Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)

Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)
Kembalinya Wanita Ular..


__ADS_3

Jika di rumah Ayumi begitu tidak tenang saat melepas Narendra pergi ke kantor, lain hanya dengan Narendra yang tidak percaya jika wanita yang sudah membuat hatinya beku kini dengan penuh percaya diri muncul di hadapan nya.


" hai ndra... aku kembali .... apa kau tidak merindukan ku " ucap Michela yang kini sudah ada di depan pintu ruangan Narendra.


" STOPP.... JANGAN BERANI KAMU MEMASUKI RUANGAN KU ATAU PUN MENDEKATI KU " ucap Narendra yang kini sudah menghubungi security kantor untuk mengusirnya dari dalam kantor miliknya.


" kenapa..??" ucap Michela yang kini semakin mendekati Narendra.


" apa kamu tidak merindukan ku " ucap Michela yang kini sudah berdiri di hadapan Narendra yang hanya terhalang meja kerja Narendra.


" pak.. bawa wanita ini keluar dari kantor saya" ucap Narendra saat melihat dua security yang masih berdirinya di ambang pintu ruangannya .


" jika saya tau kalian membiarkan wanita ini kembali masuk ke kantor terlebih ke ruangan saya maka kalian akan saya pecat " ucap Narendra tegas.


" dan kamu ... jangan pernah muncul lagi di hadapan ku " ucap narendra sambil mengibaskan tangannya menyuruh security untuk segera membawa Michela pergi.


" KAU TIDAK BISA MELAKUKAN INI PADA KU RENDRA" teriak Michela saat tangannya di tarik paksa dia security kantor.


" LEPAS.... AKU BISA PERGI SENDIRI" bentak Michela ambil menghempaskan tangan dua security yang masih memegang tangan mulusnya.


" AKU PASTIKAN KAMU AKAN KEMBALI PADAKU " ucap Michela setelah bisa lepas dari security setelah itu Michela pun pergi dengan penuh keangkuhan.


Narendra terduduk di bangku kebesaran nya sambil menarik nafasnya begitu dalam karena iya tau watak Michela yang sangat keras kepala dan juga egois membuatnya harus bisa menjaga si kembar terlebih Ayumi dari wanita ular seperti Michela.


" halo sayang.. " ucap Narendra saat sudah berhasil menghubungi Ayumi agar hatinya bisa sedikit tenang.


" hubby kenapa ?" tanya Ayumi yang bisa merasakan jika suaminya tidak baik baik saja hanya dari suaranya saja meski hanya lewat sambungan telepon.


" hubby hanya kangen sama kamu dan juga Al dan Ay" ucap Narendra yang tidak ingin istrinya khawatir.


" by baik baik saja kan ?" tanya Ayumi yang malah semakin tidak tenang.


" apa perlu Ayumi datang ke kantor sama Al dan Ay ?" tanya Ayumi yang bukan hanya ingin memastikan suaminya baik baik saja tapi juga agar dirinya tenang dan tidak berpikir yang macam macam.

__ADS_1


" boleh.. kayaknya hubby butuh imun " ucap Narendra yang mungkin dengan kehadiran Ayumi bisa memberikan ketenangan pada hatinya yang sedang kacau.


" ya sudah Ayumi berangkat sekalian bawain hubby makan siang ya " ucap Ayumi yang akhir akhir ini senang memasak.


" ok sayang hubby tunggu ya " ucap Narendra yang moodnya sudah semakin membaik, setelah itu Narendra melanjutkan lagi pekerjaan nya setelah tadi sempat tertunda karena kehadiran Michela yang bahkan hampir menghancurkan moodnya.


Rafael kini sedang duduk di bangku taman sambil menggenggam ponsel di tangan karena tidak mungkin dirinya meninggalkan Namira dan ibunya dalam keadaan seperti ini apalagi semua itu karena dirinya.


" halo Bu.. apa kabar ?" tanya Rafael saat sambungan telepon nya di angkat oleh ibunya.


" ibu baik El.. kapan kamu pulang naik.. sudah lama kamu ngga pulang.. apa kamu ngga rindu sama ibu El.." tanya Bu Silvi yang sudah sangat merindukan anaknya tapi Rafael selalu melarang jika ibunya ingin datang ke pondok dimana dirinya memperdalam ilmu agama.


" tadinya hari ini El mau pulang Bu, tapi El mendapat musibah jadi sekarang El di rumah sakit " ucap Rafael yang Sebenarnya.


" APA ?? RUMAH SAKIT ?? KAMU KENAPA EL ??" teriakan Bu Silvi membuat pak candra yang baru saja memasuki rumahnya pun langsung mendekati istrinya yang masih menempel kan handphone di telinga nya tapi dengan berurai air mata


" ibu kenapa ?" tanya pak Candra sambil mengambil alih handphone milik istrinya yang ternyata dari anak yang begitu mereka rindukan.


" El.. kamu masih di sana El.. " tanya pak Candra memastikan handphone nya masih tersambung.


" kamu kenapa El.. ? dan dimana kamu sekarang ?" tanya pak Candra memastikan.


" El di rumah sakit bakti, ayah dan ibu tidak perlu khawatir El baik baik saja " ucap Rafael yang tau orang tua nya mengkhawatirkan dirinya.


" ayah dan ibu bisa datang ke rumah sakit " tanya Rafael karena ada yang harus dirinya putuskan dan keridhaan orang tuanya sangat iya butuhkan.


" baik.. ayah dan ibu akan pergi ke sana " ucap pak Candra yang langsung menutup sambungan telepon dari anaknya.


" ayo Bu kita ke rumah sakit bakti, Rafael ada di sana " ucap pak Candra sambil menuntun istrinya untuk bisa segera bersiap.


" El kenapa yah..?" tanya Bu Silvi sambil menghentikan langkah suaminya.


" ayah ngga tau makanya kita harus segera ke sana agar tau apa yang terjadi pada putra kita" ucap pak Candra sambil bersiap menuju rumah sakita yang di beritahu kan Rafael tadi.

__ADS_1


Hanya butuh tiga puluh menit kini pak Candra dan Bu Silvi sudah sampai di lobi rumah sakit dan di sana sudah ada Rafael yang .emang di beritahu oleh ibunya jika mereka sudah sampai.


" El..." Bu Silvi bersyukur putranya baik baik saja setelah hampir setahun mereka tidak pernah bertemu secara fisik.


Rafael pun memeluk ibunya tak kalah erat setelah itu Rafael memeluk ayahnya juga dan meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah iya lakukan yang mungkin melukai hati kedua orang tua nya.


" yah...El minta maaf atas semua kesalahan se dimasa lalu" ucap Rafael yang masih memeluk ayah nya.


" ayah dan ibu sudah memaafkan mu yang penting kamu sekarang harus bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi " ucap ayah Candra sambil menepuk pundak putranya.


" dan satu lagi, jangan dekat dekat dengan Bianca.. " ucap ibu Silvi tegas.


" ibu ngga mau kamu berhubungan lagi dengan Bianca dan anaknya titik " ucap Bu Silvi lagi yang tidak akan pernah mau jika Bianca menjadi menantunya.


" ayo yah.. Bu.. ada yang mau Rafael kenalkan" ucap Rafael sambil menuntun ibu dan ayahnya menuju ruangan Namira berada.


" El .. kita mau ketemu siapa ? dan untuk apa kamu di rumah sakit ?" ucap Bu Silvi yang penasaran dengan apa yang di lakukan putranya di rumah sakit.


" El tak sengaja menabrak seseorang saat akan pulang ke rumah " ucap Rafael yang baru saja tiba di depan ruangan Namira.


" apa .. terus kamu ngga papa kan ? orang yang kamu tabrak gimana ?" tanya Bu Silvi lagi.


" orang yang ada di dalam, dan karena kecelakaan itu kaki wanita itu sekarang lumpuh " ucap Rafael menunduk. Bu Silvi membekap mulutnya memikirkan nasib wanita yang baru saja tertabrak Rafael meski tanpa di sengaja.


Rafael mendorong pelan pintu kamar Namira namun sesuatu membuat langkah Bu Silvi terhenti dimana di hadapannya kini ada seseorang yang iya kenal begitu pun dengan ayah Candra yang menatap tak percaya pada wanita di hadapan nya.


" Sita.....


✍️✍️✍️kira kira siapa ibu sita dan Namira ?🤔🤔 apa mereka ada hubungannya dengan Bu Silvi d pak Candra 🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2