
Beberapa jam yang lalu ....
Caka yang mendapatkan telefon dari Dave untuk membawakan Laptopnya kerumah sakit berjalan menuju Parkiran . Dia tak mau dave sampai bertemu dengan Ara , entah , Caka melihat Dave seakan akan ingin membunuh Ara dengan tatapannya. Maka dari itu Caka meminta bertemu saja di parkiran .
" Ini Bapak laptop yang Bapak minta " sambil menyodorkan tas laptop milik majikannya .
" sudah berapa kali gue bilang , panggil saja nama gue saat kita berdua Dave ". Geram Caka kepada Dave .
Dave merotasi bola matanya dengan malas .
" ok ok Caka Adiguna " ucap Dave kepada Caka sambil memberikan dua buah botol minuman kepadanya .
" S***an Lo "
mereka berdua lantas berjalan untuk mencari tempat duduk di taman rumah sakit .
" bagaimana keadaan Arka ? " tanya Dave sambil menyesap minuman yang dia bawa tadi .
Caka menghembuskan nafasnya " Arka harus segera mendapatkan pendonor jantung Dave , dan Ara menyarankan untuk Embun yang menjadi pendonornya. " ucap Caka sambil meminum minuman yang Dave bawa .
Dave melotot seketika , hampir saja minuman yang berada di mulutnya tersembur begitu mendengar ucapan Caka .
" dasar Wanita Rubah , liciknya bukan main . Dan Lo menyetujuinya saat Dia mengatakan seperti itu ? " tanya Dave kepada Caka .
" Sinting , ya mana mau , Embun itu berharga untuk gue Dave . Sampai kapanpun tak akan gue biarkan orang orang akan menyakitinya termasuk Ara sekalipun ".
" Good ternyata lo bapak yang baik " . sambil menepuk lengan Caka .
" S***an lo , emang selama ini gue enggak baik ? " . seraya meninju paha Dave .
" iya emang lo engga baik , gini deh ka , gue aneh sama lo , udah dapet bini yang baik , cantik , penurut , malah lo sekarang nikahin si Rubah licik itu Sinting ya Lo . Pas pembagian otak makanya dateng , biar tercerna otak dan fikiran lo tentang Rubah itu " .
dengan cekatan caka menoyor kepala Dave .
__ADS_1
" Auw .. Ko gue di toyor sih ka , emang bener kan ucapan gue . Lo adalah laki laki yang ga tau di untung . Dikasih berlian malah milih batu kerikil ckckck aneh lo " . Umpat Dave sambil menenggak habis minumannya
Caka terdiam sesaat . Entahlah semenjak dulu , Dave memang sudah tak suka akan hubungannya denga Ara , Caka pun tak tau alasannya apa . Tetapi yang Caka selalu ingat Dave selalu berpesan agar lebih hati hati dengan Ara . Dia selalu menyebutnya denga sebutan Rubah Licik .
Selicik itukah Ara di mata Dave . Bahkan orang tuanya sendiri pun selalu bilang bahwa Ara adalah Wanita Ular . Memikirkan itu membuat kepala Caka pusing. Siapa yang harus dia percayai , Ara ataukah Dave dan kedua orang tuanya .
Caka beranjak dari duduknya untuk berpamitan pada Dave .
" Gue pamit mau ke kamar Arka lagi , Lo tolong handle semua masalah perusahaan bareng sama Tria . Gue akan pantau kalian dari sini , sampai keadaan Arka membaik " .
" oke oke , Lo juga harus jaga kesehatan Ka , bukan cuma Arka yang butuh lo , tetapi Anak dan Bini lo yang Sah juga butuh lo. Jangan menyepelekannya . Beri Ajeng penjelasan yang jelas kenapa lo gabisa hadir di acara Embun . jangan terpancing emosi jika Ajeng menyuarakan kemarahannya . Wajar dia marah sama lo , karena lo sendiri yang membatalkannya begitu saja bukan ? . gue ngomong gini juga demi kebaikan lo , lo sahabat gue dari dulu ka . Gue engga mau lo salah memilih ". Ucap Dave dengan tegas
Caka terdiam mendengar petuah nasehat dari sang Sahabat . Benar yang dikatan Dave , dia lupa memberitahukan Ajeng mengenai masalah kenapa dia tak jadi hadir di acara Embun .
" iya gue tau itu Dave . Thanks udah nemenin gue selama ini . Gue cabut ya , takut Arka udah sadar " ucapnya sambil jalan .
" iya , gue lanjut jalan ke kantor . Ada apa apa hubungin gue langsung "
Caka mengangguk tanda mengerti .
" Gue gabisa kasih duit lagi sama lo , perjanjian itu udah lewat bukan ? Terus lo ngapain masih ngehubungin gue lagi ? ". Ucap Ara .
" Inget ya Sheline , lo bisa nikah dan punya Anak dari Caka berkat bantuan gue . Kalo bukan karena gue , sampe detik ini pun lo bukan siapa siapanya Caka !" .
" iya gue tau , tapi bukan berarti lo bisa meres gue seenak jidat lo ya . perjanjian kita berakhir kalo anak yang di kandung gue adalah benar anaknya Caka . Dan Test DNA itu pun benar menyatakan bahwa Arka adalah Anaknya Caka . Dari situ perjanjian kita selesai ". Jawab Ara menggebu gebu .
Caka yang mendengar itu pun menjadi tegang . Test DNA sejak kapan ? bukankah sebelumnya hanya dirinya saja yang pertama kali menyentuh Ara? Sebab dia melihat ada bercak darah saat pertama kali bangun saat itu . Apa Ara sengaja menjebak dirinya ? . Pikiran Caka penuh pertanyaan saat ini . Dia tak mungkin menanyakannya sekarang , dia perlu mengumpulkan bukti jika memang Ara telah menipunya .
Caka masih setia mendengar percakapan Ara dengan seseorang di seberang sana .
" pokoknya gue engga mau tau , transfer gue 100 juta saat ini juga ".
" Sinting lo ya . Engga akan gue transfer lo lagi . 100 juta ? Buat apa , gila lo , meres gue engga tanggung tanggung ".
__ADS_1
" inget Sheline , kartu AS lo semuanya ada di gue . Lo milih gue bongkar semuanya sama Caka atau lo kirimin gue uangnya sekarang juga ! ".
" B****at ya lo Rafki Wicaksana ". Geram Ara , " Oke oke gue transfer nanti kalo gue udah keluar dari Rumah Sakit " ucap Ara .
" Gue tunggu jangan sampe engga " sambil mematikan sambungan telfonnya dengan sepihak.
" B*****at , S***an , kalo bukan rencananya Rafki berhasil , ga akan sudi gue ngasih duit ke dia lagi. Untungnya aja rencana dia berhasil , obat itu berjalan dengan baik , dan berhasil menghasilkan Arka di hidup Caka . Dan dengan bodohnya Caka percaya saja bahwa gue masih perawan hahaha ". Seringai tercetak jelas di wajah Ara .
Caka yang sedari tadi berdiam diri di depan pintu mengepalkan tangannya . Jadi dirinya bukan yang pertama untuk Ara . Jadi Ara sudah pernah melakukannya dengan pria lain . Adakah kebohongan lain yang Caka tak tau ? .
Akan Caka cari tau dengan sendirinya . dengan cepat dia pergi dari kamar Arka untuk menghubungi Dave orang kepercayaannya .
Tut... Tut ...
" Dave kamu cari tau siapa Rafki Wicaksana . Saya mau hasilnya secepat mungkin " ucap Caka dengan tegas .
" Baik Pak . Akan saya cari tau " jawab Dave .
Caka dengan segera mematikan sambungan telfonnya . Dia berjalan menuju kamar Arka kembali. Bersikap seperti biasa seolah tak terjadi apa apa . Walaupun dalam hati sudah menggebu ingin menanyakan perihal kejadian pada malam itu tapi dia tahan , Caka akan mengumpulkan bukti bukti kalau memang Ara adalah wanita yang sering di ucapkan Dave dan kedua orang tuanya .
Setelah sampai di dalam ruangan Arka , Caka dengan segera duduk di sofa yang terletak tak jauh dari ranjang Arka . Dengan segera dia menyalakan laptopnya , guna meninjau perkembangan rapat tadi yang di pimpin oleh sang Ayah .
Caka duduk dengan tenang menghiraukan Ara yang sedari tadi melihat ke arahnya . Ponselnya yang sedari tadi berbunyi tak ia hiraukan .
Ara yang mendengar bunyi ponsel Caka segera mendekatinya .
" Angkat telfonnya Caka , berisik sekali mengganggu di telingaku , pasti wanita J***ng itu yang menelfon mu iya ?".
Dengan geram caka menaruh laptopnya . Dan di tariknya lengan Ara dengan kuat .
Ara yang saat ini merasakan sakit di tangannya tak ia hiraukan . Ara menatap wajah Caka dengan seksama , tak ada lagi Cinta dimatanya untuk dirinya . Ara tau itu , Ara sadar , cinta Caka sudah beralih pada Ajeng .
Kalau sudah begini apa yang harus dia lakukan ? .
__ADS_1
Bersambung . . .