Aku Menyerah , MAS !!

Aku Menyerah , MAS !!
Bab 34


__ADS_3

Ajeng saat ini tengah berjalan di lorong rumah sakit untuk kembali ke kamar Embun . Dia kembali menguatkan hatinya agar tidak tersentuh oleh ucapan dan perbuatan Caka . Keputusannya sudah bulat dan mantap untuk berpisah dari Caka .


Saat akan memasuki kamar Embun , dia mencoba kembali menarik nafas agar rasa sesak di dalam dada bisa sedikit hilang . Bohong .. Jika Ajeng bilang sudah tidak mencintai Caka lagi . Cinta Ajeng pada Caka begitu besar , sampai sampai Ajeng rela untuk berpisah dari Caka saat ini juga . Bukan .. Bukan karena dia tidak menyanginya , selama enam tahun ini dia sudah berusaha semampunya dan sekuat yang dia bisa . Tetapi kenyataan yang ada di depan mata lah yang membuat dirinya berani untuk berpisah dari Caka .


" Bismillahirrahmanirrahim ". Ucap Ajeng saat akan membuka pintu kamar Embun .


Caka yang mendengar pintu terbuka menoleh , wajahnya tersenyum senang , pasalnya Wanita yang dia cintai akhirnya datang juga .


" Sayang " . Ucap Caka sesaat setelah melihat Ajeng .


Ajeng yang mendengar ucapan untuk dirinya diam saja tak berkutik . Ajeng menaruh tasnya di sofa , lalu mengeluarkan ponsel yang sedari tadi untuk di charger .


" Pulang Mas , ganti pakaianmu . Biar Ajeng yang disini menemani Embun " . Ajeng berucap tanpa menoleh sedikit pun kepada Caka .


" Engga , Mas mau jagain kamu dan Embun . Biar nanti Mas telfon Dave untuk membawa pakaian ganti untuk dibawa kesini , kalo Mas pulang , kasian kamunya engga ada yang menemani " . Jawab Caka .


Ajeng menghela nafasnya . Percuma saja berbicara dengan Caka , Caka yang sangat keras kepala tidak bisa di bantah sama sekali .


" Terserah Mas saja , mau disini ataupun tidak , aku engga perduli lagi " .


Caka terdiam saat mendengar ucapa Ajeng . Apakah luka yang Caka toreh sebegitu dalamnya untuk Ajeng , sampai sampai Ajeng berucap seperti itu padanya .


Sabar Caka .. Sabar .. Ucap Caka didalam hati .


Caka beranjak dari kursinya untuk keluar sebentar guna menghubungi Dave dan juga Sang Kakek . Pikirannya sudah buntu , pernikahan yang dia jalani dengan Ajeng tidak boleh ada perceraian . Caka tidak mau itu terjadi , biar bagaimanapun , Ajeng hanyalah milik dirinya . Egois ... Memang Caka sangat egois , dia tidak bisa hidup tanpa Ajeng dan juga Embun . Akan Caka pastikan surat perceraian tidak akan pernah dia tanda tangani .


" Mas pergi keluar dulu sebentar ya " . Dengan gerakan cepat Caka berusaha mencium kening Ajeng . Ajeng yang merasakan itu mendadak diam di tempat . Gerakan Caka yang cepat , tidak bisa dia hindarkan .


Tak ada jawaban apapun dari bibir Ajeng yang keluar untuk Caka . Ajeng hanya diam seribu bahasa .

__ADS_1


Caka yang sempat menoleh sedikit , sebelum membuka pintupun mendesah dengan pelan . Dia harus segera berbicara dengan Sang Kakek , tidak perduli dia akan dimaki oleh Sang Kakek nantinya .


****


Caka berjalan menyusuri lorong rumah sakit guna mencari tempat yang nyaman untuk mwnelfon Sang Kakek . Setelah berfikir , akhirnya dia memutuskan untuk duduk di taman .


" Tenang Caka tenang .. Apapun yang akan kamu dengar , jangan sampai di ambil hati . Memang begitu bukan sifat Kakek Wira ". Ucap Caka kepada dirinya sendiri .


Tut .... Tut .... Tut ....


" Ya Caka , ada apa kamu tiba tiba menghubungi Kake ? Hem ?". Tanya Wira to the point saat panggilan telah tersambung .


" Ekhem .. Kek , Kakek engga usah pura pura enggak tau . Pastinya Kakek tau permasalahan Caka dengan Ajeng . Caka butuh bantuan Kakek saat ini . Caka enggak mau pisah dengan Ajeng Kek , tolong bantu Caka Kek . Caka mohon " . Dengan mengiba dia meminta pada Wira .


Wira yang di seberang sana menghembuskan nafasnya saat mendengar suara Caka yang sedih . " Apa jaminan kamu jika Kakek membantu kamu untuk tidak berpisah dengan Ajeng , Caka ?". Tanya kembali Wira pada sang Cucu .


Caka terdiam mendapat pertanyaan seperti itu .


" Caka .. Caka enggak bisa menjanjikan apapun Kek . Sekali ini bantu Caka untuk tidak berpisah dengan Ajeng ".


" Ceraikan Wanita Ular itu agar Kakek percaya bahwa hati kamu hanya untuk Ajeng . Urusan Arka , biar menjadi urusan Kakek " .


Caka terdiam sekali lagi . Bukan sekali ini Sang Kakek meminta dirinya berpisah dengan Ara . Tetapi sudah lama Sang Kakek menginginkan itu .


" Baik akan Caka lakukan . Caka akan menceraikan Ara seperti yang Kakek mau . Tetapi Caka mohon , tolong lindungi Ajeng Kek , Caka takut Ara akan berbuat nekat tanpa sepengetahuan Caka ". Ucap Caka penuh tekad , bagaimanapun dia akan tetap berpisah dengan Ara . Caka sudah memantapkan hatinya hanya untuk Ajeng semata .


" Tanpa kamu suruh pun , Kakek akan melindungi Ajeng dari Siluman Ular itu ".


Caka bernafas lega , saat mendengar Kakeknya mau melindungi Ajeng . Dia tidak yakin akan baik baik saja setelah ini . Pastinya Ara akan membuat perhitungan , entah pada dirinya atau pada Ajeng . Sudah Caka pastikan itu , Caka sangat tau watak Ara .

__ADS_1


" Bagaimana keadaan Cicit tersayangku Caka ".


" Embun , saat ini baik baik saja Kek . Kemungkinan besok sudah di perbolehkan pulang " .


" Bagus , jaga terus mereka berdua dengan baik Caka . Jangan sampai kejadian Embun terulang kembali . Kalian semua pada lengah , sudah tau Embun memiliki alergi , kenapa malah kalian tetap saja kecolongan dengan memberikannya ice cream yang ada Almondnya . Kalian ingin membunuh Cicitku " . Tanpa aba aba Wira mematikan panggilannya dengan Caka .


Caka yang mendengar Sang Kakek berucap hanya bisa menggelengkan kepalanya . Caka tau bukan sekali ini saja Embun kecolongan seperti ini . Caka pun paham , pasti Sang Kakek Wira sangat marah sekali ketika kembali mendengar Embun alerginya kumat .


Caka yang mendengar ucapan Sang Kakek hanya bisa diam . Kadang dia sendiri penasaran , mengapa Kakeknya begitu menyangi Ajeng dan juga Embun . Sedangkan dirinya adalah Cucu asli keluarga Adiguna . Ajeng hanyalah menantu dalam keluarga Adiguna , tetapi kasih sayang yang di berikan keluarga Adiguna seperti Ajeng adalah Cucu kandung yang telah lama hilang .


Caka juga merasa tersingkirkan , saat dirinya menikahi Ajeng dulu . Bisa bisanya kedua Orang Tua Caka pun menyayangi Ajeng layaknya Anak sendiri . Sampai sampai Caka pernah berbicara kepada Sang Ibunda untuk melakukan test DNA , sebab melihat perlakuan untuk Ajeng berbeda dengan dirinya .


Tentu saja itu membuat Anastasya Sang Ibunda geram , langsung melemparinya dengan tas mewah yang dia beli . Bisa bisanya Cak berucap seperti itu . Padahal Anastasya mengorbankan nyawa untuk melahirkannya .


Berbicara soal test DNA , caka jadi teringat saat menemani Arka , kesukaan dan kebiasaan dari Arka merasa tidak asing untuk dirinya . Caka sempat berfikir , apakah Arka memang betul anaknya atau bukan . Pasalnya , Caka tidak begitu yakin saat Ara mengatakan bahwa dirinya hamil atas perbuatan yang Caka lakukan .


Seingat Caka , saat itu dia baru saja melakukannya dengan Ajeng , dan langsung mendapatkan telfon dari Chandra untuk segera datang menemui Kakaknya . Tetapi tiba tiba saja mendadak dirinya ngantuk dan tidak sadarkan diri . Pada saat terbangun kenapa malah ada Ara disamping Caka . Caka yang berusaha mati matian untuk mencari bukti pun nihil . Dave datang dengan tangan kosong tak bisa membawa bukti apapun pada saat itu . Seolah olah semuanya telah terencana dengan matang dan baik .


Caka tidak mau berburuk sangka , tetapi apa salahnya untuk dirinya mengetahui Arka Anak kandung Caka atau bukan . Arka yang saat ini masih berada di rumah sakit akan memudahkan dirinya guna melakukan test DNA . Ya Caka bertekad akan melakukan test DNA terhadap Arka , tanpa memberitahu Ara .


" Dave , kirimkan orang untuk memantau Ara , selama Saya tidak ada . Pastikan jangan sampai Ara tau , bahwa kita memamtaunya Dave . Dan kamu siapkan prosedur untuk melakukan test DNA , saya ingin melakukannya dengan Arka " . Ucap Caka kepada Dave .


Dave yang mendengar itu pun mendadak kaget . Test DNA , ada apa gerangan tiba tiba saja Caka meminta test DNA begini . " Baik Pak , akan saya persiapkan semuanya . Dan saya akan mengirim beberapa orang untuk mengawasi Non Ara " . Jawab Dave .


" Ingat Dave , jangan sampai soal test DNA ini bocor sampai ketelinga Ara . Saya tidak mau gagal untuk mengetahuinya . Kalau begitu saya matikan telfonnya Dave . Terimakasih " .


" Baik Pak , Bapak tenang saja . Saya pastikan akan aman semuanya . Sama sama Pak , sudah tugas Saya " . Kembali Dave berbicara .


" Semoga saja ini keputusan yang benar ya Tuhan . Untuk ku mengetahui Arka memang Anakku atau bukan . Aku pun tidak mau berfikiran buruk yang tidak tidak . Tetapi jika Ara tega membohingiku , siap siap saja atas hukuman yang akan kuperbuat untuknya nanti " . Seringaian tercetak jelas di wajah Caka saat ini .

__ADS_1


Bersambung . . .


__ADS_2