Aku Menyerah , MAS !!

Aku Menyerah , MAS !!
Bab 19


__ADS_3

Ajeng yang akan segera turun dari mobil berbicara dengan Andi . " Kamu tunguu disini aja ya Ndi , jangan kemana mana " ucap Ajeng pada Andi sang Supir.


" Baik Bu " Jawab Andi mengangguk .


Dengan segera Ia turun dari dalam mobil . Menuju gedung tempat Embun pentas . Dengan jalan tergesa gesa akhirnya dia sampai di dalam gedung dan segera mencari sang Ibu .


Ajeng segera duduk disamping sang Ibu manakala telah menemukannya .


Hartati yang merasa kaget , menoleh kesamping .


" Nduk kamu disini , Cakanya mana nak ? Ko ibu ndak lihat " . hartati melihat sekeliling dalam gedung , berharap Caka datang .


Ajeng menghela nafasnya pelan pelan.


" Bisa jangan bahas dulu Bu. Ajeng ... Nanti Ajeng jelaskan sama Ibu di Panti. Pulangnya bareng Ajeng aja ya Bu . Sekalian belanja Buat Panti . Kemaren kan kita engga jadi Belanja Bulanan Bu " .


" ya sudah kalo gitu . Kakimu sudah sembuh nak ? Kalo belum nanti saja ya belanjanya , Biar Ibu sendiri saja " .


" Mendingan Bu , Ajeng cuma berfikir gimana cara ngejelasin ke Embun kalo Mas Caka hari ini engga bisa dateng , pasti Embun bakal kecewa dan marah Bu " . Sembari Memijit pelipisnya Ajeng berkata .


Hartati diam saja tak menjawab , memang benar pasti Embun akan sangat kecewa sekali . Karna harapan sang Ayah untuk datang malah tidak ada .


Embun yang saat ini sudah berada di atas panggung begitu sangat cantik , dengan pakaian yg melekat ditubuhnya .


Pandangannya tertuju pada kursi penonton . Embun yg sedari tadi mencuri pandang tak melihat sedikitpun keadaan sang Ayah .


Tetapi Embun berusaha tetap tersenyum dikala hatinya sedih. Manakala melihat sang Bunda dan Eyangnya yg datang untuk melihat dia . Embun pikir hanya ada Eyangnya saja yg datang , tetapi sebuah kejutan bahwa sang Bunda juga datang .


****


Di tempat lain. . .


Anastasya yang mendapatkan kabar dari anak buahnya , bahwa Caka tak datang pada acara Embun , membuatnya geram . Dan mendadak membatalkan semua jadwalnya . dengan segera dia langsung bertolak menuju indonesia , tak ia pikirkan lagi tentang pekerjaannya , yang terpenting saat ini pikirannya tertuju lada Sang Cucu dan juga Ajeng .


" Jemput saya di bandara setengah jam lagi " ucapnya pada sang penelpon diseberang sana. Anastasya memijit pelipisnya yang terasa berdenyut .


Mamah udah engga tau lagi mesti ngomong berapa kali sama kamu Caka. Untuk kali ini Mamah gatau harus berbuat apa , jika sampai Kakekmu tau habislah kamu Caka. Dan disitu Mamah dan Papah yg akan jadi penontonnya . ucapnya bermonolog


tak terasa tiga puluh menit berlalu , pesawat pribadinya tiba di bandara . Dengan segera ia turun dan berjalan . Saat sudah sampai di depan Dia melihat sang supir , lalu dengan segera dia masuk kedalam mobil yg sudah terparkir dari tadi .


" Kesekolah Embun ya yan , kalo bisa kamu cari jalan alternatif agar kita cepat sampai disana , saya mau kasih kejutan untuk Cucu saya ". Ucapnya dingin .


" Baik nyonya , saya usahakan " dengan mengangguk ia berkata . Sudah jadi makan sehari hari bagi Yayan sang supir ketika mendengar nada suara sang majikan yang dingin seperti ini . Sudah yayan pastikan jika sampai sang majikan berkata dingin pasti ada hal yang membuat dia marah .

__ADS_1


****


Ajeng dan Hartati yang tengah melihat aksi Embun telah selesai , sesegera mungkin menghampirinya di belakang . Mereka tak mau Embun semakin bersedih karena tak menyapanya .


Embun yang telah selesai dengan Aksinya di panggung sekolah , segera mencari keberadaan sang Bunda . Saat sudah dirasa melihatnya Embun berteriak . " Bundaaaaa " ucapnya dengan lantang .


" Ajeng berlari memeluk sang Anak . Anak bunda hebat , Anak bunda Cantik sekali , Bangga sekali Bunda padamu Nak ." sambil mengelap keringat yg membanjiri dahi sang Anak .


" Terimakasih Bunda , ". Menciumi pipi Ajeng sebagai hadiah .


" Cucu Eyang Hebat . Cantik lagi " ucap hartati sambil mengacungkan kedua jempolnya pada Embun .


" Terimakasih Eyang " ucapnya sambil memeluk sang Eyang .


" Hmm Bun Eyang , Ayah engga dateng ya ? " tanyanya dengan nanda sedih .


Ajeng yg melihat raut wajah sang anak yg tbtb berubah sendu memeluknya . Pelan pelan dia menarik nafas sebelum berbicara pada Embun . Pasalnya bukan sekali ini saja Caka tak menepati janjinya pada sang Anak .


" Ayah tadi menelfon Bunda , kata Ayah ada pekerjaan yang sangat penting yang gabisa Ayah tinggalkan sayang " dengan pelan Ajeng memberikan pengertian kepada Embun .


Embun yang mendapat jawaban itu hanya tersenyum tak menanggapi apapun . Hatinya sudah terlanjur kecewa untuk saat ini .


Dan inilah yang Ajeng takutkan , Embun yang tak merespon ucapannya membuat hati dia gamang. Dia tau apa arti dari senyuman itu. Ajeng hanya tak ingin nama Caka jelek dimata sang Anak.


" Kita belanja bulanan buat kakak panti yuk , gimana Cantik ? Kemarin kan kita engga jadi belanja , gara gara bunda kakinya sakit , hari ini udah agak mendingan , jadi gimana ? " . tanya Ajeng kepada Embun .


Embun hanya membalas dengan anggukan . Dia sudah tak mood berbicara.


Ajeng dan Hartati yang melihatnya hanya bisa menghela nafasnya .


Saat mereka sedang berjalan keluar , tiba tiba saja ada satu mobil terparkir dekat mobil Ajeng.


Ajeng yang langsung tau siapa pemilik mobil itu hanya bisa mengeryitkan alisnya . Bukan apa apa , bukankah Mamah Anastasya sedang berada di luar negeri . Mengapa dia melihat mobilnya malah terparkir disini .


Ya Anastaya telah sampai lima menit yang lalu. Dengan keahlian yang Yayan punya , dia sampai dengan cepat dan tepat . Tak salah memang dia memilih Yayan sebagai supirnya .


Anastasya segera turun dari mobil yang telah dibukakan pintunta oleh Yayan .


Dengan segera dia menghampiri Ibu Panti dan juga Ajeng sang Menantu kesayangan .


Ajeng yang melihat Mamah Mertuanya dengan segera mendekat dan menciumi tangan Mamah Mertuanya dengan takzim.


" Mah , kok ada disini , bukankan Mamah ada diluar negeri ya ". Tanya Ajeng to the point .

__ADS_1


" Hmm ... urusan Mamah sudah selesai sayang . Mamah kesini mau lihat Cucu kesayangan Mamah . Katanya Habis Pentas ya tadi. Maaf Mamah datengnya telat ya Ajeng " . Kilahnya dengan Bohong . Dia tak mau Ajeng kepikiran soalnya yg tbtb pulang ke Indonesia hanya untuk sekedar menghibur Ajeng dan Embun .


" Assalamualaikum Bu. Gimana kabarnya ? Sehat semuakan Anak Anak Panti ? " tak lupa pula Ia menyapa sang Besan .


" Alhamdulillah Baik Bu , kabar ibu sendiri gimana ? " .


" Alhamdulillah saya juga Baik bu " jawab Anastasya .


" Embun , Cucu Oma kenapa diem aja sayang . Hem ? Mau ikut Oma ke Kebun Binatang engga Sayang ? " . Tanyanya sambil menggendong Embun yg tiap hari makin berat menurutnya. Apa karena efek dia sudah tua saja ya makanya dia sudah tak kuat untuk menggendong sang Cucu .


Mendengar kata Kebun Binatang , perlahan senyum Embun terukir dibibirnya .


Embun menatap Bunda dan Eyangnya secara bergantian . Untuk memberikannya izin agar bisa ikut dengan sang Oma .


Ajeng yg melihat itu segera mengerti .


"Engga apa apa sayang ikut sajalah , tetapi maaf Bunda gabisa nemenin Embun ya , Bunda sudah janji untuk menemani Eyang belanja , engga apa apa kan cantik ? " sambil mengelus kepala sang Anak.


Embun yang mendapatkan izin senang bukan main.


" Terimakasih Bunda " ucapnya .


" Kamu mau belanja nak ? Kalo gitu belanja yg tenang , biar Embun sama Oma hari ini ya , Abis dari Kebun Binatang. Kita mampir ke Kantor jemput Opa biar cepet pulang ". Seraya melihat ke arah Embun .


Embun menganggukan kepalanya .


" Iya Mah , belanja bulanan buat Panti aja ko Mah . Setok barang barang Panti banyak yang habis . Engga apa apa ini Mah Embun sama Mamah ? Ajeng takut Mamah masih sibuk ." jawabnya dengan nada tak enak .


" Enggak ada kata sibuk selagi untuk Cucu kesayangan Oma " . Sambil menciumi pipi Embun dengan gemas .


" Kalo gitu Ajeng titip Embun ya Mah " .


Anastasya menganggukan kepalanya tanda iya .


" Kami berdua pamit ya Bu . Hati hati dijalannya Bu , saya jadi engga enak sama Bu Tasya " . ucap hartati .


" iya Bu Hartati , engga usah merasa engga enak , Embun juga Cucu saya " jawabnya dengan senyum.


" Sekali lagi Ajeng sama Ibu pamit ya Mah. Hati hati dijalan " sambil mencium tangan sang mertua dengan takzim .


" Kamu juga hati hati dijalannya ya nak " seraya mengusap kepala Ajeng dengan sayang dan memeluknya .


Mereka berdua memasuki mobil masing masing , dan pergi meninggalkan sekolah Embun .

__ADS_1


Bersambung . . .


__ADS_2