
Mungkin jika Ayumi masih ada di rumah ini Rafael tidak akan pernah tau arti Ayumi di hidupnya, dan kini Rafael pun menyadari saat Ayumi tidak ada kabar iya sangat mengkhawatirkan istrinya itu.
" kamu di mana sayang " ucap Rafael yang masih terus menghubungi Ayumi tapi meskipun panggilannya tersambung Ayumi tetap tidak mengangkat telepon darinya.
Rafael pun mulai melacak GPS handphone Ayumi berharap Ayumi masih mengaktifkan GPS nya jadi iya bisa lebih mencari Ayumi. dan benar saja dalam sinyalnya Ayumi terpantau sedang berada di pinggir pantai.
" apa yang membuat kamu menyendiri di tempat itu sayang " ucap Rafael yang masih memikirkan apa yang menjadi penyebab perubahan sikap Ayumi padanya.
Rafael pun melajukan mobilnya menyusul sang istri yang baru saja di ketahui jejaknya. dalam perjalanan Rafael menyusul istrinya, handphone yang iya letakan pun terus saja berdering tapi bukan panggilan dari Ayumi melainkan dari Bianca.
Karena merasa kesal Rafael pun menghentikan laju mobil nya dan turun di pinggir jalan, Rafael pun melihat jika panggilan itu datang dari Bianca.
" halo mas kamu sudah lihat Poto yang aku kirim ?" tanya Bianca penuh semangat dari sebrang sana
" kamu menelpon ku hanya ingin menanyakan itu semua padaku bi " ucap rafael menahan emosi ya.
" kamu kenapa sih mas ?" tanya Bianca sambil pura-pura sedih.
" kamu menelpon ku hanya untuk menanyakan itu ? " Rafael mengulangi ucapannya sambil menahan emosinya yang semakin tak terkendali.
Setelah mengucapkan itu Rafael langsung menutup sambungan telepon dari Bianca bahkan memblokir nomor Bianca, sungguh iya menyesal telah terperdaya naf su yang di sajikan oleh Bianca
" sayang maafkan mas yang telah mengkhianati kamu " ucap Rafael sambil melajukan kembali mobilnya ke tempat dimana belahan jiwanya berada.
Hampir satu jam Rafael melajukan mobilnya dalam kecepatan tinggi tak segan dirinya menyalip beberapa mobil karena hatinya yang semakin tidak tenang bahkan berbagai pikiran buruk terus melintas di pikiran nya.
Kini Rafael baru saja tiba di parkiran pantai yang iya yakini ada Ayumi di sana, Rafael terus menyisir parkiran mobil berharap bisa menemukan mobil sang istri dan benar saja mobil Ayumi ada di antara mobil mobil yang terparkir.
" sayang " Rafael mengintip mobil melalui kaca jendela dan benar saja ada Ayumi di dalam seperti orang yang tertidur sedangkan Pintu mobil tertutup rapat.
" Ayumi sayang.. bangun ... " ucap Rafael yang terus menggedor pintu mobil tapi Ayumi masih bergeming dari tidurnya.
Kepanikan terus melanda hati Rafael dan beberapa orang pun mulai menghampiri Rafael dan menanyakan apa yang terjadi.
" kenapa pak ?" tanya beberapa orang yang mulai mengerumuni Rafael.
__ADS_1
" istri saya di dalam dan sepertinya tidak sadarkan diri " ucap Rafael masih panik dan terus menggedor pintu mobil Ayumi.
" coba di buka pintunya pak " ucap salah satu orang memberi ide, karena kepanikan Rafael sampai tidak sempat mengecek pintu mobil nya bisa di buka atau tidak.
klik pintu mobil pun terbuka dan terlihat raut wajah Rafael sedikit tersenyum tapi tak lama raut wajahnya berubah tegang saat melihat wajah Ayumi yang pucat dan dingin.
" sayang bangun, hai sayang !! " ucap Rafael sambil menepuk nepuk pipi Ayumi.
" pak ibunya di bawa keluar saja di sana ada joglo juga " ucap petugas keamanan di sana yang melihat ada kerumunan di parkiran pantai.
Rafael yang semakin panik pun langsung menggendong Ayumi menuju joglo yang di tunjuk oleh petugas tadi dan orang orang tadi mulai membubarkan diri, hanya beberapa yang masih mengikuti Rafael.
" pakai ini pak " ucap seorang wanita penjaga warung menyodorkan minyak kayu putih, dengan sigap Rafael langsung mengoleskan itu ada hidung dan perut Ayumi.
Dan tak lama Ayumi pun mulai tersadar dari pingsan nya dan Rafael langsung memeluk Ayumi yang sudah membuatnya sangat khawatir.
" sayang jangan seperti ini lagi, mas bisa mati jika kamu meninggalkan mas " ucap Rafael sambil terus memeluk Ayumi yang masih lemas "
" mas .." Ayumi hanya mampu berkata itu sambil membiarkan Rafael memeluk dirinya.
" jangan seperti ini lagi sayang " ucap Rafael tak terasa air matanya menetes.
Rafael pun melepaskan pelukannya dan membantu Ayumi untuk duduk, sedangkan dirinya langsung memesan minuman untuknya dan juga untuk Ayumi.
" sayang kamu kenapa ada di sini " tanya Ayumi karena Ayumi pikir jika Rafael akan pergi ke rumah Bianca lagi.
" lalu mas harus dimana ? sedangkan istri mas di sini tak sadarkan diri " ucap Rafael yang menebak arah pembicaraan Ayumi.
" Bianca mungkin " ucap Ayumi sambil menatap Rafael hanya ingin melihat apakah Rafael akan mengakui Bianca atau tidak di hadapannya.
" yang.. " Ayumi hanya tersenyum melihat wajah pucat Rafael.
" Ayumi hanya minta mas untuk jujur " Rafael kini yakin jika Ayumi sudah mengetahui semuanya.
" mas tau apa prinsip Ayumi kan ?" tanya Ayumi pada suaminya yang masih diam.
__ADS_1
" apa poligami itu memang sangat mas inginkan ? "
" apa karena Ayumi belum juga memberi mas seorang anak ? "
" atau ada hal yang mas ngga suka dari Ayumi hingga mas dengan tega membagi hak Ayumi dengan orang lain ?"
Rafael hanya menggeleng karena semua yang pertanyaan yang di ucapkan Ayumi tidak lah benar.
" mas bisa jelaskan semuanya " ucap Rafael sambil memegang tangan Ayumi.
" tapi mas mohon kita bicarakan semuanya di rumah " ucap Rafael sambil membelai pipi Ayumi yang masih terlihat pucat.
Rafael mencoba menghubungi temannya untuk bisa membawakan mobil Ayumi ke rumahnya, sedangkan Ayumi akan ikut mobilnya.
" mas, Ayumi bisa bawa mobil " ucap Ayumi yang tidak setuju dengan apa yang sudah diputuskan suaminya.
" ngga !! mas masih trauma kamu ninggalin mas " ucap Rafael sambil mencium punggung tangan Ayumi.
Setelah orang yang akan membawa mobil Ayumi datang, Rafael dan Ayumi kini sudah berada di dalam mobil menuju ke rumah mereka.
Hanya keheningan yang ada selama dalam perjalanan mereka atau mungkin lebih tepatnya Ayumi yang memilih diam dan hanya menjawab seperlunya terhadap pertanyaan yang Rafael tanyakan padanya.
Sesekali Rafael melihat ke arah Ayumi yang masih berusaha tenang meski Rafael tau jika Ayumi menahan semuanya.
Dan sampailah mereka di rumah saat tengah malam, Ayumi yang masih lemas pun tertidur sehingga Rafael memilih menggendong Ayumi daripada membangunkan Ayumi.
Rafael sedikit lega karena Ayumi tertidur sehingga iya bisa memikirkan apa yang harus iya putuskan kedepannya.
" mas tak akan sanggup jika kamu tinggalkan ay.. maafkan mas yang telah khilaf " ucap Rafael sambil membelai pipi Ayumi.
" mas akan melakukan apapun agar kamu memaafkan mas dan tidak akan meninggalkan mas "
✍️✍️✍️ hai hai hai.. happy reading
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹