Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)

Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)
Dure Baya ( Duda Kere Banyak Gaya )


__ADS_3

Dua hari telah berlalu dan seolah tidak sabar dengan apa yang akan di dapatnya dari Ayumi, Rafael pun bersiap untuk menemui Ayumi tapi sebelum itu Rafael pun mencoba menghubungi Ayumi untuk memberitahunya jika dirinya akan datang.


" halo ay " ucap Rafael dengan suara yang terkesan datar saat Ayumi sudah mengangkat sambungan telepon dari nya.


" ya.. ada apa mas ?" tanya Ayumi walaupun sebenarnya Ayumi tau kenapa Rafael menghubunginya.


" apa semuanya sudah siap " ucap Rafael sambil mencium pipi Bianca.


Ya semenjak dua hari lalu Rafael kembali dekat dengan Bianca meski hanya sebatas dekat tanpa ikatan yang jelas, entahlah apa yang di inginkan rafael saat ini yang pasti iya hanya ingin menjalani semuanya dengan santai.


Seperti pagi ini dimana Rafael baru saja datang ke rumah Bianca sekedar untuk meminta imun yang bisa mengobati kesepian nya sebagai seorang dure baya ( duda kere banyak gaya ).


" oh.. sudah tapi Ayumi ingin kita bertemu di kantor pengacara Ayumi saja saat makan siang " ucap Ayumi yang mendengar suara kecupan Rafael yang entah di berikan untuk siapa.


" ok " Rafael langsung menutup sambungan telepon nya tanpa menanyakan keadaan si kembar atau bahkan ingin tau apa nama yang di berikan Ayumi untuk anak anaknya secara lengkap.


" telpon siapa sih mas " ucap Bianca yang sedikit curiga apa lagi Rafael yang terkesan santai dan belum berangkat kerja.


" klien " ucap Rafael santai sambil menggandeng pinggang Bianca saat memasuki rumah Bianca.


" mas belum berangkat kerja ?" tanya Bianca memastikan.


" kenapa kamu ngga suka mas datang ke sini?" tanya Rafael sambil melepaskan rangkulan nya dari pinggang Bianca.


" bukan begitu mas, tapi kan mas harus kerja apa lagi ma s itu atasan yang harus memberikan contoh yang baik untuk bawahan mas " ucap Bianca yang benar benar curiga karena sudah dua hari ini Rafael selalu menghabiskan siangnya di rumah.


" ya sudah mas berangkat dulu ya " ucap Rafael yang tidak ingin Bianca semakin curiga jika dirinya sudah tidak bekerja lagi.

__ADS_1


Bianca pun mengantar kembali Rafael ke luar yang katanya akan pergi ke kantor, setelah kepergian Rafael kini malah datang Rico teman satu panti Bianca dulu yang memang masih mengawasi Rafael atas perintah papa Satya.


" Bi.. " sapa Rico pada Bianca yang selalu terlihat cantik di matanya, tapi sayang Bianca tak pernah melihat ke arahnya sebagai seorang laki laki.


" hai co " sapa Bianca sekedarnya karena dia tau jika memang Rico mencintai diri nya.


" apa kamu sudah kembali pada Rafael ?" tanya Rico langsung mungkin jika bukan karena cintanya pada Bianca, Rico tidak akan perduli Bianca akan dekat dengan siapapun.


Tapi karena Rico mencintai Bianca iya ingin menyelamatkan Bianca dari mani ak seperti Rafael yang hanya ingin memanfaatkan Bianca untuk memenuhi kebutuhan nya tanpa adanya ikatan yang pasti.


" ngga usah mengurusi kehidupan ku " ucap Bianca yang masih kesal karena Rico menolak membantunya saat ingin menyakiti Ayumi dan anak yang ada dalam kandungan nya.


" tapi aku perduli " ucap Rico sambil memegang pundak Bianca agar mau menghadap padanya.


" kamu tau aku mencintai kamu, dan sudah cukup aku mengalah saat kamu memilih menikah dengan Adrian tapi tidak kali ini dimana kamu hanya dimanfaatkan oleh Rafael " ucap Rico sambil menatap wajah Bianca.


Jauh di lubuk hati Bianca pun menyadari jika Rafael hanya memanfaatkan dirinya untuk memenuhi kebutuhan nya saja tanpa adanya ikatan pernikahan di antara dirinya.


" apa kamu mau pada laki laki yang hanya memanfaatkan kamu saja ? " tanya Rico yang ingin menyadarkan Bianca dan mau membuka hati untuknya.


" aku sayang dan cinta sama kamu, dan aku juga sayang sama Revan anak kamu dan Adrian " ucap Rico sambil memajukan wajahnya ke wajah Bianca yang dari tadi hanya diam tanpa ada niatan melepaskan tangan Rico dari pundaknya.


" dan aku kan menerima kamu apa adanya dengan segala kekurangan dan kesalahan yang pernah kamu perbuat " ucap Rico sambil mencium kening Bianca dengan sangat lama dan dalam.


" aku akan memberikan kamu waktu untuk memikirkan semuanya, dan aku harap kamu bisa memikirkannya menggunakan akal bukan naf su " ucap Rico sambil mencium sekilas bi bir Bianca.


" dan jika kamu setuju kit akan menikah hari itu juga " ucap Rico pasti.

__ADS_1


" tapi apa jika aku menikah dengan kamu, kamu bisa mencukupi kebutuhan ku dan juga Revan ?" tanya Bianca yang berfikir jika Rico hanya laki laki biasa yang tidak akan mungkin bisa mencukupi kebutuhan nya.


" aku sanggup " ucap Rico sambil Melu mat bibir Bianca yang selalu saja menyepelekan dirinya tapi bukannya menolak Bianca malah menyambut apa yang di lakukan Rico padanya.


Setelah puas Rico pun melepaskan tautan nya dan menyatukan keningnya dengan kening Bianca.


" aku tidak akan melakukannya sebelum kita menikah dan jika kamu khawatir aku tidak bisa memu askan mu, kita lihat nanti aku atau kamu yang akan menyerah lebih dulu " ucap Rico sambil mengelap bi bir Bianca yang basah oleh Saliva nya.


Setelah mengucapkan itu Rico pun pergi meninggalkan Bianca agar bisa memikirkan antara dirinya dan juga Rafael, yang tentunya itu juga atas saran dari papa Satya untuk memberikan pelajaran pada Rafael.


Dan disini lah Rafael kini, di kantor pengacara Ayumi dimana Ayumi di dampingi oleh Narendra atas perintah ayah satu tentunya.


" gimana, apa semuanya sudah siap ?" tanya rafael yang semakin tidak sabar saat melihat koper yang iya pikir berisi uang yang akan di berikan Ayumi padanya.


" apa semuanya sudah siap Bu ?" tanya Ayumi pada pengacaranya Bu Siska.


" sudah " ucap Bu Siska sambil membuka map berwarna merah yang sedari tadi iya pegang di dadanya


" baik lah mari kita bacakan surat perjanjian harta Gono gini yang di miliki oleh Rafael dan Ayumi " ucap Bu Siska sambil membuka map yang tentunya sangat di tunggu oleh Rafael yang berfikir Ayumi akan memberikan semuanya untuk dirinya seperti apa yang pernah di katakan Ayumi di rumah sakit.


" surat ini di buat jauh sebelum si kembar Al dan Ay lahir atau lebih tepatnya dua tahun yang lalu " ucap Bu Siska sambil menatap Ayumi dan juga Rafael.


" dan menurut surat yang di tandatangani oleh kedua belah pihak jika harta bersama ini semuanya kan jatuh kepada anak anak mereka kelak " ucap Bu siska sengaja menjeda ucapannya


✍️✍️✍️ jreng jreng jreng... Siapa yang mau gotong Rafael kalo sampe pingsan mendengar hasil surat yang dia buat sendiri 🤭🤭


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2