Aku Menyerah , MAS !!

Aku Menyerah , MAS !!
Bab 4


__ADS_3

Kukira hanya diriku yg berada di hatimu . Ternyata hatimu telah terbagi padanya tanpa sepengetahuanku . Menjalin hubungan yg tidak semestinya . Memang laki laki kodratnya boleh untuk menikah lebih dari satu kali . Tapi apabila ada persetujuan dari sang istri pertama . Apabila tak ada persetujuan , jatuhnya akan zinah dan bisa dijadikan tuduhan pidana . Itulah yg kudengar dan kubaca.


****


" Stop , Jangan mendekat mas " ucapku seraya mundur kebelakang dengan mengelap air mata yg jatuh . Terasa sakit hati ini ketika mendengar percakapan tadi . Berusaha kunetralkan perasaan yang berkecamuk ini , untuk melihat wajahnya.


" Ajeng , mas mohon dengerin penjelasan mas dulu " jawabku seraya maju untuk menenangkan dirinya . kulihat raut penuh kekecewaan yang terpancar dari wajahnya yang cantik . Kurutuki kebodohanku yang selama ini telah menduakan pernikahan kami . Tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur , penyesalan tinggalah penyesalan .


" Sudah berapa lama mas ? " tanyaku dengan nada merintih , kutarik nafas pelan pelan , mencoba untuk tetap tegar .


Caka menggigit bibir bawahnya guna menyalurkan kegugupan yg berada di hatinya. Dengan menghebuskan nafas pelan pelan caka mencoba memberanikan diri untuk mendekat kepada ajeng .


" Aku bilang stop mas jangan mendekatiku , apa perkataanku kurang jelas untuk kamu dengar ? . Aku tanya sekali lagi sudah berapa lama mas kamu menghianatiku , oh tidak lebih tepatnya , sudah berapa lama kamu berselingkuh dibelakangku hingga timbulah anak yang bernama arka ? " .


Jantung caka berpacu dengan cepat .


" ajeng tau semuanya , jadi diam diam tadi dia mendengar percakapanku dengan mamah , ah bodoh bodoh bodoh kamu caka " . Umpat caka di dalam hati .


" mas mohon besok lagi kita membahasnya ya sayang. Lihat jam sudah menunjukan hampir dini hari " sahut caka seraya maju selangkah .


memang benar jam menunjukan pukul setengah dua dinihari . Aku yang sudah lelah jiwa dan raga , mau tidak mau berbalik badan untuk menuju kamar embun . Saat sudah berjalan beberapa langkah tiba tiba tangan mas caka mencengkram erat tanganku.


" maafin mas ajeng " sahut caka .


Sudah keberapa kali dia mengucapkan kata maaf yang entah mengapa bisa kumaafkan atau tidak . Aku berbalik untuk melihat matanya . Mata yg selalu membuatku teduh , kini menciptakan luka yg teramat dalam . Kulihat sorot matanya yang menandakan penuh penyesalan . Memang penyesalan selalu datang terlambat .


Kuhentakan tangan mas caka yg sedang menggenggam tanganku, " aku capek mas , begitu sakitnya luka yang kamu toreh , entah bisa atau tidak aku memaafkanmu " sahutku .


***


Dengan berjalan tertatih , aku menaiki anak tangga untuk menuju kamar embun , kulirik mas caka yang berdiri diam mematung . Entah apa yang ada dipikirannya saat ini . Penyesalan ? Terlambat , hatiku terasa sakit .

__ADS_1


Kubuka pintu kamar embun pelan pelan , kudekati ranjang tidur embun , kuciumi keningnya begitu lama , tanpa terasa air mata ini lolos lagi dan lagi . Cepat cepat kuhapus air mata ini agar tak mengenai kening embun .


" tetap berada disisi bunda sayang apapun yg terjadi , kita hadapi bersama ." sahutku seraya mengelus keningnya .


Aku menatap langit langit kamar sembari memejamkan mata . otaku sudah buntu untuk memikirkan semua ini . Keterkaitan mamah mertuaku , menjadi amukan terbesar dari dalam hati ini .


" cih , penerus mereka bilang ? " . Akal bulus macam apa yang sedang mereka pikirkan .


Jam menunjukan pukul dua dinihari . Aku berusaha untuk memejamkan mata tapi tak bisa . Kuputuskan untuk shalat sepertiga malam . beranjak dari ranjang untuk menuju kamar mandi guna mengambil air wudhu . Dengan sisa sisa tenaga yg kupunya , ku kuatkan hati dan pikiranku. Kewarasanku harus tetap terjaga , bagaimanapun caranya .


ku ambil mukena , ku pasang sejadah , kulanjutkan untuk shalat , mengadu pada sang penguasa muka bumi , pada sang pemilik hati . Dengan air mata yg terus menerus mengalir , kua alirkan do'a untuk mereka yang mendzhalimi ku .


aku teringat pada ucapan ibu panti , " doakan mereka yang mendzhalimi mu dan menghiantimu dengan doa yang baik baik ajeng , jangan pernah kamu menyimpan dendam walaupun mereka sudah menyakitimu " .


kulanjutkan dengan banyak berdzikir agar hatiku menjadi tenang dan damai , bagaimanapun kedepannya , hanya embun yg ada dipikiranku saat ini .


" Astagfirullah " sambil mengusap dada , kurasakan sesak yang mendera direlung hati . Kulipat seluruhnya dan menaruhnya kembali ketempat semula .


aku berjalan menuju tempat tidur , untuk segera merebahkan badan . Kupeluk bawa embun menuju dalam pelukanku . Ya saat ini hanya butuh pelukannya , untuk segera membawaku ke alam mimpi. Karna diri ini sudah sangat lelah akan semuanya . Perlahan lahan kucoba untuk menutup mata menyusul embun yang masih berada di alam mimpi .


***


" astagfirullah , pusing sekali kepalaku " , ucapku sambil memijit kepala yg terasa pening . Aku baru ingat bahwa tadi malam aku hanya tidur 2 jam saja , pantas terasa pening .


Segera saja kulaksanakan shalat subuh tanpa pikir panjang . Sesudah melaksankan shalat subuh , aku bergegas menuju dapur untuk bikin sarapan . Betapa terkejutnya aku saat berada di dapur sudah ada mbok nah yg sedang menyiapkan semuanya .


" Loh mbok pagi pagi begini sudah ada disini , siapa yang jaga dirumah sakit , memang anak mbok sudah sehat ? Tanyaku kepada si mbok.


" Alhamdulillah sudah bu , ada anita yang jaga bu , anak mbok yg pertama , gaenak mbok ninggalin rumah " jawab mbok .


" gusti mbok , gausah gaenak segala , yg penting anak mbok sehat dulu baru kesini lagi . Mbok bisa minta tolong ruangan dekat tv , semalem vasnya ga sengaja kesenggol sama Ajeng , bisa tolong di bersihkan mbok ? Takut kena embun ataupun mas caka nanti lewat . " tanyaku kepada mbok .

__ADS_1


" Bisa bu , setelah ini nanti Mbok bereskan " ucap mbok .


Hampir satu jam lamanya aku berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan bareng si mbok . Aku pamit undur diri pada mbok guna membangunkan embun dan menyiapkan baju mas caka .


" saya tinggal gapapa ya mbok , mau siapin baju kerja mas caka , dan bangunin embun " .


" nggih bu , gapapa " .


Aku berjalan menaiki tangga menuju kamar mas caka , akupun tetap melaksanakan tugas sebagaimana mestinya . Menyiapkan semua keperluannya . kubuka pintu kamar mas caka pelan pelan , melihatnya yg masih betah bergelung pada selimut . Kudekati ranjang mas caka seraya membangunkannya .


" Bangun mas , sudah pagi " kutepuk lengannya guna membangunkannya .


beranjak dari tempat tidur , aku membuka tirai jendela agar cahaya matahari masuk menyinari kamar .


Kulihat mas caka yg mulai membuka mata pelan pelan , segera aku masuk ke kamar mandi guna menyiapkan air hangat untuk mas caka mandi .


Saat masih menyiapkan air untuk mandi , tbtb saja lengan kekarnya memelukku dari belakang , aku sudah bisa menebak siapa pelakunya .


" morning sayang " sambil mencium pipi ajeng , ucap caka dengan suara khas bangun tidurnya.


" morning mas " jawabku seadanya .


Aku melepaskan pelukan mas caka , saat hendak berjalan menuju pintu kamar mandi tiba tiba saja mas caka kembali memeluk ku .


" gausah siapin baju kerja , mas masuk kantornya agak siangan hari ini , kita bahas masalah semalem , mas gamau ada kesalah pahaman untuk semuanya " terdengar dari nada suaranya yg begitu akan keputusasaan .


Aku diam hanya menganggukan kepala .


" aku keluar dulu mas , mau bangunin embun , biar siap siap sekolah " jawabku.


segera kututup pintu kamar mas caka saat sudah berada di luar .

__ADS_1


" Astagfirullah , kuatkan hati ini , saat tau kebenerannya nanti ".


Bersambung . . . .


__ADS_2