
" ARRRRGHH " Rafael yang tidak bisa melakukan pembelaan apapun di hadapan pemilik perusahaan hanya bisa mengalah dan menerima keputusan yang di berikan oleh perusahaan.
Bahkan pemberhentian dirinya dari perusahaan pun itu jauh lebih baik dari pada dirinya di masukan ke penjara karena penggelapan yang iya lakukan selama ini.
" AKAN KU BALAS KAU SATYAAAAA " teriak Rafael dimana saat dirinya masih berada di kantor atau lebih tepatnya berada di atas roof top kantor yang selama enam tahun ini menjadi tempatnya mencari nafkah.
" kau salah menantang seseorang " ucap seorang laki laki yang tiba tiba saja muncul di hadapan Rafael.
" kamu siapa ?" tanya Rafael pada laki laki yang kini berada tepat di sampingnya sambil menghadap gedung gedung yang ada di hadapan mata mereka.
" tidak penting siapa saya, tapi yang harus kamu tau jika kamu sudah salah menantang orang dan kamu juga sudah salah menyakiti hati wanita yang begitu baik selama ini " ucap orang tersebut yang tidak mengenalkan dirinya pada Rafael.
" owhh.. aku tau siapa yang kamu maksud " ucap Rafael.
" jika kamu sudah tau sebaiknya kamu sadar jika kamu memang salah dan seharusnya kamu meminta maaf dengan tulus, bukan malah semakin ingin menghancurkan dirimu sendiri dengan membalas orang yang kekuatannya jauh di atas kamu !!" ucap orang itu lagi.
Terkadang saat menasehati orang yang sedang di liputi rasa marah akan susah untuk di terima seolah apa yang kita nasehati masuk kuping kiri keluar kuping kanan.
Seperti itu juga yang sedang terjadi pada Rafael dimana saat di nasehati malah tidak masuk ke hati Rafael.
" apa kamu yang sudah membuat saya dan keluarga saya seperti ini iya ??" tanya Rafael sambil mencengkram kerah kemeja laki laki tersebut.
" jangan berusaha melawan jika memang kamu tidak memiliki kekuatan untuk membalasnya " ucap orang tersebut sambil menghempaskan tangan Rafael dengan mudah.
Orang tersebut pun meninggalkan Rafael yang terjatuh akibat hempasan tangan nya, lain halnya dengan Narendra yang masih menggenggam tangan Ayumi masih yang masih enggan membuka mata.
" mi.. apa kamu ingin aku nikahi dalam keadaan seperti ini ?" tanya Narendra sambil membelai pipi Ayumi yang terlihat pucat.
" kamu tau sayang, Al dan ay sekarang sudah dekat dengan mas, jadi jangan salahkan mas jika kamu kalah dekat dengan Al dan ay " ucap Narendra sambil merapikan rambut Ayumi.
" mi.. mas cinta sama kamu sayang, jika kamu belum bangun juga mas akan minta om Satya untuk menikahkan kita saat ini agar kamu tidak bis menolak mas " ucap Narendra yang kini sudah menunjukan wajahnya menyembunyikan wajahnya agar Ayumi tidak melihatnya menitikkan air mata nya.
__ADS_1
" ap..a.. ka .. ka.. me.. na..ngis..." ucap ayumi dengan sangat terbata.
Narendra pun mengangkat wajahnya bahkan kini bukan tetesan air mata lagi yang mengalir tapi sudah menganak sungai, Narendra tidak bisa menyembunyikan Rona bahagia di wajahnya bahkan kini Narendra bangkit dan memeluk erat Ayumi.
" ya tuhan.. mas bersyukur kamu sudah sadar sayang.." ucap Narendra.
" kak.. Ayumi sesak " ucap Ayumi yang tiba tiba saja merasakan rasa sesak di dadanya.
Narendra pun melepaskan pelukannya dan berlari keluar untuk memanggil dokter padahal ada satu tombol untuk bisa memanggil dokter atau suster.
Tapi karena kepanikannya Narendra sampai melupakan hal yang seperti itu, tak lama Narendra pun kembali dengan beberapa dokter dan suster untuk memeriksa keadaan Ayumi yang dua hari tidak sadarkan diri.
Narendra hanya bisa berdiri di sudut ruangan dimana Dokter sedang memeriksa keadaan Ayumi setelah kembali sadarkan diri.
" Selamat datang kembali nona Ayumi " ucap dokter setelah memeriksa Ayumi yang ternyata sudah baik baik saja.
" maaf sudah berapa lama saya tertidur ?" tanya Ayumi yang merasa jika dirinya hanya tertidur.
" nona Ayumi sudah kembali sehat dan bersyukur semua organnya pun masih berfungi normal, jadi kita cukup melihat sampai besok pagi jika semuanya aman nona Ayumi sudah boleh pulang " ucap dokter menjelaskan pada Narendra dan ayumi.
Dan tak lama setelah pemeriksaan dokter pun kembali keluar menuju ruangan mereka, sedangkan Narendra pun berjalan mendekati Ayumi sambil melakukan panggilan telepon pada om Satya yang pasti akan sangat bahagia melihat Ayumi yang sudah sadarkan diri.
" halo om " ucap Narendra saat sambungan video call nya tersambung dengan orang yang iya coba hubungi.
" iya Rendra ada apa ? apa ada perkembangan pada Ayumi ?" tanya papa Satya yang saat ini sedang berada di rumah bersama si kembar k hari sudah sore jadi papa Satya sudah pulang dari kantor setelah dari rumah sakit.
" om si kembar Al dan ay ada di samping om tidak, saya mau memberikan kejutan pada om Tante dan si kembar " ucap Narendra yang masih menyembunyikan Ayumi yang sebenarnya sangat ingin melihat anak anaknya.
" kami memang sedang di kamar si kembar " ucap mama Aisyah yang kini sudah menggendong baby Al sedang kan papa satya menggendong baby ay yang kini terpampang jelas dilayar handphone milik Narendra.
Narendra pun menggeser handphone nya tepat di wajah Ayumi yang kini sedang tersenyum manis sambil menatap kedua orang tuanya yang sedang menggendong anak anaknya.
__ADS_1
" sayang... kamu sudah sadar nak ??" tanya mama Aisyah yang tidak percaya jika putri yang tadi pagi masih iya tangisi karena masih enggan terbangun kini sudah bisa tersenyum padanya dan juga pada suaminya.
" kami kesana sayang " ucap mama Aisyah yang ingin segera memeluk putrinya.
" mah .. boleh bawa Al dan ay " ucap Ayumi dengan suara lemahnya tanya Ayumi meski dirinya tau jika rumah sakit bukan lah tempat yang baik untuk putrinya.
" tapi sayang " mama Aisyah yang masih mempertimbangkan bagaimana baiknya terpotong saat papa Satya menyanggupi keinginan putrinya.
" tunggu ya kami semua akan datang kesana" ucap papa satya.
" Nak Rendra titip Ayumi, om segera ke sana " ucap papa Satya sambil menutup sambungan telepon nya setelah mendapat jawaban dari Narendra.
" kak.. memang Ayumi berapa hari tidak sadar ?" tanya Ayumi karena dirinya merasa seperti tidur malam saja.
" dua hari sayang " ucap Narendra yang kembali memegang tangan Ayumi sambil mengecup punggung tangan Ayumi.
" kak maaf jangan seperti ini " ucap Ayumi sambil menarik tangannya dari genggaman tangan narendra.
" mi.. Ayumi kamu masih ingat dengan apa yang pernah Kaka ucapkan empat bulan lalu saat terakhir kita bertemu setelah kita makan rujak cingur ?" tanya Narendra dan Ayumi hanya mengangguk sambil menatap Narendra yang kembali menggenggam tangannya.
" Kakak akan menikahi kamu setelah selesai masa Iddah kamu, dan papa Satya juga sudah merestui Kaka untuk menikahi kamu " ucap Narenda sambil membelai pipi Ayumi yang sudah tidak terlalu pucat.
" dan saat sebelum kamu tidak sadarkan diri sebenarnya kakak akan melamar kamu "
" melamar ???
✍️✍️✍️ apakah Ayumi siap menerima lamaran Narendra ?? dan apa yang kan di lakukan Rafael saat tau Ayumi sudah sadarkan diri.🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹