Aku Menyerah , MAS !!

Aku Menyerah , MAS !!
Bab 33


__ADS_3

" Begitu Ara ceritanya , bagaimana ? " . Tawa Chandra mengudara di seluruh kamar Arka .


" B*****ek Kamu Chandra ". Maki Ara kepada Chandra yang saat ini berada di hadapannya . Nafasnya naik turun tak beraturan saat tau bahwa Arka bukanlah Anak Caka , melainkan Anak Chandra . Bagaimana dia bisa kecolongan .


Ara memang sulit membedakan wajah Chandra dan Caka jika dilihat dari jauh . Tetapi masa iya ini adalah Anak Chandra , Ara menjadi ragu saat ini . Statusnya yang belum SAH menjadi Istri Caka bisa bisa gagal .


" Kenapa Baby ? Kenapa wajahnya terlihat tidak senang , Hem ? " . Tanya Chandra saat ini .


" Mana mungkin bisa Chandra ? " . Kembali Ara mengelak bahwa Anak yang berada di hadapannya adalah Anak Chandra.


" Bisa Ara Sayang , jangan Kamu fikir setelah Caka meminum minuman yang kamu berikan Obat Perangsang , dia akan menemuimu . Tidak Ara , Caka tidak sebodoh itu . Dia pulang untuk menuntaskan semuanya pada Ajeng Hahaha " . Chandra tertawa dengan jumawa .


Ara semakin dibuat kesal , darahnya seketika mendidih mendengar penjelasan Chandra. Dia mengumpati Anak buah yang dia bayar untuk membawa Caka , tetapi apa ? Ternyata malah dirinya yang terjebak dalam permainan Chandra . Sekali lagi , Ara memaki dalam hati ketika Anak buah yang dia bayar kerjanya tidak becus sama sekali .


" Aku akan membawa Arka bersamaku Ara . Sudah cukup aku menjadi orang bodoh selama enam tahun ini . Aku menuruti apa maumu untuk menjadi istri Caka . Nyatanya ? Caka tidak pernah mengganggap kamu Ara . Kamu dinikahi Caka , karena Caka memikirkan nasib Arka , bukan masih cinta padamu . Buktinya Caka hanya menikahi kamu secara siri bukan ? Itu artinya yang ada di hati Caka saat ini adalah Ajeng , kamu bukan lagi menjadi cinta pertamanya Ara . Prioritasnya saat ini adalah Ajeng , walaupun saat ini Ajeng yang tersakiti karena semua permainan konyol yang kita buat ". Ucap Chandra dengan tenang .


" Enggak Chandra , kamu engga bisa membawa Arka begitu saja . Dia Anakku , bagaimana pun tetap Anakku " . Ara frustasi saat ini . Jika Caka mengetahui semuanya , tamat sudah riwayat dirinya . Ara tidak mau kembali menjadi gembel . Jika dirinya tidak bisa memiliki Caka , maka Ajeng pun tidak boleh memiliki Caka .


" Come On Ara , jangan egois . Kalau kamu tidak boleh aku membawa Arka . Maka dari itu mari ikut dengan ku , hidup berdua denganku dan juga Arka Ara . Hartaku juga tidak kalah jauh dengan Caka . Kamu tidak usah takut menjadi gembel , percaya padaku Ara . Kita mulai semuanya dari awal , jangan mempersulit semuanya seperti ini ". Chandra kembali berucap , kali ini dia mencoba untuk tidak emosi , pasalnya Chandra ingin semuanya berakhir .


Ara tau selama ini kehidupan Chandra bagaimana . Chandra yang suka bermain Wanita , mabuk mabukan , dan masih banyak lagi . Berbeda dengan Caka , yang notabennya tidak pernah seperti itu .

__ADS_1


" Aku sudah berubah Ara , aku meninggalkan dunia kotorku dan terbang kemari untuk menemuimu dan juga Arka " . Kembali Chandra berusaha meyakinkan Ara .


Ara saat ini diam tak menjawab , sekarang dia sedang memikirkan bagaimana cara kedepannya untuk menghadapi situasi yang pelik ini . Pikirannya saat ini kacau tak beraturan .


****


" Bagaimana Jhon ? Kamu sudah menemukan dimana Chandra berada saat ini " . Kembali Wira menghubungi Jhon yang saat ini di tugaskan untuk menemukan keberadaan Chandra , Cucu pertama keluarga Adiguna .


" Sudah Tuan , posisi Den Chandra saat ini berada di indonesia , tepatnya berada di rumah sakit tempat dimana Tuan Muda Arka di rawat tuan " . Jawab Jhon hati hati , pasalnya emosi Wira saat ini sedang tidak baik .


Wira mengangkat satu alisnya saat mengetahui Chandra berada di rumah sakit tempat Arka dirawat , sudah Wira pastikan , memang benar bahwa Arka pasti Anak Chandra .


" Dimengerti Tuan . Ada lagi yang harus dilakukan Tuan ".


" Segera dapatkan test DNA itu Jhon , sebelum semuanya terlambat , sebelum Ajeng menggugat perceraian pada Caka . Saya tidak mau itu terjadi ". Seraya memijit pelipisnya yang terasa berdenyut nyeri .


" Akan segera saya urus Tuan ". Jawab Jhon dengan yakin .


Wira mematikan sambungan telfonnya dengan Jhon . Wira sangat yakin , bahwa Anak yang selaku Caka urus adalah Anaknya Chandra . Seratus persen Wira sangat yakin akan hal itu .


" Bisa bisanya kamu Ara menipu Caka sampai selama ini , tidak akan kubiarkan kamu menang kali ini Ara . Akan aku pastikan kamu akan menderita , dan memohon ampun padaku " . Geram , ya Wira sangat geram saat ini . Wira tidak bisa begitu saja datang ke indonesia . Dia harus mengumpulkan bukti bukti sebanyak banyaknya untuk membuat Ara jera akan perbuatannya .

__ADS_1


****


Caka yang tengah gelisah didalam kamar Embun menunggu kedatangan Ajeng hanya bisa berdiam diri . Bukan dia tak ingin mengejar Ajeng , Caka tau , Ajeng butuh waktu untuk semua permasalahan pelik yang mereka hadapi saat ini . Tetapi mendengar ucapan Ajeng yang tidak main main ingin menggugatnya , perasaan Caka tak karuan .


Caka harus bisa menjelaskan semuanya dan meminta bantuan Sang Kakek , agar Ajeng tidak jadi mengajukan perceraiannya ke Pengadilan Agama . Dilihatnya jam sudah semakin sore , tetapi Ajeng belum juga nampak batang hidungnya saat ini . Caka khawatir bila sesuatu terjadi pada Ajeng . Hidupnya sekarang terus berporos pada Ajeng . Rasa cinta untuk Ara telah lama hilang begitu saja .


Benar kata orang , cinta datang karena terbiasa . Caka telah terbiasa selama ini kepada Ajeng . Semua waktu yang Caka punya saat itu , hanya menghabiskan berdua dengan Ajeng , sebelum kembali bertemu dengan Ara dan menjadi berantakan seperti ini .


Kembali Caka mencoba menghubungi Ajeng , tetapi , lagi dan lagi hanya suara operator lah yang Caka dengar .


" Dimana kamu sayang , Mas khawatir " . Ucap Caka yang mulai mengkhawatirkan Ajeng saat ini .


Caka yang dulunya dingin seperti kulkas , tiba tiba melunak setelah bertemu dengan Ajeng . Ajeng yang telah membuatnya lunak . Sikap Ajeng yang tidak pernah protes akan hal apapun dan selalu tau caranya memperlakukan pasangan dengan baik dan bijak , itulah yang Caka suka dari diri Ajeng . Ajeng tetaplah Ajeng , dengan kesederhanaannya Caka menyukai itu.


Disaat perempuan lain berlomba lomba ingin menghabiskan seluruh uang yang Caka punya . Tetapi , tidak dengan Ajeng , Ajeng bukanlah wanita yang haus dan silau karena harta . Pernah sekali Caka membelikannya berlian Limited Edition , tetapi bukan ucapan terimakasih yang Caka dapatkan , melainkan malah omelan yang dia dapat saat memberikan perhiasan itu .


Aneh , memang aneh . Ajeng tidak perlu itu semua . Cukup Caka setia kepadanya saja , Ajeng sudah bahagia . Tetapi kenyataan yang Ajeng dapat saat ini berbanding jauh terbalik dari apa yang dia inginkan .


Caka telah mengkhianatinya selama ini . Mahligai tali pernikahannya yang dia bangun dengan Ajeng rusak dan hancur begitu saja akibat dirinya yang mempunyai buah hati dengan Ara . Pikir Caka seperti itu tanpa tau kebenarannya bahwa Arka bukanlah Anak Caka .


Bersambung . . .

__ADS_1


__ADS_2