
Angga beranjak dari duduknya setelah mendengar jawaban Ajeng yang tak masuk akal di otaknya . Angga pamit pada Ajeng yang masih setia duduk di samping ranjang Embun tanpa menoleh sedikitpun .
" Kakak pamit ya , kamu jaga diri baik baik . Ingat pesan Kakak , hubungi Kakak jika terjadi apa apa . Nomer Kakak masih yang dulu ". Ucap Angga seraya mengelus rambut Ajeng .
Ajeng mendongak ke atas , tatapan mata mereka bertemu satu sama lain . Mata Ajeng yang cantik dengan bola mata hitam lekat dan bertemu dengan bola mata Angga yang berwarna abu abu . Sekian detik mereka masih bersitatap , namun setelahnya Ajeng membuang muka sedikit lalu mengangguk .
" Iya Kak " jawab Ajeng dengan singkat .
Angga mengeryitkan alisnya saat mendengar jawaban Ajeng . " Hanya iya " pikirnya . Dengan gerakan cepat Angga meraih dagu Ajeng . Kembali matanya melihat wajah Ajeng yang cantik dengan bibir yang sedikit terbuka , bibir berwarna pink seperti chery itu menggoda imannya " Sial " umpat Angga dalam hati .
Tak lama setelah itu Angga mencium pucuk kepala Ajeng . Ciuman dengan perasaan yang penuh cinta dan kasih sayang itu berlangsung lama . Ajeng yang mendapatkan ciuman itu mendadak tegang . Pasalnya dia sudah lama tak bertemu Angga , tetapi sekarang Angga tiba tiba menciumnya begini .
Angga yang merasakan Ajeng mendadak tegang hanya tersenyum simpul . Akan Angga pastikan , Ajeng akan dia dapatkan , apabila memang Caka menyia nyiakan Ajeng.
" Kakak pulang " ucapnya saat ciuman itu terlepas .
" ii.. Iya Kak , hati hati dijalannya .Salam sama Tante Isabella , Om Sulhan dan Kak Akshara " jawab Ajeng gugup .
Angga mengangguk lalu melangkah pergi dari ruangan Embun .
Ajeng menghembuskan nafasnya dengan kasar . " Gilaaaa , kenapa mendadak berdegup begini " Ajeng menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri . Mengenyahkan pikirannya yang tadi saat Angga menciumnya . Padahal dia sudah biasa mendapatkan ciuman itu dulu dari Angga , tetapi mengapa sekarang berbeda sekali rasanya . Ajeng bukan lagi seorang anak remaja kemarin sore . Dia tau persis tatapan mata Angga menyiratkan sesuatu padanya . Tetapi dia tak mau bertindak jauh , dia masih istri Sah Caka , bagaimanapun ceritanya itu .
****
Angga berjalan sambil mencoba menghubungi seseorang kepercayannya .
" Jan , Cari tau semuanya tetang Caka Wijaya Adiguna . Jangan sampai ada yang terlewat sedikitpun . Saya mau informasinya sedetail mungkin . Saya kasih kamu waktu tiga jam dari sekarang , untuk menemukan informasi sekecil apapun itu " . Ucap Angga dengan tegas , dia tak akan membiarkan Ajeng menderita lagi . Sudah cukup baginya untuk menyerah selama 6 tahun ini .
__ADS_1
Angga pikir , setelah dia pergi , perasaan untuk Ajeng akan ikut pergi , tetapi pada kenyataannya , perasaan Angga malah semakin kuat dan tak bisa melupakan Ajeng sedikitpun .
Angga yang berjalan dengan gagah di lorong rumah sakit , membuat dirinya menjadi tontonan gratis para kaum hawa yang melihat dan menyaksikannya . bagaimana tidak Angga memiliki wajah campuran Jerman , Arab dan Kalimantan , serta postur badan yang tinggi , hidung mancung , serta rahang kuat dan tegas disertai bulu bulu halus . Serta bola mata berwarna Abu abu yang ia punya , Menambah kadar ketampanannya .
Dia tak menghiraukan bisikan bisikan yang ia dengar . Dengan langkah besarnya , Angga telah sampai di kamar rawat Sang Kakak .
Sebuah bantal hampir melayang terkena mukanya , saat sudah membuka pintu , untung saja dengan sigap Angga mengambilnya .
" Dasar Adik durjana . Abangnya lagi sakit malah engga dijagain " Ucap sang sepupu Angga , yang saat ini berada tak jauh dari kedua orang tua Angga .
" S***an lo . Gue tadi udah dari sini . Tapi belum ada siapa siapa , terus Kakak juga lagi tidur tadi . Ya udah gue balik keluar lagi " . sambil berjalan mendekati kedua orang tuanya , lalu menciumi tangan Isabella beserta Sulhan dengan takzim .
" Alasan aja lo . Pasti abis ketemu cinta pertama lo kan ? Gimana gimana ? Makin cantik ya dia sekarang ? Nyesel engga lo ? Makanya bro , punya perasaan itu di ungkapin , jangan di pendem sendiri . Giliran doi nikah , lo malah kabur ke Jerman , payah lo " . Memang dasar lemes sekali mulut Adrian ini , minta di isi cabe kayaknya .
" Bacot lo " kembali melempar bantal yang berada pada genggaman tangan Angga .
" Habis ketemu Ajeng tante . Cinta pertama yang engga bisa di lupain . Alias gagal Move on , makanya dia rela pergi jauh saat tau Ajeng nikah sama yang lain hahaha " sambil tertawa terbahak Adrian melangkah keluar untuk pamit . Karena Angga sudah berada disini . Dia sangat doyan sekali mengejek Angga disaat seperti ini .
Angga yang berdiri segera di peluk sang ibunda tercinta .
" Pergi sana lo . Lemes banget punya mulut . B****at " ucap Angga .
" Angga mulutnya " ucap Isabella kepada sang Anak .
" Sory Mam . Kelepasan hehehe " .
Sulhan yang berada tak jauh dari sana hanya memperhatikan mereka saja tanpa mau berkomentar .
__ADS_1
" Habis bertemu Ajeng sayang ? Dimana ? Sama siapa ? Mamih kangen sekali dengannya . Semenjak Ajeng menikah jarang sekali dia bertemu Mamih dan Papih . Berbeda saat dulu dia sebelum menikah . Mamih kangen , kepingin ketemu Ajeng , bisa antar Mamih kesana engga Angga ? " .
" Satu satu Mih nanyanya , kasihan Angga jadi bingung jawab yang mana dulu " jawab Sulhan .
" Habis Mamih penasaran Pih . Mamih juga kangen sama Ajeng . Kamu sih kalah start Ajeng keburu di ambil orang duluan . Dari dulu kan Mamih bilang , kalau kamu suka , mau sama Ajeng . Kita lamar dia sebelum di ambil orang . Kamunya kebanyakan mikir , jadilah Ajeng engga jadi Mantu Mamih " dengan bersungut Isabella berucap .
Angga mendesahkan nafasnya . Memang benar pada saat itu sang Ibunda bertanya pada dirinya . Tetapi Angga pada saat itu tak punya nyali hanya bisa diam mencintai Ajeng sampai detik ini.
" Ajeng ada di rumah sakit ini juga Mih . Anaknya di rawat , Angga engga tau pasti penyebab Anak Ajeng di rawat kenapa . Tapi yang satu pasti , Angga engga melihat sama sekali keberadaan Caka disana Mih Pih . Ajeng ada berada di kamar VVIP , hanya berbeda lima kamar saja dari kamar kakak Mih " Ucap Angga .
Sulhan menaikan satu alisnya ? Caka tak ada disana ? Bagaimana bisa . Anak sakit tetapi dia tak ada di samping Ajeng .
" Ya Tuhan . Mamih mau jenguk sayang . Bisa antar Mamih kesana ? Mamih kepingin peluk Ajeng . Memberikan kekuatan dan dukungan . Pastilah Ajeng merasa sangat kesepian Pih , Angga . Ayuk antar Mamih ke kamar rawat Anakna Ajeng " . Isabella begitu antusiaas saat berucap .
" iya nanti kesana ya Mih . Kita tunggu kondisi Kakak , baru setelah itu kita menjenguk Anaknya Ajeng " .
" Hey Boy , sudah memutuskan untuk menetap disini Indonesia atau kembali menetap di Jerman " ucap sang Papih .
" Lihat nanti Pih . Angga belum bisa memutuskan sekarang " .
" jangan menyesal jika kesempatan itu hilang lagi boy " ucap Sulhan sambil berjalan menuju sang Anak , lalu menepuk bahu sebelah kanan Angga .
Angga terdiam mendengarkan ucapan sang Papih . Memang benar dia tak mau kesempatan kedua itu hilang begitu saja . sudah ia pastikan di dalam dirinya dan hatinya .
Angga akan merebut Ajeng jika memang Ajeng di perlakukan tidak baik oleh Caka . Angga akan buat perhitungan pada Caka jika memang benar itu terjadi , dan tak akan pernah dia memaafkan Caka begitu saja .
Bersambung . . .
__ADS_1