
Melihat Caka yang masih setia bergelung di dalam selimut membuat Ajeng pusing stengah mati , pasalnya pelukan Caka masih membelit di perutnya . Dia melirik jam menunjukan pukul setengah enam .
Ajeng mendesahkan nafasnya pelan .
Caka yang. mendengar ******* nafas Ajeng segera melonggarkan pelukannya dan tetap berpura pura tidur .
Ajeng merasakan pelukan diperutnya tak seerat tadi , mencoba untuk melepaskan diri . guna menyiapkan keperluan Caka dan juga Embun .
Saat sudah terlepas , Ajeng berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri . Dia melangkah dengan pelan takut takut kakinya masih sakit lagi .
tetapi nyatanya , kaki dia tak sesakit kemarin . Memang ya pijatan si Mbok ini markotop . pikir Ajeng seperti itu .
Hampir duapuluh menit Ajeng membersihkan diri sambil menyiapkan Air Panas untuk Caka mandi .
Dia keluar dari dalam kamar mandi , menuju walk in closet untuk bersiap siap memakai pakaian yang telah ia pilih .
Ajeng menuju ranjangnya untuk menbangukan Caka . saat sudah berada di ranjangnya , dengan pelan ajeng mengusap lengan Caka , sambil memanggil sang Suami .
" Mas bangun , ini sudah pagi , Kamu janji loh Mas , hari ini mau dateng ke acara Embun . Jadi ayok bangun Mas Caka ".
" Hmmm , sebentar Sayang . " jawabnya dengan suara khas orang bangun tidur .
ajeng yang hendak berdiri , malah ditarik oleh Caka yang saat ini masih berada di ranjang kasurnya .
" Mas Cakaaaa . . " teriak Ajeng .
Ajeng yang sudah berada dalam pelukan Caka tak bisa berontak karna tenaganya yang kalah oleh Caka .
" Mornig kiss dulu sayang " sambil memajukan bibir caka .
Alis Ajeng mengernyit saat mendengar ucapan Caka .
Sejak kapan Caka meminta Morning kiss , pasalnya selama ini dia dan Caka tak pernah melakukan hal itu .
" Kamu sakit Mas Bicara seperti ini ? , engga biasanya loh minta morning kiss dariku " jawab ajeng .
" Mulai saat ini dan seterusnya Mas mau dapet Morning Kiss dari kamu saat bangun tidur ".
Tanpa aba aba , Caka sudah mendaratkan bibirnya di bibir Ajeng . Tak ada ******* panas pagi ini. Yang ada hanyalah kecupan ringan , yang Caka berikan pada Ajeng .
Mengingat jadwalnya yang harus menemani sang Anak .
Ajeng diam di tempat , membeku seperti patung . Bukan sekali ini saja mereka berciuman . Tetapi dengan Caka yang menyerang Ajeng tiba tiba seperti ini . Membuat otaknya mendadak lemot .
" Mas mandi dulu ya sayang , Mas boleh request menu sarapan . Mas kangen makan nasi goreng buatan Kamu , bisa masakin mas itu sayang? " .
Ajeng menganggung dengan cepat .
" Kalo gitu Ajeng turun kebawah ya Mas , sambil lihat Embun , bajunya udah ajeng siapin ditempat biasa " ucapnya sambil jalan keluar dari kamar .
Caka mengangguk tanda iya.
****
Ajeng dengan segera memeriksa Embun , apakah sang anak sudah bangun atau belum . Nyatanya Embun sudah rapih dengan disampingnya ada sus Intan .
Ajeng yang kaget pun senang , pikir ajeng , sus Intan akan lama berada dikampung . Tetapi malah sekarang berada dikamar embun.
__ADS_1
" Sus , kapan datang ? Saya pikir Sus masih lama disana" tanya Ajeng sambil mendekat ke arah mereka berdua .
" Tadi Subuh Intan sampai Bu . Maaf tidak memberitahukan Ibu bahwa Intan hari ini pulang " jawabnya yang merasa tak enak .
" oh gitu , engga apa apa ko sus . Kalo gitu saya pamit mau kebawah siapin sarapan Bapak . Embun sayang , sama sus dulu ya nak , Bunda mau buatin sarapan untuk Ayah. "
" Iya Bunda " jawan Embun dengan semangat .
Ajeng yang saat ini sudah berada didapur untuk menyiapkan request an sang suami mulai membuatnya .
" Bu , biar Mbok saja yang memasak " ucap si Mbok yang saat ini juga di dapur.
" Engga apa apa Mbok , Mas Caka minta nasi goreng untuk sarapannya kali ini. dia ingin masakan Ajeng Mbok , sudah engga apa apa Mbok , Mbok beres beres yang lain saja ya , Ajeng bentar lagi ko ini juga " .
" Mbok pamit kebelakang dulu kalo gitu Bu " jawab si mbok .
Hampir sepuluh menit ajeng berkutat didapur untuk memasak.
Ajeng yang saat ini tengah menata masakannya di meja melihat sekilah ke arah anak tangga . benar saja saat dia melirik sudah ada Embun yg sedang gendong oleh Caka untuk menuruni tangga .
" Morning bundaaaa " ayah bisa turunkan Embun , Embun ingin ke bunda , ucapnya pada sang Ayah .
Caka yang mendengar permintaan sang anak menurutinya .
" Morning too sayang , jangan lari nak , nanti Embun jatuh " sambil menangkap sang Anak.
" enggak akan , kan ada Bunda jagain Embun " sambil memperlihatkan deretan giginya yang putih pada sang Bunda .
" tapi tetap harus selalu hati hati ya sayang " ucap caka sambil duduk di meja makan .
" iya Ayah , Ayah jangan lupa , hari ini Embun bakalan pentas di sekolah , Ayah dateng jangan sampe engga " ucapnya .
Mereka bertiga menikmati sarapan pagi bersama dengan penuh ceria.
Si mbok yang melihat dari jauh merasakan kehangatan yang begitu dalam .
" semoga kebahagiaan selalu menyertai mereka bertiga ya allah " ucap mbok dengan tulus , sambil melanjutkan pekerjaannya kembali.
****
" ingat Mas hari ini acara Embun , jangan sampai kamu engga datang kesekolahannya " ucap ajeng sambil memakaikan dasi yang melingkar di kerah baju Caka .
" iya sayang , sudah dari tadi malam kamu ingetin Mas loh , Mas ini inget engga lupa " mengusap pipi Ajeng dengan pelan .
Ajeng merotasi bola matanya dengan malas . Bukan apa apa , bisa saja Caka membatalkan kedatangannya kesekolah Embun secara tiba tiba . Pasalnya sang Anak sudah gembira saat tau bahwa sang Ayah akan datang untuk melihatnya .
" Mas engga akan lama kan di kantornya ? Ini sudah jam berapa loh " tanyanya pada suami .
" Engga akan sayang. Mas janji , Dave hanya meminta tanda tangan Mas saja. Karna memang berkasnya tertinggal di kantor . jadi mau engga mau mas harus kesana untuk menandatanganinya " jawabnya meyakinkan Ajeng .
" oke kita lihat saja nanti ya Mas , jangan sampai ingkar " .
Ajeng yang udah memakaikan dasi , kembali ditarik pinggangnya oleh Caka . Saat ini jarak mereka tak terkikis , nafasnya saling bersentuhan .
Cup. .
Satu kecupan mendarat di bibir mungil Ajeng . Ajeng mengerjapkan matanya dengan cepat .
__ADS_1
Mas . .
Teriak Ajeng sambil melotot ke arah sang Suami .
Caka terkekeh saat Ajeng melototkan matanya didepan dia .
" Mas berangkat , engga baik Suami mau berangkat tapi masih ngedumel aja " sambil mencubit hidung ajeng .
Ajeng mengangguk , lalu menyalami tangan Caka dengan takzim .
" Hati Hati Mas " ucap ajeng kepada Caka .
Caka yang berjalan keluar menuju mobil melambaikan tangannya pada Ajeng .
Mobil melaju membelah jalanan ibukota . Saat Caka masih mengemudikan mobilnya , suara ponsel Caka berdering .
'Ara . Gumam caka
" Ya Ara , ada apa kamu pagi pagi menelfonku , sudah kubilang hari ini aku engga bisa untuk datang menemuimu dengan Arka , lusa baru aku akan kesana " .
" Caka . . Caka . . "
Suara isakan tangis terderngar diseberang telfon .
Caka segera menepikan mobilnya dipinggir jalan , untuk mendengarkan penjelasan Ara .
" Ada apa Ara , jelaskan padaku kenapa kamu menangis " .
" Arka ... Arka Caka , Arka pingsan , jantungnya kumat kembali , aku berada di rumah sakit yyy " ucap Ara , isakan tangisnya terdengar lirih ditelinga Caka .
Astaga ya tuhann kenapa semuanya harus berbarengan di saat seperti ini .
Caka menyugar rambutnya kebelakang .
" oke aku akan segera kesana , kamu disana baik baik jangan panik aku akana segera sampai sana secepatnya " sambil mematikan ponselnya.
Caka saat ini tengah mencoba menghubungi Dave sang asisten sekaligus sahabatnya .
" Halo Dave , tanda tangan yang kamu minta bawa saja kerumah sakit yyy , Arka anak saya penyakitnya kumat , tolong kamu handle dulu semuanya , saya belum tau kapan akan kembali ke perusahaaan" ucapnya tegas ".
" Tapi pak , besok Bapak ada meeting penting dengan salah satu klien kita dari Jerman ." jawab Dave frustasi .
" Perduli S***n Dave , nyawa Anak saya lebih penting dari apapun . Saya engga mau tau ya Dave , kamu pasti bisa handle semuanya " .
Dave mengumpat dengan kesal saat Caka mematikan sepihak panggilan teleponnya .
" Dasar Bos Sialan " umpat Dave . .
Caka yang bingung akan posisinya saat ini menjadi serba salah . Dia sudah janji pada Embun akan hadir di acara sekolah sang anak , tetapi di satu sisi Caka lebih khawatir akan ke adaan Arka yang tak bisa ia anggap remeh .
Caka mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh . berharap akan segera sampai di rumah sakit tempat anaknya berada .
Maafkan Ayah sayang , Maaf jika membuat Embun marah dan Kecewa .
Keputusan Caka untuk menemani Arka lebih penting dibanding apapun , Caka tak mau kehilangan Arka . Arka ataupun Embun sama berharganya untuk Dia .
Sekali lagi Ayah minta Maaf Embun . .
__ADS_1
Bersambung . . .