Aku Menyerah , MAS !!

Aku Menyerah , MAS !!
Bab 43


__ADS_3

Caka tersenyum jumawa saat mengingat percintaannya dengan Ajeng tadi . Diusapnya pipi Ajeng dengan pelan olehnya .


" Maaf jika waktu itu Mas meminta cerai dari kamu . Mas saat itu tengah bimbang dan frustasi akibat Ara yang selalu menekan Mas . Makanya Mas diluar kendali , berbicara seperti itu . Mas baru menyadari , bahwa Mas takut kehilangan kamu Ajeng . Entah , Mas tidak tau pasti kapan perasaan cinta ini muncul ". Sambil mengelus rambut Ajeng , Caka berucap .


Ya Caka pernah meminta bercerai dari Ajeng saat itu . Pikiran Caka yang tengah kacau dan didesak agar terus mencari donor jantung untul Arka , membuatnya kelepasan mengatakan cerai kepada Ajeng . Dirinya menyesal , sangat sangat menyesal saat telah mengatakan kata terkutuk itu pada Ajeng .


Melihat Ajeng yang saat itu bersimbah air mata , membuat dirinya merasa amat bersalah , dan segera pergi untuk merenungkan dirinya .


Tak berselang lama , ponsel Caka yang berada di atas nakaspun berbunyi . Nama Dave tertera dalam ponsel Caka , diangkatnya dengan segera .


" Ya , Dave . Bagaimana hasilnya ? ". Tanya Caka kepada Dave .


" Saya sudah mendapatkannya Pak , kemungkinan lusa hasilnya baru bisa keluar ". Jawab Dave .


" Apakah tidak bisa besok siang Dave ? Saya butuh secepatnya hasil itu Dave ". Dengan geram Caka menjawab .


" Tapi Pak - ".


" Tidak ada tapi tapian ya Dave , saya ingin hasilnya besok siang ". Dengan cepat Caka mematikan sambungan telfonnya .


Dave yang berada diseberang sana pun hanya bisa mengumpati Caka .


Caka melihat kembali wajah Ajeng yang teduh dan damai dalam tidurnya . Diusapnya pipi Ajeng yang putih mulus . Caka berdoa dalam hati , semoga saja ada kehidupan baru dalam perut Ajeng , agar Ajeng tidak jadi menceraikannya .


Caka ingin segera semuanya selesai tanpa beban , jika memang Arka bukan Anaknya Caka tidak kecewa sama sekali . Yang Caka khawatirkan adalah kondisi mental Arka yang bisa saja hancur jika mengetahui semuanya .


****


Angga yang masih setia menemani sang Kakak pun mulai berfikir yang tidak tidak tidak mendengar ucapan yang di lontarkan Akshara .

__ADS_1


Akhsara yang sudah tertidur akibat meminum obatnya pun sudah terlihat pulas , bisa dilihat dari nafasnya yang teratur .


Angga memijit pelipisnya yang sedikit nyeri . " Bagaimanapun keputusan Ajeng , mungkin itu yang terbaik untuknya . Tetapi , jika sampai Angga melihat Ajeng kembali tersakiti . Jangan harap Caka bisa menemukan keberadaan Ajeng nantinya ".


Dibukanya ponsek yang berada disaku jasnya , melihat kembali foto foto dirinya bersama Ajeng saat dulu sebelum Ajeng memberitahukan akan segera menikah .


Entah sejak kapan perasaan Angga berubah kepada Ajeng , dahulu Angga perhatian kepada Ajeng dan menganggapnya seperti adiknya sendiri tanpa memiliki perasaan apapun .


!ngga yang selalu ada dan selalu menemani Ajeng pun mulai merasakan perasaan itu muncul didalam hatinya . Rasa ingin memiliki Ajeng sepenuhnya telah muncul , tetapi dia terlalu pengecut untuk mengutarakannya , dirinya takut hubungan dengan Ajeng merenggang jika Angga mengungkapkan perasaannya .


Perhatian demi perhatian Angga berikan kepada Ajeng , walaupun dirinya lelah akibat membagi waktu untuk perusahaan keluarga dan juga Ajeng , tetapi Angga senang bukan main . Perasaannya berbunga bunga ketika selalu berhadapan dengan Ajeng .


Angga terus tersenyum saat masih melihat foto foto yang masih jelas terpajang di ponselnya , tidak ada sedikitpun foto Ajeng yang dihapus olehnya . Senyuman Ajeng yang selalu membuat Angga teduh pun sudah menjadi candunya untuk dilihat terus menerus .


" Ya Tuhan , kupasrahkan semuanya kepadaMu . Apapun nantinya yang akan terjadi ". Ucap Angga dengan tiba tiba .


****


" Kenapa mesti keluarga Adiguna sih Pi ? ". Tanya Isabella mendadak .


" Memangnya kenapa Mi ? Ada yang salah dengan keluarga Adiguna ? ".


" Ish Papi , Mami serius . Pi , Ajeng itu dimadu oleh Caka . Papi masa enggak tahu akan hal itu ? ". Kembali Isabella berucap .


" Ya lantas kita harus apa Mi ? Itu kan urusan rumah tangga mereka . Mau kita marah marah pun enggak ada gunanya , karena kita bukan siapa siapa ". Sambil menghentikan jemarinya yang tadi berada di atas laptop .


" Iya , Mami tahu dan paham . Ko Papi kaya engga ada rasa kasihan sih sama Ajeng , Mami jadi heran deh ".


Sulhan menarik nafasnya pelan pelan dan berjalan mendekati sang Istri yang dalam mode ngambek .

__ADS_1


" Terus Mami pengennya Papi gimana ? Papi juga kasihan sama Ajeng Mi , tapi kita bisa apa ? Kita hanya bisa mendoakan saja dari jauh untuk Ajeng dan juga Anaknya ". Seraya memegang tangan Isabella .


"Aish Papi , gara gara Angga terlambat menyatakan perasaanya pada Ajeng lihat saat ini Ajeng dimadu oleh Caka . Mami sakit ngedengernya Pi , Papi tau itu kan ? Melihat Ajeng yang menangis sesenggukan membuat hati Mami sakit Pi ".


" Iya iya Papi tau itu udah dong ngambeknya , dari tadi Papi pusing dengerin omongan Mami . Sekarang kita berdoa yang terbaik buat Angga juga Ajeng . Jika mereka berjodoh , pasti tidak akan kemana Mi , percaya sama Papi ya ". Sambil terys mengusap tangan sang Istri agar tenang .


" Kayakanya harus Mami deh yang ikut turun tangan buat bantu Ajeng untuk masalah ini . Mami hanya ingin Ajeng melihat jika Angga mempunyai perasaan yang tulus kepadanya ".


" Jangan konyol deh Mi , Mami mau mereka canggung ? Iya ? Apa Mami mau Ajeng tiba tiba berubah kepada Angga jika tahu Angga punya perasaan pada Ajeng ? Iya ? ".


Isabella mendadak terdiam mendengar ucapan Suaminya .


" Biarkan semuanya mengalir seperti air Mi . Kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka berdua ". Ucap Sulhan dengan bijak .


" Tapi kan Pi , kita ini udah semakin tua . Mami itu kepingin Anak Anak Mami segera memiliki pendamping . Mami kepingin punya Cucu Pi . Lagian Aksha , umur udah tua tapi belum juga mau menikah . Alasannya karena Angga belum menikah , dirinya pun belum mau menikah juga . Apa apaan alasan seperti itu . Enggak masuk di akal sama sekali ". Sambil tangannya bersidekap Isabella berkata .


" Hahahaha Aksha terlalu sayang dengan Angga Mi makanya berbicara seperti itu ". Tawa Sulhan mengelegar saat mendengar ucapan Sang Istri .


" Udahlah Papi terus saja membela mereka berdua . Enggak Anak enggak Papi sama saja , bisanya bikin Mami darah tinggi aja ".


Brakkk ...


Dengan gerakan cepat Isabella keluar dari dalam ruangan kerja Sulhan dan menutup pintu dengan kencang . Dirinya benar benar kesal kali ini dengan suaminya .


Sulhan yang mendengar suara pintu yang tertutup kencang pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sang Istri yang teramat menyayangi Ajeng .


Sulhan pun sama menyayangi Ajeng seperti Anaknya sendiri , tetapi memaksakan kehendak bukankah tidak boleh ? Dirinya juga marah saat mendengar kabar Ajeng dimadu oleh Caka . Ingin sekali rasanya Sulhan memberikan perhitungan kepada Caka saat itu juga . Tetapi , tidak semudah yang Sulhan bayangkan . Dua keluarga yang mempunyai power kuat pasti akan saling salah menyalahkan , dia tidak ingin berurusan dengan Wira .


Ya , Sulhan sedikit tau bagaimana sikap dan sifat Wira . Maka dari itu , Sulhan hanya bisa menjaga Angga dari kejauhan saja , bukan karena dirinya takut , bukan . Dia tidak ingin terlalu mencari masalah dengan keluarga Adiguna .

__ADS_1


Bersambung . . .


__ADS_2