Aku Menyerah , MAS !!

Aku Menyerah , MAS !!
Bab 51


__ADS_3

"Kita akan berangkat menuju Indonesia Tuan. Ada yang di perlukan lagi sebelum kita berangkat Tuan?." Tanya Jhon yang sedang menghadap Bosnya .


"Tidak ada Jhon , saya ingin secepatnya sampai di Indonesia." Jawab Wira yang berada di dalam pesawat jet pribadi miliknya .


"Baik Tuan."


"Ingat Jhon , jangan sampai ada yang mengetahui kepulangan saya ke Indonesia."


"Di mengerti Tuan. Tidak akan ada yang mengetahui ini semua termasuk Tuan Muda Caka dan Tuan Chandra." Ucap Jhon dengan tegas.


"Kamu boleh istirahat Jhon. Saya masih mau melihat lihat email yang masuk dulu."


"Saya pamit undur diri Tuan."


Wira menganggukan kepalanya tanda mengiyakan. Jhon segera beranjak meninggalkan Bosnya yang tengah melihat email yang masuk.


Sepanjang jalan Jhon menghela nafasnya. Pasti akan tragedi besar nantinya. Dan Jhon berharap tidak akan ada pertumpahan darah kali ini sudah cukup baginya melihat Wira membunuh kembali.


Jhon akhirnya duduk di kursi pesawat yangb tidak jauh dari Bosnya. Dia tidak ingin Wira kehilangan kendalinya saat tahu bahwa Caka sudah mengetahui semuanya.


Ya , Jhon memang tahu dari anak buahnya jika Caka sudah mengetahui semuanya. Tinggal bagaimana sikap Wira saja saat mengetahui yang sesungguhnya .


Jhon berkali kali melihat ke arah Wira . Tidak ada yang mencurigakan memang , tetapi dia takut jika Wira merencanakan sesuatu yang buruk untuk Ara dan juga Chandra .


"Tuan waktunya istirahat perjalanan kita sangat lumayan jauh." Ucap Jhon yang sudah berdiri di samping Wira .


"Baiklah Jhon , saya permisi dulu untuk istirahat." Jawab Wira yang saat ini sudah berjalan untuk masuk ke dalam kamar yang berada di dalam pesawatnya.


Jhon membungkuk saat Wira melewati dirinya . Kini Jhon kembali duduk guna melihat ponselnya untuk memantau pergerakan Caka , Chandra dan juga Ara. Jhon tidak ingin menjadi sasaran amukan Bosnya.


****

__ADS_1


Caka masih diam di dalam mobil dan tidak tahu harus berbuat apa. Pengakuan dari sang Kakak membuat dirinya frustasi. Bagaimana bisa dia tidak mengetahui semuanya? Bodoh? Ya Caka memang bodoh. Bagaimana mungkin selama enam tahun dirinya di bodohi oleh mereka berdua.


Caka teringat kembali saat semalam dirinya berpura pura tidur. Dia melihat Ajeng yang turun dari kasur dan segera keluar dari kamar menuju ruang kerja Caka. Caka melihat Ajeng sedang membuka brangkas yang letaknya di ruang kerja Caka. Caka sudah bisa menebak apa yang di cari Ajeng saat malam itu.


Keputusan Ajeng ternyata sudah bulat untuk berpisah dengan dirinya. Bagaimana bisa terjadi? Caka tidak ingin kehilangan Ajeng maupun Embun. Tetapi , dia juga tidak ingin mejadi egois. Berada terus di dekatnya akan membuat Ajeng merasakan tersiksa batinnya.


Caka sudah tidak bersemangat lagi untuk menemui Ara dan Arka serta Dokter Iriawan. Pengakuan dari Chandra sudah membuktikan semuanya. Lantas untuk apalagi dirinya datang kerumah sakit ini?.


"Ternyata memang benar Arka bukan anak gue, Dave." Caka mencoba menghubungi Dave. Satu satunya orang yang mau mendengar ceritanya.


Dave terdiam, apakah Caka sudah membaca surat itu?. Batin Dave bertanya .


"Tahu darimana? Sudah menemui Dokter Iriawan?."


"Belum. Gue barusan ketemu saudara kembar gue, Dave. Dia cerita semuanya sama gue, bahwa Arka bukanlah anak kandung gue. Melainkan anak dia dengan Ara." Jawab Caka dengan lesu.


Dave menghela nafasnya. Tidak tahu harus menjawab apa saat ini. "Sekarang apa yang bakal lo lakuin.?


Isakan kecil terdengar oleh Dave.


Caka menangis saat ini, dia menyesal terlambat mengetahui yang sebenarnya. Andai saja dia terlebih dulu tahu, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Mungkin hubungan dia dengan Ajeng akan membaik.


"Lo mau nyerah?."


"Gue bisa apa Dave? Walaupun Chandra memberitahukan kepada Ajeng saat ini juga, pastinya Ajeng akan tetap pada pendiriannya."


"Iya gue tahu. Setidaknya lo bisa perjuangin Ajeng sekali lagi Ka. Hati wanita mana yang enggak luluh jika mereka di perjuangkan."


"Ini masalahnya udah kelewat batas Dave. Bukan gue enggak mau perjuangin Ajeng. Tetapi gue terima apapun keputusan Ajeng. Gue enggak mau lihat dia sedih lagi , gue mau dia bahagia terus Dave."


Iya , Dave tahu kejujuran ini sangatlah berat. Benar apa yang dikatakan Caka. Sekalipun Chandra berbicara jujur, tidak akan merubah apapun. Kebohongan yang Chandra perbuat berimbas pada retaknya rumah tangga Caka dan juga Ajeng.

__ADS_1


Dave yang sedih mendengr ucapan Caka hanya bisa menyemangati dan berdoa pada Tuhan yang Maha Kuasa agar hati Ajeng bisa terbuka kembali untuk Caka. Walaupun kenyataannya mungkin tidak akan pernah terjadi.


Dave tidak tahu lagi harus berbuat apa ini bukan lagi urusannya. Caka dan Ajeng harus bicara dari hati ke hati mengenai masalah ini.


Yang Dave takutkan adalah kenekatan Ara yang akan mencelakai Ajeng juga Embun . Dave sedikit tahu bagaimana jika Ara sudah bertindak nekat .


"Kakek sudah tahu mengenai hal ini?."


"Entah , gue enggak tahu beliau sudah tahu atau belum. Tapi pastinya Kakek udah tahu sih Dave. Secara mata dan telinga Kakek ada dimana mana. Dan gue sanggup nerima resiko itu Dave."


"Yang gue takutkan adalah Ara , Ka. Gue takut dia bakal ngelakuin hal nekat yang membahayakan nyawa Ajeng serta Embun. Lo tahu bagaimana nekatnya Ara kan, Ka.?."


"Iya gue tahu, dan lo jangan khawatir masalah itu. Gue percaya orang orang kepercayaan Kakek pasti enggak bakal tinggal diam jika sudah menyangkut Ajeng. Nyawa Ajeng serta Embun menjadi prioritasnya pasti."


"Iya , kita engga tahu kedepannya akan gimana Ka. Tapi, gue minta satu hal sama lo. Jangan lengah untuk saat ini. Tetap pantau terus keberadaan Embun."


"Thanksa ya Dave , lo emang sahabat terbaik gue."


"Sama sama Ka , sory gue engga bisa bantu lebih untuk masalah ini." Ucap Dave penuh sesal.


"It's oke engga apa apa. Gue titip perusahaan untuk beberapa hari ke depan ya Dave. Gue mau keruangan Dokter Iriawan dulu. Bukti itu harus gue dapat , walaupun kenyataannya udah gue denger dari orangnya langsung." Jawab Caka seraya mematikan panggilan telfonnya dengan Dave.


Dave hanya bisa terdiam saat ini. Apapu yang terjadi , Dave ingin Ajeng dan juga Caka bahagia untuk saat ini.


Caka yang sudah mematikan panggilannya masih setia betah di dalam mobil. Dirinya harus segera menemui Dokter tersebut guna melihat test DNA itu. Akan dia beri pelajaran untuk Ara karena sudah membohonginya selama enam tahun ini .


Dengan segera Caka menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan Chandra yang masih setia di dalam sana. Tidak dia perdulikan dengan Chandra saat ini. Caka hanya ingin melihat reaksi Ara jika ternyata dirinya tahu bahwa Arka bukanlah Anak Caka. Caka ingin tahu seperti apa kagetnya Ara nanti. Sudah bisa Caka bayangkan , pastinya Ara akan mengelak dengan seribu alasan yang dia punya.


Kali ini dirinya tidak akan tertipu lagi oleh Ara. Wanita ular memang pantas di sematkan untuk dirinya.


"Maafin Caka Ma yang sudah tidak percaya kepada Mama dan Papa. Caka menyesal Ma, sangat sangat Menyesal." Batin Caka terucap.

__ADS_1


Bersambung. . .


__ADS_2