
Setelah mendengar apa yang di sampaikan ayahnya rafael langsung mencabut ular sanca yang sedang berjuang memuntahkan laharnya di gua bianca yang tentu saja membuat Bianca emosi.
" MAS KENAPA DI CABUT " tanya Bianca dengan suara yang sedikit keras.
" kita kembali sekarang " ucap Rafael yang langsung memunguti pakaian yang berserakan di lantai hotel.
" mas.. " Bianca yang masih menggebu pun langsung memeluk Rafael dari belakang yang tentu saja membuat pepaya Bangkok Bianca menempel sempurna di punggung Rafael.
" mas kita tuntaskan dulu ini, ya.. " ucap Bianca yang mulai membelai ular sanca Rafael yang masih sedikit tegak.
" masalah Ayumi bisa kita pikirkan nanti, sekarang kita selesaikan dulu urusan kita, udah tanggung tau mas " ucap Bianca sambil menelusuri leher Rafael yang tentu saja membuat Rafael menghentikan tangannya yg sedang mengenakan pakaian nya.
" kamu benar kita selesaikan dulu urusan kita" ucap Rafael yang langsung berbalik setelah menanggalkan kembali pakaian yang sempat iya pakai.
" mas diam saja biar Bianca yang ambil alih " ucap Bianca yang ingin memanfaatkan waktu saat ini agar Ayumi tetap berfikir untuk berpisah dengan Rafael.
Dan terjadi lagi dimana Bianca menservis Rafael habis habisan bahkan tak segan Bianca melakukan apa yang di inginkan Rafael meski itu terkesan menji jikan Dimata orang lain.
Sedangkan Ayumi baru saja tiba di rumah papa dan mamanya setelah diantar oleh IC karena mamanya yang mendadak ada keperluan lain yang sangat mendesak.
" kak kenapa suami kakak sekarang seperti orang yang tidak peduli tidak seperti dulu saat Ica mengenal pak Rafa " ucap Ica saat mengantar Ayumi sampai ke kamar nya.
" sudahlah ca.. jangan memikirkan orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri " ucap Ayumi yang mulai saat ini ingin benar benar fokus pada dirinya dan anak yang sedang di kandungnya.
Ica hanya bisa menatap iba pada orang yang sudah iya anggap saudara, dimana Ayumi dan Rafael menunggu lebih dari lima tahun untuk menunggu kehadiran Malaikat kecil di rahim Ayumi. tapi saat malaikat kecil itu hadir perahu yang menaungi Ayumi dan Rafael pun perlahan karam.
" ca .. maaf ya akhir akhir ini kamu mengelola toko seorang diri " ucap Ayumi yang merasa bersalah pada Ica yang harus menangani toko seorang diri, meski sebenarnya ada lebih dari tiga orang yang membantu Ica di toko Ayumi.
" Kaka jangan berpikir untuk hal yang seharusnya tidak di pikirkan "
" lagian kakak baik baik saja " ucap Ayumi mencoba meyakinkan Ica.
__ADS_1
Semenjak Narendra mendengar semua yang di bicarakan Ayumi dan Rafael membuat Narendra berfikir jika Ayumi ingin memberikan Rafael kesempatan untuk mereka bisa bersama.
" semoga kamu selalu bahagia Ayumi " ucap Narendra yang sedang memandangi wajah Ayumi semasa SMA.
tringkk tringkk tringkkk
Bunyi notifikasi dari handphone Narendra menyadarkan Narendra dari lamunannya.
" pak maaf saya hanya ingin memberitahukan kalo kak Ayumi baru saja sampai di rumah kedua orang tua nya, tapi yang Ica tidak mengerti kenapa pak Rafael seolah tidak perduli dengan keadaan Kak Ayumi " seperti itulah isi pesan yang di kirim Ica pada Narendra.
" ada apa ini ?" tanya Narendra pada dirinya sendiri.
" bukankah Ayumi memutuskan untuk memberi kesempatan pada Rafael ?" tanya nya lagi pada dirinya sendiri.
" aku harus menyelidiki semuanya, jika kali ini Ayumi benar benar di sia siakan oleh Rafael, aku akan benar benar merebut Ayumi darinya"
ucap Narendra yang bertekad menyelidiki hubungan antara Rafael Ayumi dan juga Bianca saat ini.
" ca kamu pulang saja, kakak baik baik saja " ucap Ayumi yang tak enak pad Ica yang selalu ada untuk ya di saat saat terburuknya akhir akhir ini.
" kakak yakin ? Ica ngga keberatan kok nemenin kakak di sini sampai papa dan mama kakak pulang " ucap Ica yang masih tak tega meninggalkan Ayumi sendiri.
" kakak ngga akan kemana mana, kakak hany ingin istirahat " ucap Ayumi yang memang hanya ingin mengistirahatkan tubuh dan hatinya yang mulai lelah.
Kringggg kringggg kringggg
Handphone Ayumi berdering setelah Ica memilih pergi meninggalkan dirinya, tapi Ayumi tidak langsung mengangkat sambungan telepon nya yang ternyata dari suaminya yang sudah kembali mengkhianati nya.
kringggg kringggg kringggg
Ayumi yang mulai terusik pun memilih mengangkat sambungan telepon dari suaminya yang entah sedang berada di mana dan dengan siapa.
__ADS_1
" halo Ayumi " ucap Rafael tanpa embel embel panggilan sayang lagi untuk istrinya.
" hemmm " ucap Ayumi menjawab sekedar nya.
" apa yang sudah kamu lakukan ? bukannya kamu sudah ikhlas menerima semua keputusan mas " ucap Rafael yang sedari tadi berusaha menahan emosinya.
Tadinya Rafael berfikir saat Ayumi mengucapkan kata ikhlas itu artinya iya mau di madu, berbagi dirinya dan perhatiannya dengan Bianca, tapi setelah mendengar apa yang di sampaikan ayahnya membuat Rafael kecewa dengan keputusan yang di ambil Ayumi.
" mas kecewa sama kamu, kamu sendiri yang berfikir untuk menyerahkan semua keputusan sama mas dan kamu ikhlas akan semuanya "
" TAPI APA INI, KAMU MENGAJUKAN GUGATAN CERAI TANPA SEPENGETAHUAN MAS " ucap Rafael dengan suara yang tinggi.
Baru kali ini semenjak Ayumi mengenal Rafael dirinya diperlakukan seperti ini oleh Rafael, kini sudah hilang Rafael yang begitu menyayangi Ayumi, yang mendahulukan kepentingan Ayumi dari pada dirinya dan juga yang selalu berkata lembut padanya.
Tanpa ingin menjawab apa yang di ucapkan Rafael Ayumi memilih menutup sambungan telepon nya, dari pada dirinya membalas semua yang di ucapkan Rafael lebih baik Ayumi memutus kembali semua akses Rafael untuk bisa menghubungi nya.
" arrrrghh " rafael berteriak di kamar hotel setelah Ayumi menutup sambungan telepon darinya, Bianca yang melihat itu kembali tersenyum meski senyum itu tersamarkan oleh selimut yang menutupi tubuh polosnya.
" akhirnya kamu tau apa yang harus kamu putuskan Ayumi " ucap Bianca yang memang niatnya datang ke rumah sakit waktu itu ingin membuat Ayumi menyerah dan mengalah untuk nya.
" andai kamu tidak melakukan itu, akan aku pastikan kamu akan semakin menderita, bukan hanya kamu tapi anak yang kamu kandung juga akan menjadi korbannya " ucap Bianca lagi saat melihat wajah frustasi Rafael karena ayumi memutuskan sambungan telepon darinya.
" Maas.. sudah biarkan saja Ayumi melakukan apa yang dia mau, toh mas juga bisa melakukan apa yang mas mau termasuk mengambil semua harta yang mas hasilkan saat pernikahan dengan Ayumi " ucap Bianca yang mulai kembali menebar racun di pikiran Rafael.
" tapi semua aset yang aku punya semuanya atas nama Ayumi, PUAS KAMU !!!!
✍️✍️✍️ha ha ha.. boleh kali ya ngetawain Rafael 🤭🤭 kira kira rencana apa yang akan Bianca berikan untuk Rafael merebut semua harta yang di pegang Ayumi 🤔🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹