Aku Menyerah , MAS !!

Aku Menyerah , MAS !!
Bab 49


__ADS_3

Flashback ..


"Sudah mantap ingin berpisah dengan Caka?." Tanya Angga yang saat ini berjalan bersama Ajeng menuju bangku taman .


"Sudah Kak , Ajeng lebih memilih pisah dengan Mas Caka . tapi kalau boleh , Ajeng minta nomer Pak Leon . Ada hal yang ingin Ajeng sampaikan langsung." Jawab Ajeng saat ini .


"Iya nanti Kaka kasih nomernya Pak Leon ya . Kaka kira Kamu lebih memilih bertahan , ternyata engga." Ucap Angga sambil melihat ke atas langit .


"Tadinya Ajeng berfikir untuk membatalkan gugatan itu Kak . Tapi , setelah di fikir fikir Ajeng engga bisa harus membagi Suami dengan wanita lain Kak . Walaupun Mas Caka bilang bahwa Arka bukanlah darah dagingnya sendiri . Tetapi , yang namanya sudah pernah bohong , pasti akan bohong juga selanjutnya." Ajeng menghembuskan nafasnya sambil melihat Angga .


Angga mengernyitkan keningnya . Apa kata Ajeng tadi , Arka bukan darah daging Caka? .


"Ajeng semalem ke ruang kerja Mas Caka Ka , saat Mas Caka tidur . Ajeng mencari semua dokumen yang di perlukan , nyatanya Ajeng engga menemukan apapun di dalam Brankas ruangan kerja Mas Caka . Apa mungkin Mas Caka memindahkan semuanya ya Ka?." Tanya Ajeng kepada Angga .


"Biar itu menjadi urusan Pak Leon Ajeng . Nanti Pak Leon yang akan urus , jika memang surat surat di sembunyikan Caka."


"Terimakasih Ka , Ajeng bingung mesti gimana kalau Kaka engga ada di sini . Ajeng engga akan mungkin membebani fikiran Ibu lagi Ka."


Mata mereka saling bersirobok saat ini . "Jangan khawatir , apapun yang terjadi Kaka engga akan biarkan Kamu sendiri lagi . Maaf jika waktu Kaka pergi , Kaka engga pamit sama Ajeng . Jangan pernah merasa sendiri lagi ya , Kamu bisa berbagi beban itu sama Kaka."


Ajeng tersenyum kepada Angga . "Terimakasih." Ucap Ajeng dengan tulus .


"Kita keruangan Embun yuk , kasian takut Embun menunggu." Jawab Angga .


- Flashback End -


Isabella masih setia berdiri di hadapan Angga . Ya , dia masih mencecar pertanyaan Angga menemui Ajeng .


"Mi , ayolah apapun yang akan Ajeng putuskan . Kita semua harus menerimanya." Ucap Angga saat ini .


Aksha yang melihat perdebatan itu pun menjadi kesal . Pasalnya masih pagi sekali sudah di lihatkan adegan drama Ibu dan Adiknya pagi ini .

__ADS_1


"Bisa kan jangan ribut Mi , Aksha pusing dengernya." Protes Aksha kepada Maminya .


"Kalian berdua sama saja , Mami pergi saja menemui Papimu . Jangan pernah meminta pendapat Mami lagi . Tidak akan berbicara Padamu lagi Angga." Seketika Isabella keluar dari ruangan Anaknya .


Aksha dan Angga hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan Maminya . Iya , usia Maminya saat ini memasuki usia Jelita jelang lima puluh tahun , maklum saja jika sang Mami bersikap sepeti itu .


"Tanggung jawab lo , udah buat pacar gue marah."


"Salah gue?." Tanya Angga sambil menunjuk mukanya sendiri .


"Salah siapa lagi? Udah ah capek ngomong sama lo."


Angga mengernyitkan alisnya . Apa apaan ini , kenapa semuanya jadi melimpahkan kesalahannya pada dia . Aneh , memang .


"Gimana? Sudah sampai mana kasus Ajeng , Ngga?." Tanya Aksha sambil melihat beberapa dokumen yang di bawa asistennya tadi .


"Iya , seperti yang tadi gue bilang Kak , Ajeng ingin konsultasi berdua dengan Pak Leon , gue engga mau ikut campur . Gue memang berharap Ajeng secepatnya pisah , tetapi yang tadi gue bilang juga . Semua keputusan ada di tangan Ajeng , kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Ajeng saat ini."


"Sudah mantap Ajeng ingin pisah dengan Caka? Kaka rasa tidak akan semudah itu Angga . Kamu tahu bagaimana jika Wirayuda beraksi?." Tanya Aksha tanpa melihat Angga .


"Semoga saja Kakek Wira menerima apapun keputusan Ajeng . Kaka hanya bisa berharap dan mendoakan untuk kebahagiaan Ajeng juga Anaknya . Yang Kaka takutkan , Embun akan terkena mentalnya saat Ajeng dan Caka memutuskan untuk pisah." Ucap Aksha dengan helaan nafasnya . "Kamu tau bukan , Anak korban dari broken home akan menjadi seperti apa?." Tanya Aksha kepada Angga .


"Tidak semua ya Kak , jangan menyamaratakan kalau kelakuan anak yang broken home itu tidak baik . Akan Angga pastikan , kasih sayang Embun tidak akan berkurang walaupun nanti Ajeng pisah dengan Caka."


"Lo menyayangi Embun?."


"Pertanyaan macam apa itu Ka? Jelas Sayang lah . Ngaco kadang kalo ngomong."


Aksha tersenyum tipis , sampai sampai Angga pun tidak bisa melihatnya .


"Pertanyaan lo itu aneh Kak . Gue Sayang sama Embun bukan karena mau ngambil hati Ajeng . Gue emang beneran Sayang , apalagi saat denger kalau Caka tidak pernah meluangkan waktunya untuk Embun . Gue marah sangat sangat marah Kak , ada ya Bapak macem kaya Caka." geram Angga saat mengingat bagaimana wajah kecewa Embun tadi . "Engga usah memprovokasi gue buat nyerah tuk dapetin Ajeng ya Kak . Nama dia masih tersemat jelas di sini Kak." Ucap Angga seraya menunjuk dadanya .

__ADS_1


"Gue enggak memprovokasi , gue cuma mau tau sejauh mana lo sayang sama Embun , anaknya Ajeng . Gue seneng dengernya kalau lo ternyata bener bener peduli dan sayang mereka berdua." Jawab Aksha sambil menyimpan kembali dokumennya .


Angga diam saja sambil terus mendengarkan Kakanya berbicara .


****


Wira yang kini tengah di dalam mobil dalam perjalanan ke Indonesia pun hanya bisa diam , saat mendapatkan informasi dari anak buahnya yang dia pencar untuk melindungi Ajeng . Kenyataan yang di dapat Wira membuatnya terdiam . Ajeng menyerah , dia ingin tetap berpisah dengan cucunya , Caka .


Jhon yang melirik dari spion depan pun hanya bisa diam . Dia tahu apa yang di rasakan Majikannya saat ini . "Tuan , apa kita perlu menghubungi Tuan Rafael dan Nyonya Anastasya?." tanya Jhon pelan pelan .


"Tidak perlu Jhon , Kamu rahasiakan kepulangan saya ke Indonesia . Saya akan segera menemui Wanita ular itu terlebih dahulu." ucap Wira sambil terus menikmati pemandangan dari dalam mobil .


Wira menghela nafasnya dalam dalam . Hatinya sesak manakala mendengar ucapan Ajeng yang tidak main main untuk berpisah dengan Caka . Harus dengan cara apa lagi , agar Ajeng tidak menuntut untuk berpisah dengan Caka. Egois , iya Wira egois untuk saat ini . Wira ingin Caka dan Ajeng tidak berpisah , tetapi apakah bisa? Wira tahu , luka yang Caka torehkan sudah teramat dalam. Tapi , bolehkan dia berdoa pada Tuhan yang Maha Kuasa untuk membuat Ajeng tidak jadi berpisah dengan Caka?


"Saya harus apa Jhon?." ucap Wira kepada Jhon yang sedang mengemudi .


"Maksudnya Tuan?." Tanya Jhon kepada Wira .


"Saya harus apa , jika Ajeng lebih memilih pisah dengan Caka Jhon? Saya sedih mendengar anak buah kamu tadi menyampaikan informasi seperti itu." Seraya memijut pelipisnya yang terasa pening .


Jhon menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Majikannya . "Kalau saya boleh berpendapat , biarkan Non Ajeng membuat keputusannya sendiri Tuan . Kita semua tahu , bagaimana sikap dan sifat Tuan Caka selama ini kepada Non Ajeng . Saya rasa , apapun yang Non Ajeng putuskan . Kita harus tetap mendukungnya walaupun menyakitkan Tuan."


"Kamu benar Jhon , tapi bolehkah saya sedikit egois untuk saat ini . Saya kasihan kepada Cicit saya Jhon . Dia yang akan menjadi korban disini."


"Tuan , saya tahu Tuan sedih saat ini . Tapi , kita semua harus menerima apapun keputusan Non Ajeng . Saya juga sedih mendengarnya Tuan . Tapi kita bisa apa? Luka yang Tuan Caka kasih sudah membekas."


Wira hanya diam mendengar ucapan Asistennya ini . "Saya salah Jhon , saya salah membawa Ajeng masuk kedalam keluarga Adiguna . Saya fikir , dengan menikahkan Caka dengan Ajeng , kehidupan rumah tangga mereka akan bahagia . Nyatanya?." Wira menitikan air matanya . Dia gagal , gagal membahagiakan Ajeng .


Jhon melihat kembali spionnya , dia merasa sedih saat melihat Wira menangis , menangis untuk Ajeng . Dia tau pertemuan Majikannya dengan Ajeng , dan bagaimana antusias Majikannya saat mendengar jawaban Ajeng saat itu .


"Ini semua sudah garis takdir Tuhan , Tuan . Kita tidak bisa menyalahkan diri kita sendiri atas apa yang terjadi dalam rumah tangga mereka berdua . Maaf jika saya berkata seperti ini Tuan . Tapi , jika Non Ajeng tahu bahwa Tuan menyesal seperti ini . Pastinya Non Ajeng akan sedih , Tuan." jawab Jhon yang masih mengemudi .

__ADS_1


Wira diam tidak membalas ucapan Jhon . Apa yang di katakan Jhon memang benar . Semua sudah garis takdir Tuhan . Dia pun akan pasrah pada keputusan Ajeng . Dia tidak ingin Ajeng lebih terluka jika terus bersama Caka .


Bersambung . . .


__ADS_2