Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)

Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)
Hubby Rendra...


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu dimana hari ini adalah hari yang paling di tunggu oleh Narendra dan Ayumi, karena hari ini adalah hari pernikahan mereka yang meski hanya pernikahan yang sederhana sesuai yang di inginkan Ayumi tapi tak mengurangi kekhidmatan dari acara tersebut.


" SAHHHH" terdengar suara lantang dari setiap orang yang hadir di acara itu.


Dan untuk pertama kalinya Narendra mencium kening Ayumi yang saat ini sudah sah menjadi istrinya yang kelak akan menjadi istri satu satunya.


' sayang .. kak ingin dengar panggilan sayang yang sudah kamu siapkan untuk kakak ' bisik Narendra tepat di telinga Ayumi bahkan iya melakukan itu di hadapan penghulu dan orang orang yang menjadi saksi pernikahan mereka.


" Rendra... sabar.. masih banyak orang. .." ucap salah satu kerabat Narendra yang ikut hadir di pernikahan mereka.


blush... pipi putih Ayumi bersemu merah saat mendengar apa yang di sampaikan kerabat Narendra.


" hubby malu ih.." ucap Ayumi yang mulai saat ijab kabul tadi sudah memutuskan untuk memanggil Narendra dengan panggilan hubby.


" apa yang .. " ucap Narendra dengan suara yang sedikit keras sehingga mengundang perhatian orang orang di sekelilingnya.


" hubby ..." ucap Ayumi agar Narendra diam tak membuatnya malu dengan terus berbisik di hadapan semuanya.


" HUBBY RENDRA..." ucap semuanya yang mendengar ucapan Ayumi.


Narendra pun sungguh bahagia mendengar panggilan baru yang di berikan Ayumi padanya, sungguh itu panggilan terindah yang pernah iya dengar dalam hidupnya.


Acara pernikahan pun berjalan dengan sangat lancar di tambah Narendra yang membuat suasana menjadi sedikit lucu dengan tindakan nya pada Ayumi


Jika di rumah Ayumi sedang di liputi kebahagiaan atas pernikahan Ayumi dan Narendra, lain halnya dengan keadaan di rumah ayah Candra dimana mereka memikirkan keberadaan Rafael putra mereka satu satunya.


" ayah... Rafael kemana ?" ucap Bu Silvi karena Rafael belum juga pulang setelah hari dimana dirinya pamit akan menemui Bianca.


" sudah lah Bu.. Rafael sudah besar ayah yakin dia baik baik saja " ucap ayah candra berusaha menenangkan istrinya.


" tapi yah..." baru saja Bu Silvi akan membalas ucapan suaminya, handphone ayah Candra tiba tiba saja berdering dan orang yang sedang di khawatirkan Bu Silvi kini menghubungi mereka.

__ADS_1


" halo.. yah..." sapa Rafael dari Sebrang telepon sana, sungguh suara Rafael membuat kekhawatiran dan kerinduan Bu silvi pada anaknya pun luruh seketika.


" El... kamu dimana nak ?" tanya Bu Silvi yang langsung merebut handphone dari genggaman tangan suaminya.


" El baik baik saja Bu " ucap Rafael yang mendengar suara khawatir ibunya.


" tapi kamu di mana El..?" tanya Bu Silvi pada anaknya.


" El ada di tempat yang sangat nyaman, dan El harap ibu jangan mengkhawatirkan El karena El di sini baik baik saja, kelak El akan pulang jika El sudah menjadi pribadi yang lebih baik "


Rafael yang sudah bertekad anak memperdalam ilmu agama agar bisa menghapus Setiap dosa dan kesalahan yang pernah iya lakukan selama ini.


" baik lah.. ayah doakan semoga semua yang niat baikmu di mudahkan oleh yang maha pencipta dan setiap kesalahan yang pernah kamu lakukan mendapat ampunan nya " ucap ayah Candra yang akan mendukung apapun yang Rafael inginkan.


Sedangkan Bianca kali ini benar benar berusaha mandiri bahkan kini Bianca sudah bekerja di toko kue milik Ayumi dan itupun berkat kemurahan hati Ayumi.


flashback on


Setelah memantapkan tekadnya yang ingin berubah dan bisa hidup mandiri, jalan pertama yang Ayumi ambil adalah meminta maaf pada Ayumi atas apa yang pernah iya lakukan selama ini pada Ayumi.


" mau apa lagi kamu kesini hah " ucap Ica yang masih mengingat jelas dengan apa yang pernah Bianca lakukan pada Ayumi.


" aku hanya ingin bertemu dan meminta maaf pada Ayumi " ucap Bianca jujur dengan wajah yang tertunduk dan terlihat jelas raut penyesalan di wajah Ayumi.


" tapi aku tidak yakin jika kak Ayumi mau menemui kamu " ucap Ica yang entah kenapa iba pad Bianca karena Ica bisa merasakan penyesalan dari suara Bianca.


" setidaknya biarkan aku bertemu dan berusaha meminta maaf pada Ayumi " ucap Bianca yang masih berusaha meyakinkan Ica.


" baiklah aku akan menghubungi kakak dulu " ucap Ica sambil pergi meninggalkan Bianca yang masih duduk di sudut ruangan.


Setelah dirasa cukup jauh Ica pun mencoba menghubungi Ayumi yang memang semenjak kelahiran si kembar jarang datang ke toko dan Ica paham akan hal itu terlebih Ayumi melahirkan si kembar dengan cara sesar.

__ADS_1


" halo kak " sapa Ica pada Ayumi yang langsung mengangkat panggil telepon nya.


" halo ca, maaf ya kakak masih belum bisa datang ke toko " ucap Ayumi yang tidak enak hati pada Ica yang akhir akhir ini sibuk sendiri.


" ngga papa kak.. kakak fokus saja jagain di kembar ponakan Ica ok, biar toko Ica yang handle " ucap Ica yang tau bagaimana Ayumi yang paling tidak bisa membuat orang susah.


" oh iya kak, di toko ada wanita yang dulu pernah datang dan membuat keributan " ucap Ica yang memang tidak tau nama Bianca.


" siapa ? Bianca ?" tanya Ayumi yang menebak Bianca karena hanya dia wanita yang mengusik kehidupan nya.


" ah iya betul " ucap Ica saat mengingat nama itu.


" untuk apa dia ke toko ?" ucap Ayumi yang tidak menaruh curiga.


" dia ingin bertemu dengan kakak dan meminta maaf " ucap Ica menjelaskan yang sebenarnya.


" ok.. tapi kakak ngga bisa datang ke toko, jadi kakak minta tolong sama kamu kasih alamat rumah papa saja biar dia datang kerumah jika dia sungguh sungguh ingin minta maaf " ucap Ayumi yang mengizinkan Bianca bertemu dengannya.


Setelah mendengar apa yang di inginkan kakaknya Ica pun menutup sambungan telepon nya dan memberitahu pada bianca apa yang di inginkan kakaknya.


" kakak meminta kamu datang ke rumah papa Satya jika memang kamu ingin meminta maaf" ucap Ica sambil memberikan secarik kertas yang berisi alamat rumah papa Ayumi.


Bianca pun pamit karena iya ingin meminta maaf pada Ayumi wanita yang pernah iya rusak kebahagiaan nya dan wanita yang pernah iya hancurkan rumah tangganya.


Meski lumayan jauh dari toko kue Ayumi tapi Bianca tetap mendatangi alamat rumah yang di berikan Ica padanya. Dan di sinilah Bianca berada, di hadapan Ayumi dan juga mama Aisyah yang sebenarnya geram dengan wanita yang kini ada di hadapan putrinya.


" maksud kedatangan ku kesini hanya ingin meminta maaf atas apa yang pernah aku lakukan padamu..


✍️✍️✍️ Tidak ada manusia sempurna di dunia ini, dan setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan tinggal bagaimana dia ingin berubah menjadi lebih baik atau tidak...


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2