Aku Menyerah , MAS !!

Aku Menyerah , MAS !!
Bab 38


__ADS_3

Ajeng yang mengambil air dan handuk kecil yang berada di tangan Angga .


" Untuk apa kamu minta ini semua , hem ? ". Tanya Angga kepada Ajeng .


" Mengompres mata Ajeng Kak " . Jawab Ajeng dengan jujur , toh percuma saja dia berbohong kepada Angga , pasti Angga akan tau dengan sendirinya .


" Kamu habis menangis ? Caka lagi ? ".


" Bukan , tadi Kakek Wira menghubungi Ajeng ". Sambil mengompres pelan pelan matanya , agar tidak sembab lagi .


Angga mengeryitkan alisnya , ' Kakek Wira ? Ada apa gerangan tiba tiba menghubungi Ajeng '. Tanya Angga dalam hati


" Kakek mencoba membujuk Ajeng Kak , untuk membatalkan gugatan perceraian untuk Mas Caka ". Ucap Ajeng kepada Angga .


Angga tetap menyimak apa yang akan Ajeng bicarakan selanjutnya tanpa menyela ucapannya . Setelah mendengar semua apa yanh Ajeng utarakan .


Bisa Angga simpulkan , bahwa memang benar ada kejanggalan disini , tetapi keluarga Adiguna belum sempat membahasnya dengan Ajeng . Mungkin lebih tepatnya Wira yang telah mengetahui semuanya , tapi Wira mencari waktu dan momen yang pas saja untuk mengungkapkannya .


" Lalu tanggapan kamu bagaimana , setelah Kakek berbicara seperti itu ? ".


" Ajeng tetap ingin pisah Kak , bagaimanapun nanti kebenarannya . Ajeng ingin lepas , selama ini Ajeng mencoba menjadi apa yang Mas Caka inginkan . Tetapi kenyataannya ? " . Ajeng menghela nafasnya kembali .


Ingatannya mengingat bagaimana saat dirinya pertama kali menikah dengan Caka . Bagaimana sikap Caka yang dingin sedingin kulkas . Dan sikap kasar Caka yang meminta Haknya , ucapan ucapan ketus Caka pada awal awal menikah . Masih dia ingat jelas terekam dibenak Ajeng .Tetapi , seiring berjalannya waktu , Ajeng bisa meluluhkan itu semua . Meluluhkan hati Caka yang beku sedingin es .


Ajeng terus menerus mengompres matanya agar tidak terlihat begitu sembab . Dia sudah terlalu lama meninggalkan Embun juga Caka dikamar rawat inap Embun .


Nama Caka masih tersemat sempurna di hati dan fikiran Ajeng . Dia masih saja memikirkan Caka , walaupun sudah disakiti berkali kali , memang perasaan Ajeng tidak bisa bohong . Sedih , sudah pasti Ajeng merasa sedih saat akan memutuskan berpisah dengan Caka .

__ADS_1


Ajeng kembali mulai fokus dengan fikirannya saat ini . Angga yang melihat Ajeng melamun pun , sudah tau apa yang sedang difikirkannya .


Angga pun tau nama Caka masih tersemat dengan jelas di hati Ajeng , walaupun Ajeng kekeh untuk berpisah , tetapi dirinya tau , rasa cinta Ajeng untuk Caka tidak pernah pudar . Apakah Angga harus merelakan Ajeng kembali ? Rasa rasanya Angga tidak sanggup .


" Kakak sudah berbicara dengan Pak Leon mengenai masalah perceraian kamu ".


Ya Leonard Hasibuan adalah Pengacara pribadi keluarga Muneer . Sesudah bertemu dengan Ajeng , Angga memutuskan untuk menghubungi Pak Leon guna memberitahukan perkara perceraian Ajeng .


Ajeng menoleh kepada Angga . ' secepat ini kah Tuhan , rasa rasanya masih seperti mimpi . Disaat enam tahun yang lalu aku dan Mas Caka masih bersama , tetapi harus menerima kenyataan sebentar lagi akan berpisah '. Ucap Ajeng dalam hati .


Ajeng menganggukan kepalanya . " Terimakasih ya Kak , sudah mau membantu Ajeng selama ini ". Ucap Ajeng dengan tulus kepada Angga .


" Sama sama , ada yang perlu di butuhkan lagi ? Kalau engga , Kakak boleh pamit duluan ? Ada hal mendesak soalnya ". Tanya Angga , sebeneranya dia tidak enak meninggalkan Ajeng sendirian di taman ini . Tetapi keadaan Mamanya jauh lebih penting . Angga harus sesegera mungkin untuk minta maaf kepada Isabella .


" Emm , mungkin sebentar lagi , Kakak kalau mau pergi engga apa apa ko . Beneran aja , Ajeng engga apa apa Kak ".


" Kakak pamit ya . Telfon Kakak jika butuh sesuatu ". Seraya mengacak rambut Ajeng .


*****


Wira yang tengah menunggu kabar Jhon duduk dengan gelisah . Wira harus segera mendapatkan bukti bahwa Arka bukanlah Anak Caka , melainkan Anak Chandra .


Wira tidak ingin Caka hidup dalam penyesalan setelah ditinggalkan oleh Ajeng . Wira ingin , Caka merebut kembali hati Ajeng yang telah mati untuk Caka . Dirinya pun sempat bertanya tanya , apakah dirinya harus datang ke Indonesia atau tidak untuk mengatasi permasalahan Caka .


Wira berharap saat ini Chandra juga turut andil untuk memberitahukan yang sebenernya kepada Caka .


Bayang bayang perpisahan Caka dan Ajeng pun sudah didepan mata , Wira tidak ingin Ajeng menyerah begitu saja . Bisa bisa Wanita ular itu akan senang , jika melihat Ajeng berpisah dengan Caka .

__ADS_1


Saat ini dirinya masih termenung menunggu kabar dari Jhon dan memikirkan nasib Cucunya . berharap ada satu ke ajaiban untuk hubungan Caka juga Ajeng .


" Ya Jhon , apakah kamu sudah mendapatkannya ? " . Tanya Wira yang saat inu sudah tidak sabar .


" Sudah Tuan , Anak buah saya bilang bahwa hasilnya secepatnya besok akan keluar " . Jawab Jhon dengan cepat .


Wira bernafas lega saat ini , pasalnya Jhon benar benar gerak cepat untuk masalah Ajeng serta Caka . " Besok pastikan jangan sampai ada yang tau dulu Jhon untuk hasilnya . Saya ingin terbang langsung ke indonesia . Setelah mengetahui hasilnya , saya yang akan membuat perhitungan pada Wanita ular itu ".


" Perlu saya siapkan jet pribadi Tuan , jika Tuang memang benar ingin pulang ke Indonesia ? , nanti saya akan hubungi Kapten Rizal agar bersiap siap ". Tanya Jhon kepada Majikannya .


" No , saya ingin mengetahui hasilnya dulu Jhon . Pastikan olehmu berita ini tidak tersebar kemanapun ".


" Baik Tuan , akan saya laksanakan ". Jawab Jhon dengan patuh " Saya pastikan berita ini tidak akan menyebar kemanapun , tetapi Tuan , apakah Tuan akan berbicara kepada Non Ajeng mengenai masalah ini , jika memang benar Arka bukan anak dari Tuan Caka ". Tanya Jhon hati hati kepada Wira .


" Ya Jhon , saya akan membicarakan ini langsung kepada Ajeng , mengenai buktinya jika memang itu adalah bukan Anak Caka . Tetapi , semua keputusan ada di tangan Ajeng Jhon . Saya tidak ingin memaksa Ajeng , jika memang Ajeng tetap ingin berpisah dari Caka . Benar kata Ajeng , mau itu faktanya bukan Anak Caka pun , tidak sepatutnya kita semua disini membohongi Ajeng , Jhon ".


Jhon yang mendengar pun menjadi iba , dan merasa bersalah telah menutupi fakta pernikahan siri Caka dengan Ara . Jhon juga berharapnya , Ajeng tetap mendampingi Caka bagaimanapun situasinya . Tetapi , kembali lagi , semua keputusan ada pada Ajeng . Jhon hanya bisa berharap Ajeng bisa membuka sedikit lagi hatinya untuk memaafkan Caka dan membina kembali rumah tangganya .


" Kamu pantau terus anak buah kamu disana Jhon . Segera siapkan Pesawat pribadi jika memang hasilnya bukan yang kita harap . Saya akan segera mungkin datang ke Indonesia untuk menyelesaikan masalah dengan Wanita ular ini ". Wira tengah menimbang untuk kepulangannya ke Indonesia saat ini juga , masalah yang Caka hadapi bukan soal sepele , pasti Ara akan berkelit seperti biasanya dan akan memanipulasi fikiran Caka kembali .


" Baik Tuan " .


" Oh iya Jhon , pantau terus keberadaan Chandra saat ini . Saya mau , dia tidak bisa kabur lagi kali ini Jhon . Sudah cukup dia sembunyi selama enam tahun seperti orang bodoh , dan memanfaatkan saudara kembarnya sendiri ". Geram Wira ketika mengingat bagaimana sifat licik Chandra . Wira tidak tau bagaimana bisa Chandra mempunyai sifat seperti itu ? Kasih sayang yang Wira berikan pun tidak timpang sebelah . Wira menyayangi keduanya dengan tulus , dan mereka juga sudah mendapatkan bagian masing masing dari harta kekayaan Adiguna . Tetapi , mengapa Chandra selalu saja menganggap Caka sebagai Rivalnya ? . Wira pun tidak tau kenapa .


Setelah panggilannya terputus dengan Jhon , saat ini dirinya tidak lagi merasa khawatir . Wira tengah berfikir , bagaimana caranya memberitahukan Ajeng yang sebenarnya . Bahwa Arka bukanlah Anak Caka . Melainkan Anak Chandra saudara Kembaran Caka .


Wira memjiit pelipisnya yang akhir akhir ini mulai nyeri , akibat memikirkan persoalan Caka dan juga Ajeng . Wira pun , harus mengatur strategi dan rencana , agar Wanita ular itu mau mengaku dengan sendirinya .

__ADS_1


Bagaimanapun Ajeng harus mengetahui kebenarannya sebelum surat dari pengadilan datang .


Bersambung . . .


__ADS_2