
Mentari pagi masuk melalui jendela ruang kantor Ayumi dimana Ayumi masih terlelap karena dirinya baru bisa memejamkan matanya pukul tiga pagi.
" selamat pagi Ayumi yang baru, semangat untuk diriku dan untuk mu sayang " ucap Ayumi yang sudah bertekad untuk bisa lepas dari Rafael mulai pagi ini.
" maafkan Ayumi mas, Ayumi hanya ingin menjaga hati Ayumi yang masih rapuh ini" ucap Ayumi yang memblokir nomor handphone Rafael.
ayumi pun mulai membersihkan diri dan merias diri secantik biasanya iya setiap hari, cukup baginya merenung semalaman untuk mengambil sikap apa yang harus iya lakukan pada Rafael yang telah mengkhianati dirinya bahkan dua kali di waktu yang berdekatan.
" ka " Ica yang baru saja membuka pintu toko langsung naik ke lantai dua dimana Ayumi berada sejak semalam.
" apa ca " ucap Ayumi yang tau jika orang kepercayaan nya itu mengkhawatirkan dirinya.
" huh syukurlah kakak baik baik saja " ucap Ica yang berpikir buruk saat Ayumi memilih tinggal di dalam toko yang terkunci.
" kamu kejauhan ca mikir nya "
" yu kita siap siap buka toko karena mulai saat ini kita akan bekerja keras memajukan lagi toko kue kita ini " ucap Ayumi
" SEMANGAT " ajak Ayumi pada Ica sambil bertos ria.
Pagi ini Ayumi seolah tanpa beban di hatinya, iya bersikap seolah tidak ada masalah dalam hidupnya bahkan Ica sampai tidak percaya dengan perubahan yang Ayumi tampilkan di hadapan nya.
Lain halnya dengan Rafael yang dari semalam terus gelisah memikirkan dimana Ayumi berada, bahkan tak sedetik pun dirinya bisa memejamkan mata, bahkan Bianca yang berusaha merayu Rafael pun sampai menyerah.
" mas berangkat dulu " ucap Rafael tanpa memakan sarapan yang sudah Bianca siapkan untuknya.
" sarapan dulu mas, bi sudah masak yang spesial buat mas " ucap Bianca yang masih berusaha membuat Rafael tenang.
" nanti saja, mas harus ketemu sama Ayumi " ucap Rafael yang langsung meninggalkan Bianca.
' sebenarnya apa yang di lakukan Ayumi sampai sampai saat Ayumi menghilang mas Rafael jadi kelimpungan seperti ini ' ucap Bianca yang masih melihat Rafael yang sudah melaju kan mobilnya.
Rafael melajukan mobilnya ke arah rumahnya bersama ayumi, berharap Ayumi sudah pulang ke rumah saat dirinya tiba.
__ADS_1
Rafael bergegas turun dari mobil saat sudah tiba di rumahnya, tapi sayang rumah nya masih sama seperti saat dirinya datang semalam terkunci rapat.
Rafael yang seperti orang yang sedang di kejar hutang pun kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dalam kecepatan penuh, meski jalanan sudah mulai padat tak menyurutkan Rafael dalam melajukan mobilnya ke arah toko kue Ayumi.
" semoga Ayumi ada di dalam " ucap Rafael yang baru saja sampai di depan toko Ayumi yang sudah terbuka.
Rafael yang masih yang masih mengenakan pakaian yang di kenakan nya kemarin pun hanya bisa menyemprot kan minyak wangi karena pakaian ganti yang Ayumi siapkan tidak iya bawa saat meninggalkan rumah Ayumi kemarin.
" ca, Ayumi ada ?" tanya Rafael saat melihat Ica sedang mendisplay kue yang baru saja matang.
Ica pun melihat ke arah pintu pantry pun hanya bisa terdiam saat Rafael berjalan kearah matanya menatap.
' semoga segala masalah yang sedang kak Ayumi hadapi segera selesai dan tidak melukai siapapun ' harapan Ica untuk atasannya.
" yang " Rafael membuka pintu pantry dengan perlahan melihat jika Ayumi sedang menggunakan apron favorit nya dan membuat aneka jenis kue yang baru untuk menarik pelanggan yang mulai berkurang.
Ayumi hanya menatap sekilas ke arah Rafael tanpa membalas sapaan suaminya itu.
" stop " ucap Ayumi sambil mengangkat tangannya menghentikan Rafael yang hendak melangkah ke arah nya.
Rafael pun menghentikan langkahnya setelah melihat tatapan yang lain dari sorot mata Ayumi yang baru saja iya lihat.
" ini adalah tempat yang bersih dan harus orang yang bersih juga yang boleh masuk " ucap Ayumi tegas.
" jika mas memang ingin bicara bisa tunggu Ayumi di kursi pelanggan yang ada di depan tapi jika hanya ingin meminta kunci rumah maaf Ayumi sibuk, Ayumi tidak ada waktu untuk mengurus orang yang sudah tidak perduli pada Ayumi "
Setelah mengucapkan itu Ayumi melanjutkan pekerjaan yang tadi sempat tertunda, sedangkan Rafael hanya bisa melangkah mundur saat mendengar semua yang di ucapkan Ayumi.
Rafael sampai tidak mengenali Ayumi yang tadi berbicara tegas padanya, Ayumi yang Rafael kenal adalah pribadi yang lembut dan ramah tidak seperti Ayumi yang baru saja iya hadapi.
' mas yakin sekarang kalo kamu memang melihat mas menjemput Bianca kemarin ' ucap Rafael sambil duduk di kursi pelanggan.
" ca " Rafael melambaikan tangannya agar Ica mendekat padanya.
__ADS_1
" ca tolong kasih tau Ayumi jika saya menunggunya di sini " ucap rafael yang sebenarnya malu meminta Ica memberitahu Ayumi padahal dirinya dengan percaya diri masuk ke arah pantry.
Meski heran Ica tetap melakukan apa yang di perintahkan suami dari atasannya itu tanpa banyak pertanyaan.
" kak, suami kakak masih nungguin di depan " ucap Ica yang kini sudah berada di samping Ayumi yang baru saja meletakan aneka kue di baki saji untuk display.
" tolong kamu bawa ini ca, dan buatkan kopi ekspreso buat mas Rafael " Ica pun langsung membawa baki yang sudah di siapkan oleh Ayumi dan langsung membuatkan kopi pesanan Ayumi untuk suaminya.
' maaf mas mulai saat ini ayumi tidak akan melakukan apapun untuk mas lagi ' ucap Ayumi yang kini sudah keluar dari tempatnya membuat kue ke arah Rafael yang sedang duduk menunggunya.
" yang " Rafael pun bangkit ingin memeluk Ayumi namun Ayumi menghindari pelukan Rafael sebelum Rafael bisa menyentuh dirinya.
" yang, kita bicarakan ini baik baik ya " ucap Rafael yang masih berusaha mendekati Ayumi, Ayumi hanya diam sambil memilih duduk di hadapan Rafael sambil menyilangkan tangannya di depan dada bahkan tatapan Ayumi pun kini terlihat asing di mata Rafael.
" mas bisa jelaskan semuanya " ucap Rafael membuka suara setelah lebih dari sepuluh menit tidak ada yang membuka suara di antara mereka.
" mas akui mas bertemu Bianca kemarin " baru saja Rafael berbicara sedikit tapi langsung dipotong oleh Ayumi.
" jangan mengarang kebohongan yang mana akan menambah dosa yang sudah mas perbuat " ucap Ayumi tegas.
" setelah Ayumi pikir pikir Ayumi akan membebaskan mas melakukan apapun yang ingin mas lakukan " ucap Ayumi sambil menatap wajah Rafael yang juga sedang menatapnya dengan serius.
" Ayumi sadar wanita hamil tidak bisa meminta cerai pada suaminya " ucap Ayumi lagi.
" tapi tidak ada larangan jika seorang istri yang sudah dizolimi meminta untuk pisah ranjang
✍️✍️✍️ kira kira apa yang akan di lakukan Rafael mendengar keputusan yang Ayumi ucapkan...
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1