng S****n itu.


Ara tengah menyusun rencananya dengan matang , agar terlihat sempurna . senyum semirik dia tampilkan di wajahnya . Mengingat akan rencana yg ia buat sebentar lagi .


****


Di Panti Asuhan . . .


Ajeng yg sudah sampai dari tadi dan menyusun barang barang belanjaannya , berjalan menuju kamar untuk mengistirahatkan badannya.


Direbahkannya sang tubuh di atas tempat tidur sambil memenjamkan matanya dan memijit kepalanya yg terasa pusing .


Sudah puas ia memijit kepalanya , Ajeng beranjak menuju nakas mengambil ponsel yg berada di dalam tasnya . Untuk mengecek alih alih Sang Suami menghubunginya atau tidak .


Nyatanya , harapan tinggal harapan . Sama sekali tak ada notifikasi apapun di ponselnya.


Dia mendesah dengan pelan . lalu merebahkan dirinya lagi.


tak lama pintu kamar Ajeng diketuk dari luar .


Tok .. Tok ..


" Masuk , siapa ya ? " ucapa Ajeng setengah teriak .


" Satria Kak , " ucapnya sambil membuka pintu kamar sang kakak .


" Kak , disuruh Ibu keruang makan . kata ibu , Kakak belum makan siang ? ditunggu ibu sekarang kak " ucapnya kepada Ajeng .

__ADS_1


" Ntar aja Dek , Kakak belum laper . pengen istirahat dulu sebentar , bilangin ke ibu ya Dek " kilah Ajeng , soalnya dia memang tak nafsu makan .


" Kak ayolah , nanti Satria yg dimarahi Ibu . " sambil terus membujuk Sang Kakak.


" Enggak akan percaya deh sama Kakak . Kakak belum laper , bilangin sama Ibu ya Gantengnya Kakak " jawab Ajeng .


" Yasudah , Satria keluar dulu ya kak " .


Ajeng hanya menganggukan kepalanya.


Setelah dari kamar sang Kakak , Satria berjalan menuju ruang makan yg tengah ramai diisi oleh adik adiknya .


" Loh Kakakmu mana Sat ? " tanya hartati .


" Kakak bilang , belum laper Bu " jawab Satria .


Hartati menghela nafasnya .


" Yowis ndak apa apa , yg lain semuanya makan yg kenyang ya , jangan lupa baca do'a " .


" Iya Bu " jawab Anak Anak dengan kompak .


****


Kediaman Wirayuda . .


" Ada kabar apa lagi Jhon kali ini yang akan kamu sampaikan ? " ucapnya dengan tegas sambil melihat pemandangan yg ada di depan matanya.


" Tuan Caka , saat ini tengah berada di Rumah Sakit yyy Tuan ".


Wira mengeryitkan alisnya.


" Apa kamu bilang Jhon , Rumah Sakit ? Bukankah Caka seharusnya melihat Cucuku yg sedang pentas di sekolahnya ?" .


" Iya Tuan , seharusnya Seperti itu . Tetapi tiba tiba saja Tuan Caka mendapat telfon , bahwa kondisi Den Arka tiba tiba saja Drop . Dan saat ini Tuan Caka sedang menemani Den Arka " jawab Jhon dengan cepat .


Ckck . .


Wira berdecak . .


" kamu boleh pergi Jhon . Nanti saja kamu menjelaskan semuanya . Mood saya tiba tiba saja hilang untuk mendengarnya " .


Jhon yang paham segera mengundurkan diri dari hadapan sang Bos Besarnya .


" Jhon " ucapnya .


Jhon yg tbtb berhenti saat namanya dipanggil menoleh .


" Ya Tuan " .


" Pantau terus , pergerakan Caka dan Wanita Ular itu . Jangan sampai Wanita Ular itu menyentuh Cucu dan Menantu kesayanganku Jhon. " dengan tegas Wira berkata.


" Baik Tuan , akan saya pastikan Nyonya Ajeng dan Non Embun baik baik saja " .


Wira menganggukan kepalanya tanda mengerti .

__ADS_1


Setelahnya pintu tertutup oleh Jhon yang sudah keluar dari ruangannya .


Bersambung . . .


__ADS_2