
Hanya butuh waktu setengah jam kini Ayumi dan Narendra sudah sampai di sebuah apartemen mewah dimana di apartemen ini narendra memiliki dua unit yang berseberangan.
Bukan tanpa alasan narendra membeli apartemen itu tapi karena satu dan lain hal narendra tidak jadi menggabungkan dua apartemen itu.
" ayo tuan putri kita sudah sampai " ucap Narendra yang baru saja memarkirkan mobilnya di basemen apartemen nya.
" kak, apa nanti tidak akan menimbulkan fitnah ?" tanya Ayumi yang masih memikirkan baik buruknya tindakan yang di lakukannya.
" kamu tenang aja, apartemen ini memiliki keamanan yang sangat bagus jadi tidak sembarang " ucap Narendra yang tau akan kekhawatiran Ayumi.
" sebaiknya kamu kasih tau ibu dan ayah kamu agar mereka tidak terlalu khawatir " ucap narendra.
"Ayumi sudah bilang jika Ayumi butuh waktu untuk Sendiri " ucap Ayumi yang masih mengikuti Langkat Narendra.
Narendra dan Ayumi baru saja tiba di unit yang narendra maksud, dimana Narendra menunjukan kamar yang akan di gunakan oleh Ayumi dan dirinya ada di samping kiri unit yang akan di tempati Ayumi.
" kalo kamu butuh sesuatu kabari kakak, kakak ngga bisa antar kamu ke dalam .. ngga papa kan ?" tanya Narendra yang masih menghargai batasan antara dirinya dengan Ayumi sedangkan Ayumi hanya mengangguk tanda mengerti.
ceklek.. Ayumi membuka pintu apartemen narendra yang di pinjamkan pada nya, dimana apartemen itu begitu mewah bahkan ada kaca besar yang menampilkan pemandangan kota ini.
Jika Ayumi di sini dengan berusaha untuk bisa membuka diri dan berbagi beban, lain halnya dengan bianca yang sedang memikirkan cara untuk bisa membuat Ayumi kehilangan janin yang sedang di kandungnya tanpa harus mengotori tangan nya.
Tiba tiba saja Bianca mengingat sebuah video yang iya ambil saat akan merebut rumah Ayumi satu bulan lalu.
" ternyata Dewi Fortuna memang sedang berpihak pada ku " ucap Bianca yang melihat hasil rekaman dan juga rekaman suara yang iya ambil secara bersama sama.
" dengan ini bukan aku yang akan menyebabkan kamu kehilangan anak kamu tapi ocehan orang di luaran sana yang akan menghancurkan mu " ucap Bianca sambil tersenyum jahat.
" bi .. mas akan keluar dulu " ucap Rafael yang sudah berganti pakaian lagi.
" mas mau kemana? apa urusan mas begitu penting sampai mas tidak bisa mengantarkan bi ke klinik " ucap Bianca yang tiba tiba saja berubah manja.
" jangan manja, mas harus pergi " ucap Rafael tidak memperdulikan rengekan Bianca.
__ADS_1
Bianca menatap sedih sambil melihat kepergian Rafael yang entah kenapa berubah menjadi seperti dulu, dan akan kembali hangat saat sedang menginginkan diri nya.
Rafael pun menuju sebuah cafe yang sering di datangi olehnya dan Ayumi dulu, bahkan Rafael memilih duduk di bangku favorit Ayumi kala datang ke sana.
" mas rindu sama kamu ay.. " ucap Rafael yang memang benar benar merindukan Ayumi, terlebih saat pagi dirinya bertemu setelah sekian lama membuatnya benar-benar merindukan istrinya.
" apa sudah tidak ada ruang buat mas ay" ucap Rafael yang masih asik melihat Ayumi di galeri handphone nya.
" kamu masih tetap berada di hati mas, meski setiap malam mas menghabiskan malam penuh gairah bersama Bianca tapi cinta ini tetaplah milik kamu ay.. " ucap Rafael lagi.
" kamu sudah terlambat " ucap Narendra yang baru saja tiba di cafe sana yang letaknya tidak jauh dengan apartemen yang di tinggali Ayumi.
" apa maksud anda ?" ucap Rafael karena berfikir tidak ada yang mendengar semua ucapannya.
" setelah apa yang kamu lakukan pada Ayumi selama ini, kamu baru menyadari di saat kamu sudah kehilangan semuanya " ucap Narendra lagi.
" apa kamu sadar, sudah berkali kali Ayumi memberi kamu kesempatan tapi kamu lebih memilih mengikuti naf su mu dari pada hati mu " ucap Narendra lagi.
" tapi aku tau jika Ayumi pasti bisa memaafkan ku jika aku menemuinya lagi "
" lalu setelah itu kamu akan kembali melukainya lagi !" ucap narendra yang tidak akan rela jika Rafael kembali pada Ayumi.
" aku akan berjuang untuk bisa mendapatkan cinta Ayumi lagi " ucap Rafael sambil meminum minuman yang iya pesan dan pergi meninggalkan Narendra yang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkat kepercayaan diri Rafael.
Bianca yang merasakan perubahan pada Rafael pun semakin was was jika nanti tiba tiba Rafael meninggalkan nya lalu apa yang bisa dia harapkan.
" aku harus membuat mas Rafael tetap berad di bawah kendali ku " ucap Bianca yang semakin lupa pada kodrat nya sebagai seorang ibu, dimana saat akan tiba di rumahnya Bianca malah mengantarkan revan ke rumah neneknya yang sebenarnya entah nenek siapa.
Deru mesin mobil Rafael pun kini baru saja berhenti di halaman rumah nya, Bianca yang hendak bersiap menyambut Rafael pun kembali melihat dirinya lewat pantulan di cermin kamarnya.
" ok tubuh, kita buat Rafael kembali tergila gila pada kalian " ucap Bianca sambil membelai bagian tubuhnya yang memang semakin berisi.
" jika memang kamu sudah ada di dalam sini, mama harap kamu kuat agar ayah tidak akan meninggalkan kita ok "
__ADS_1
Setelah mengucapkan itu Bianca pun menuju ruang tamu dimana Rafael sudah duduk di sana dengan tangan yang di letakan di atas mata untuk menutupi nya.
" mas.. " Bianca yang sudah memakai lingerie sek si berwarna merah langsung mendudukkan diri diatas pangkuan Rafael .
" mas dari mana " ucap Bianca sambil terus menelusuri leher Rafael yang memang sedang menengadah.
" Ayumi.. " ucap Rafael tanpa sadar, sedangkan Bianca yang mendengar panggilan Rafael pada Ayumi pun berusaha menenangkan hatinya.
" bi .. Bianca sayang " bisik Bianca di telinga Rafael sambil mengecup daun telinga Rafael.
Rafael pun tersadar dari lamunannya yang malah membayangkan jika setiap sentuhan yang tadi iya rasa Ayumi lah yang melakukannya.
" bi.. " Rafael mencoba mendorong Bianca agar turun dari pangkuan nya, tapi Bianca menggeleng dan langsung melu mat bi bir sedikit memaksa.
Rafael yang masih tipis iman pun kembali tergoda dengan bujuk rayu naf su Bianca yang benar benar menggodanya.
" apa mas ingin suasana baru ?" tanya Bianca di sela sela usahanya membuka pakaian Rafael.
" dimana ? " tanya Rafael yang kini sudah dikendalikan naf su yang menggebu karena permainan Bianca.
" dapur " ucap Bianca yang langsung melenggang pergi ke arah dapur sambil menuntun Rafael yang sama sama sudah polos seperti bayi baru lahir.
" kamu memang nakal bi " ucap Rafael yang langsung menyerang Bianca setelah sampai di dapur. namun di saat henta kan yang iya lakukan pada Bianca sedang berlangsung tiba tiba saja iya mengingat ucapan narendra.
" kamu sudah terlambat "
✍️✍️✍️hadeh... baru aja mau sadar udah oleng lagi dasar Rafael si tipis iman 🤦😤😤, dan apakah Narendra akan berjuang mendapatkan Ayumi 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1