Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)

Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)
Semakin Penasaran..


__ADS_3

Maira tidak menyangka bahwa iya melamar pekerjaan di tempat laki laki yang dulu sangat di cintainya hingga dengan suka rela maira memberikan hal berharga dalam hidupnya.


" bagaimana kabarmu maira " ucap Rafael sambil membuka kembar surat lamaran maira. Tapi ada satu hal yang membuatnya kecewa dimana maira tidak mencantumkan anaknya disana.


" baik " jawab maira singkat.


" sudah beberapa hari ini aku nyari kamu di tempat kita bertemu waktu itu " ucap Rafael yang sudah tidak sabar mengorek tentang anak yang mirip dengan nya.


" maaf, saya kesini mau interview pekerjaan " ucap maira serius.


" aku bisa saja memberikan pekerjaan itu sama kamu, apa lagi kita saling mengenal jadi aku yakin kamu bisa di percaya " ucap Rafael sambil berdiri dari duduknya dan berdiri di dekat maira.


" maaf saya hany ingin mendapatkan pekerjaan dengan kemampuan saya, buk dengan cara yang anda tawarkan " ucap maira masih berusaha tenang.


Rafael pun kembali ke kursinya dan muli menatap Maira dengan serius.


" baik lah jik itu mau kamu, tapi saya ingin kamu Jujur menjawab pertanyaan yang saya tanyakan.


" tapi yang saya heran kenapa dalam data kamu masih single sementara saya pernah mendengar ada yang memanggil anda dengan sebutan ibu ?" ucap Rafael sambil melipatkan tangan di dadanya.


" saya rasa saya tidak perlu menjawab pertanyaan itu karena itu tidak ada hubungannya dengan pekerjaan apa lagi kemampuan saya dalam bekerja " ucap maira yang tidak akan semudah itu memberitahukan tentang anaknya.


" baiklah jika kamu belum mau jujur, tapi mulai besok kamu sudah mulai bisa bekerja sebagai asisten saya " ucap Rafael yang tidak akan semudah itu melepaskan maira.


" baik lah terima kasih atas pekerjaan yang anda berikan pada saya " setelah mengucapkan itu maira pun bangkit untuk pergi meninggalkan ruangan Rafael.


" tunggu " mendengar suara Rafael maira pun mengehentikan langkahnya tanpa membalikan tubuhnya.


" apa dia anak kita ?" tanpa menjawab maira pun pergi meninggalkan Rafael dengan seribu pertanyaan dalam benaknya.


Hari pun berlalu begitu cepat diman kini Narendra sudah berada di parkiran toko kue Ayumi yang sedang menunggu Ayumi yang akan datang menghampirinya.


" kak " Ayumi mengetuk kaca jendela mobil Narendra dan tak lama Narendra pun membuka pintu agar Ayumi bisa masuk.


" sudah siap?" tanya Narendra yang melihat wajah Ayumi yang sedikit pucat.


" sudah kak " ucap Ayumi setelah memasang seat belt agar aman dalam perjalanan.

__ADS_1


Narendra pun melajukan mobilnya menuju tempat makan yang sedang di inginkan oleh ibu hamil di sampingnya.


" ka, mungkin ini terakhir kalinya Ayumi meminta kakak menemani Ayumi kuliner atau menuruti semua keinginan Ayumi " ucap Ayumi sambil menatap mata nya ke arah jalan raya.


" Ayumi tidak ingin baik Ayumi ataupun kakak di pandang buruk atas kedekatan kita " ucap Ayumi lagi.


" dan andai pun kita berjodoh biarlah kita di pertemukan dalam keadaan dimana masing masing dari kita sendiri, bukan seperti saat ini dimana Ayumi dalam keadaan proses perceraian"


Narendra menepikan mobilnya setelah mendengar apa yang d sampaikan Ayumi terutama kalimat terakhir nya.


" jadi saat kamu sudah benar benar lepas dari Rafael dan saat masa Iddah kamu sudah selesai, kakak bisa menikahi kamu langsung " ucap Narendra.


" kita lihat nanti, siapa tau saat Kaka menunggu akan ada seorang wanita yang tiba tiba saja datang dan bisa mengetuk dan mengisi hati Kaka " ucap Ayumi yang masih tetap menatap jalanan.


" mi.." Narendra menarik wajah Ayumi agar menatap ke arahnya.


" apa wajah kakak begitu jelek hingga kamu lebih memilih melihat jalan daripada wajah tampan Kaka " ucap Narenda yang sebenarnya gemas dengan apa yang di lakukan Ayumi.


" sudah lah.. ayo Ayumi sudah lapar " ucap Ayumi dan Narendra pun kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat makan yang akan mereka tuju.


Bianca yang sedang kehilangan ide pun memilih menggunakan Revan agar Rafael mau datang ke rumahnya.


" arrrrghh.. sebenarnya Rafael itu kenapa sih, apa ada wanita lain yang kini sudah membuat mas Rafael tertarik lagi " ucap Bianca dan tak lama dirinya pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang biasa Rafael tempati.


" tunggu saja mas, besok aku akan datang ke kantor mu " ucap Bianca sambil membelai wajah Rafael di handphone nya.


Narendra yang tau jika ini adalah hari terakhir nya bisa bersama Ayumi pun tak ingin membuang kesempatan untuk bisa memberikan kenangan manis dengan Ayumi dan juga anak yang ada dalam kandungan Ayumi.


" mi, habis ini kita makan es krim ya " ajak Narendra yang tau jika Ayumi sangat menyukai es krim waffle.


" boleh kan, tapi setelah itu antar Ayumi pulang ya "


" siap tuan putri "


Narendra pun melanjutkan makannya dan tak lama mereka menuju tempat yang menjual es krim yang di inginkan Ayumi, dan setelah puas memandangi wajah Ayumi yang kelak akan iya rindukan.


Narendra mengantarkan Ayumi dengan selamat ke rumah orang tua Ayumi dengan selamat.

__ADS_1


" sampai jumpa lima bulan lagi Ayumi " ucap Narendra setelah membantu membukakan pintu mobil untuk ayumi.


" terima kasih kak " ayumi memilih masuk ke dalam rumah papanya tanpa menjawab apa yang di sampaikan Narendra.


Hari ini adalah hari pertama maira bekerja bersama dengan rafael, entah apa yang akan terjadi nanti yang pasti maira hanya ingin bekerja untuk bisa mencukupi kebutuhan Rama putra satu satunya.


" ibu kangen sama kamu " ucap maira sambil melihat Poto Rama di handphone nya karena Rama iya titipkan di rumah ibunya dengan kan dirinya tinggal di kontrakan yang tidak jauh dari kantor Rafael.


Beruntung maira datang tepat waktu ke kantor dan tak lama Rafael pun tiba, dan langsung di ikuti maira menuju ruang kerja nya.


Maira pun mendapatkan pengarahan dari asisten Rafael sebelumnya, dengan seksama maira pun mencatat poin penting yang kelak akan menjadi pekerjaan nya.


" kamu memang tidak berubah, selalu fokus dalam mengerjakan sesuatu " ucap Rafael yang dari tadi memperhatikan maira.


tok tok tok


Maira pun membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang, dan ternyata dihadapan nya kini ada wanita cantik dengan pakaian yang sek si dan menggoda mata laki laki yang melihatnya tapi tidak bagi perempuan yang mungkin akan merasa malu melihat pakaian wanita itu.


" mas.. " ya wanita itu adalah Bianca yang masih berusaha mendapatkan Rafael kembali dan mencoba mencari tahu apakah ada wanita lain yang sedang Rafael dekati.


" mas..bi kangen " ucap biar yang langsung duduk di pangkuan Rafael tanpa memperdulikan pandangan maira dan asisten Rafael lainnya.


" maaf kami permisi " ucap asisten lam Rafael sambil menarik tangan maira.


" Mai... tunggu " ucap Rafael yang berusaha menurunkan Bianca dari pangkuan nya.


" sudah lah mas biarkan mereka pergi "


" Mai..aku bisa jelaskan " ucap Rafael yang sudah berhasil menurunkan Bianca dengan paksa dan langsung mengejar maira yang hampir keluar dari ruangan nya.


" oh.. jadi ini wanita yang sedang kamu kejar, iya...!!!


✍️✍️✍️ Bianca Bianca seberapa hebat sih Rafael itu sampai kamu ngejar laki laki sampai seperti itu 🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi ya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2