Aku Menyerah , MAS !!

Aku Menyerah , MAS !!
Bab 6


__ADS_3

Kuhapus air mataku pelan pelan , kulerai pelukan ibu yang begitu hangat kepadaku .


" sejak kapan caka menghianatimu nduk ?".


kutarik nafas pelan pelan , aku berusaha menceritakan saat apa yg aku dengar tengah malam antara percakapan mas caka dan mamah mertuaku .


" 6 thn yang lalu bu "


" astagfirullah , selama itu ? "


" apa yang harus ajeng lakukan bu , ajeng bingung . pagi ini mas caka berusaha menjelaskan pada ajeng tetapi , ajeng selalu menghindar , ajeng engga kuat bu mendengar semuanya . " lirihku kepada ibu .


" kuat nak , kamu punya ibu , embun , dan gusti allah . ibu gabisa bantu banyak , ini persoalan rumah tanggamu dengan caka , ibu hanya bisa menasehati saja . Jika sekiranya kamu sudah engga kuat menyerah saja . jika kamu kuat maka pertahankan ".


" ajeng engga sanggup bu , ajeng gakuat , apa ajeng menyerah saja bu ? Tidak ada satu wanita manapun didunia ini yang ingin dimadu bu , termasuk ajeng " ucapku dengan suara lirih .


Kurasakan elusan lembut dipunggungku . Kutumpahkan semua rasa sakit ini kepada ibu . Hanya ibu yang kupunya saat ini .


" istirahat dulu sebelum jemput embun , masih ada waktu buat istirahat sebentar , pergilah masuk ke kamarmu " ucap ibu kepadaku.


Kurasakan pusing melanda dikepalaku . Entah kebanyakan menangis atau kurang tidur akibat semalaman . Aku hanya mengangguk mendengar ucapan ibu tadi .


" bangunin ajeng bu , takutnya aku ketiduran saat akan jemput embun " .


" wis gausah dipikirin , ada ibu yang bisa jemput cucu ibu sendiri " .


Aku berjalan menuju kamarku terdahulu disini . Kubuka pintu perlahan lahan , kulihat kamar ini lama lama , tak ada yang berubah sedikitpun . Masih seperti dulu , segera saja kurebahkan diri ini menuju kasur . Kupejamkan mata pelan pelan guna meringankan pusing di kepala .


****


Caka turun dari mobil yang di tumpangi bersama sang asisten pribadinya dave menuju perusahaan Adiguna Group .


Iya , tepat ajeng berangkat , caka mendapatkan telfon dari dave bahwa ada meeting penting yg harus segera di lakukan di perusahaan .


Dengan segera caka memakai baju kerja , langsung menuju area halaman rumah yang dimana sudah ada dave dibawah untuk menjemputnya .


" ada apa dave kamu menelpon "


" Maaf pak , ada meeting penting dengan pak shirotama yang tak bisa saya wakilkan , beliau meminta anda untuk datang sendiri ke acara meeting tersebut " ucap dave sambil melajukan mobilnya .


" kamu tolong atur jadwal saya di jam sepuluh sampai makan siang , tolong longgarkan waktu di jam berikut dave , saya mau jemput anak saya embun disekolahnya , perasaan saya gaenak . "


" baik pak " .


Caka berjalan gagah menuju untuk memasuki lift khusus petinggi . Ada beberapa sapaan dari para karyawannya . Hanya saja caka menganggukan kepalanya .


Sesampainya diruangan kerja caka , caka langsung duduk di kursi kebesarannya . Lantas membuka laptopnya untuk melihat pekerjaannya yg sempat tertunda .


saat caka serius dengan laptopnya , terdengar suara ketukan pintu ruang kerjanya .

__ADS_1


Tok tok tok . . .


"permisi pak "


" Masuk dave " ucap caka .


" sudah waktunya meeting dengan pak shirotama pak , beliau sebentar lagi menuju kemari " .


" siapkan bahan bahan meetingnya dave , jangan sampai ada yg terlewat " sambil berdiri menuju ruang meeting .


" sudah semua saya siapkan pak " ucap dave yg berjalan di belakangnya .


****


Setelah hampir tigapuluh menit melakukan meeting dengan pak shirotama yang berjalan dengan alot , akhirnya kesepakatan itu terjadi juga dengan kepiyawayan dave dan juga caka .


Sambil berjalan menuju ruangannya .


" apa ada lagi jadwalku hari ini dave ?" .


" tidak ada pak , sesuai perintah sampai jam makan siang free , selanjutnya ada meeting kembali jam 2 pak dengan perusahaan golden group " .


" baik kalo gitu. Kamu bisa balik ke tempatmu dave " .


Caka menghempaskan tubuhnya dikursi kebesarannya seraya memijit pelipisnya .


Di lain tempat , di panti asuhan . . .


" nduk , bangun nak , kamu engga jemput embun sekolah ? Sudah jam berapa ini " taya ibu hartati pemilik panti .


setelah mengetuk tiga kali pintuk kamar ajeng , tapi tak ada sahutan , bu hartati masuk begitu saja kedalam kamar ajeng .


loh kok gada di kamar , apa ajeng dikamar mandi ucap sang ibu . Memang kamar ajeng memiliki kamar mandi yg berada di dalam , karna ibu tau ajeng butuh privasi .


" ajeng , nak kamu didalam kamar mandi ? Ajeng jawab ibu nduk " dengan nada cemas bu hartati memanggil ajeng yang tak kunjung ada suaranya .


saat hendak membuka pintu kamar mandi , ternyata pintunya di kunci oleh ajeng dari dalam . Kecemasan langsung saja melanda bu hartati , pasalnya sang anak yang di panggil dari tadi tak menyahut sama sekali .


bu hartati menuju keluar kamar ajeng guna mencari bantuan pada anak panti .


" Dion , satria tolong ibu nak , kak ajeng dari tadi dikamar mandi ga keluar keluar. Sudah ibu panggil tapi tak ada suaranya " dengan wajah yg panik ibu berbicara pada dion juga satria .


Karna hanya dion dan satria lah yg bisa untuk di mintai tolong , dari postur tubuh mereka dan juga umur mereka .


Satria yang berumur 17 tahun dan dion 15 tahun , maka dari itu tanpa pikir panjang ibu langsung memanggil mereka berdua .


Dion dan satria yang mendengar hal itu langsung saja menuju kamar ajeng .


" sudah dicoba berapa kali bu memanggil kak ajeng tadi " tanya dion kepada ibu panti .

__ADS_1


" sudah lebih dari tiga kali. Ibu takut ada apa apa sama kakakmu " .


" ibu bisa mundur , kami berdua mau dobrak pintu kamar mandi kak ajeng " jawab satria .


Di anggukan kepala bu hartati mendengar ucapan sang anak .


" hitungan ketiga bang sat. Kita dobrak bareng bareng " ucap dion


" ok "


Satu dua tigaaaaa ucape mereka bersamaan .


Dug dug dug . . .


tak butuh waktu lama , pintu terbuka betapa kagetnya mereka saat melihat sang kakak tergeletak lemah di lantai dengan bibir yang pucat pasi .


" astagfirullah kak ajeng " teriak satria dan dion secara bersamaan .


" Astaga nduk " teriak ibu sambil terisak .


" ayok angkat kak ajeng dion , ya allah pucet banget muka kakak " sahut satria .


Dengan segera mereka membawa ajeng keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur .


" baringkan kakakmu dikasur satria dion " ucap ibu panti dengan suara yg tersedu sedu .


" ambilkan minyak angin di kotak p3k di tempat biasa ya satria "


" baik bu "


Satria berlari menuju tempat kotak p3k berada . Setelah mendapatkannya satria menuju kamar ajeng .


" ini bu , minyak anginnya " .


" dion telfonin mas caka , bilang beliau tolong jemput embun di sekolah , ibu gabisa jemput embun , tolong juga kamu beritahu kondisi kakakmu sama masmu ya , biar ga terjadi salah paham " .


" iya bu , dion coba ya " .


di kantor adiguna diruang kerja caka . . .


Kringg . . Kring . . Kring . .


Suara ponsel caka berdering memenuhi isi ruangan .


" Dion " gumam caka .


Tumben ada apa dion menelfon siang siang begini , enggak biasa biasanya .


Bersambung . . . .

__ADS_1


__ADS_2