
Saat Caka memasuki kamar mandi , tak selang lama pintu kamar mereka diketuk dari luar .
Ajeng sudah menebak pasti mbok yangdatang.
" Masuk " jawab Ajeng.
" Bu , Mbok bawakan ramuan untuk kaki Ibu , kata Bapak tadi kaki Ibu sempat bengkak " maju melangkah mendekat kepada Ajeng.
" dibawah saja ya mbok engga apa apa kan , sekalian pijitin kakinya bisa mbok ? Ajeng rasa kayanya ada yang terkilir deh " sambil pelan pelan turun dari ranjangnya untuk duduk di bawah bersama mbok.
" kalo begitu Mbok turun kebawah lagi ya Bu , soalnya Mbok engga bawa minyak urutnya " . Dengan segera Mbok turun kebawah guna mengambil minyak urut untuk sang majikan .
Ajeng menunggu si Mbok sambil memejamkan mata .
Aroma sabun menguar di hidungnya saat Caka keluar dari dalam kamar mandi .
" Loh mana Mbok ? Bukannya tadi Mas dengar suara si Mbok ya sayang " ucapnya sambil mendekat kearah Ajeng .
" Lagi ngambil minyak urut Mas , kaki Ajeng terasa sakit , sepertinya terkilir deh " sambil memijit pelan pelan kakinya sebelum mbok datang.
Sambil mendengarkan Ajeng. Caka berjalan menuju walk in closet untuk memakai baju . Setelah Caka selesai memakai bajunya , Caka pamit kepada Ajeng untuk keruang kerjanya sebentar .
" Mas pamit sebentar keruang kerja , mau telfon Papah untuk menkonfirmasi Papah bakal hadir atau engga dirapat penting besok " mencium kening Ajeng lalu segera berjalan keluar menuju ruangan kerjanya .
Saat Caka hendak keluar tiba tiba saja dia berpapasan dengan si Mbok dengan membawa minyak urut di tangannya .
" Permisi Pak , tadi ibu minta sekalian untuk dipijat kakinya " jawab Mbok sebelum Caka bertanya .
" iya Mbok gapapa , saya pamit keruang kerja dulu , titip Ajeng ya Mbok " .
" Nggih pak " jawabnya lagi .
" pelan pelan aja ya Mbok pijitnya , saya takut " sambil tertawa ajeng berbicara pada mbok .
" iya Bu , Mbok bakal pelan pelan " jawab mbok yang sudah memulai memijit pelan pelan kaki sang majikan .
" Mbok Ajeng boleh tanya ? , sudah berapa lama Mbok ikut dikeluarga Mas Caka ? . Ajeng lihat sudah hampir enam tahun si Mbok disini menemani kami berdua disini . maaf Ajeng baru berani nanya seperti ini sama mbok " tanya kepada mbok . Pasalnya Ajeng jarang sekali bertanya seperti ini kepada si mbok .
Mbok yang tengah memijitpun seketika kaget saat mendapat pertanyaan seperti itu , majikannya ini jarang sekali neko neko , apalagi bertanya .
" Engga apa apa toh Bu , selagi mbok bisa jawab " .
" jadi sudah berapa lama Mbok ? " tanya Ajeng antusias .
__ADS_1
" Dari Nyonya Besar dan Tuan Besar baru menikah Bu , Mbok sudah ikut bekerja dengan keluarga ini " .
" wah lama sekali berarti ya Mbok kalo gitu , " .
" nggih Bu. Nyonya dan Tuan Besar Baik sekali Bu pada kami semua selaku pekerja yg kerja dirumah Tuan Besar . Nyonya dan Tuan tak pernah membedakan kastanya kepada kami semua Bu , Meskipun Tuan dan Nyonya adalah Majikan kami , mereka selalu memperlakukan kami semua baik Bu . Tidak pernah merendahkan status kami walaupun kami hanyalah Asisten Rumah Tangga di kediaman Nyonya dan Tuan " jawab Mbok .
" iya Mbok saya pertama kali bertemu sama Mamah pun sedikit insecure , pasalnya Mamah Anastasya sangat cantik dan modis , siapa yang elihatnya pasti terpesona ya mbok termasuk saya dulu " jawab ajeng sambil tertawa .
" iya Bu , Nyonya Besar memang selalu modis walaupun usianya tidak lagi muda ."
" hmm , Mbok Ajeng mau nanya lagi boleh ?" .
" selama Mbok bisa jawab ya boleh atuh Bu " jawab Mbok nah .
Ajeng menghela nafasnya pelan pelan .
" Mbok kenal dengan Mba Arasheline ? Mantan pacar Mas Caka terdahulu " ucap Ajeng bohong , pasalnya sekarang saja mereka sudah menikah diam diam dibelakang Ajeng.
Mbok sedikit tegang saat mendengarnya . Pikir Mbok Bu Ajeng tidak mengetahui siapa Arasheline .
****
Mbok menarik nafas saat nama Ara ditanya oleh sang Majikan .
" Engga apa apa Mbok , yang mbok tau saja , Ajeng enggak maksa " .
" Non Ara itu sombong Bu , makanya Tuan Besar sama Nyonya engga setuju pas tau Bapak pacaran sama Non Ara , tiap hari selalu aja Bapak ribut dengan Nyonya Besar perkara kapan Bapak putus dengan Non Ara ."
" jadi Mamah engga setuju Mbok , sama Mba Ara , kenapa ya kira kira Mbo , Ajeng denger kan katanya Mba Ara Cinta Pertama Mas Caka Mbok ".
" Nyonya sempat bilang sama Bapak , bahwa Non Ara itu engga benar benar Cinta sama Bapak Bu , melainkan hanya menginginkan Harta Bapak saja Bu , yang Mbok denger seperti itu sewaktu Nyonya dan Bapak bertengkar Bu " .
" oh jadi gitu Mbok , terus Mbok apalagi yang Mbok tau " .
" hmmm , satu lagi Non Ara sombong banget Bu , pernah maki maki Asisten Rumah Tangga di rumah Nyonya Besar , gara gara engga sengaja ketumpahan minuman . Aduh Bu itu mulut kaya engga pernah di sekolahin deh , kesel saya dengernya waktu itu " sambil mengatupkan tangannya ke mulut .
" iya sih Mbok saya lihat mukanya saja sudah dipastikan sombong " ajeng manggut manggut membenarkan ucapan Mbok.
" tapi jangan bilang Bapak Bu Mbok bilang begini , takut disalahin sama Bapak si Mboknya . Mbok selalu berdoa sama Gusti Allah Bu , semoga Bapak mendapatkan Istri yang baik , yang engga sombong seperti Non Ara . Eh do'a Mbok diijabah ternyata . Bapa Dapetnya Ibu , Ibu engga sombong , Baik , sama percis seperti Nyonya Besar engga ada bedanya ".
" Ah Mbok bisa aja muji Ajeng ". Mencoba menggerakan kakinya sedikit yang terasa lebih enak .
" beneran Bu , si mbok engga bohong . Gimana kakinya Bu , sudah enakan ? Masih sakit enngga Bu ? " mengoles kembali minyak urut dan ramuan racikan ke kaki Ajeng .
__ADS_1
" Alhamdulillah enakan Mbok , si Mbok pintar mijit ternyata ya , kaki Ajeng udah enakan Mbo " .
" Kalo gitu Mbok pamit Bu , untuk balik kebawah " mengolesi racikan ramuan kekaki Ajeng untuk yang terakhir .
" Terimakasih ya Mbok , pijitan Mbok markotop " sambil mengacungkan dua jempolnya kepada Mbok.
Mbok yang berdiri segera pamit keluar dari kamar Ajeng .
****
Ajeng menaiki ranjangnya pelan pelan , tubuhnya terasa lelah sekali .
Saat hendak menutup mata , tiba tiba saja pintu kamar terbuka . Ajeng sudah tau pelakunya pasti Caka .
" Sudah selesai di pijat Mboknya ? " seraya maju duduk disamping Ajeng.
" sudah Mas , agak lebih enakan " ucap Ajeng .
" Istirahat kalo gitu , jangan malem malem tidurnya , Mas temani sebentar . Habis itu mas mau lanjut lagi keruang kerja , masih ada yang harus Mas periksa " .
" Mas , inget , Besok Embun Pentas disekolahnya , jangan sampe engga dateng ya Mas , bisa bisa Embun marah Nanti sama Mas " jawab Ajeng penuh dengan penekanan .
" iya Mas janji pasti dateng sayang . Nanti Mas mau coba telfon Papah lagi , soalnya belum ada jawaban " Ajeng mengangguk tanda paham .
Matanya yang tidak bisa dikompromi pun mulai terpejam . Ajeng benar benar lelah sekali hari ini .
Caka yang sedang mengelus kepala Ajeng pun melihat sang Istri sudah teratus nafasnya , menandakan bahwa Ajeng sudah tertidur pulas .
dengan pelan dia menciumi kening Ajeng dengan penuh kasih. menaikan selimutnya sampai batas perut Ajeng .
selamat malam sayang . . .
i love you . .
Caka berjalan keluar menuju ruang kerjanya . Dilihatnya jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam .
Caka memasuki ruang kerjanya , dan mengehembuskan badannya disofa yang berada di dalam ruangannya.
Caka memijit pelipisnya pelan pelan. Darimana dia mulai menceritakan semuanya pada Ajeng . Yang caka takutkan adalah Ara yang dengan nekatnya bertemu dengan Ajeng .
Caka tidak mau itu terjadi . Bisa dipastikan bagaimana sikap Ara nantinya. . .
Bersambung . . .
__ADS_1