
Kuhapus air mataku pelan pelan , kulerai pelukan ibu yang begitu hangat kepadaku .
" sejak kapan caka menghianatimu nduk ?".
kutarik nafas pelan pelan , aku berusaha menceritakan saat apa yg aku dengar tengah malam antara percakapan mas caka dan mamah mertuaku .
" 6 thn yang lalu bu "
" astagfirullah , selama itu ? "
" apa yang harus ajeng lakukan bu , ajeng bingung . pagi ini mas caka berusaha menjelaskan pada ajeng tetapi , ajeng selalu menghindar , ajeng engga kuat bu mendengar semuanya . " lirihku kepada ibu .
" kuat nak , kamu punya ibu , embun , dan gusti allah . ibu gabisa bantu banyak , ini persoalan rumah tanggamu dengan caka , ibu hanya bisa menasehati saja . Jika sekiranya kamu sudah engga kuat menyerah saja . jika kamu kuat maka pertahankan ".
" ajeng engga sanggup bu , ajeng gakuat , apa ajeng menyerah saja bu ? Tidak ada satu wanita manapun didunia ini yang ingin dimadu bu , termasuk ajeng " ucapku dengan suara lirih .
Kurasakan elusan lembut dipunggungku . Kutumpahkan semua rasa sakit ini kepada ibu . Hanya ibu yang kupunya saat ini .
" istirahat dulu sebelum jemput embun , masih ada waktu buat istirahat sebentar , pergilah masuk ke kamarmu " ucap ibu kepadaku.
Kurasakan pusing melanda dikepalaku . Entah kebanyakan menangis atau kurang tidur akibat semalaman . Aku hanya mengangguk mendengar ucapan ibu tadi .
" bangunin ajeng bu , takutnya aku ketiduran saat akan jemput embun " .
" wis gausah dipikirin , ada ibu yang bisa jemput cucu ibu sendiri " .
Aku berjalan menuju kamarku terdahulu disini . Kubuka pintu perlahan lahan , kulihat kamar ini lama lama , tak ada yang berubah sedikitpun . Masih seperti dulu , segera saja kurebahkan diri ini menuju kasur . Kupejamkan mata pelan pelan guna meringankan pusing di kepala .
****
Caka turun dari mobil yang di tumpangi bersama sang asisten pribadinya dave menuju perusahaan Adiguna Group .
Iya , tepat ajeng berangkat , caka mendapatkan telfon dari dave bahwa ada meeting penting yg harus segera di lakukan di perusahaan .
Dengan segera caka memakai baju kerja , langsung menuju area halaman rumah yang dimana sudah ada dave dibawah untuk menjemputnya .
" ada apa dave kamu menelpon "
" Maaf pak , ada meeting penting dengan pak shirotama yang tak bisa saya wakilkan , beliau meminta anda untuk datang sendiri ke acara meeting tersebut " ucap dave sambil melajukan mobilnya .
" kamu tolong atur jadwal saya di jam sepuluh sampai makan siang , tolong longgarkan waktu di jam berikut dave , saya mau jemput anak saya embun disekolahnya , perasaan saya gaenak . "
" baik pak " .
Caka berjalan gagah menuju untuk memasuki lift khusus petinggi . Ada beberapa sapaan dari para karyawannya . Hanya saja caka menganggukan kepalanya .
Sesampainya diruangan kerja caka , caka langsung duduk di kursi kebesarannya . Lantas membuka laptopnya untuk melihat pekerjaannya yg sempat tertunda .
saat caka serius dengan laptopnya , terdengar suara ketukan pintu ruang kerjanya .
__ADS_1
Tok tok tok . . .
"permisi pak "
" Masuk dave " ucap caka .
" sudah waktunya meeting dengan pak shirotama pak , beliau sebentar lagi menuju kemari " .
" siapkan bahan bahan meetingnya dave , jangan sampai ada yg terlewat " sambil berdiri menuju ruang meeting .
" sudah semua saya siapkan pak " ucap dave yg berjalan di belakangnya .
****
Setelah hampir tigapuluh menit melakukan meeting dengan pak shirotama yang berjalan dengan alot , akhirnya kesepakatan itu terjadi juga dengan kepiyawayan dave dan juga caka .
Sambil berjalan menuju ruangannya .
" apa ada lagi jadwalku hari ini dave ?" .
" tidak ada pak , sesuai perintah sampai jam makan siang free , selanjutnya ada meeting kembali jam 2 pak dengan perusahaan golden group " .
" baik kalo gitu. Kamu bisa balik ke tempatmu dave " .
Caka menghempaskan tubuhnya dikursi kebesarannya seraya memijit pelipisnya .
Di lain tempat , di panti asuhan . . .
" nduk , bangun nak , kamu engga jemput embun sekolah ? Sudah jam berapa ini " taya ibu hartati pemilik panti .
setelah mengetuk tiga kali pintuk kamar ajeng , tapi tak ada sahutan , bu hartati masuk begitu saja kedalam kamar ajeng .
loh kok gada di kamar , apa ajeng dikamar mandi ucap sang ibu . Memang kamar ajeng memiliki kamar mandi yg berada di dalam , karna ibu tau ajeng butuh privasi .
" ajeng , nak kamu didalam kamar mandi ? Ajeng jawab ibu nduk " dengan nada cemas bu hartati memanggil ajeng yang tak kunjung ada suaranya .
saat hendak membuka pintu kamar mandi , ternyata pintunya di kunci oleh ajeng dari dalam . Kecemasan langsung saja melanda bu hartati , pasalnya sang anak yang di panggil dari tadi tak menyahut sama sekali .
bu hartati menuju keluar kamar ajeng guna mencari bantuan pada anak panti .
" Dion , satria tolong ibu nak , kak ajeng dari tadi dikamar mandi ga keluar keluar. Sudah ibu panggil tapi tak ada suaranya " dengan wajah yg panik ibu berbicara pada dion juga satria .
Karna hanya dion dan satria lah yg bisa untuk di mintai tolong , dari postur tubuh mereka dan juga umur mereka .
Satria yang berumur 17 tahun dan dion 15 tahun , maka dari itu tanpa pikir panjang ibu langsung memanggil mereka berdua .
Dion dan satria yang mendengar hal itu langsung saja menuju kamar ajeng .
" sudah dicoba berapa kali bu memanggil kak ajeng tadi " tanya dion kepada ibu panti .
__ADS_1
" sudah lebih dari tiga kali. Ibu takut ada apa apa sama kakakmu " .
" ibu bisa mundur , kami berdua mau dobrak pintu kamar mandi kak ajeng " jawab satria .
Di anggukan kepala bu hartati mendengar ucapan sang anak .
" hitungan ketiga bang sat. Kita dobrak bareng bareng " ucap dion
" ok "
Satu dua tigaaaaa ucape mereka bersamaan .
Dug dug dug . . .
tak butuh waktu lama , pintu terbuka betapa kagetnya mereka saat melihat sang kakak tergeletak lemah di lantai dengan bibir yang pucat pasi .
" astagfirullah kak ajeng " teriak satria dan dion secara bersamaan .
" Astaga nduk " teriak ibu sambil terisak .
" ayok angkat kak ajeng dion , ya allah pucet banget muka kakak " sahut satria .
Dengan segera mereka membawa ajeng keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur .
" baringkan kakakmu dikasur satria dion " ucap ibu panti dengan suara yg tersedu sedu .
" ambilkan minyak angin di kotak p3k di tempat biasa ya satria "
" baik bu "
Satria berlari menuju tempat kotak p3k berada . Setelah mendapatkannya satria menuju kamar ajeng .
" ini bu , minyak anginnya " .
" dion telfonin mas caka , bilang beliau tolong jemput embun di sekolah , ibu gabisa jemput embun , tolong juga kamu beritahu kondisi kakakmu sama masmu ya , biar ga terjadi salah paham " .
" iya bu , dion coba ya " .
di kantor adiguna diruang kerja caka . . .
Kringg . . Kring . . Kring . .
Suara ponsel caka berdering memenuhi isi ruangan .
" Dion " gumam caka .
Tumben ada apa dion menelfon siang siang begini , enggak biasa biasanya .
Bersambung . . . .
__ADS_1