
Aku tertegun setelah mencium aroma parfum milik wanita yg berada di baju suamiku , " Ini bukan parfum mas caka , aroma ini aku sepertinya kenal, tapi siapa kira kira aku lupa " . Aku menaruh kembali baju mas caka ke mesin cuci . Beranjak dari mesin cuci aku menuju ruang makan .
sudah ada anaku dan mas caka yg sedang duduk menungguku di meja makan , seperti biasa kuambilkan piring beserta lauk pauk untuk mas caka untuk segera dimakan , begitu pula dengan embun , yg sudah terbiasa makan sendiri sejak kecil , akupun tidak terlalu menghawatirkannya .
" Ayah , Lusa disekolah embun bakal ada pentas seni disekolah , ayah bisa dateng kan yah lihat embun pentas ?" ucap embun di tengah tengah kunyahannya . aku melihat suamiku yg tanpa ekspresi ketika ditanya oleh anaknya sendiri . " Ayah ga janji ya sayang , lusa ayah ada meeting dengan petinggi dewan direksi , tapi pasti ayah usahain datang walau agak telat ya nak , " sambil mengelus rambut panjangnya yg terurai .
Bisa kulihat raut kekecewaan diwajah anakku , yap tak bisa di pungkiri , waktu mas caka sangat berkurang banyak belakangan ini pada embun . Entah mungkin memang benar karena murni faktor pekerjaan atau faktor yg lain , tapi sebagai istri instingku tidaklah salah , ada gelagat aneh yg di pancarkan dari sikap dan perilaku mas caka belakangan ini .
***
Caka Wijaya Adiguna anak dari Anastasia Wijaya dan Rafael Adiguna, siapa yg tidak tau nama nama mereka diatas , mereka adalah para petinggi tersohor di negeri ini , Mama anastasia seorang desainer ternama dan papah rafael pemilik perusahaan Adiguna group , perusahaan ternama dengan segala cabang di dalam negeri maupun luar negeri .
Sedangkan aku , hanya seorang anak panti asuhan KASIH BUNDA beruntungnya aku memiliki mertua yg sangat super duper baik , tidak pernah melihat status orang , mau itu kaya atau miskin , dan aku bersyukur karna itu .
***
Jam sudah menunjukan pukul 10 malam , aku memeriksa kamar embun guna melihat anak gadisku sudah tertidur atau belum nyatanya saat aku membuka pintu kamarnya dia belum tidur " Anak bunda belum mau bobo ? Ini sudah malam nak , besok kan embun sekolah " ucapku dengan lembut sambil mengelus surainya . " Bacain dongeng bun , boleh ga embun minta bunda bobo disini bareng sama embun?" ucapnya saat manik dia melihat ke arahku. Ada sesuatu yg tersirat yg aku lihat dimatanya , sebuah kekecewaan yg sempat tadi terjadi di meja makan . " boleh , sini peluk bunda nanti bunda bacain dongeng , tapi abis itu kita bobo bareng bareng ya cantik " , hum jawab embun .
__ADS_1
Setelah selesai membacakan dongeng dan embun tidur pulas , aku turun dari ranjang embun dengan pelan pelan menuju kamar mas caka , guna memberitahunya malam ini aku menemani embun untuk tidur .
Aku membuka pintu dengan perlahan , melihat ada mas caka atau tidak didalam kamar " Dimana mas caka ? Apakah masih berada diruang kerjanya ? Seingatku tadi mas caka memang sempat pamit setelah makan malam , kalau dia akan berada diruang kerjanya untuk memeriksa kerjaan" . Aku bergegas menuju ruang kerjanya yg tak tertutup rapat , aku mendengar mas caka bertelepon dengan seseorang , bukan bermaksud hati untuk menguping , tapi perasaanku mengatakan yg tidak tidak .
" Berhenti menghubungi ku saat aku berada dirumah Arasheline waktuku dirumah hanya untuk anak dan istriku , bukan untukmu. "
Deg deg deg . . .
Jantungku berpacu lebih cepat seperti biasanya , " Arasheline ? Apakah Arasheline mantan kekasih mas caka yang terdahulu " . Satu air mata lolos begitu saja , " apakah mas caka masih ada hubungan dengan mba ara ? Bukankah mba ara sedang berada di negeri kanguru ? ataukah justru mba ara sudah berada di indonesia ? " .
dengan segera kuhapus air mata ini , aku kembali fokus mendengar apa yg selanjutnya terjadi antara percakapan mas caka dengan mba ara . " Aku memang kasihan terhadapnya ara , tetapi bukan berarti kamu membenarkan tentang hubungan yg sudah kita jalin selama 6thn belakang ini , aku tidak bisa serta merta menceraikannya begitu saja , ada embun yang harus aku pikirkan " ucap caka dengan geram .
" Aku tidak pernah mencintainya ara . Kamu dan hanya kamu yg ada di hati ini ara . Walaupun kamu sempat meninggalkan ku saat dulu , tapi kamu selalu akan menjadi yg pertama ara. "
duarrrrr . . .
seperti terhantam petir , hatiku remuk redam mendengarnya dengan menutup mulutku dan memegangi dadaku yg terasa sesak " Mas caka menghianatiku selama 6thn ini dan apa mas caka tidak pernah mencintaiku ? , tujuan apa sampai sampai mas caka harus menerima pernikahan ini ? " . Luruh lantah sudah diriku , kakiku lemas seperti jelly . Aku ingin segera beranjak dari depan pintu mas caka , tapi ku urungkan , aku ingin mendengar apa lagi yg akan dikatakan mas caka dan mba ara melalui teleponnya .
__ADS_1
" Ingat caka tujuan mu menikahinya karna apa , jangan sampai goyah , atau kamu akan tau akibatnya apa bukan jika kamu benar benar mencintainya ? akan kubongkar semuanya dihadapan ****** sialan itu " .
" Jangan pernah kamu menyebutnya ****** ara , dia istriku itsri sahku , jangan sampai kamu lupa ara " geram caka menutup panggilannya dengan arasheline .
Sial sial sial ....
" Maafkan aku ajeng , aku bersalah sama kamu . Aku menyangimu tapi aku juga mencintainya . Aku gatau apakah kamu akan memaafkan kesalahanku terdahulu ajeng , ataukah kamu akan meninggalkan ku saat kamu tau yg sebenernya " ucap caka sambil memandang foto pernikahannya dengan ajeng.
segera kuhapus sisa sisa jejak air mata yg berada di pipiku , dengan langkah cepat aku membuka pintu ruangan kerja mas caka , kulihat raut wajah mas caka berubah tegang dengan guratan kemarahan yg terpendam melalui matanya . kuusap pelan pundaknya berusaha menetralkan sakit hati ini " masih sibuk mas ? Aku tidur dikamar embun malam ini , karna embun yg meminta , tak apakan mas ? " sambil mengusap pundaknya yg kokoh .
" Maafkan sikap mas yg tadi pagi ya , lupakan soal kata kata tadi pagi yang terucap , mas mohon jangan pernah kamu meminta cerai , mas ga sanggup hidup tanpa kamu dan embun , sekali lagi mas minta maaf . " ucapnya sambil menautkan jemari kami berdua .
Egois , satu kata yg tersirat langsung di otaku , tidak mau melepasku dan juga mba ara . " It's ok gapapa mas , mungkin mas lagi banyak kerjaan makanya mas tbtb berbicara seperti itu , aku gapapa mas " sambil tersenyum ke arahnya . " yasudah kalo kamu mau tidur dengan embun , mas masih banyak kerjaan yg gabisa di tunda , have a nice dream " ucapnya sambil mencium keningku .
Aku beranjak langsung dari ruang kerja mas caka menuju kamar embun , terasa sesak di dada kala saat masih mengingat percakapan mas caka juga mba ara . Rahasia besar apa mas yg kamu sembunyikan dariku dan juga embun , apakah mamah dan papahmu tau mas ?.
Memasuki kamar embun yg begitu kental dengan nuansa princess , aku menaiki ranjang tidur embun lalu membaringkan badanku sambil mengelus surainya yang lembut , " apapun yg terjadi , tetaplah jadi penguat bunda ya nak " perlahan lahan mataku mulai terpenjam .
__ADS_1
Bersambung ...