
Di panti Asuhan Kasih Bunda .
Bu hartati yang sedari tadi sudah dijalan mencoba menghubungi Ajeng .
" Assalamualikum nak , Ibu sudah dijalan ini mau ke sekolahan Cucu Ibu . Kamu jadi ikut lihat Embun enggak nduk ? Tapi kalo kakimu masih sakit gausah dipaksa nak. " tanya hartati kepada sang Anak.
" Waalaikumsalam Bu , Ajeng lagi siap siap Bu , mau dateng kesana , kaki Ajeng alhamdulillah agak mendingan , semalem sudah dipijit sama Mbok Bu . Ibu kenapa engga bareng aja sama Ajeng berangkatnya . Ibu hati hati ya dijalannya , kalo udah sampe kabari Ajeng Bu . Ajeng siap siap dulu sebentar " jawab ajeng .
" yowes , ibu tutup telfonnya ya nduk , jangan ngebut ngebut bawa mobilnya , inget pesen ibu . wassalamualaikum " jawab hartati .
" iya Bu , tenang aja . Waalaikumsalam " .
****
Di tempat lain . .
Caka yang berada dijalanan memacu kendaraannya dengan kecepatan penuh. Pikirannya tertuju pada Arka . Penyakit jantung yang Arka idap pasalnya bukan penyakit jantung biasa .
Arka bisa sembuh Asal mendapatkan pendonor Jantung yang pas untuk dirinya . Caka sebagai sang Ayah mengupayakan segalanya untuk Arka agar segera bisa mendapatkan donor itu . Tetapi bagai mencari jarum didalam tumpukan jerami . Untuk saat ini belum ada yang pas dan cocok untuk Sang Anak .
Caka menyugarkan rambutnya kebelakang , melepas dasi yang sedari tadi seperti mencekik lehernya . Dilihatnya jam tangan rolex yg melingkar ditangannya . Acara embun sepuluh menit lagi akan dimulai . Tetapi dirinya malah ingkar kepada sang Anak .
Sudah , Caka sudah pasti akan mendapatkan amukan yg luar biasa dari sang Anak maupun sang Istri . Caka pasrahkan semuanya saat ini , pikirannya sedang kacau dan kalut .
****
Ibu hartati yang sudah sampai disekolahan sang cucu melihat sekitar untuk memastikan bahwa ada Caka atau tidak . Tetapi pencariannya nihil , dia tak menemukan keberadaan Caka disana . " Bukankah Caka akan hadir , Apa jangan jangan ada hal mendesak , makanya dia tak bisa datang kesini " ucap hartati .
Hartati segera mencoba menelfon Ajeng untuk memastikan Caka hadir atau tidak .
" Assalamualaikum Ajeng , ibu mau nanya nduk , Caka ko belum terlihat di sekolah Embun ya nak . Caka sudah berangkat atau belum ya nduk . Pasalnya Acara Embun sebentar lagi dimulai " ucap hartati .
" Waalaikumsalam Bu . Ha? Mas caka sudah berangkat dari tadi Bu . Tadi sempat pamit mau kekantor dulu . Tapi masa iya belum dateng sih Bu ? Nanti Ajeng coba telfon Mas Caka ya Bu , Ajeng juga bentar lagi sampe ini ." jawabnya yang terheran mengenai Caka yg belum datang juga .
" Hati hati nak , kamu sama siapa kesininya nduk ? " .
__ADS_1
" sama Andi bu supir Ajeng , Andi sudah tiba tadi pagi dari kampung " .
" hati hati ya nak " ucap kembali Hartati .
Ajeng yg berada didalam mobil pun mencoba untuk menghubungi Caka . Sekali duakali hingga panggilan ketiga tak ada jawaban darinya .
Ajeng mengirimi Caka pesan singkat , agar sebisa mungkin Caka Membacanya . " Mas dimana ? Jangan bilang Mas engga datang untuk melihat embun ya Mas , Mas sudah janji loh sama Embun . "
Ajeng berpikir keras kemana Caka saat ini. Pikirannya langsung tertuju untuk menghubungi Dave , sang Asisten sekaligus sahabat Caka .
" Halo Dave , ada Mas Caka. " suara dingin Ajeng menyapa Dave pagi ini .
Dave yg mendapatkan telfon tersebut menelan salivanya . Apa yg harus dia jawab saat ini . apa mungkin sang istri boss nya ini telah mengetahui perihal anak keduanya dengan Ara .
" Ya Bu , hmm Bapak .. Bapak saat ini sedang keluar kota Bu , Bapak sedang menengok Tuan Muda dirumah sakit , karna penyakit jantung Tuan Muda kumat " ucapnya dengan gugup .
Ajeng mengernyitkan kedua alisnya , saat mendengar nama Tuan Muda .
" Luar kota . Dan kamu mengijinkannya untuk dia pergi keluar kota ? Lantas siapa yg kamu panggil Tuan Muda Dave ? Hah ? " ucapnya dingin .
Bodoh bodoh bodoh umpat dave sambil memukul kepalanya sendiri . Sudah pasti akan ada perang kalo begini ceritanya .
Ajeng menaikan satu Alisnya , Jadi selama ini Ara tinggal di Bandung .
Ara mematikan panggilannya sepihak dengan Dave . Dadanya bergemuruh menahan amarah . Bisa bisanya Caka ingkar Janjinya sendiri . Air mata yang sedari tadi ia tahan , tak bisa dicegah .
dengan cepat Ajeng mengelap air matanya yg turun .
Andi yang melihat melalui spion hanya bisa diam . Andipun selama ini tau , kalau Caka bukan hanya beristri kan Ajeng saja .
Terkadang Caka memintanya untuk mengantar kebandung apabila dia lelah menyetir dan Dave tidak bisa dia andalkan . tetapi Andi lebih memilih diam untuk tidak ikut campur dalam urusan sang Bos , karna Andi pikir ini bukan ranahnya .
" Bisa lebih cepat bawa mobilnya ndi? Jangan sampai kita telat disana , saya engga mau bikin Embun sedih " . Sambil menyandarkan kepalanya Ajeng berucap .
" Baik Bu " jawabnya dengan cepat .
__ADS_1
****
Di negara Lain. . .
Wirayuda yang tengah asyik menyesap minumannya hanya diam saat Jhon sang asisten setianya memberitahukan semuanya tanpa ada yang terlewat .
Ya Wira memang tidak ada di indonesia . Tetapi bukan berarti dia tidak mempunyai mata dan telinga saat dia meninggalkan negaranya tersebut .
Banyak sekali mata mata yang ia taruh di indonesia , guna memantau perkembangan perusahannya , dan perkembangan sang Cucu dan Menantunya juga beserta Cicit kesayangannya .
" Dasar Cucu tak tau di untung , dikasih Berlian malah memilih Batu kerikil " umpatnya .
" Lalu kita harus melakukan apa Tuan " ucap jhon dengan tegas .
" Tunggu dulu Jhon . Saya mau melihat siapa yang kan Caka pilih , Misal Dia memilih Wanita S***an . Tinggal tarik semuanya saja Jhon. Saya akan memastikan Dia tak akan mendapatkan sepeserpun dari harta kekayaan keluarga Adiguna . Dan akan saya pastikan Dia akan menyesal nantinya Jhon ".
Jhon yang mendengar itu mengangguk dengan patuh .
" Kalau begitu saya pamit Tuan " ucapnya sambil berbalik keluar .
Wira yang mendengar itu hanya mengangguk .
Kembali dia meminum minumannya hingga Habis , Sambil melihat foto Ajeng dengan dirinya yang tengah tersenyum .
Ajeng wanita kuat dan ceria yg Wira kenal saat pertama kali mereka bertemu . pertemuan pertamanya dengan Ajeng begitu membekas di ingatannya .
Sampai sampai Wira meminta Ajeng untuk menikah dengan Cucunya sendiri . Awalnya Ajeng yang menolak , Akhirnya luluh juga , saat Wira mengatakan umurnya tidak akan lama lagi .
Trik itulah yang Wira pakai agar Ajeng mau menikah dengan Cucunya . Wira yakin Ajeng bisa mengubah Caka pelan pelan .
Tetapi pada dasarnya saja , Caka yang ak tau diri . Sehingga membuat sang Kakek Geram setengah mati .
" Maafkan Kakek Ajeng sayang . Maaf telah menyeretmu masuk kedalam keluarga Adiguna Ini " sambil terus menatap foto Ajeng .
Bersambung . . .
__ADS_1