
Chandra terus memprovokasi Ara supaya menyerah akan cintanya pada Caka . Jika memang Caka mencintai Ara , sudah pasti Ara akan dinikahinya secara SAH . Tetapi , Caka malah menikahi Ara hanya siri . Yang artinya , Caka sudah tidak mencintai Ara .
" Ayolah Ara , hidup bahagia bersamaku dan juga Arka , jangan terlalu membantah . Aku engga mau kamu di apa apakan oleh Kakek Ra ".
" Jangan mimpi , sampai kapanpun aku engga akan mau hidup denganmu Chandra ".
" Jangan egois Ra , ingat ada Arka yang masih harus membutuhkan kasih sayang kita berdua Ra . Come on Ra , jangan mempersulitnya begini . Apa susahnya kamu membuka hatimu untukku ? . Harta ? Aku tidak akan membuatmu menjadi gembel Ra , aku punya segalanya walaupun tidak sekaya Caka ".
" Tetap saja kamu jauh dibawah Caka , Chandra . Dia lebih segalanya dibandingkan kamu ". Ucap Ara kepada Chandra .
" Kekayaan seperti apa yang kamu inginkan Ra ? Hah ? . Jangan selalu mengukur kebahagiaan dengan uang Ra . Tidakkah cukup hatimu membukanya untukku ? Aku yang selalu ada disaat kamu terpuruk Ra , ingat itu . Dimana Caka saat kamu sedang terpuruk dan kesusahan pada saat kalian bersama dulu ? Aku Ra , hanya Aku yang ada disisi kamu pada saat itu ".
" Caka bukan seorang pengangguran ya Chandra . Jadi wajar , jika pada saat itu Caka lebih mementingkan perusahaannya dibandingkan Aku ".
" Aku juga bukan seorang pengangguran , tetapi aku selalu ada buat kamu ya Ra ".
" Suruh siapa kamu tidak memegang perusahaan keluarga Adiguna ? Hah ? Kenapa harus menjadi Model Chandra ? ".
" Aku sudah membicarakan masalah ini dari dulu ya Ra , bahwa aku sama sekali tidak minat masuk kedalam perusahaan , kamu kan tau akan hal itu Ara ".
" Alah per***an ya Chandra , tetap saja kamu kalah jauh di banding Caka . Sudahlah jangan bermimpi untuk terus membujukku agar pisah dengan Caka . Itu tidak akan mungkin terjadi ".
" Pasti akan terjadi Ra , jika aku yang membongkar siapa Ayah Biologis dari Arka ". Senyum semirik terlihat diwajah Chandra .
" Jangan macam macam ya Chandra " . Ucap Ara setengah berteriak , jika dirinya tidak ingat mungkin saat ini Ara sudah memaki dan mengumpati Chandra .
" Jangan berisik Baby , kamu bisa membangunkan Arka sayang ". Ucap Chandra yang sedikt maju , untuk mengusap pipi Ara .
Ara segera menepis tangan Chandra yang hendak menyentuh pipinya , dan segera berbalik untuk segera beranjak keluar dari dalam ruangan Arka . Emosinya sudah sampai ubun ubun jika harus terus membahas ini semua . Chandra yang melihat Ara berjalan dengan cepat untuk menghindarinya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya .
" Sial , kalau terus begini , bisa bisa aku bisa kehilangan sumber uangku . Arghhhhh Chandra S****an , kenapa mesti datang disaat semuanya sudah akan terencana ". Ucap Ara sudah berada diluar ruangan Arka .
Dirinya muak harus menerima kenyataan bahwa Arka bukanlah Anak kandung Caka . Ara merasa ditipu dan kecolongan kali ini , Ara akui , Chandra ternyata lebih licik daripada dirinya .
__ADS_1
****
Caka saat ini tengah menikmati makanan yang Ajeng buat untuk dirinya . Definisi Istri terbaik memang , tetapi dia mengaku salah saat ini . Salah telah menduakan Ajeng dengan Ara . Salah telah menghianati Ajeng . Salah telah membuatnya terluka saat ini .
Jika memang Caka masih bisa di beri kesempatan oleh Ajeng , tidak akan Caka sia siakan Ajeng untuk selamanya . Akan dia jaga sepenuhnya dan memberikan cinta seutuhnya pada Ajeng . Tetapi , nasi sudah menjadi bubur , mungkin kesempatan itu hanyalah ada didalam angan angan Caka saja .
Ajeng yang merasa diperhatikan menoleh menatap Caka . " Ada apa Mas ? dari tadi Ajeng perhatikan , Mas Caka menatap Ajeng terus ".
" Sehabis makan , boleh Mas bicara berdua dengan Ajeng . Mumpung enggak ada Embun . Mas ingin berbicara dengan kamu dari hati ke hati . Bisa kan sayang ? ". Tanya Caka kepada Ajeng .
" Boleh , tapi habiskan dulu makanannya , baru setelah itu kita mengobrol berdua ". Ya Ajeng ingin mendengar apa yang akan Caka bicarakan kepada dirinya .
" Terimakasih sayang ". Ucap Caka sambil mengenggam tangan Ajeng yang berada di atas meja makan .
Ajeng menganggukan kepalanya tanda iya .
Caka yang sudah selesai dengan makan malamnya beranjak untuk menuju ruang televisi . " Biar Mbok yang bereskan , Kamu ikut Mas ". Dengan segera Caka mengenggam jemari Ajeng dan membawanya .
" Mas mau bicara boleh ? ".
Ajeng menganggukan kepalanya .
" Kamu masih ingat enam tahun lalu , saat Dave membawa Mas dalam keadaan tidak sadar , dan posisi kamu saat itu lagi keadaan hamil ? ". Tanya Caka to the point .
" Ya , Ajeng ingat . Mas waktu itu meminta izin karena ada acara dengan klien dari Taiwan , kalau Ajeng engga salah ". Ya Ajeng ingat jelas , keadaan Caka waktu itu .
" Mas mau kamu dengar cerita Mas tanpa menyela , bisa ? ".
" Bisa Mas ".
Caka menjelaskan sejelas jelasnya tanpa ada yang dikurangi ataupun di lebihkan , dan Ajeng pun mendengarkan tanpa menyela . Caka berkali kali menenangkan dirinya saat menjelaskan kepada Ajeng .
Ajeng terpaku mendengar penjelasan dari mulut Caka . Ya dia baru ingat , saat dirinya bangun pagi . Caka sudah tidak ada disampingnya waktu itu . Apakah Caka dijebak oleh Chandra kembaraan Caka ? .
__ADS_1
" Bawa Arka kemari Mas ". Ucap Ajeng dengan tiba tiba , mendengar penjelasan Caka , Ajeng ingin melihat langsung bagaimana rupa Arka .
" Sayang - ".
" Bawa Arka kemari , insting seorang istri tidak pernah salah Mas . Jika apa yang di ucapkan Mas adalah benar , Ajeng ingin lihat dan tau ".
" Kamu yakin ? . Mas lagi menyelidiki ini bersama Dave , Ajeng . Mas mau membuktikan bahwa Arka memang bukan Anak Mas , melainkan Anak Kak Chandra . Kamu tau kan kami berdua kembar identik , hanya kerabat tertentu saja yang bisa mengenali kami , termasuk kamu ".
Ya mereka sangat kembar identik , hanya kerabat atau keluarga tertentu saja yang hafal siapa Caka dan Chandra . Yang membedakan adalah Caka memiliki lesung pipi jika tersenyum , sedangkan Chandra tidak .
" Mas terima apapun keputusan kamu Ajeng . Mas pasrah , jika memang kamu ingin kita berpisah . Mas sudah jelaskan semuanya secara terperinci dan tidak di kurangi sedikitpun ". Ucap Caka dengan pasrah .
" Ajeng boleh nanya Mas ? . Apa selama Mas menikah dengan Mba Ara , Mas pernah tidur bersama dengannya Mas ? ". Ajeng dengan berani , menatap mata Caka yang teduh . Ajeng ingin lihat apakah jawaban Caka jujur atau tidak .
Dengan Cepat Caka menjawab . " Demi Tuhan Sayang , Mas engga pernah menyentuh tubuhnya sedikitpun . Selama enam tahun ini Mas bersolo karir sendiri jika menyangkut kebutuhan biologis Mas . Baru kemarin Mas engga tahan , untuk melakukannya itupun sama kamu ". Ucap Caka kepada Ajeng , yang saat ini tengah menatap matanya .
Ajeng sedikit lega , jika memang Caka tidak pernah menyentuh Ara . Ya Ajeng melihat mata Caka mengatakan kejujuran pada dirinya . Mata yang mampu menghipnotisnya selama ini .
Caka mennggenggam jemari Ajeng untuk menyalurkan kegugupannya . " Apapun keputusan yang kamu buat , Mas akan terima Ajeng . Mas mengaku salah kepada kamu , selama ini sudah bohong . Apapun yang akan kamu lakukan Mas akan pasrah . Jika memang sudah tidak ada kesempatan lagi , Mas akan terima ". Caka menghela nafasnya dengan berat , ya apapun keputusannya akan Caka terima .
Ajeng mengigit bibir bawahnya dengan keras . Fikirannya sedang kacau saat ini . Pengakuan dari Caka membuatnya kembali ragu , satu sisi Ajeng masih ingin bersama Caka . Di satu sisi Ajeng juga telah kecewa terhadap Caka , seandainya Caka menyadarinya dengan benar jika memang Arka bukanlah Anaknya .
" Ceraikan Mba Ara Mas ".
Caka melihat Ajeng yang saat ini berada dihadapannya .
" Ceraikan dia untuk Ajeng , jika memang Mas Caka mencintai Ajeng ".
" Iya , Mas akan menceriakannya untuk kamu sayang , jika memang Ara telah bukti berbohong . Masa akan menceraikannya ". Ucap Caka dengan tiba tiba . Ya dia akan segera menemukan bukti itu dengan cepat .
Ajeng menghela nafasnya dalam dalam , apakah keputusan yang akan dia buat untuk Caka selanjutnya . Apakah dia harus bertahan saat Caka sudah menjelaskan semuanya ? Haruskah Ajeng memberikan kesempatan kedua kepada Caka ?
Bersambung . . .
__ADS_1