
Mungkin ini yang dinamakan tidak tau malu, atau lebih tepatnya tidak sadar diri atas kesalahan yang telah di perbuat dan keegoisan seorang suami yang tidak ingin istrinya di rebut oleh orang lain tapi dirinya sendiri tidak menjaga apa yang seharusnya iya jaga sepenuh hati.
" yang " sapa Rafael pada Ayumi yang masih membelakangi nya,
" mas ngga mau pisah sama kamu " ucap Rafael yang kini sudah berada di belakang Ayumi meski hanya duduk di kursi yang tersedia di sana.
" mas mau kita bisa bersama lagi seperti dulu, mas masih cinta sama kamu " ucap Rafael yang hendak memegang pundak Ayumi.
" jangan sentuh Ayumi lagi mas " ucap Ayumi tanpa membalikan tubuhnya tapi Ayumi berusaha untuk duduk bersandar pada kepala tempat tidur rumah sakit.
" tadi mas bilang apa ? masih cinta sama Ayumi ?" Ayumi tersenyum dengan paksa pada Rafael.
" kalo memang mas masih cinta sama Ayumi mas tidak akan terus menerus mengkhianati Ayumi " ucap Ayumi tapi matanya kembali melihat tanda cinta di leher Rafael.
" mas tau jika Ayumi tidak ingin di madu tapi mas tetap memberikan madu untuk Ayumi " ucap Ayumi sambil menghapus air mata yang tiba tiba saja mengalir tanpa di pinta.
" mungkin Ayumi akan menerima jika memang Ayumi sudah tidak bisa melayani mas lagi " ucap Ayumi di iringi Isak tangisnya yang coba iya tahan.
"'ayumi tidak bisa memberikan mas keturunan" ucap Ayumi lagi
" Ayumi membuat mas kecewa dengan sikap dan perilaku yang tidak bisa di rubah dan itu memang hal yang buruk " ucap Ayumi lagi.
Ayumi menghela nafasnya agar bisa lebih tenang terlebih dirinya baru saja tak sadarkan diri lagi.
" Ayumi yakin dan sangat yakin jika mas melakukan itu semua hanya karena nafsu "
Rafael pun hanya bisa diam membenarkan semua yang di ucapkan Ayumi, bahkan Rafael sendiri tidak tau apakah dia mencintai Bianca atau tidak.
" yang jelas Ayumi tidak ingin di madu, semuanya Ayumi serahkan sama mas " ucap Ayumi yang sudah bisa menghentikan tangisannya.
" Ayumi hanya minta mas memilih "
" pilih Ayumi atau Bianca "
__ADS_1
Setelah mengucapkan itu Ayumi kembali merebahkan tubuhnya dan langsung membelakangi Rafael lagi.
" Ayumi akan memberi mas waktu untuk berfikir selama satu Minggu dan Ayumi tidak mau jika mas memutuskan kembali pada Ayumi ada jejak tanda cinta wanita lain di tubuh mas " ucap Ayumi.
Rafael yang mendengar kata terakhir Ayumi pun penasaran jejak cinta apa yang di maksud Ayumi, untuk mengobati rasa penasaran Rafael pun beranjak dari duduknya menuju kamar mandi ruang rawat Ayumi yang pastinya terdapat cermin di sana.
" ya tuhan kenapa aku tidak sadar Bianca memberi jejak sebanyak ini di leher ku " ucap Rafael yang baru menyadari hal itu pantas saja jika Ayumi sangat marah padanya.
Tanpa Ayumi dan Rafael sadari semua obrolan mereka terdengar oleh Narendra dan Ica yang tadinya akan mencegah atau mungkin berjaga jaga saat Rafael menerobos masuk ruang rawat ayumi.
" saya pulang dulu ca, tolong jaga Ayumi ya " ucap Narendra yang sebenarnya kecewa kenapa Ayumi harus memberikan waktu pada Rafael untuk memikirkan kembali hubungan mereka.
" baik pak " ucap Ica yang iba dengan Narendra yang sepertinya tidak memiliki kesempatan untuk bisa memperjuangkan cintanya pada Ayumi.
Tak lama setelah Narendra pergi Rafael pun pergi meninggalkan Ayumi menuju rumah Bianca untuk membicarakan semuanya.
Sebenarnya niat awal rafael menemui Ayumi itu ingin menanyakan tentang hasutan Bianca yang mengatakan anak yang di kandung ayumi bukan anaknya tapi anak dari pria lain.
Bianca mengalungkan tangannya pada leher Rafael dan hendak mencium bi bir Rafael tapi Rafael berusaha menghindar dari ciuman bianca.
" mas kenapa ?" tanya Bianca yang tak biasanya rafael menolah ciuman dari nya.
" ada yang mau mas bicarakan dulu sama kamu " ucap Rafael yang mencoba melepaskan rangkulan tangan Bianca di lehernya.
" bisa ngga bicaranya nanti saja, kita lakukan ini dulu karena nanti Revan akan di antarkam lagi ke sini " ucap Bianca yang masih mencoba merayu rafael, bahkan salah satu tangan Bianca sudah membelai ular Rafael yang masih bersembunyi di balik celana pendek rafael.
" kamu memang paling bisa membuat mas bersemangat, gimana nanti saat kita tidak bisa bersama lagi, pasti mas akan sangat merindukan kamu " ucap rafael yang masih memejamkan matanya menikmati apa yang di lakukan Bianca.
Mendengar ucapan rafael sontak saja Bianca mengehentikan aksinya dan langsung menatap rafael yang masih memejamkan matanya.
" maksud mas apa ? mas mau ninggalin Bianca gitu " ucap Bianca yang tidak akan terima jika rafael lepas dari dirinya.
" Ayumi memberi waktu satu Minggu untuk mas memilih antara kamu dan Ayumi " sontak saja ucapan Rafael itu membuat Bianca tersulut emosi tapi Bianca mencoba menutupi semuanya dari rafael.
__ADS_1
" baiklah sebelum mas berfikir kita happy fun dulu yah " ucap Bianca yang tiba tiba saja memiliki ide untuk bisa membuat Ayumi mundur dengan sendirinya.
" mas mau di sini atau di kamar ?" tanya Bianca yang mulai membuka kancing kemeja bagian atas yang tentu saja langsung memperlihat pepaya Bangkok Bianca yang memang sengaja tidak menggunakan kaca mata.
" terserah " ucap rafael yang sudah tidak sabar melahap buah favorit nya itu.
" ok.. bi akan memberikan sesuatu yang istimewa hari ini tapi mas harus tutup mata terlebih dahulu " Rafael pun menutup matanya karena iya yakin jika Bianca benar benar akan memberikan yang istimewa padanya.
Bianca pun berjalan dan mengambil handphone dan juga menyalakan kamera handphone nya dan meletakan di tempat yang strategis yang bisa menangkap semua aktifitas yang akan iya lakukan bersama Rafael di ruang keluarga rumah ya.
" ok siap.. kita lihat saja Ayumi, apa kamu bisa melakukan hal yang seperti aku lakukan bersama suami mu atau tidak ? dan melalui video ini aku akan membuat kamu sendiri yang akan memilih lepas dari Rafael " ucap Bianca setelah menyalakan mode on pada kamera videonya.
" bi.. sayang kamu dimana ?" tanya Rafael yang tidak mendengar suara apapun dari Bianca.
" bi disini mas " ucap Bianca yang langsung membuka kancing kemeja Rafael sedangkan Rafael masih betah memejamkan matanya, bahkan bukan hanya kemeja saja, Bianca pun melucuti semua yang di kenakan Rafael dan juga dirinya.
" mas sudah bisa buka mata " ucap Bianca saat tubuhnya dan Rafael sudah benar benar top les.
" hai ular kesayangan Bianca " ucap Bianca sambil mengecup ujung ular sanca Rafael yang sudah terbangun dari tidur nya.
" lakukan lah bi.. buat dia takluk oleh belai an kamu " ucap Rafael yang tidak sadar menikmati sajian yang ada di hadapannya.
" bi pastikan dia hanya akan takluk oleh Bianca saja bukan yang lain " ucap Bianca yang langsung berlutut di hadapan ular sanca Rafael tapi sebelum bermain dengan ular sanca diam diam Bianca tersenyum ke arah kamera video di handphone nya.
' kamu tidak akan bisa memiliki Rafael lagi Ayumi..' ucap Bianca dalam hati
✍️✍️✍️ Bianca Bianca harus seberapa rendah lagi kamu merendahkan diri untuk suami orang lain😤😤
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat.
Love you moreeeee 😍😍😍
__ADS_1