
Jika Ayumi dan Narendra sedang di liputi oleh kebahagiaan lain halnya dengan Rafael yang memendam kerinduan dan larut dalam penyesalan yang begitu mendalam.
" pak Rafael .. kenapa anda terlihat sangat murung ?" tanya sang pemilik pesantren yang biasa di panggil Abah aji.
" saya merindukan anak saya Abah " ucap Rafael dengan wajah yang terlihat sangat sedih.
" tapi saya tidak berani menemui mantan istri saya " ucap Rafael sambil menunduk, Abah aji yang sudah mendengar cerita Rafael pun sangat menyayangkan atas tindakan yang Rafael lakukan.
" kini mereka sudah tubuh dengan sangat baik, bahkan mereka terlihat sangat dekat dengan ayah sambungnya " ucap Rafael sedih.
Ya sudah hampir satu tahun Rafael tinggal di pesantren yang di kelola Abah aji meski bukan pesantren besar tapi di sini Rafael banyak sekali belajar entah itu ilmu agama, sabar dan ikhlas.
" lalu apa yang akan pak Rafael lakukan sekarang ?" ucap Abah aji yang sedang menebak apa yang di inginkan Rafael.
" saya ingin sekali memeluk anak saya Abah, saya ingin sekali di panggil ayah oleh anak anak saya "ucap Rafael yang tak terasa satu bulir air mata mengalir di sudut matanya.
Abah aji pun tersenyum simpul melihat Rafael yang sudah banyak berubah, Bahkan Rafael kini lebih rajin dalam beribadah hanya saja badannya yang terlihat lebih kurus.
" pulang lah.. temui ayah dan ibu mu terlebih dahulu, mohon ampun padanya atas semua kesalahan yang pernah kamu lakukan pada mereka " ucap Abah aji.
" baru setelah itu temui mantan istri mu tapi di sana harus ada suaminya yang sekarang agar tidak menimbulkan fitnah, dan minta izinnya agar kamu bisa menemui anak anak kamu " ucap Abah aji memberikan wejangan seperti biasa.
" baik bah.. besok pagi saya akan pulang, terima kasih karena sudah menerima saya dan membimbing saya menjadi manusia yang lebih baik " ucap Rafael sambil menatap wajah Abah aji yang memang terlihat sangat teduh.
" saya tidak tau akan jadi apa saya jika saya tidak bertemu dengan Abah pagi itu " ucap Rafael sambil mencium tangan Abah aji orang yang sudah iya anggap orang tuanya sendiri.
" itu semua jalan tuhan, dimana atas izinnya kita bisa di pertemukan " ucap Abah aji bijak sambil menepuk pundak Rafael.
" sudah sana istirahat, biar besok pagi siap pulang " ucap Abah karena malam sudah mulai larut.
" baik Abah, sekali lagi terima kasih atas semua bimbingannya " ucap Rafael dari lubuk hatinya yang paling dalam.
__ADS_1
Tak terasa pagi mulai menyapa dimana kini Rafael sudah siap bahkan mobilnya penuh dengan oleh oleh yang Ambu berikan untuk kedua orang tua Rafael meski mereka tidak pernah bertemu.
" hati hati di jalan, salam untuk kedua orang tua mu " ucap Ambu yang sudah menganggap Rafael bagian dari keluarga besar Abah aji.
" baik bah " Rafael pun mulai meninggalkan tempatnya bernaung satu tahun ini, dimana dirinya memperdalam agama agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Hampir tiga jam Rafael mengemudikan mobilnya menuju rumah kedua orang tua nya yang begitu iya rindukan selain si kembar Al dan Ay tentunya. tapi di tengah jalan iya seperti mengenali seorang wanita yang sedang di ganggu oleh beberapa preman.
" bukankah itu Bianca ?" tanya Rafael sambil menepikan mobilnya di pinggir jalan.
" HAI.. LEPASKAN DIA " suara teriakan Rafael mengundang perhatian orang orang yang sedang mengganggu wanita yang ternyata memang Bianca.
" NGGA USAH IKUT CAMPUR " ucap salah satu dari tiga laki laki tersebut sambil maju menghadapi Rafael.
Dan perkelahian pun tak terelakan lagi dimana Rafael harus melawan tiga orang sekaligus sedang Bianca yang ketakutan tidak menyadari jika yang berusaha menyelamatkan diri nya adalah Rafael.
Meski perkelahian itu tidak seimbang tai Rafael yang memang diajari bela diri juga di tempat Abah Aji bisa menguasai keadaan akhirnya bisa mengalahkan tiga orang preman yang akhirnya memilih kabur meninggalkan Rafael dan juga Bianca tentunya.
" terima kasih sudah menolong saya " Ica Bianca tanpa melihat wajah dari orang yang sudah menolongnya.
degg
Jantung Bianca berdegup kencang saat mengenali suara yang begitu iya rindukan selama ini, tapi dalam mimpi pun Bianca tidak berani membayangkan jika dirinya akan bertemu lagi dengan laki laki yang kini ada di hadapannya.
" bi.. apa kamu sudah lupa padaku " ucap Rafael yang melihat jika Bianca hanya diam tanpa ingin melihat wajahnya.
" bi.. angkat wajahmu dan lihat aku " ucap Rafael sambil memegang kedua pundak Bianca.
Bianca mengangkat perlahan wajahnya yang kini sudah basah oleh air mata kerinduan, Rafael sebenarnya ingin sekali menghapus air mata Bianca yang mengalir di pipinya, tapi saat mengingat nasihat Abah Aji Rafael mengurungkan keinginan nya.
" ayo aku antar kamu masih tinggal di rumah yang lama kan ?" tanya Rafael tapi Bianca menggeleng tanpa membuka suaranya.
__ADS_1
" lalu kamu tingga di mana ?" tanya Rafael yang malah langsung teringat pada Revan bocah kecil yang pertama kali menyebutnya ayah.
" aku tinggal di dekat toko Ayumi bakery " ucap Bianca menjawab yang sebenarnya.
" kenapa ? tunggu kamu tinggal di Ayumi bakery?" tanya Rafael yang heran dengan apa yang di katakan Bianca.
" panjang ceritanya, aku pergi dulu Revan pasti sudah menunggu " ucap Bianca yang langsung bersiap untuk pergi dengan beberapa kardus belanjaan yang baru saja iya beli.
" aku antar " ucap Rafael sambil mengambil alih kardus belanjaan Bianca.
" aku akan mengantar mu ke toko Ayumi tapi aku belum bisa turun di sana,ada yang harus aku temui lebih dulu " ucap Rafael saat mengingat pesan Abah Aji yang menyuruh nya menemui orang tua nya lebih dulu.
" boleh aku tau siapa yang ingin kamu temui ?" ucap Bianca masih dengan wajah menunduk.
" ayah ibu " ucap Rafael singkat, mendengar kata ayah ibu Bianca yang memang sudah lama ingin sekali menemui orang tua Rafael pun memberanikan diri bertanya pada Rafael.
" apa aku boleh ikut, aku ingin meminta maaf atas apa yang pernah aku lakukan yang pasti melukai hati mereka " Ica Bianca tulus.
" maaf tapi sebaiknya nanti saja " ucap Rafael yang sudah menghentikan mobilnya di depan toko Ayumi bakery.
" sudah sampai ya, terima kasih " Bianca langsung turun setelah mengucapkan itu semua untuk menutupi rasa kecewanya karena Rafael tidak mau dirinya ikut menemui orang tua nya.
" bi.." Rafael menarik tangan Bianca yang baru saja akan turun dari mobilnya.
" biar aku dulu yang meminta maaf pada kedua orang tua ku, setelah itu baru aku akan mengajakmu menemui orang tua ku " ucap rafael.
" maafkan aku yang pernah menamparmu dulu ...
✍️✍️✍️ apa tujuan rafael mengajak Bianca menemui orang tuanya ?? 🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹