Aku Menyerah , MAS !!

Aku Menyerah , MAS !!
Bab 37


__ADS_3

Isabella diam diam pun ikut merasakan sakit dihatinya . Bagaimana bisa , selama ini Ajeng memendamnya sendirian . Isabella yang masih setia duduk di bangku taman dengan Ajeng pun masih mendengar Ajeng yang diam diam ikut menangis . Isabella tau , keputusan yang Ajeng buat tidaklah mudah . Tetapi mau bagaimana lagi , yang namanya penghianatan , tetaplah penghianatan .


Ajeng yang masih terus mengusap pipinya diam diam menarik nafasnya pelan pelan . Ajeng tidak mungkin kembali kedalam dengan kondisinya yang seperti ini , bisa bisa mereka semua yang ada didalam akan curiga kepada dirinya .


' Everything is gonna be okay Ajeng '. Ucap Ajeng untuk menyemangati dirinya sendiri . ' Akan ada pelangi setelah badai Ajeng , percaya lah . Kamu Perempuan hebat , kamu perempuan kuat . Ada Embun yang akan menjadi penyemangatmu kelak '. Kembali Ajeng berucap . Tetapi air matanya kembali mengalir dengan deras .


Isakan tangis Ajeng yang menyayat hati , membuat Isabella ingin memeluk Ajeng saat ini juga . Isabella yang hendak berdiri , ditarik langsung oleh Angga yang melihatnya dari jauh . Angga menarik Sang Ibunda untuk menjauh dari Ajeng .


" Apa apaan kamu ini Angga ? Hah ? " . Isabella menahan amarahnya saat ini pada Sang Anak . Pasalnya dia ingin menenangi Ajeng yang tengah kalut atas permasalahannya .


" Mi , jangan sekarang . Mami engga lihat Ajeng saat ini tidak dalam kondisi yang baik baik saja . Biarkan Ajeng sendiri dulu untuk saat ini Ma ". Ucap Angga kepada Sang Ibunda untuk mencoba mengerti posisi Ajeng .


" Kamu lihat tidak bagaimana dia menangis barusan ? Mami sebagai Perempuan turut merasakan apa yang Ajeng rasakan Angga . Dimadu oleh suaminya sendiri selama enam tahun , bukankah kurang ajar yang namanya Caka itu ? Lantas saat kamu melihat semuanya , kamu akan diam saja saat melihat orang yang kamu sayang dan kamu cinta menangis seperti itu ? Hah ? Iya ? ".


" Mi , Please Angga mohon . Kalau Mami mendekat kesana , yang ada nanti Ajeng akan diam saja tidak mau berbagi ceritanya . Mama tau sendiri bukan sifat Ajeng seperti apa ? . Come on Ma , kasih Ajeng waktu untuk sendiri . Lagi pula , Ajeng meminta bantuan Angga untuk mengurusi berkas perceraiannya dengan Caka . So , apalagi yang Mama khawatirkan ? Mereka akan pisah Ma ".


Sulhan yang mendengar keributan di luar kamar Sang Anak berjalan menuju pintu , untuk melihat siapa yang sedang bertengkar .


" Ada apa ini Mi , Angga ? " . Suara bariton Sulhan mendiamkan mereka masing masing .


" Tanya sama Anak kamu sendiri Pi ". Dengan segera Isabella masuk kedalam ruang rawat Akshara .


" What happen Angga ? Bisa jelaskan ? ". Tanya Sulhan .


Angga menarik nafasnya , kalau sudah begini mau bagaimana lagi . Angga paham , sangat paham kalau Sang Ibunda sangat amat menyayangi Ajeng .


" Angga engga tau pasti kejadiannya seperti apa Pi , tapi yang angga lihat , Mami sudah mengetahui bahwa selama ini Ajeng dimadu oleh Caka ".


Sulhan mendadak kaget saat tau informasi dari Sang Anak .


" Apa kata kamu Angga ? Caka mempunyai Istri lain selain Ajeng , iya ? ".


" Iya Pi , Angga juga sudah menyuruh Janu untuk mengkonfirmasi apakah benar Caka mempunyai istri selain Ajeng . Dan ternyata benar , bahkan Caka memiliki Anak dari Perempuan itu Pa ". Ucap Angga dengan serius .

__ADS_1


Sulhan yang mendengar itu menjadi geram dan marah . Bisa bisanya keluarga Adiguna menyakiti Ajeng sampai sejauh ini .


" Terus , kenapa Mamimu sampai marah seperti itu sama kamu Angga ? ".


" Jadi , saat Angga mau masuk kekamar Kak Aksha , Angga enggak sengaja melihat Mama yang sedang duduk di bangku taman Pa , Mami kan engga biasanya duduk di bangku taman seperti itu . Jadi Angga putusin untuk melihat Mami dari jauh . Dan saat Angga mengetahui siapa yang ada di belakang Mami , Angga mencoba untuk diam dulu sejenak , untuk memperhatikan gerak gerik Mami . Saat itu Mami sudah ingin menghampiri Ajeng ".


" Lalu ? ".


" Lalu , Angga tarik Mami agar supaya menjauh . Angga fikir , Ajeng pasti butuh waktu untuk sendiri ". Jelas Angga kepada Sang Papa .


" Minta maaf lah kamu kepada Mamimu . Papi tau , Mamimu hanya berusaha untuk menenangkan Ajeng saja . Mengingat dirinya sama sama Perempuan Angga ". Sulhan menepuk pundak Sang Anak .


" Iya Pi . Angga akan minta maaf sama Mama ".


" Papa titip Mama dan Kakak kamu . Papa mau keluar ada urusan sebentar ". Ucap sulhan kepada Sang Anak .


" Iya Pa , take care ya ". Jawab Angga .


****


" Ada apa Ma , dari tadi Papa lihat Mama seperti mencari keberadaan seseorang ".


" Tadi kalau engga salah , Mama lihat mobil Caka Pa di parkiran ". Jawab Anastasya .


" Bagus dong kalau Caka ada disini , berarti dia sudah tidak perduli lagi dengan Wanita ular itu ". Jawab santai Rafael kepada Sang Istri .


Mereka berdua telah sampai di depan kamar Embun , dan langsung masuk kedalam .


" Halo Cucu Oma yang cantik , gimana sayang , udah mendingan ? " . Sambil duduk di bangku dekat ranjang tidur Embun .


" Baik Oma , tapi Embun bosan , pengen pulang . Kapan sih Embun bisa pulangnya Oma Opa ? ".


" Sabar sayang , sebentar lagi juga Embun bisa pulang kerumah ". Jawab Rafael kepada Cucunya

__ADS_1


" Caka dimana Ajeng ? Kok Mama engga lihat dia disini ? ".


" Ajeng tadi pamit keluar Ma , Kakek tadi menghubungi Ajeng ingin membicarakan hal yang penting . Caka juga enggak tau apa yang ingin Kakek bicarakan ". Jawab Caka berdusta .


" Kakek ? Menghubungi Ajeng ? " . Alis Anastasya mengernyit saat mendengar ucapan Caka .


Caka menganggukan kepalanya sebagai tanda iya kepada Sang Ibunda .


Ajeng yang masih setia duduk di bangku taman pun mulai mengatur nafasnya . Mungkin saat ini matanya sedikit sembab akibat menangis tadi .


" Bagaimana ini , kalau aku masuk pasti menjadi pertanyaan besar kenapa aku menangis ". Dengan segera Ajeng mencoba menghubungi Angga untuk meminta dibawakan air hangat beserta handuk kecil untuknya .


" Assalamuaalikum Kak , Kakak dimana ? Ajeng bisa minta tolong enggak ya Kak ? ".


" Kakak lagi di luar ruang rawat Kak Aksha , iya , mau minta tolong apa ? ".


" Hemm .. Bisa minta tolong carikan air hangat beserta handuk kecil engga ya Kak untuk Ajeng . Ajeng ada ditaman tadi siang kita ketemu Kak ". Tanya Ajeng hati hati .


" Bisa , kamu tunggu sebentar disana ya . Jangan kemana mana ".


Angga yang hendak masukpun berbalik badan lagi mencarikan air hangat beserta handuk kecil . Untuk apa Ajeng meminta ini semua ya , pikir Angga .


Tidak berselang lama Angga pun tiba dengan barang yang di minta Ajeng .


" Terimakasih Kak " . Ucap Ajeng dengan tulus .


Senyuman ini , senyuman penuh luka yang pernah Angga lihat . Terdapat banyak sekali Caka menorehkan luka dihati Ajeng . Marah , ya Angga sangat marah sekali .


Angga fikir dengan dirinya pergi ke Jerman , kehidupan Ajeng akan bahagia dengan Caka . Tapi nyatanya ? Kenyataann yang Angga dapatkan melalui Juna Sang Asisten membuatnya murka setengah mati .


Padahal dulu dia sudah berbicara kepada Caka , jika sampai Caka membuat Ajeng kecewa dan terluka , bahkan sampai menitikan air matanya . Angga akan merebut Ajeng kembali jika dia datang ke indonesia .


Pikirnya , mungkin ucapan Angga hanyalah bualan semata untuk Caka . Tetapi faktanya saat ini , Angga benar benar akan merebut Ajeng dari Caka .

__ADS_1


Dia sudah merelakan Ajeng selama ini untuk Caka . Saatnya Angga yang akan melindungi Ajeng dengan selurug jiwa raganya .


Bersambung . . .


__ADS_2