Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)

Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)
Penyesalan Selalu Datang Terlambat


__ADS_3

Sesuai dengan yang di perintahkan pak Satya jika Bianca harus tau jika rafael sudah tidak bekerja lagi, maka berbekal cctv kantor yang berhasil iya retas, Rico pun memperlihatkan pada Bianca yang masih mementingkan uang di atas segalanya.


Rafael yang dari tadi sudah merasakan perubahan yang terjadi pada Bianca pun semakin yakin jika Bianca tau jika dirinya sudah tidak bekerja lagi.


" mas akan menikahi kamu setelah mendapat pekerjaan lagi ok " ucap Rafael yang memilih untuk jujur pada Bianca.


" ya sudah jika seperti itu mas kesini lagi jika sudah mendapatkan pekerjaan lagi " ucap Bianca yang kini sudah beranjak dari duduknya.


" kamu mengusir mas ?" tanya Rafael yang juga ikut bangkit dari duduknya.


" bukankah biasanya kamu senang jik mas datang ke sini, bahkan kamu sengaja berpakaian sek si buat memikat mas agar bisa betah di sini " ucap Rafael yang Kecewa dengan perubahan sikap Bianca.


" itu dulu saat mas msih berjaya dan bi pikir bisa menguasai semuanya termasuk mas " ucap Bianca jujur.


" tapi sekarang mas sudah ngga punya apa apa lagi selain itu " ucap Bianca sambil menunjuk ular sanca yang sebenarnya sangat di rindukan Bianca tapi hidup harus terus berjalan dimana tidak akan cukup dengan kepuasan batin.


" ok mas akan membayar kamu jika itu yang kamu mau " ucap Rafael sambil menutup pintu rumah Bianca dengan kencang dan menarik Bianca secara paksa ke dalam kamar yang selalu dirinya dan Bianca isi dengan teriakkan laknat yang membakar gelora jiwa.


" bi ngga mau, bi bukan Pela cur yang di bayar setelah melakukan itu semua " ucap bianca yang masih terus menghindar.


" MUNAFIK " ucap Rafael yang terus berusaha memaksa Bianca melayaninya terlebih sudah empat bulan lebih iya tidak menyalurkan itu semua.


Bianca terus berontak karena Rafael memperlakukan nya dengan sangat kasar, mungkin akan lain ceritanya jik Rafael memintanya baik baik karena Bianca pun sebenarnya sangat merindukan sentuhan Rafael yang begitu memabukkan.


Brakkk


Pintu kamar Bianca pun di buka secara paksa dalam satu kali tendangan dan ternyata orang yang membuka pintu kamar Bianca adalah Rico yang memang sedari tadi mengawasi Rafael dan juga Bianca seperti seorang penguntit.


" ko.. " Bianca yang melihat Rico ada di depan pintu kamarnya pun langsung berlari ke arah Rico meski pakaiannya terdapat robekan tepat di bagian dadanya.

__ADS_1


Rafael yang melihat kehadiran laki laki yang sempat menemui nya beberapa hari lalu di roof top kantor nya pun langsung emosi terlebih sekarang dia melihat laki laki itu yang ikut campur dengan urusannya.


" oh.. jadi karena laki laki ini sekarang kamu berubah" ucap Rafael sambil menunjuk ke arah Rico.


" turunkan tanganmu sebelum ku patahkan tangan kotor mu itu " ucap Rico sambil menepis tangan Rafael dengan keras.


" hanya laki laki pecundang yang memaksakan kehendak nya pada seorang wanita " ucap Rico yang tidak pernah menyangka jik Rafael bisa sampai rendah itu untuk bisa melampiaskan has rat nya.


" ngga usah ikut campur dengan semua urusan ku " ucap Rafael yang langsung melayangkan bogem mentah tepat ke wajah Rico namun sayang usaha Rafael gagal saat dengan Sigap Rafael menghindari nya tapi tak lama Rico membalas serangan Rafael yang sempat meleset.


" pergi kau dari sini, karena mulai saat ini Bianca hanya milikku " ucap Rico sambil menarik Rafael keluar dari rumah Bianca dengan paksa.


Rafael yang mendapat perlakuan seperti itu pun langsung berbalik dan melayangkan kembali bogem mentah tepat di perut Rico yang untuk kali ini tepat mengenai uluhati Rico.


" ahhh co..." Bianca berteriak melihat Riko yang terkena pukulan.


" sudah mas .. co.. hentikan " ucap Bianca yang kini sudah berdiri di antara Rico dan Rafael.


plakkk..


Rafael menampar pipi Bianca dengan sangat keras, karena kini Rafael benar benar merasa menyesal atas apa yang sudah iya lakukan pada Ayumi.


" itu pantas untuk wanita sepertimu " tunjuk Rafael sambil pergi meninggalkan Bianca yang masih terdiam sambil memegang pipi nya yang terasa kebas dan panas.


" aku sungguh benar benar menyesal pernah mengenal wanita seperti mu, dan karena kamu juga aku kini kehilangan semua yang pernah aku genggam dan aku miliki " ucap rafael.


Tak lama setelah itu Rafael pun pergi meninggalkan Bianca yang masih terdiam dengan air mata yang terus mengalir di pipinya sedangkan Rico hanya bisa melihat Bianca seolah membiarkan Bianca menyesali apa yang pernah iya perbuat dulu pada Ayumi.


" aku wanita yang buruk co... aku pernah merebut dan merusak kebahagiaan seorang wanita bahkan itu aku lakukan saat wanita itu sedang hamil " ucap Bianca yang baru menyadari kesalahan yang pernah diperbuat pada Ayumi.

__ADS_1


Mungkin jika bukan karena tamparan Rafael, Bianca tidak menyadari apa yang pernah iya lakukan pada Ayumi. tapi kini Bianca benar benar menyesali semua perbuatannya.


" kamu hanya pernah khilaf melakukan kesalahan pada Ayumi karena saat itu kmu sedang di liputi oleh naf su dan keserakahan baik itu pada Rafael maupun harta yang Rafael punya " ucap Rico yang bersyukur Bianca sudah menyadari kesalahannya.


Rafael kini melajukan mobilnya tak tentu arah, yang iya pikirkan hanya merasa menyesal atas semua yang pernah iya lakukan pada Ayumi.


Terlebih sembilan bulan lalu tepatnya, dimana saat iya mulai tergila gila dengan Bianca sehingga melupakan kekasih masa kecilnya yang begitu sangat iya sayangi.


" AAARRRGGGHH " Rafael berteriak keras di dalam mobil yang terus melaju kencang seolah iya ingin pergi jauh untuk bisa melupakan semua kesalahan yang pernah iya lakukan dan bahkan tadi siang masih iya lakukan dimana Rafael lebih memilih uang dari pada anaknya sendiri.


Sedangkan Ayumi yang saat ini sedang berada di ruang keluarga bersama dengan kedua orang tua dan juga Narendra yang masih betah berada di rumah nya.


" mi.. kakak pulang ya.. nanti kita bertemu lagi hari Minggu dan di saat itu kakak harap kamu sudah siap menyandang gelar nyonya Narendra Wiratama " ucap Narendra di hadapan kedua orang tua Ayumi.


" kak malu ih " ucap Ayumi dengan pipi yang bersemu merah.


" ngga papa kan ya pah.. mah.." ucap Narendra yang kini sudah merubah panggilan untuk kedua orang tua Ayumi sesuai izin dari papa dan mama Ayumi.


" iya sayang, tiga hari ini selain kamu memantapkan hati kmu juga harus memilih kan fisik kamu agar siap untuk hari Minggu nanti " ucap mama Aisyah namun di salah artikan oleh Ayumi.


" mamah apaan sih.. kan Ayumi masih nifas " ucap Ayumi salah persepsi.


" maksud mama itu siap jadi pengantin bukan siap yang lain...


✍️✍️✍️🤭🤭😜 aduh nong Ayumi kejauhan mikirnya😜😜


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2