
Malam pun sudah mulai menyelimuti bumi dimana Ayumi berpijak tapi Ayumi masih betah di toko kuenya tanya ada niatan untuk segera pulang menyambut suaminya pulang kerja.
" kak sudah jam sembilan, toko juga sudah Ica tutup " ucap Ica yang memang sangat bertanggung jawab menjaga amanat yang d berikan Ayumi padanya.
" ya sudah hati hati kalo mau pulang, kakak masih ingin di sini " ucap Ayumi yang masih membaca data penjualan kuenya yang dua hari ini semakin merosot bahkan ada pesanan yang di cancel kerena video yang tersebar di internet tentang nya dan Bianca.
" kak " Ica yang sudah melihat video itu pun sebenarnya tidak terima saat Ayumi masih diam tanpa ingin memberikan klarifikasi atas kebenaran berita itu.
" jangan memikirkan hal yang akan semakin menyakiti hati kita, nanti juga akan reda dengan sendirinya" ucap Ayumi yang masih bersikap tenang atau mungkin lebih tepat nya ingin melihat apa Rafael masih menganggap dirinya atau tidak sebagai seorang istri yang harusnya di lindungi.
" ya sudah Ica pulang atau Kaka mau Ica temani tidur di sini " ucap Ica yang tidak tega melihat Ayumi yang memendam semuanya sendiri.
Ayumi hanya menggeleng sambil tersenyum meyakinkan jika dirinya baik baik saja.
Lain halnya dengan Rafael yang baru saja sampai di rumah Bianca saat ini setelah melewati sore yang melelahkan tapi menyenangkan bagi Rafael dan Bianca.
" mas langsung pulang agar Ayumi tidak curiga ok, nanti mas kabarin lagi kalo mau ketemu " ucap Rafael setelah puas mencum Bu Bianca di dalam mobil di halaman rumah Bianca.
" sekali lagi aja di sini boleh " ucap Bianca yang ingin membuat Rafael kelelahan hingga di rumah Ayumi hanya numpang tidur.
Rafael pun mengikuti apa yang di minta Bianca terlebih ini pengalaman pertamanya melakukan hal itu di dalam mobil, hampir tiga puluh menit mobil Rafael bergoyang hebat dan beruntungnya tidak ada tetangga yang menyadari mereka.
" kamu memang luar biasa " ucap Rafael yang kini sedang membersihkan ular sanca nya yang baru saja memuntahkan lahar dingin di atas perut Bianca.
" bi pasti akan merindukan mas " ucap Bianca yang masih belum rela Rafael pulang ke rumahnya.
" tapi mas harus pulang " ucap Rafael yang kini sudah kembali rapih dan wangi meski tanpa mandi.
Bianca pun mengalah dan turun dari mobil Rafael saat Rafael sudah menyalakan mobilnya dan bersiap pulang.
" mas usahakan besok datang lagi ok " ucap Rafael sambil mere mas pepaya Bangkok Bianca setelah Bianca mencium tangannya.
Bianca hanya bisa mengangguk karena saat ini bukan waktu yang tepat peminta Rafael meninggalkan Ayumi dan memilih dirinya.
__ADS_1
Rafael pun meninggalkan Bianca setelah puas meneguk has raf bersama Bianca bahkan dirinya pun tidak lagi mengabari Ayumi setelah mengirim pesan pada Ayumi yang bahkan tidak di buka oleh Ayumi.
" gelap ??" Rafael yang baru saja tiba di rumah merasa heran karena rumahnya sepi seperti tidak berpenghuni.
" apa Ayumi masih di toko ? tapi ini sudah malam !" ucap Rafael sambil mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi Ayumi tapi handphone Ayumi tidak bisa di hubungi.
" kamu kemana Ayumi " tapi tiba tiba saja Rafael mengingat nasehat yang di ucapkan papa mertuanya yang mengingatkan jika insting istri akan lebih kuat jika pernah di khianati.
deg...
" apa Ayumi tau kalo aku pergi sama Bianca ?" Rafael menyandarkan keningnya pada stir mobil memikirkan kemana Ayumi pergi.
Rafael pun mencoba mencari Ayumi lewat GPS handphone nya tapi baru saja akan di gunakan tiba tiba saja handphone nya mati kehabisan baterai.
" arrrhh kenapa sih " teriak Rafael dalam mobilnya.
" apa salah kalo aku mencari kepuasan yang tidak bisa di berikan oleh istriku yang sedang hamil muda " teriak Rafael yang tidak merasa bersalah karena mengkhianati Ayumi.
" toko.. iya toko kue Ayumi " ucap Rafael yang akan mencari Ayumi di tokonya berharap Ayumi ada di sana bukan di rumah papa mamanya.
" tunggu " Rafael sejenak berhenti di tepi jalan di mana dirinya tadi siang menjemput Bianca.
" apa mungkin Ayumi melihat ku menjemput Bianca di sini ?" tanya Rafael pada dirinya sendiri.
Rafael melajukan kembali mobilnya ke toko Ayumi dengan pikiran yang semakin berkecamuk berharap Ayumi tidak melihat dirinya menjemput Bianca.
" sudah tutup ? lalu Ayumi dimana ?" tanya Rafael pada dirinya sendiri saat melihat toko Ayumi yang sudah tertutup rapat bahkan di gembok dari luar.
flashback on
" ca.. " Ayumi menghentikan Ica yang baru saja akan turun ke lantai dasar dan pulang.
" iya kak " ucap Ica yang nanya berbalik tanpa mendekati Ayumi.
__ADS_1
" tolong kamu kunci saja tokonya dari luar, Kaka akan tidur di sini malam ini " ucap Ayumi yang sepertinya membutuhkan waktu untuk sendiri.
" tapi kak " Ica semakin tidak tega untuk pulang dan meninggalkan Ayumi sendiri di toko kue.
" sudah pulang dan kunci pintunya dari luar, kasihan ibu mu pasti sudah sangat cemas " ucap Ayumi yang masih saja memikirkan orang lain.
" ya sudah Ica pulang, Kalo ada apa apa kabarin Ica ya " ucap Ica sebelum meninggalkan Ayumi.
" hemmm " ucap Ayumi yang memilih merebahkan tubuhnya di atas sofa di ruang kerjanya.
flashback off
" lalu Ayumi kemana ?" tanya Rafael pada dirinya sendiri sambil melihat lantai dua dimana Ayumi tertidur di sana tanpa sepengetahuan Rafael.
Karena tidak ada pilihan lain Rafael pun memilih pulang ke rumah Bianca karena iya masih belum memegang kunci serep rumahnya dengan Ayumi.
Meski dengan pikiran yang kacau dimana Rafael memikirkan dimana keberadaan ayumi, kini dirinya sudah sampai di halaman rumah Bianca.
" huhhh kamu kemana sayang " tanya Rafael yang masih belum tenang memikirkan keberadaan ayumi, bahkan dirinya masih berada di dalam mobil sambil menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi mobil.
Bianca yang mendengar suara mobil yang berhenti di halaman rumahnya pun langsung melihat lewat jendela rumahnya dan melihat mobil siapa yang berhenti di depan rumahnya.
" mas Rafael kok balik lagi ?" ucap Bianca sambil berjalan untuk membuka pintu kamar nya dan menuju pintu depan agar Rafael bisa masuk ke rumahnya tanpa memikirkan pakaian nya yang hanya menggunakan pakaian tidur berbahan satin tipis yang memperlihatkan bentuk tubuhnya.
" mas " Bianca membuat pintu rumahnya dimana Rafael kini sudah berdiri di depan pintu rumah nya dengan wajah yang terlihat sangat kusut berbanding terbalik dengan saat tadi dirinya turun setelah dari luar kota.
" mas, kamu kenapa ?" tanya Bianca basa basi padahal dirinya senang Rafael kembali ke rumahnya apapun alasannya.
" aku hanya ingin istirahat..
✍️✍️✍️ apa kali ini Rafael benar benar jera di tinggal pergi Ayumi ? dan apakah usaha Bianca untuk menguasai rafael berhasil..
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹