
Setelah melihat Bianca yang mulai tenang, Rico pun memberi jarak karena tadi dirinya sempat duduk memeluk Bianca.
" maaf tadi aku mengakui kamu sebagai milikku " ucap Rico yang mungkin ini saatnya memberitahukan semuanya pada bianca.
" kenapa memang? apa kamu ngga mau sama aku " ucap Bianca sedih.
" apa karena aku wanita yang buruk jadi membuat kamu tidak ingin bersama ku ? " ucap Bianca yang kini merasa rendah diri setelah apa yang baru saja terjadi di antara dirinya dan juga Rafael.
" aku hanya ingin membuat kamu sadar jika Rafael hanya ingin menjadikan kamu tempat pelarian nya saja, dan aku yakin dia sama sekali tidak ada niatan untuk menikahi kamu" ucap Rico jujur.
" maaf jika kemarin aku sudah melampaui batasan dengan mencium kamu " ucap Rico saat mengingat dirinya yang kemarin hampir kebablasan.
" ada hati yang harus ku jaga dan ada perasaan yang harus aku jaga " bianca yang mengerti arti dari ucapan Rico pun mencoba tersenyum meski hatinya tidak baik baik saja.
" siapa wanita beruntung itu " ucap Bianca sambil mencoba tersenyum.
" dia wanita yang sangat baik dan juga sangat sabar, meski banyak cobaan dalam hidupnya tapi iya bisa berdiri sendiri, bahkan dia bisa membesarkan anaknya sendiri dengan sangat baik "
Rico membayangkan wajah seorang perempuan bersama dengan anak laki lakinya yang sudah mengisi hatinya lebih dari empat tahun.
" jadi kamu sudah menikah ?" tanya Bianca yang sudah mulai bisa mengendalikan diri.
Rico hanya menggeleng karena sejatinya iya masih berjuang meluluhkan hati wanita yang begitu iya cintai.
" tapi aku berharap bisa menikahinya nanti " ucap Rico, Bianca pun tersenyum sambil mengangguk.
" baik lah aku pamit, jaga dirimu dan aku harap kamu bisa mulai mandiri terlebih untuk memenuhi kebutuhan hidup mu dan jangan biasakan dirimu bergantung dengan orang lain " ucap Rico memberi nasihat.
Setelah mengucapkan itu semua Rico pun pergi meninggalkan wanita yang pernah iya cintai sebelum cinta yang lain hadir dan benar benar menguasai hatinya kini hingga tidak ada lagi tempat untuk Bianca.
Setelah kepergian Rico, Bianca pun memikirkan apa yang di ucapkan Rico padanya yang memang benar adanya, bahwa dirinya harus bisa mandiri terlebih untuk dirinya dan juga untuk Revan.
__ADS_1
' kamu benar co, aku tidak boleh bergantung lagi dengan siapa pun dan mulai saat ini aku harus bisa mandiri agar Revan bangga memiliki ibu seperti ku ' ucap Bianca dalam hati dan berharap tekadnya kali ini tidak akan mudah di goyah kan lagi.
Di sisi lain Rafael yang mengemudikan mobilnya tak tentu arah pun kini Memilih menepikan mobilnya di sebuah masjid yang terlihat sepi karena memang hari sudah sangat larut.
" aku begitu kotor dan hina tuhan... ampuni aku atas semua kesalahan yang pernah aku perbuat selama ini dan maafkan atas semua yang telah aku perbuat pada anak dan mantan istriku.. aku sungguh menyesal " ucap Rafael sambil meletakan kepalanya di atas stir mobil.
Tak terasa pagi mulai menyapa setiap insan di dunia ini, bahkan sinar mentari pun mulai menghangatkan apapun yang iya lewati.
Seperti halnya pagi ini dimana baby kembar Al dan ay sedang di ajak berjemur bersama dengan kakeknya sedang kan Ayumi hanya melihat mereka dari jauh.
" sayang .. mama tau mungkin kamu belum siap menikah lagi, tapi mungkin ini yang terbaik untuk kamu dan juga baby Al dan Ay " ucap mama Aisyah pad putrinya.
Ayumi pun tersenyum pada ibunya yang masih terlihat cantik meski usianya tidak muda lagi.
" mama ngga usah khawatir Ayumi akan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik untuk Kak Narendra dan baby Al dan Ay, Ayumi akan belajar menjaga pernikahan Ayumi kali ini semampu dan sekuat Ayumi karena Ayumi tidak ingin gagal lagi " ucap Ayumi meyakinkan mamanya.
Semalam setelah kepulangan Narendra, Ayumi bertekad membuka hati nya untuk Narendra dan berharap jika ini adalah pernikahan yang terakhir untuknya dan tentunya juga yang pertama dan terakhir untuk Narendra.
Seolah ada ikatan batin dimana baru saja Ayumi membicarakannya tak lama Narendra pun menelpon nya.
" halo kak " ucap Ayumi saat tau jika yang menelpon nya adalah Narendra.
" mi .. apa kamu belum bisa merubah panggilan sayang untuk kakak " ucap Narendra yang masih saja menunggu Ayumi merubah panggilan sayang nya untuk Narendra.
" nanti saat kita sudah menikah Kaka akan tau panggilan sayang Ayumi untuk kakak " ucap Ayumi sambil tersenyum simpul kala mendengar jika Narendra tidak sabaran..
" baik lah kakak akan menunggu toh hanya dua hari lagi " ucap Narendra penuh semangat.
Ayumi pun mulai Menik mati kedekatan nya dengan Narendra terlebih dirinya yang kini sudah sendiri membuatnya merasa lebih tenang.
Lain halnya dengan Rafael yang baru saja membuka mata nya, tapi saat membuka mata bayangan semua kesalahan yang pernah iya perbuat selama ini terbayang di pelupuk matanya.
__ADS_1
Terlebih semua kesalahan yang pernah iya lakukan pada ayumi, hingga akhirnya menghancurkan rumah tangga yang iya bangu lebih dari lima tahun ini. bahkan di saat kehadiran anak yang sudah lama mereka tunggu tidak bisa membuat nya sadar.
" maafkan mas Ayumi... baby Al,... baby Ay... mas harap suatu saat kalian bisa memaafkan ayah.." ucap Rafael yang masih betah berdiam diri di depan mesjid meski hanya dalam mobil.
tok tok tok...
Rafael yang mendengar kaca mobil yang di ketuk pun melihat ke arah samping dimana berdiri seorang laki laki berpeci putih sedang menatap dirinya meski terhalang kaca mobil.
" maaf.. ada apa ya " ucap Rafael saat sudah membuka kaca mobil.
" saya imam masjid di sini, dan menurut pengurus masjid mobil bapak sudah terparkir lama di sini, apa ada masalah ?" tanya bapak yang mengetuk kaca mobil Rafael.
" maaf jika kehadiran saya mengganggu, saya hanya sedang mencari ketenangan dan kedamaian " ucap Rafael berkata jujur.
" baik lah... tapi jika Memang bapak sedang membutuhkan ketenangan saya sarankan untuk bisa datang mengunjungi pesantren saya karena ketenangan sesungguhnya itu berasal dari hati nya tenang" ucap bapak tersebut yang memang terlihat raut penuh masalah yang tergambar jelas di wajah Rafael.
" bisa bapak antar saya ke sana, kebetulan saya sedang tidak bekerja dan itu pun kalo bapak tidak keberatan" ucap rafael yang ingin benar benar bertobat dari setiap kesalahan dan dosa yg pernah iya perbuat.
" tentu dengan senang hati " ucap bapak tersebut sambil memasuki mobil Rafael.
' ayah.. ibu ... Ayumi .. baby Al... baby Ay.. Raka.. Revan.. doakan ayah.. agar bisa manusia yang lebih baik dan juga berakhlak '
✍️✍️✍️ hai hai hai... maaf semalam ngga bisa up...
Apakah jalan Rafael untuk menjadi pribadi yang lebih baik akan berjalan mulus ?? dan apa Bianca bisa belajar untuk mandiri seperti tekadnya semalam ??🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat.
love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1