Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)

Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)
Narendra vs Rafael


__ADS_3

Sebenarnya Narendra tidak ada niatan untuk bisa masuk dan menemui Ayumi, iya hanya ingin Ayumi tidak menutup diri dari orang-orang di sekitarnya.


Narenda memilih masuk ke dalam mobilnya dan memantau Ayumi dari sini, setidaknya hanya itu yang bisa iya lakukan untuk melindung Ayumi dari hal hal yang tidak terduga.


Ayumi mengintip melalui jendela lantai dua nya dimana di bawah sana ada mobil yang terparkir tetap di samping mobilnya yang iya yakini mobil Narendra.


" Yumi tau kakak tau batasan kakak pada Yumi dan Yumi percaya itu ' ucap Ayumi yang masih melihat ke arah mobil Narendra.


' Yumi hanya perlu waktu untuk bisa menata hati dan meyakinkan apa yang harus Ayumi putuskan ' ucap Ayumi lagi sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang kerjanya.


Lain hal nya dengan Rafael yang sedang merenungi apa yang sudah iya lakukan, meski dalam lubuk hati nya Rafael sadar telah melukai hati Ayumi tapi egonya tidak menginginkan nya untuk meminta maaf.


" mas akan datang lagi dan membuat kamu kembali sama mas " ucap Rafael saat melihat poto pernikahannya dengan Ayumi.


drrrtt drrrtt


Handphone Rafael bergetar dengan enggan Rafael mengangkat panggilan yang sudah pasti dari Bianca karena Ayumi masih memblokir nomor nya.


" halo mas, bisa pindahkan panggilan jadi video call ?" tanya Bianca dari sebrang sana.


Tanpa banyak bicara Rafael memindahkan saluran sesuai dengan apa yang d minta Bianca karena Rafael yakin jika Bianca memilihi sesuatu yang ingin di tunjukan padanya dan pasti akan membuatnya senang.


" mas, mas suka ngga ? ini baru tadi siang Bianca beli di online " ucap Bianca yang kini sedang memakai lingerie keluaran terbaru berwarna putih yang memperlihatkan seluruh tubuh Bianca dan tentu saja membuat Rafael langsung mengambil kunci mobilnya.


" tunggu mas, mas datang sekarang " setelah mengucapkan itu Rafael langsung meninggalkan kamarnya dan rumah orang tuanya menuju rumah Bianca meskipun waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam.


Jalanan yang begitu lenggang membuat Rafael dapat melesat dengan sangat cepat di tambah Rafael yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, tapi saat mobilnya kan melewati toko kue Ayumi ada pemandangan yang membuatnya menghentikan laju mobilnya.


" bukannya itu mobil Ayumi ! lalu itu mobil siapa ?" tanya Rafael pada dirinya sendiri.


Rafael pun menghentikan mobilnya tepat di samping mobil Ayumi, dengan hati yang bergemuruh Rafael turun dari mobil ya menuju mobil yang iya sendiri tidak tau siapa pemiliknya.


tok tok tok

__ADS_1


Rafael mengetuk pintu mobil itu dengan tidak sabar hingga orang yang di dalam mobil pun akhirnya memilih keluar karena Rafael yang terus mengetuk mobil nya tanpa henti.


" pak Narendra ?" Rafael tidak percaya jika ada Narendra partner kerjanya di kantor dan kini ada di depan toko kue milik istrinya.


" ya ini saya apa ada masalah ?" tanya Narendra yang memang tidak merasa bersalah pada Rafael.


" sedang apa bapak di depan toko istri saya ?" tanya Rafael sambil menatap partner kerjanya yang baru tadi pagi bertemu di kantor nya.


" saya sedang tidur di dalam mobil ada masalah ?" tanya Narendra yang sebenarnya heran akan kemana Rafael malam malam.


" anda sendiri mau kemana ?" tanya Narendra menyelidik terlebih Rafael hanya mengenakan celana pendek dan kaos oblong.


" oh saya lupa anda pasti akan menemui selingkuhan anda seperti nya " ucap Narendra setengah menyindir Rafael.


" jangan mengurusi rumah tangga saya dan Ayumi " ucap Rafael maju melangkah tetap di hadapan Narendra bahkan jarak keduanya hanya satu langkah.


" itu akan menjadi urusan saya jika sampai anda menyakiti Ayumi terus menerus " ucap Narendra tak gentar dengan ucapan Rafael.


Handphone Rafael kembali berdering dan hal itu dengar oleh Narendra.


" pergilah selingkuh anda sudah menunggu dengan gatal di rumahnya " ucap Narenda yang langsung berbalik menuju pintu mobilnya.


Tapi belum juga Narendra memasuki mobilnya pundak nya sudah di tarik oleh Rafael dan tanpa aba aba Rafael melayangkan bogem mentah tepat di wajah Narendra.


Narendra yang tidak siap pun harus menerima pukulan yang di berikan Rafael tapi Narendra tidak tinggal diam, iya pun membalas Rafael tepat di wajahnya bahkan pukulan di ayahnya saja masih membekas di wajahnya kini di tambah pukulan dari Narendra.


" apa mau anda sebenarnya ?" ucap Narendra yang mulai geram dengan keegoisan Rafael yang ingin memilki keduanya.


"' JANGAN COBA COBA ANDA MENDEKATI ISTRI SAYA " ucap Rafael sambil berteriak tepat di depan wajah Narendra.


" dan asal anda tau jika Ayumi saat ini sedang hamil anak saya, jadi dia tidak akan pernah bisa lepas dari saya "


Setelah mengucapkan itu Rafael pun berbalik meninggalkan Narendra tapi baru saja beberapa langkah ucapan Narendra kembali menghentikan langkahnya dan bahkan semakin menyulut emosi Rafael.

__ADS_1


" jika anda tau Ayumi sedang hamil dan butuh perhatian anda kenapa anda dengan tega dan sengaja mengakhiri Ayumi ?" Narendra benar benar geram dengan laki laki yang seperti Rafael dimana dirinya seolah tidak memiliki hati dan empati pada istrinya yang sedang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.


Tanpa menjawab apapun Rafael memilih pergi meninggalkan Narendra karena Rafael yakin Ayumi tidak akan mungkin menemui Narendra saat ini, di tambah Bianca yang dari tadi terus saja menghubunginya.


" akan aku buat kamu menyesal telah melakukan hal ini pada Ayumi " ucap Narendra sambil memasuki mobil nya dan memilih pergi meninggalkan Ayumi karena Narenda tidak mau Ayumi melihatnya dalam keadaan seperti ini.


Rafael yang masih diliputi amarah pun terus melajukan mobilnya dalam kecepatan penuh hingga hanya butuh tiga puluh menit kini dirinya sudah berada di depan rumah Bianca.


tok tok tok.


" mas.. kenapa lama sekali " ucap Bianca yang langsung bergelayut manja pada Rafael, tapi tak lama Bianca pun melihat wajah Rafael yang mulai memburu akibat pukulan Narendra tadi.


" sini Bianca obati " ucap Bianca sambil menuntun Rafael memasuki rumah nya dan menuntun Rafael di ruang keluarga.


" kenapa bisa seperti ini mas " tanya Bianca sambil mengompres wajah Rafael dengan es batu.


" ayah sama ibu mengetahui keributan yang terjadi di rumah sakit dan ada yang mem poto kita saat kita masuk ke kamar hotel kemarin " ucap Rafael di sela sela rasa sakit akibat kompres yang di lakukan Bianca pada wajahnya.


" terus lebam ini dari siapa ?" tanya Bianca yang semakin penasaran bercampur bahagia jadi dia bisa dengan bangga menyebut rafael miliknya.


" ini ayah yang lakuin " tunjuk Rafael pada lebam yang di berikan ayahnya sendiri.


" dan ini dari Narendra, laki laki yang ikut campur dalam urusan rumah tanggaku dengan Ayumi " tapi ucapan Rafael tadi membuat Bianca seolah memiliki celah agar Rafael semakin bisa iya cuci otak nya.


" Narendra ? siapa ?"


✍️✍️✍️ kira kira apa yang akan di lakukan Bianca untuk semakin mengendalikan Rafael ??🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2