Aku Menyerah , MAS !!

Aku Menyerah , MAS !!
Bab 28


__ADS_3

Angga beranjak dari duduknya setelah mendengar jawaban Ajeng yang tak masuk akal di otaknya . Angga pamit pada Ajeng yang masih setia duduk di samping ranjang Embun tanpa menoleh sedikitpun .


" Kakak pamit ya , kamu jaga diri baik baik . Ingat pesan Kakak , hubungi Kakak jika terjadi apa apa . Nomer Kakak masih yang dulu ". Ucap Angga seraya mengelus rambut Ajeng .


Ajeng mendongak ke atas , tatapan mata mereka bertemu satu sama lain . Mata Ajeng yang cantik dengan bola mata hitam lekat dan bertemu dengan bola mata Angga yang berwarna abu abu . Sekian detik mereka masih bersitatap , namun setelahnya Ajeng membuang muka sedikit lalu mengangguk .


" Iya Kak " jawab Ajeng dengan singkat .


Angga mengeryitkan alisnya saat mendengar jawaban Ajeng . " Hanya iya " pikirnya . Dengan gerakan cepat Angga meraih dagu Ajeng . Kembali matanya melihat wajah Ajeng yang cantik dengan bibir yang sedikit terbuka , bibir berwarna pink seperti chery itu menggoda imannya " Sial " umpat Angga dalam hati .


Tak lama setelah itu Angga mencium pucuk kepala Ajeng . Ciuman dengan perasaan yang penuh cinta dan kasih sayang itu berlangsung lama . Ajeng yang mendapatkan ciuman itu mendadak tegang . Pasalnya dia sudah lama tak bertemu Angga , tetapi sekarang Angga tiba tiba menciumnya begini .


Angga yang merasakan Ajeng mendadak tegang hanya tersenyum simpul . Akan Angga pastikan , Ajeng akan dia dapatkan , apabila memang Caka menyia nyiakan Ajeng.


" Kakak pulang " ucapnya saat ciuman itu terlepas .


" ii.. Iya Kak , hati hati dijalannya .Salam sama Tante Isabella , Om Sulhan dan Kak Akshara " jawab Ajeng gugup .


Angga mengangguk lalu melangkah pergi dari ruangan Embun .


Ajeng menghembuskan nafasnya dengan kasar . " Gilaaaa , kenapa mendadak berdegup begini " Ajeng menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri . Mengenyahkan pikirannya yang tadi saat Angga menciumnya . Padahal dia sudah biasa mendapatkan ciuman itu dulu dari Angga , tetapi mengapa sekarang berbeda sekali rasanya . Ajeng bukan lagi seorang anak remaja kemarin sore . Dia tau persis tatapan mata Angga menyiratkan sesuatu padanya . Tetapi dia tak mau bertindak jauh , dia masih istri Sah Caka , bagaimanapun ceritanya itu .


****


Angga berjalan sambil mencoba menghubungi seseorang kepercayannya .


" Jan , Cari tau semuanya tetang Caka Wijaya Adiguna . Jangan sampai ada yang terlewat sedikitpun . Saya mau informasinya sedetail mungkin . Saya kasih kamu waktu tiga jam dari sekarang , untuk menemukan informasi sekecil apapun itu " . Ucap Angga dengan tegas , dia tak akan membiarkan Ajeng menderita lagi . Sudah cukup baginya untuk menyerah selama 6 tahun ini .

__ADS_1


Angga pikir , setelah dia pergi , perasaan untuk Ajeng akan ikut pergi , tetapi pada kenyataannya , perasaan Angga malah semakin kuat dan tak bisa melupakan Ajeng sedikitpun .


Angga yang berjalan dengan gagah di lorong rumah sakit , membuat dirinya menjadi tontonan gratis para kaum hawa yang melihat dan menyaksikannya . bagaimana tidak Angga memiliki wajah campuran Jerman , Arab dan Kalimantan , serta postur badan yang tinggi , hidung mancung , serta rahang kuat dan tegas disertai bulu bulu halus . Serta bola mata berwarna Abu abu yang ia punya , Menambah kadar ketampanannya .


Dia tak menghiraukan bisikan bisikan yang ia dengar . Dengan langkah besarnya , Angga telah sampai di kamar rawat Sang Kakak .


Sebuah bantal hampir melayang terkena mukanya , saat sudah membuka pintu , untung saja dengan sigap Angga mengambilnya .


" Dasar Adik durjana . Abangnya lagi sakit malah engga dijagain " Ucap sang sepupu Angga , yang saat ini berada tak jauh dari kedua orang tua Angga .


" S***an lo . Gue tadi udah dari sini . Tapi belum ada siapa siapa , terus Kakak juga lagi tidur tadi . Ya udah gue balik keluar lagi " . sambil berjalan mendekati kedua orang tuanya , lalu menciumi tangan Isabella beserta Sulhan dengan takzim .


" Alasan aja lo . Pasti abis ketemu cinta pertama lo kan ? Gimana gimana ? Makin cantik ya dia sekarang ? Nyesel engga lo ? Makanya bro , punya perasaan itu di ungkapin , jangan di pendem sendiri . Giliran doi nikah , lo malah kabur ke Jerman , payah lo " . Memang dasar lemes sekali mulut Adrian ini , minta di isi cabe kayaknya .


" Bacot lo " kembali melempar bantal yang berada pada genggaman tangan Angga .


" Habis ketemu Ajeng tante . Cinta pertama yang engga bisa di lupain . Alias gagal Move on , makanya dia rela pergi jauh saat tau Ajeng nikah sama yang lain hahaha " sambil tertawa terbahak Adrian melangkah keluar untuk pamit . Karena Angga sudah berada disini . Dia sangat doyan sekali mengejek Angga disaat seperti ini .


Angga yang berdiri segera di peluk sang ibunda tercinta .


" Pergi sana lo . Lemes banget punya mulut . B****at " ucap Angga .


" Angga mulutnya " ucap Isabella kepada sang Anak .


" Sory Mam . Kelepasan hehehe " .


Sulhan yang berada tak jauh dari sana hanya memperhatikan mereka saja tanpa mau berkomentar .

__ADS_1


" Habis bertemu Ajeng sayang ? Dimana ? Sama siapa ? Mamih kangen sekali dengannya . Semenjak Ajeng menikah jarang sekali dia bertemu Mamih dan Papih . Berbeda saat dulu dia sebelum menikah . Mamih kangen , kepingin ketemu Ajeng , bisa antar Mamih kesana engga Angga ? " .


" Satu satu Mih nanyanya , kasihan Angga jadi bingung jawab yang mana dulu " jawab Sulhan .


" Habis Mamih penasaran Pih . Mamih juga kangen sama Ajeng . Kamu sih kalah start Ajeng keburu di ambil orang duluan . Dari dulu kan Mamih bilang , kalau kamu suka , mau sama Ajeng . Kita lamar dia sebelum di ambil orang . Kamunya kebanyakan mikir , jadilah Ajeng engga jadi Mantu Mamih " dengan bersungut Isabella berucap .


Angga mendesahkan nafasnya . Memang benar pada saat itu sang Ibunda bertanya pada dirinya . Tetapi Angga pada saat itu tak punya nyali hanya bisa diam mencintai Ajeng sampai detik ini.


" Ajeng ada di rumah sakit ini juga Mih . Anaknya di rawat , Angga engga tau pasti penyebab Anak Ajeng di rawat kenapa . Tapi yang satu pasti , Angga engga melihat sama sekali keberadaan Caka disana Mih Pih . Ajeng ada berada di kamar VVIP , hanya berbeda lima kamar saja dari kamar kakak Mih " Ucap Angga .


Sulhan menaikan satu alisnya ? Caka tak ada disana ? Bagaimana bisa . Anak sakit tetapi dia tak ada di samping Ajeng .


" Ya Tuhan . Mamih mau jenguk sayang . Bisa antar Mamih kesana ? Mamih kepingin peluk Ajeng . Memberikan kekuatan dan dukungan . Pastilah Ajeng merasa sangat kesepian Pih , Angga . Ayuk antar Mamih ke kamar rawat Anakna Ajeng " . Isabella begitu antusiaas saat berucap .


" iya nanti kesana ya Mih . Kita tunggu kondisi Kakak , baru setelah itu kita menjenguk Anaknya Ajeng " .


" Hey Boy , sudah memutuskan untuk menetap disini Indonesia atau kembali menetap di Jerman " ucap sang Papih .


" Lihat nanti Pih . Angga belum bisa memutuskan sekarang " .


" jangan menyesal jika kesempatan itu hilang lagi boy " ucap Sulhan sambil berjalan menuju sang Anak , lalu menepuk bahu sebelah kanan Angga .


Angga terdiam mendengarkan ucapan sang Papih . Memang benar dia tak mau kesempatan kedua itu hilang begitu saja . sudah ia pastikan di dalam dirinya dan hatinya .


Angga akan merebut Ajeng jika memang Ajeng di perlakukan tidak baik oleh Caka . Angga akan buat perhitungan pada Caka jika memang benar itu terjadi , dan tak akan pernah dia memaafkan Caka begitu saja .


Bersambung . . .

__ADS_1


__ADS_2