
" halo Bu.. bagaimana apa pengajuan perpisahan saya sudah di proses?" tanya Ayumi pada pengacara nya lewat sambungan telepon nya, setelah Ayumi menunggu lebih dari dua hari.
" sudah dan mungkin hari ini akan di kirim ke alamat orang tua Rafael dan jika Rafael tidak mempersulit perpisahan ini dalam tiga bulan aktanya bisa keluar " ucap pengacara yang Ayumi tunjuk.
" baik Bu terimakasih " ucap Ayumi sambil menutup sambungan telepon nya.
' Ayumi harap setelah ini mas bisa jadi pribadi yang lebih baik dan bisa menikahi Bianca secara sah agar terhindar dari dosa ' gumam ayumi sambil memandang foto pernikahan yang masih tersimpan di handphone nya.
Ayumi pun bersiap pergi ke toko kue miliknya karena semenjak kejadian Bianca yang hampir mencelakai nya papa dan mama nya melarang Ayumi ke toko kue.
" sayang mau kemana ?" tanya mama Aisyah saat melihat Ayumi yang sudah bersiap pergi.
" Ayumi mau pergi ke toko mah, sudah dua hari ayumi tidak kesana pasti Ica sibuk " ucap Ayumi mencari alasan agar bis keluar dari rumah.
" tapi kamu harus hati hati ya, kalo ada apa apa kabarin mamah atau papah ok " ucap mama Aisyah sambil menemani Ayumi sampai di mobil nya.
" iya mah, Ayumi pergi dulu ya.." Ayumi pun melajukan mobilnya menuju toko kue miliknya tapi di perjalanan tiba tiba Ayumi mengehentikan mobil nya di depan penjual rujak ulek yang menggoda Ayumi.
" pak rujaknya satu ya " ucap Ayumi sambil duduk di kursi yang di sediakan penjual itu.
" pak saya satu ya tapi jangan terlalu pedas " ucap pembeli lain yang ternyata adalah Bianca.
" Ayumi ?" Bianca tidak percaya bisa bertemu Ayumi di tempat seperti ini.
" Bianca " Ayumi memanggil Bianca sambil matanya menatap sekeliling karena berfikir Bianca bersama Rafael.
" aku sendiri " ucap Bianca yang mengerti siapa yang Ayumi cari, sedangkan Ayumi hanya mengangguk
" Ayumi.. saya ingin minta maaf atas apa yang pernah saya lakukan pada kamu" ucap Bianca mencoba duduk di dekat Ayumi.
Ayumi menatap atk percaya jika Bianca akan meminta maaf secepat ini.
" mas Rafael meninggalkan ku di saat aku hamil " ucap Bianca yang baru saja tau jika dirinya sedang hamil tujuh Minggu.
Ayumi menatap tak percaya jika pada Bianca pun Rafael melakukan hal yang sama, dengan cepat Ayumi mengambil handphone nya dan mulai menghubungi Rafael.
Setelah membuka blokiran nomor Rafael dan menunggu beberapa menit sambungan telepon nya pun tersambung dan langsung di angkat oleh Rafael.
" halo sayang.. mas senang kamu menghubungi mas " ucap Rafael yang memang terdengar bahagia Ayumi menghubungi diri nya.
__ADS_1
" maaf ada yang ingin Ayumi sampaikan sama mas, apa bisa kita bertemu ?" tanya Ayumi sambil menatap Bianca yang tidak menyangka akan langsung menghubungi Rafael.
" ok dimana ?" tanya Rafael berharap Ayumi mau memaafkan kan dirinya dan kembali padanya.
" Ayumi tunggu di toko saat makan siang " ucap Ayumi karena sebentar lagi makan siang.
" ok mas kesana, kamu mau mas bawakan apa ?" tanya Rafael berharap Ayumi meminta sesuatu yang di sedang di inginkan olehnya.
" tidak terima kasih " ucap Ayumi yang langsung menutup sambungan telepon nya.
" kita ke toko kue dan sebentar lagi mas Rafael juga akan datang ke sana " ucap Ayumi saat pesanan nya sudah selesai.
Meski malu Bianca mengikuti Ayumi dan ikut masuk ke dalam mobil Ayumi.
" Ayumi boleh ku bertanya sesuatu ?" tanya Bianca karena masih penasaran hubungan antara keluarga Ayumi dan juga Riko teman pantinya dulu.
" apa kamu kenap Riko ?" tanya Bianca sambil menunjukkan poto Riko di handphone nya, tapi bukannya langsung menjawab Ayumi malam menatap sekilas ke arah handphone dan Bianca.
" kenapa memang ?" tanya Ayumi bukan nya menjawab pertanyaan Bianca tadi.
" nanti saja aku cerita setelah bertemu mas Rafael " ucap bianca karena kini mereka sudah sampai di depan toko Ayumi bahkan Rafael sudah berdiri di depan pintu masuk toko Ayumi.
" hai sayang " sapa Rafael yang kini sudah berdiri di dekat Ayumi yang baru saja keluar dari dalam mobilnya.
" siang mas " ucap Ayumi dingin, senyum Rafael pun pudar saat melihat Bianca yang ikut turun dari mobil Ayumi.
" sayang kamu ngga di apa apain kan sama Bianca ? " tanya Rafael yang menatap Bianca penuh kecurigaan.
" ayo bi masuk " ucap Ayumi yang menggunakan pertanyaan Rafael padanya.
Rafael mengikuti dua wanita yang ada di hadapannya yang kini sedang masuk ke toko kue Ayumi.
" saya tinggal sebentar ya " ucap Ayumi sambil meletakkan rujak yang iya beli di meja sedangkan dirinya masuk ke pantry untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk nya dan juga Bianca dan Rafael.
" ka .. untuk apa lagi mereka datang ke sini " tanya Ica yang tidak ingin terjadi sesuatu lagi pada Ayumi
" kakak yang mengundang mereka berdua datang ke sini " ucap Ayumi sambil membawa baki yang sudah iya siapkan sendiri.
Setelah melihat Ayumi pergi Ica pun menghubungi Narendra agar bisa menjaga Ayumi dari hal hal yang tidak di inginkan.
__ADS_1
" di minum mas, Bianca " ucap Ayumi setelah meletakan makanan dan minuman untuk mereka.
" sayang.. apa ada yang ingin kamu sampaikan?" tanya Rafael yang mulai tidak nyaman duduk bertiga dengan dua wanita di hadapan nya.
" apa surat panggilan pengadilan sudah sampai ke tangan mas "
degg
Rafael tidak menyangka jika Ayumi akan benar benar memproses perceraian mereka secepat ini bahkan sebelum anak merek lahir.
" sayang .. apa kamu yakin "
" apa sudah tidak ada kesempatan untuk mas memperbaiki semuanya " ucap Rafael ya g kan melakukan usaha terakhir nya untuk mendapatkan Ayumi kembali.
" maaf mas.. tekad Ayumi Sudah bulat dan Ayumi harap mas bisa menerima keputusan yang Ayumi ambil " ucap Ayumi lagi.
Sedangkan Bianca yang mendengar jika Ayumi sudah mengajukan permohonan perceraian merasa bahagia dan berharap masih ada harapan untuknya agar bisa kembali bersama dengan Rafael.
" Ayumi mengundang mas ke sini bukan untuk membahas masalah kita, tapi untuk membahas masalah Bianca " ucap Ayumi yang melihat Bianca yang sudah tidak seangkuh saat terakhir mereka bertemu.
" mas sudah berpisah dengan Bianca " tanpa menatap Bianca tapi menatap perut Ayumi yang sudah terlihat membuncit sempurna.
" apa karena Bianca hamil jadi mas meninggalkan dia ?" tuduh Ayumi sedangkan Rafael yang memang tidak tau jika Bianca hamil pun langsung menatap Bianca yang sedang memegangi perutnya.
" apa benar kamu hamil bi ?" tanya Rafael yang masih belum percaya dan ingin memastikan nya lagi.
" iya .. saat mas pergi meninggalkan bi waktu itu tiba tiba saja perut bi mendadak sakit dan sedikit kram dan setelah bi periksa ternyata bi sedang hamil tujuh Minggu" ucap Bianca penuh bahagia berharap Rafael tidak jadi meninggalkan nya.
" tapi bi.. mas tidak bisa menikahi kamu " ucap Rafael.
" tapi kenapa mas ?" tanya Bianca yang sudah kehilangan harapannya bisa kembali bersama dengan Rafael.
" mas...
✍️✍️✍️ Kira kira alasan apa yang kan Rafael berikan pada Bianca dan Ayumi ??🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹