Aku Menyerah , MAS !!

Aku Menyerah , MAS !!
Bab 3


__ADS_3

Aku merenggangkan otot ototku setelah beberapa jam berkutat di depan laptop mengerjakan perkerjaan yang tak ada habisnya . Kupandangi foto pernikahanku , pernikahan yang sudah berjalan selama 6thn belakangan ini . Kupandangi lekat lekat senyuman manis yang mampu menggoyahkan perasaanku untuk arasheline , selama ini pula diam diam aku telah jatuh cinta padanya , ya pada istriku sendiri . Tidak salah memang , hanya aku saja yang terlalu brengsek untuk ajeng .


" Maafkan mas ajeng " lirih ucapanku . Sambil mengusap kasar wajahku , aku beranjak menuju kamar anak ku , guna melihat keduanya sudah tertidur lelap atau belum . Aku memang tadi sempat berpamitan saat makan malam telah usai , untuk melanjutkan pekerjaanku yang tertunda tadi di kantor .


Membuka pintu dengan pelan pelan , aku melihat keduanya tertidur pulas dalam balutan selimut yang menempel sampai dada . " good night kesayangan ayah " kuciumi keningnya perlahan lahan agar tak membangunkan embun . Kulihat guratan wajah istriku , " ada bekas jejak air mata , sejak kapan ajeng menangis ? " .


Rasa bersalah itu muncul , ketika melihat istriku ternyata diam diam menangis . Maaf telah menodai pernikahan kita ini sayang . Maaf juga jika ucapanku yg tadi pagi melukai hatimu , bukan maksud hati mas berucap seperti tadi pagi . Hanya saja emosi yang tiba tiba tidak bisa mas kontrol . Kupandangi kembali lekat lekat wajah istriku. istri yang selalu sabar menerima semua perlakuan buruk ku padanya .


" *aku mencintaimu ajeng , apapun yg terjadi tetaplah bersamaku , aku gatau bagaimana jika kalian berdua pergi dari hidu*pku " mengelus kepalanya seraya mencium kening ajeng .


Kutinggalkan mereka berdua yg telah terlelap dalam balutan mimpi , segera ku tutup kembali pintu kamar anaku dengan perlahan lahan agar tak menimbulkan suara yang membangunkan salah satu dari mereka .


***


Mataku terbuka saat mas caka keluar dari kamar ini , aku memang sudah tidur tadi , tapi merasa ada pergerakan di atas tempat tidur , aku merasa sedikit terusik , dan benar saja pasti Mas Caka sedang melihat kami , apakah sudah tidur atau belum .


melihat kembali langit langit atap kamar embun , dengan pikiran menerawang berusaha untuk memenjamkan mata tapi tak bisa , lantas aku berdiri menuju kamar mandi , untuk sekedar mencuci muka , karna memang benar kata Mas Caka , bahwa aku tadi sempat menangis sebentar saat mengingat percakapan Mas Caka dengan Mba Ara melalui telpon.


" rahasia besar apa Mas yang tak aku ketahui tentang kamu dan mengapa kamu takut saat rahasia itu terbongkar? " ucapku seraya melihat wajahku yg telah terbasuh di depan wastafel kamar mandi .


Setelah berjalan keluar dari kamar mandi , aku merasa sedikit haus , kulirik meja kecil sebelah kasur embun , tempat air minum yang biasa terisi ternyata kosong , segera kuputuskan menuju dapur untuk mengambil air minum dikulkas .

__ADS_1


Sesampainya di dapur sayup sayup kudengar mas caka sedang melakukan panggilan video call mamah mertuaku di ruang tamu .


" Mau sampai kapan kamu akan terus membohongi Ajeng Caka ? Jangan sampai dia mengetahui ini semua dari orang lain , dan sampai saat itu terjadi , hanya penyesalan lah yang akan kamu dapatkan " dengan nada penuh kemarahan Anastasya berucap .


jantungku kembali berdetak berpacu , " kuat kuat " lirihku sambil mengelus dada . Kudengar kembali apa yang akan dikatakan mereka berdua .


" Stop mah beri Caka waktu , Caka gamau kehilangan Embun dan Ajeng , tapi Caka juga gabisa meninggalkan Arasheline dan juga Arka " ucap caka penuh dengan penekanan.


" Lihat saja Caka , sampai kapan kamu akan bertahan dalam kebohongan yg kamu buat , tidak akan ada perempuan manapun yg akan dan sanggup untuk dimadu Caka , ceraikan ****** itu , dan kamu bisa hidup bahagia dengan Embun sekaligus Arka , anakmu bersama Arasheline." jawab anastasia sang ibunda .


Duarrrrrr ...


Dengan langkah tertatih tatih , aku mendekat menuju tembok pembatas yg berada diruangan tersebut untuk mendengarkan kembali apa yg selanjutnya terjadi , biarlah aku dikatakan bodoh , tapi yg pasti malam ini aku ingin mengetahui semunya tanpa sisa .


" Tidak semudah itu mah , untuk aku menceraikan arasheline , mamah tau sendiri watak arasheline seperti apa , aku gamau terjadi apa apa dengan ajeng dan embun. ara adalah perempuan nekat yg pernah aku temui mah ". Jawab caka


" terserah kamu caka , mamah sudah banyak sekali peringatkan kamu tentang ini , jangan sampai kamu akan menyesali keputusan kamu . Saat kamu menyesalinya nanti semoga saja ajeng dan embun masih berada disisimu ".


" Aku mohon mah , jangan berucap seperti itu , aku gabisa kehilangan mereka semua . Aku gabisa kehilangan embun dan ajeng , begitu pula dengan arasheline dan arka , aku mencintai mereka berdua , bagaimanapun arka adalah darah dagingku cucu mamah dan papah , aku gabisa jika harus meninggalkan arka . Mamah lupa jika mamah dan papah menginginkan cucu lelaki untuk pewaris perusahaan adiguna ? Jangan bilang mamah dan papah lupa akan hal itu . " jawab caka dengan tegas .


" Jangan menjadi lelaki brengsek dan pecundang caka , ceraikan segera arasheline , atau kamu lebih memilih embun dan ajeng yg pergi ? , mamah sudah tidak memikirkan tentang siapapun pewaris adiguna nanti . Ingat caka , ceraikan arasheline , jangan sakiti menantu kesayangan mamah terlalu jauh caka ".

__ADS_1


****


Prangggg . . . .


Tiba tiba saja vas bunga yg berada di sampingku pecah, tersenggol oleh badanku . Mungkin efek betapa sesak dada ini akibat menangis sedari tadi .


Dengan gerakan gesit caka menutup telpon yg berada dalam genggamannya , untuk menuju suara pecahan vas bunga tersebut .


Begitu kaget melihat siapa yg berada di balik tembok tanpa bisa berkata kata .


" A.. A.. Ajeng , sedang apa kamu disini , apakah kamu mendengar semuanya ajeng " tanyaku seraya melihat wajah ajeng yg sudah dipenuhi air mata .


Sial sial sial aku merutuki kebodohanku dengan pertanyaan yg ku lontarkan tadi , sudah jelas kuliaht dari taut wajahnya saja pasti dia sudah mendengar semuanya .


Tanganku berusaha meraih tangan ajeng , tapi segera di tepis olehnya . " Ajeng mas mohon dengerin penjelasan mas dulu , mas mohon sayang " jawabku seraya tetap untuk menyentuh tangannya , tapi lagi lagi berusah ditepis oleh dia.


Jam sudah menunjukan pukul 1 dini hari . Kenyataan pahit yg kudengar seperti meruntuhkan semuanya . Kecewa , itulah saat ini yg kurasa terhadap mas caka .


" Stop , jangan mendekat mas " ...


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2