
Aku berjalan menuju kamar embun. Untuk membangunkannya guna siapa siap untuk secepatnya berangkat sekolah .
" morning my little baby " ucapku dengan memcium pipinya yg gembul .
" morning too bunda " jawab embun dengan nada khas suara org bangun tidur .
" Are you okay bun ? Mata bunda abis nangis , bekasnya sembab sekali , ada apa bun ? Tanya embun .
ya embun sangatlah pemerhati . Entah apa saja pasti dia perhatikan .
" No , bunda abis nonton drama korea semalem sayang , ceritanya sangat sedih , jadinya engga kerasa bunda nangis deh " jawabku seraya mengelus kepalanya .
embun menganggukan kepala bahwa tandanya dia mengerti , memang aku kerap sekali suka menonton drama korea , jadi pasti dia juga menganggap bahwa alasanku memang benar .
" oke sekarang waktunya embun mandi , siap siap untuk berangkat sekolah ok . Bunda siapin bajunya dulu ya sayang " .
embun menganggukan kepala , lalu masuk ke kamar mandi . tak lupa aku langsung membereskan tempat tidur embun , dan segera masuk dalam walk in closet mengambil baju sekolahnya .
Hari ini si mba belum datang , karna dia masih berada di kampung , jadinya aku tak masalah apabila menyiapkan keperluan embun .
" bun , aku udah selesai mandinya " .
Kulihat embun yg keluar dari kamar mandi , menggemaskan menggunakan bathrobenya .
" ok sini maju sayang , kita pake baju sekolah dulu , habis itu turun kebawah sarapan bareng ayah sama bunda "
" siap boss " sambil hormat ke arahku .
Aku tertawa saat melihat tingkahnya yg lucu dan menggemaskan .
Setelah memakai baju sekolah , tak lupa aku juga menguncir rambutnya yg tebal dan lurus . hari ini hanya dikuncir kuda saja , karna embun yg meminta .
" Selesai " jawabku saat sudah selesai menguncir rambut embun .
Kita turun kebawah susul ayah sarapan yuk , nanti takut embun telat berangkatnya .
****
Kami berdua turun menuruni anak tangga , menuju ruang makan . Bisa kulihat sudah ada mas caka yg sedang duduk bermain gawainya .
" pagi ayah " ucap mbun seraya mencium pipi mas caka.
" pagi juga kesayangan ayah , hari ini ayah yg anter embun kesekolah ya nak , gapapa kan ? Tanya mas caka seraya membalas ciuman pipi embun .
" asyik ayah yg anter , boleh dong yah , kan jarang jarang ayah bisa anter embun sekolah selama ini " .
__ADS_1
Mas caka terdiam mendengar perkataan embun barusan , ya mas caka memang jarang mengantar embun untuk berangkat sekolah , bisa di hitung pakai jari malah , berapa kalinya mas caka mengantar embun .
" Maaf sayang , maafin ayah " .
Embun hanya senyum menangggapi mas caka .
sudah sudah , kita duduk yuk lanjut sarapan lihat sudah jam berapa ini ? . Embun duduk dengan tenang sebelah mas caka .
Aku mengambilkan lauk pauk dipiring mas caka seperti biasa , tak ku gubris saat mas caka memandangku terus menerus saat meletakan piringnya.
" Terimakasih bun " .
" Hm " jawabku dengan deheman . Entahlah aku bingung dengan perasaanku saat ini . Mempertahankan rumah tanggaku demi embun atau berpisah ?
Setelah selesai sarapan , mas caka dan embun pamit untuk mengantar embun buat kesekolahan .
" mas pamit , anter embun kesekolah dulu " .
" aku pamit berangkat kesekolah dulu bunda " .
" hati hati dijalan " ucapku kepada mas caka dan embun . Ku ambil tangan mas caka sambil memciumnya . Bagaimanapun mas caka tetaplah suamiku , walaupun pada kenyataannya bukan hanya aku yg menjadi istrinya .
" mbok nah , nanti tolong beresin semuanya ya , aku mau bersihin badan dulu , mau mandi " ucapku kepada mbok nah .
Aku berjalan menuju kamar , guna membersihkan diri , masuk menuju kamar , aku langsung membuka pintu kamar mandi , mengisi bath up dengan air hangat , rasanya ingin sekali berendam .
Setelah ritual berendam dan mandi selesai , aku duduk di depan meja rias guna memoles make up tipis dan menggunakan liptint sebagai sentuhan terakhir .
Saat hendak keluar dari kamar , aku di kagetkan oleh keberadaan mas caka yg hendak membuka pintu .
" Astagfirullah , mas ngangetin aku aja " .
" bisa bicara sebentar ? " tanya caka .
" maaf mas aku baru dapet telfon dari ibu , hari ini aku udah janji sama ibu panti , mau nemenin belanja bulanan buat panti , maaf aku ga ngomong dulu sama kamu " ucapku .
caka menghela nafas pelan pelan .
" ok , pulang jam berapa ? Perlu aku jemput ? ".
" gausah mas , aku sekalian jemput embun buat main ke panti , soalnya kemungkinan sore aku pulang . Gapapa kan mas " sahutku kepada mas caka sambil menatap matanya .
" telfon mas kalo ada apa apa "
Aku menganggukan kepalaku tanda mengiyakan . Entah sikap manis mas caka yg selama ini aku impikan hilang kemana beserta kepercayaan yg aku tanam untuk dirinya .
__ADS_1
Memang selama ini aku menikah dengan mas caka adalah hasil perjodohan oleh kakek mas caka . Akupun tak tau mengapa kakek begitu inginnya untuk aku menikah dengan mas caka .
****
Aku segera menjalankan mobilku menuju panti asuhan . Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit , aku telah sampai di panti lalu dengan segera memarkirkan mobilku .
Kulihat anak anak yang sedang ceria bermain tanpa lelah dan tanpa beban .
" kak Ajenggggg " teriak anak anak panti saat aku sudah berada di halaman .
" iya sayang , ibu ada dimana ? " tanyaku kepada mereka .
" ibu didalem ka , kaka mau pergi ya sama ibu , embun mana kak " ucap dion salah satu anak panti .
" iya kaka mau pergi sama ibu , embun belum pulang sekolah , sebentar lagi paling pulangnya , sekalian nanti kaka ajak kesini ya buat main sama kalian . dion sama yg lain lanjut main lagi ya " jawabku kepada mereka .
" iya kakak " jawab mereka dengan kompak .
Aku berjalan melewati anak anak , kupandangi panti asuhan lamat lamat . Selama ini pun aku tak pernah mengetahui siapa orang tua kandungku.
Menurut cerita dari ibu panti aku ditemukan di pinggir jalan dekat halte bus dekat panti asuhan . Saat itu pula tanpa pikir panjang ibu membawaku kesini.
***
" Assalmualaikum bu " kuambil tangannya untuk dicium secara takzim .
" waalaikum salam nduk " jawab ibu panti .
aku menghela nafas dalam dalam sebelum menceritakan semua masalahku pada ibu . Tak terasa air mata lolos begitu saja saat mengingat bahwa mas caka dengan mudahnya menikah lagi .
" ada apa nduk ? Cerita sama ibu , ada masalah apa kamu sama caka ? Kalian baik baik saja kan ? ."
" Maaf bu , hubungan kami memang lagi engga baik baik saja , Ajeng gatau mesti ceritain ini darimana , aku bingung bu , tolong Ajeng " Ucapku sambil bersimpuh dikaki ibu seraya mengelap air mata yg terus berjatuhan dipipi .
" bangun nduk , jangan begini , ada apa to nduk , jangan bikin ibu sedih nak , kalo kamu nangis begini ibu juga sakit ngeliatnya " sahuy ibu sambil membawaku kepangkuannya untuk dipeluk .
" mas.. mas caka ternyata ini menghianatiku bu , mas caka ternyata diam diam sudah menikahi mba ara dan sudah memiliki anak bu " tanpa bisa kubendung lagi air mata ini jatuh berderai .
Kurasakan tubuh ibu menegang mendengar perkataanku barusan tadi .
" Astagfirullah malang sekali nasibmu nak " ucap ibu kepadaku .
Aku tak henti hentinya menangis di pelukan ibu . Ibu yang selalu ada untukku , ibu yang selalu menyayangiku . Mungkin saat inipun hati beliau teramat sakit mendegar anak perempuannya disakit seperti ini . . .
Bersambung . . . . .
__ADS_1