Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)

Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)
Tidak Mengenali kamu lagi mas...


__ADS_3

Bianca baru saja sampai di rumahnya setelah pertemuan yang memang sudah iya rencanakan agar bisa bertemu dengan Ayumi meski iya harus menunggu lumayan lama agar Ayumi keluar dari rumahnya.


" ternyata usahaku masih saja sia sia, meski sudah mengaku hamil pun mas Rafael tetap saja ingin berpisah ' gumam Bianca sambil membelai perutnya karena harapannya hilang saat kram yang iya rasakan hanya lah akibat dari datang bulan.


" tapi aku akui jika Ayumi benar benar baik, atau mungkin lebih tepatnya bodoh karena mudah sekali percaya pada orang '


ucap Bianca dan tak lama Bianca pun tertidur.


Lain halnya dengan Rafael yang masih berada di toko Ayumi karena ada yang harus iya bicarakan dengan Ayumi


" sayang apa sudah tidak ada lagi kesempatan untuk mas agar bisa kembali padamu " ucap Rafael.


" maaf mas.. lebih baik mas bertanggung jawab pada Bianca yang jelas jelas terlihat berharap bisa bersama dengan mas " ucap Ayumi, yang kini sudah di dampingi Narendra yang baru saja tiba saat Bianca baru saja pulang.


" tapi mas ngga mencintai Bianca " ucap Rafael tanpa beban.


Ayumi membuang muka mendengar Rafael dengan mudah mengatakan hal itu, sedangkan Narendra hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar jawaban Rafael.


" jadi bagaimana nasib anak yang di kandung Bianca ? " tanya Ayumi yang tak mengerti dengan jalan memikirkan Rafael saat ini.


" tapi mas ngga bisa, kamu tau ay.. tiga hari lalu saat mas pergi ke kota J, mas bertemu dengan teman sekolah mas, tapi yang membuat mas penasaran ada yang memanggil teman mas itu dengan panggilan mama " ucap Rafael.


" lalu apa hubungannya dengan mas yang tidak ingin menikahi Bianca " ucap Ayumi yang tidak mengerti arah cerita Rafael.


" wajah anak yang memanggil teman mas itu sangat mirip dengan mas " setelah mengucapkan itu Rafael meminum minuman yang sudah di sediakan Ayumi.


huhhh,..


Ayumi membuang nafasnya dengan kasar, ternyata iya tidak benar benar mengenali suaminya sendiri selama ini.


" dan mas yakin jika itu anak mas, iya ?" tanya Ayumi yang kesal dengan kenyataan yang baru itu tau jika Rafael bisa sampai sebreng sek ini terhadap wanita.


" Ayumi harap anak yang Ayumi kandung tidak ada yang menurun dari mas " ucap Ayumi yang memilih meninggalkan Rafael dan juga Narendra.


" umi.." Narendra memanggil ayumi dengan panggilan khusus nya di hadapan Rafael.

__ADS_1


Narendra pun berjalan mendekati Ayumi sambil membawa cup rujak bebek yang tadi Ayumi beli saat bertemu Bianca.


" terima kasih kak " ucap Ayumi sambil menerima rujak yang di sodorkan Narendra padanya.


" kak.. tau ngga dimana pedagang yang menjual rujak cingur ?" tanya Ayumi ada Narendra, Rafael yang mendengar itu menatap kecewa pada Ayumi yang memilih meminta sesuatu pada Narendra dari pada dirinya.


" Ya sudah nanti sore kakak jemput ya, kita makan langsung di sana " ucap Narendra sambil mengusap rambut Ayumi.


" kak jangan seperti ini " ucap Ayumi yang tidak ingin Rafael berpikir macam macam tentang kedekatan nya dengan Narendra.


" maaf , ya sudah Kaka balik kantor lagi ya " ucap Narendra cuek dan pergi meninggalkan Rafael yang masih cemburu dengan kedekatan Ayumi dan Narendra.


" ay..apa karena Narendra kamu tak ingin kembali sama mas ?" tanya Rafael yang masih belum sadar diri.


" sudah lah mas, jangan mencari kesalahan dari orang lain untuk menutupi kesalahan dan kebe jatan yang mas lakukan selama ini " ucap Ayumi lagi.


" dan Ayumi harap mas tidak mempersulit permohonan perceraian Ayumi nanti agar kita bisa sama sama bahagia " ucap Ayumi yang mulai lelah dengan semua yang dirinya alami akhir akhir ini.


" Ayumi harap mas bisa sadar, dan tidak menyakiti hati perempuan lagi, dan jika memang anak yang mas maksud itu anak mas lalu apa yang akan mas lalukan ?"


" sementara Bianca juga mas campakkan saat dirinya sedang hamil , Ayumi harap mas tidak akan pernah menyesal " ucap Ayumi yang langsung berbalik meninggalkan Rafael.


" belajarlah untuk bertanggung jawab dengan apa yang sudah mas lakukan, jangan terus meninggalkan wanita dalam keadaan hamil hingga anak itu tidak mengenal dan merasakan kasih sayang dari ayahnya sendiri" ucap Ayumi.


" jika wanita itu memang hamil anak mas di luar pernikahan bahkan mungkin usia anak nya mas sudah enam tahun bukan ?"


" lalu sekarang Bianca juga hamil dan kelak nanti anaknya lahir tak mengenali ayah nya bukankah nasib mereka berdua sama ?"


" kamu benar benar tega mas "


Setelah mengatakan itu semua Ayumi masuk ke ruang pantry dan mulai memakan makanan yang iya bawa tadi.


Rafael yang menatap kepergian Ayumi pun berbalik untuk kembali ke kantor nya, dan butuh waktu dua puluh menit Rafael melajukan mobilnya.


Sambil mengemudi kan mobilnya Rafael memikirkan apa yang di sampaikan Ayumi padanya.

__ADS_1


' apa aku harus menikah dengan Bianca ? tapi aku masih penasaran dengan anak yang memanggil maira dengan sebutan mama "


gumam Rafael.


Dan tak terasa jika dirinya sudah sampai di parkiran tempatnya bekerja,


" pa .. ada yang sudah menunggu bapak di ruangan bapak " ucap Rafael yang merasa tidak memiliki janji dengan siapapun.


" siapa ?" tanya Rafael pada resepsionis kantor nya.


" pelamar ? " Rafael pun menepuk keningnya karena lupa dengan wawancara hari ini.


" baik lah saya akan ke sama terima kasih infonya" Rafael pun bergegas menuju ruangannya tapi siapa sangka jika di depan ruang nya kini sudah ada Maira yang sedang melihat ke arah luar jendela.


Rafael pun berusaha menenangkan hatinya agar dirinya bisa bersikap profesional dalam bekerja.


" baik lah kita mulai sesi wawancara nya " ucap Rafael sebelum memasuki ruangannya.


Maira yang masih hafal dengan suara Rafael pun langsung menatap pria yang baru saja memberi pengumuman tapi sayang yang maira lihat hanya setengah dari punggungnya saja.


Satu persatu para pelamar pun maju, namun yang membuat Maira heran dirinya sengaja di buat paling terakhir dalam wawancara.


" pak maaf saya sudah terlewat banyak " ucap Maira yang masih jengkel dengan ketidak Adilan yang iya dapat kan " protes maira pada asisten Rafael.


" maaf ini semua sudah selesai ? lalu saya kapan ? " tanya protes maira


" silahkan masuk, bapak sudah menunggu di dalam " ucap asisten yang sama dengan Maira yang tidak mengerti dengan tujuan yang di inginkan general manager di perusahaan ini.


" silahkan masuk maira ..." ucap Rafael sambil membalikan tubuhnya ke hadapan Maira.


" Rafael ..


✍️✍️✍️ wih.. maira nya sudah ada, lalu apa yang akan terjadi ? apa Rafael akan menikahi maira dan juga Bianca secara bersamaan ? 🤭😅😅 dan apakah Bianca rela di madu kembali ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍😍


__ADS_2