
" Kakek Wira ". Ucap Ajeng tatkala melihat panggilan masuk pada ponselnya sendiri .
" Assalamualaikum Kek " . Jawab Ajeng ketika mengangkat panggilan tersebut .
" Waalaikumsalam Kesayangan Kakek . Ajeng sehat Nak ? Cicit Kakek bagaimana keadaannya sudah membaik kah , tadi Mamamu menghubungi Kakek , katanya Embun alerginya kumat lagi , apa benar ? " . Tanya Wira berbasa basi pada Ajeng , sebelum menanyakan tujuannya menghubungi Ajeng .
" Alhamdulillah Ajeng baik baik saja Kek , Embun juga Alhamdulillah Embun baik baik saja Kek , ya memang sedikit kumat , karena tadi kata Mama , Embun sempat meminta ice cream ke Papa , dan Papa enggak tau kalau di dalam ice cream itu terdapat Almondnya Kek . So , setelah di tangani oleh dokter , semuanya baik . Kemungkinan besok bisa pulang kerumah Kek . Kakek engga perlu khawatir ya ". Jawab Ajeng , sambil mencoba memberikan pengertian kepada Wira , Ajeng tau sedikit sifat Wira bagaimana , bisa bisa dia langsung terbang menggunakan jet pribadinya jika sesuatu telah terjadi padanya maupun Embun .
" Syukurlah kalau memang kalian berdua baik baik saja , Kakek jadi lega . Ajeng , Kakek mau berbicara penting sama Ajeng boleh ? ". Wira mencoba untuk berbicara kepada Ajeng dari hati kehati melalui panggilan ini .
Ajeng yang mulai tau Sang Kakek akan berbicara kearah manapun tidak bisa mengelak . " Boleh Kek , tapi tunggu Mas Caka selesai bersihkan diri dulu enggak apa apa kan Kek . Ajeng engga bisa ninggalin Embun sendirian dikamar ".
" Boleh keaayangan Kakek ". Jawab Wira singkat .
Tak berselang lama Caka yang sudah bersih dan wangipun segera keluar dari dalam kamar mandi .
Ajeng berjalan mendekati Caka " Bisa titip Embun Mas , Kakek Wira menghubungiku ingin berbicara serius . Ajeng enggak mungkin membahasnya disini , karena disini ada Embun " . Tanya Ajeng dengan hati hati kepada Caka .
Caka mendadak tegang saat Ajeng berbicara bahwa Sang Kakek tengah menghubungi Ajeng , secepat ini kah Sang Kakek akan menolong dirinya ? . Tanya Caka dalam hatinya sendiri .
" Boleh sayang , biar Mas yang jaga Embun . Papa sama Mama jadi mau kesini bukan ? . Jadi kamu engga usah terlalu terburu buru kesini , bicara saja sama Kakek dengan nyaman ". Jawab Caka seraya mengelus pipi rambut dan pipi Ajeng secara bergantian .
" Terimakasih Mas , Ajeng pamit keluar sebentar mau bicara sama Kakek , melalui telfon ".
Caka menganggukan kepalanya . Caka pasrah , apapun keputusan Ajeng , akan Caka terima . Tetapi kalau boleh , dia ingin Ajeng terus berada disisinya .
__ADS_1
Ajeng berjalan mendekati Embun untuk pamit keluar sebentar . " Bunda pamit sebentar ya sayang , nanti bakalan ada Oma sama Opa yang kesini . Enggak apa apa kan cantik ? ". Tanya Ajeng dengan hati hati sambil mencium kening Embun .
" Enggak apa apa Bunda " . Jawab Embun dengan cepat .
****
Ajeng segera berjalan keluar kamar Embun , dengan ponsel yang masih menyala dan terhubung dengan Sang Kakek . Ajeng terus berjalan dan mendekati kembali taman yang berada tidak jauh letaknya dari kamar Embun .
Tanpa Ajeng sadar , Isabella Sang Ibunda Angga melihat keberadaan dirinya yang tidak jauh dari kamar rawat Sang Anak . Diam diam Isabella mengikuti Ajeng duduk di bangku taman . Posisi duduk yang saling membelakangi itu tidak membuat Ajeng curiga .
" Halo Kek , ngomong ngomong Kakek mau bicara apa sama Ajeng , apakah penting Kek ? " . Ajeng to the point kepada Wira .
" Kakek mewakili Caka , mau minta maaf atas sikap Caka selama ini kepada kamu Ajeng . Maafkan Kakek yang sudah menarik kamu masuk dalam keluarga ini Nak . Sungguh Kakek menyesal , sangat sangat menyesal Ajeng . Kakek hanya ingin Caka mempunyai pendamping yang menyanyanginya dengan tulus tanpa melihat siapa Caka sebenarnya . Makanya , saat Kakek pertama kali bertemu dengan kamu , Kakek merasa kamu akan bisa merubah sikap Caka dan mendampinginya ".
" Ajeng enggak apa apa Kek . Ajeng senang bisa masuk dalam keluarga Adiguna . Ajeng merasakan bagaimana dicintai dan disayangi layaknya Anak sendiri , Ajeng merasa beruntung Kakek dan keluarga yang lainnya tidak pernah mempermasalahkan status Ajeng yang enggak jelas asal usulnya darimana . Ajeng sangat beruntung sekali Kek , terlepas dari permasalahan Ajeng dengan Mas Caka " . Jawab Ajeng sambil menatap lurus kedepan .
" Ajeng ... Ajeng menyerah Kek . Perjuangan Ajeng selama enam tahun bersama Mas Caka seakan sia sia , saat Ajeng mengetahui bahwa Mas Caka memiliki seorang Anak dari Perempuan yang amat dia cintainya ". Ajeng menarik nafasnya pelan sebelum melanjutkan ucapanny . " Kek , tidak akan ada Perempuan didunia manapun yang ingin dimadu , terlebih madunya sendiri adalah Perempuan yang sangat dicintai oleh sang pria terdahulu , kesempatan kedua ? Entahlah Kek , Ajeng merasa seolah telah ditipu selama enam tahun ini oleh Mas Caka ". Ucap Ajeng yang berusaha tenang .
Isabella yang masih setia mendengarkan percakapan Ajeng pun menutup mulutnya dengan rapat saat mengetahui satu fakta mengejutkan untuknya .
Wira menghela nafasnya dalam dalam , mendengarkan setiap ucapan Ajeng yang sedih . " Apa kamu tidak mau tau kebenerannya seperti apa Nak ? Apakah kamu yakin itu Anaknya Caka , Ajeng ? ".
" Mau itu benar ataupun tidak , yang namanya kebohongan tetaplah kebohongan Kek . Coba saja kalau dari awal Mas Caka berbicara jujur , mungkin Ajeng enggak akan merasa sesakit ini . Dan mungkin saja gugatan cerai itu tidak akan pernah ada Kek ". Tanpa sadar air matanya turun saat mengingat kejadian itu .
Wira pasrah saat ini mendengar ucapan Ajeng .
__ADS_1
" Oke , apapun keputusan yang kamu buat Kakek akan tetap mendukungmu Nak . Maafkan Kakek sekali lagi yang telah egois untuk tetap memaksamu terus bersama Caka , Ajeng ".
" Maafin Ajeng yang belum bisa menjadi Menantu kebanggaan Kakek . Maafin Ajeng apabila Ajeng mau berpisah dari Mas Caka Kek . Semakin Ajeng mempertahankan Mas Caka , hanya akan menambah luka dihati Ajeng Kek ". Ucap Ajeng yang tengah menahan tangisnya . Perasaan Ajeng memang tidak bisa dibohongi , Ajeng mencintai Caka . Sangat sangat mencintainya , tidak mudah bagi Ajeng untuk mengambil keputusan besar ini .
" Enggak sayang , enggak perlu minta maaf . Kakek senang sekali mempunyai Menantu seperti Ajeng . Seharusnya Kakek yang minta maaf langsung kepada Ajeng , karena Cucu Kakek , Ajeng menderita sampai sebegininya . Kakek terima apapun keputusan yang akan ajeng buat asal Ajeng bahagia ". Jawab Wira yang merasa bersalah .
" Terimakasih Kek . Maaf Kek , Ajeng mau pamit dulu sebentar . Ngobrolnya dilanjut nanti bisa Kek ? . Ajeng lupa akan suatu hal soalnya ". Dusta Ajeng kepada Wira .
" Bisa sayang , kalau begitu Kakek pamit tutup telfonnya ya , sampaikan salam Kakek sama Cicit Kakek ya Nak ". Dengan segera Wira mematikan panggilannya .
" Iya Kek , Kakek sehat sehat disana . Jaga kesehatan dan jangan banyak fikiran . Nanti Ajeng sampaikan ya Kek ". Jawab Ajeng yang juga mematikan sambungan panggilannya dengan Sang Kakek .
Setelah panggilan terputus , tangis Ajeng pecah dengan sendirinya tanpa bisa di cegah . Sesak melanda direlung hatinya saat ini , mengingat kembali luka yang Caka torehkan .
Isabella yang mendengar tangis Ajeng pun menitikan air matanya . Mengapa ? Mengapa Caka sangat tega membuat Ajeng menderita selama ini . Mengapa dirinya tidak mengetahui bahwa Caka telah menyakiti Ajeng .
Ajeng yang saat ini masih setia menangis pun , mencoba mengusap sisa air mata yang membasahi pipinya .
Cukup , cukup sudah Ajeng air mata kamu jatuh untuk kesekian kalinya untuk dirinya yang tidak pernah mencintai kamu . Ucap Ajeng bermonolog sendiri . Ini sudahlah keputusan yang benar . Kembali Ajeng berucap .
Sambil menghapus kembali air matanya yang masih berjatuhan di pipi . ' Semangat Ajeng , kamu harus semangat ' . Ajeng berusaha menguatkan dirinya sendiri .
Isabella yang mendengar itu diam diam menitikan air matanya . ' Mana mungkin selama ini Ajeng bertahan sampai sejauh ini ' . Isabella harus segera mengatakan ini pada Angga juga Suaminya .
Bahwa keluarga Adiguna telah meyianyiakan Ajeng selama ini .
__ADS_1
Bersambung . . .