
Tiga hari setelah Ayumi pulang ke rumah orang tuanya, Rafael memilih tinggal di rumah Bianca tanpa ikatan pernikahan, karena yang tetangga mereka tau jika Rafael dan Bianca hanya menikah.
" mas kapan kamu akan kembali menikahi ku" ucap Bianca setelah mereka selesai mengarungi lautan nafsu yang masih menggebu di antara mereka.
" kamu tenang saja nanti saat waktunya tiba, mas pasti akan nikahin kamu dan kali ini secara resmi " ucap Rafael yang kembali menerjang Bianca yang hanya menutupi tubuhnya dengan selimut tebal.
" mas, Revan katanya sudah kangen sama aku dan jug mas " ucap Bianca di sela sela usahanya mencapai puncak has ratnya.
" nanti lusa saja ya, mas masih berduaan sama kamu " ucap Rafael yang mengambil alih permainan.
" apa lagi besok hari Minggu, jadi mas mau kita menghabiskan waktu di sini, menikmati tu buh kamu yang semakin berisi " ucap Rafael yang kini sedang memainkan pepaya Bianca yang bergerak bebas.
Keduanya pun akhirnya mendapatkan pelepasan setelah kerjasama yang baik antara keduanya, sambil mengatur nafasnya Bianca memiringkan tubuhnya menghadap rafael yang juga sedang mengatur nafasnya yang memburu.
" mas apa kamu sudah punya ide untuk merebut semua harta yang kamu berikan atas nama Ayumi ?" tanya Bianca sambil memainkan jari jemarinya di atas dada bidang Rafael.
" entahlah .. mas masih ragu " ucap Rafael tanpa rasa bersalah mengatakan itu setelah semua yang Bianca berikan padanya tanpa adanya ikatan di antara keduanya.
Mendengar kata ragu dari mulut Rafael membuat Bianca emosi dan langsung naik ke tu buh Rafael hingga selimut yang menutup tubuhnya pun terlepas.
" apa yang membuat mas ragu ?" tanya Bianca sambil bergo yang di atas tu buh Rafael tanpa memasukan ular sanca Rafael.
" bahkan bi tidak keberatan kita melakukan semua ini tanpa ikatan pernikahan " ucap Bianca masih dalam posisi yang sama.
Tapi Rafael yang mulai kembali terpancing dengan yang di lakukan Bianca, Bianca malah turun dan melenggang pergi ke kamar mandi dan menguncinya dari dalam.
" bi.. kenapa kamu kabur?? kamu harus menyelesaikan nya " ucap Rafael yang ikut berjalan mengejar Bianca yang sudah mengunci kamar mandinya dari dalam
" ok mas akan melakukan apapun rencana kamu, tapi kamu harus taklukan dia dulu " ucap Rafael yang terus menggedor pintu kamar mandi.
Bianca yang berada di dalam pun tersenyum senang bisa membuat Rafael melakukan apa yang di inginkan nya.
" ternyata kamu sudah bisa aku kuasai mas " ucap Bianca sambil menatap cermin dimana ada pantulan tubuh polosnya di sana.
__ADS_1
' kerja bagus tubuhku " ucap Bianca yang tersenyum bangga melihat tu buh mol eknya.
ceklek
Mendengar pintu terbuka membuat Rafael tidak ingin kehilangan kesempatan menikmati tu buh in dah Bianca yang membuatnya tergila gila.
" mas boleh kembali menyentuh bi, tapi mas harus janji akan menuruti semua yang bi ucapkan tanpa terkecuali " ucap Bianca yang sengaja memainkan pepaya Bangkok nya di hadapan Rafael yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi mereka.
" iya mas janji akan melakukan apa yang kamu mau " ucap Rafael yang kini mulai merangsek maju mendekati Bianca.
" dan jika mas mengingkari apa yang mas ucapkan kali ini, maka bi tidak mau melayani mas lagi sampai mas mengikuti apa yang bi inginkan " Rafael hanya bisa mengangguk penuh semangat karena bianca benar benar membuatnya gila dengan apa yang di lakukannya di hadapan Rafael.
Jika di sini Rafael benar benar di budak naf su oleh Bianca, lain halnya dengan Ayumi yang kini sedang berkumpul dengan kedua orang tuanya dan membahas masalah rumah tangga Ayumi dan Rafael.
" sayang.. apa kamu yakin akan berpisah dengan Rafael ?" tanya mama Aisyah pada putrinya.
" iya mah, Ayumi yakin " ucap Ayumi sambil memakan puding coklat buatan Ica, yang Ayumi akhir akhir ini selalu meminta Ica membuatkannya puding coklat buatan Ica sebelum mereka semua pulang dari toko.
" lalu untuk semua yang sudah kamu dan Rafael dapat selama pernikahan bagaimana ?" tanya papa Satya yang sebenarnya prihatin dengan rumah tangga putrinya.
" lalu ?" tanya mama Aisyah yang semakin penasaran dengan langkah antisipasi Ayumi yang berpikir jauh ke depan.
" saat anak ini lahir maka semua harta yang Ayumi dan mas Rafael miliki otomatis akan menjadi milik anak Ayumi kelak, dan itu sudah Ayumi atur bersama pengacara yang sudah Ayumi tunjuk tanpa sepengetahuan mas Rafael " ucap Ayumi yang masih asik memakan puding coklat kesukaan nya.
" apa Rafael tau Ayumi mengambil langkah seperti itu ?" tanya papa Satya.
" tidak.. yang mas Rafael tau semua aset yang kami punya semuanya atas nama Ayumi " ucap Ayumi sambil beranjak dari duduknya.
" mau kemana sayang " tanya mama Aisyah saat melihat Ayumi yang berniat meninggalkan ruangan ini.
" Ayumi sudah kenyang terus udah ngantuk jadi mau tidur " ucap Ayumi sambil menindihnya kedua orang tua nya
Papa Satya dan mama Aisyah salut melihat Ayumi yang berusaha terlihat baik baik saja di hadapan mereka semua, meski sebenarnya papa Satya tau jika Ayumi menyimpan kesedihannya seorang diri.
__ADS_1
Ayumi memasuki kamarnya dimana di kamar ini untuk pertama kalinya dirinya menyerahkan semua yang iya punya untuk Rafael saat malam pertama pernikahan mereka lima tahun tiga bulan yang lalu.
" kamu harus bahagia Ayumi.. bahkan sebelum kamu bertemu dengan mas rafael lagi juga kamu bisa bahagia, jadi ayo Ayumi ...SEMANGAT.." ucap Ayumi pada dirinya sendiri.
Tink
Notif di handphone Ica berbunyi tanda ada pesan masuk, Ica yang sudah mulai mengantuk pun menyempatkan membaca pesan yang di kirim Ayumi orang yang sudah iya anggap kakaknya sendiri.
" ca ..kamu tau soto Bogor yang masih buka di jam seperti ini ?" tanya Ayumi pada Ica meski hanya lewat pesan, karena tiba tiba saja Ayumi membayangkan segarnya makan soto Bogor dengan asap yang masih mengepul di atas mangkok.
" Soto mie Bogor.." ucap Ica sambil mengetuk ketuk dagunya.
" ah iya pak Narendra pasti mau nyariin makanan itu buat kak Ayumi " ucap Ica yang tiba tiba saja mempunyai ide agar Narendra bisa dekat dengan Ayumi dan Ayumi bisa menjadi dirinya sendiri tanpa harus menutupi kembali luka hatinya dan berpura pura baik baik saja.
Ica pun mulai menghubungi nomor Narendra dan tak butuh waktu lama Narendra sudah mengangkat panggilan telepon darinya.
" iya ca.. apa ada kamar tentang Ayumi ?" tanya Narendra karena sampai saat ini hanya Ica yang memberitahukan keadaan Ayumi dengan kan dirinya memilih mengawasi Ayumi dari jauh .
" pak, kak Ayumi kayaknya lagi ngidam soto Bogor " ucap Ica tanpa basa basi lagi.
" apa ? ngidam ? soto mie Bogor ?" ucap Narendra tapi tak lama dirinya pun tersenyum seolah memiliki jalan agar bisa kembali dekat dengan Ayumi.
" ok saya akan Carikan soto mi Bogor, jadi kamu tinggal kirimin alamat Ayumi ya.. " ucap Narendra penuh semangat.
" siap bos.. semoga usaha Kaka buat bikin kak Ayumi kembali pada jati dirinya berhasil ya .." ucap Ica sama semangatnya dengan narendra.
" sippp...
✍️✍️✍️ gimana reaksi Rafael ya kalo tau apa yang sudah Ayumi lakukan pada harta yang mereka miliki..🤔🤔😜😜
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹