Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)

Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)
Terusir...


__ADS_3

Satu bulan sudah Rafael dan Bianca tinggal di rumah ayumi bersama dengan si kecil Revan yang terlihat bahagia tinggal di rumah baru mereka.


Bianca pikir jika Ayumi telah menyerah untuk mendapatkan rumah ini, karena semenjak papa Ayumi memberikan kunci rumah ini pada Rafael, Ayumi tidak pernah datang atau menelpon Rafael.


" mas ... kapan akan menikahi bi lagi " tanya Bianca yang baru saja selesai mandi malam setelah memberikan kepuasan pada Rafael yang tak pernah mengenal waktu.


" tunggu sampai anak yang Ayumi kandung itu lahir " ucap Rafael yang juga baru saja menemani Bianca mandi malam.


" tapi mas, kalo bi hamil ngga masalah kan ?" tanya Bianca yang merasakan perubahan pada tubuhnya, karena bagaimana pun Bianca adalah seorang wanita yang pernah hamil jadi dia tau ciri ciri wanita hamil itu seperti apa.


" mas sih ngga masalah selama kamu masih bisa menyenangkan mas " ucap Rafael cuek sambil memakai pakaian nya di hadapan Bianca.


" tapi tunggu.. " Rafael menatap tajam pada Bianca yang juga sedang menggunakan pakaian nya di hadapan Rafael.


" jangan bilang kalo kamu sekarang sudah hamil " ucap rafael yang menelisik tubuh Bianca yang baru saja tertutup kaca mata kuda dan segitiga Berenda.


" kandungan bi kuat kok, ngga kayak Ayumi yang ngga bisa tahan gempur saat hamil " ucap Bianca yang sebenarnya hatinya sedikit was was takut Rafael meninggalkan nya saat dirinya hamil nanti apa lagi tidak ada ikatan yang benar benar mengikat di antara mereka.


Ting tong....ting tong...


" siapa tamu yang datang pagi pagi begini ?" tanya Bianca yang tetap turun ke lantai satu untuk membukakan pintu agar dirinya tau siapa yang atiba tiba saja datang tanpa di undang.


" kamu ?" tanya wanita paruh baya yang ternyata ayah dan ibu Rafael yang baru saja bisa datang ke rumah Ayumi karena selama ini ibu Silvy terbaring sakit memikirkan tingkah anaknya yang malah menghancurkan rumah tangganya sendiri bahkan di saat istrinya sedang hamil.


" Sedang apa kamu di sini ?" tanya ayah Candra pada Bianca yang memakai pakaian yang super sek si.


" ayah.. ibu " Rafael yang baru saja turun terkejut melihat ayah dan ibunya yang datang tanpa pemberitahuan padanya.


" El.. kenapa wanita ini ada di rumah ini ?" tanya ayah Candra yang masih belum tau perkembangan perjalanan rumah tangga putranya.


" saya sudah satu bulan tinggal di sini, apa itu salah " ucap Bianca yang malah menyilangkan tangannya di dadanya.


" kami hidup seperti keluarga utuh, dimana ada ayah, ibu dan anak kami Revan " ucap Bianca yang merasa ini waktunya sang mertua mengakui dirinya sebagai menantu.


" RAFAEL SAMUDRA BISA KAMU JELASKAN APA YANG TERJADI DI RUMAH INI ? DAN MANA AYUMI ?" tanya ayah candra pada putranya.

__ADS_1


" biar bi yang jelaskan " ucap Bianca yang sebelumnya menyuruh kedua orang tua Rafael untuk masuk dan duduk di ruang tamu dimana kini tidak ada lagi foto Ayumi baik itu sendiri.


" saya dan mas Rafael memutuskan untuk kembali, jadi kami pun mengambil hak atas kepemilikan rumah ini dari ayumi " ucap Bianca tanpa rasa bersalah sedikit pun.


" EL..apa benar yang di ucapkan wanita itu tadi " Rafael hanya bisa mengangguk karena iya sangat tau bagaimana kerasnya watak ayahnya sendiri.


bughh..


" yah.. mas... " ibu Silvy dan Bianca pun berteriak memanggil suami mereka masing masing.


" itu pantas kamu dapatkan karena telah menyia nyiakan wanita baik seperti Ayumi " ucap ayah Candra yang mungkin mulai saat ini tidak akan ada keberanian untuk bisa menemui papa Satya sahabat nya.


" lalu dimana Ayumi El.. ?" tanya ayah candra pada putranya yang belum juga memberitahu keberadaan ayumi


Ting Ting


" siapa lagi sih sekarang " tanya Bianca yang dengan sangat terpaksa membuka pintu ruang tamunya. Bianca terdiam saat melihat dua orang yang berpakaian seperti orang kantoran.


" maaf mau ketemu siapa ya ?" tanya Bianca yang merasa tidak memiliki janji dengan siapapun.


" mas ... ada yang nyariin kamu" ucap Bianca saat melihat Rafael yang datang menghadap padanya.


ayah dan ibu Rafael pun semakin penasaran dengan kedatangan dua orang yang tidak mereka kenal.


" baik.. ada perlu apa anda menemani saya saat ini " tanya Rafael yang masih bersikap santai di hadapan semuanya.


" kenalkan, saya ridwan pemilik rumah ini " ucap salah satu laki laki lain itu yang tak lain adalah pemilik baru rumah ini


" jangan asal bicara pak " ucap Bianca yang tak terima rumah yang sudah iya tempati kini malah di jual oleh orang yang tidak bertanggung jawab.


" pak Wisnu tolong tunjukan bukti jika saya pemilik sah atas rumah ini " ucap pak Ridwan pada pengacara nya.


Pak Wisnu pun menunjukan tanda bukti yang ada di tas kerjanya.


" tapi saya tidak merasa menjual ini semua " ucap Rafael, tapi tiba tiba saja dirinya mengingat sesuatu jika selama tinggal di rumah ini Ayumi lah yang memegang sertifikat rumah yang mereka tinggali.

__ADS_1


" Terserah anda mau percaya atau tidak, yang pasti saya lah pemilih rumah ini dan untuk kalian semua tolong kemasi barang yang akan kalian bawa"


" kamu puas El " ucap papa Candra yang masih melihat apa yang akan di lakukan kedua orang itu di rumah putranya.


" tunggu pak " Rafael masih mencoba menghentikan kedua orang itu.


" saya akan memberikan kalian waktu hingga nanti sore, jika sampai jam empat sore anda semua belum bersiap jangan salahkan saya jika saya menggunakan kekerasan " ucap pak Ridwan


" saya mau nanya siapa yang menjual rumah ?" tanya Bianca yang masih penasaran siapa yang sudah berani menusuk nya dari belakang.


" nyonya Ayumi dan atas sepengetahuan pak Satya " ucap pak Ridwan jujur.


" baik pak kami akan segera berkemas " ucap ayah Candra agar orang orang itu pergi.


Setelah kepergian pemilik rumah yang baru itu, ayah Candra langsung berbalik menghampiri Rafael yang masih diam tidak menyangka jika Ayumi bisa melakukan hal itu tanpa sepengetahuan nya.


" puas kamu sekarang El " tanya ayah Candra pada putranya yang sudah kehilangan kecerdasan nya hanya karena seorang wanita seperti Bianca.


" om jangan nyalahin mas Rafael dong ? harusnya yang om salahin itu Ayumi, kenapa Ayumi tega memperlakukan suaminya seperti ini " ucap Bianca yang masih kesal dengan tindakan yang di lakukan Ayumi padanya dan juga Rafael.


" El, ini wanita yang kamu pilih ?" tanya ayah Candra yang semakin kecewa dengan putranya.


" kamu memilih batu kerikil dari pada batu berlian, dasar bo doh " ucap ibu Silvy yang sama kecewa nya dengan kelakuan nya putra semata wayangnya.


" dan buat kamu wanita ja Lang, jangan pernah berpikir saya akan merestui hubungan kalian sampai kapan pun " ucap Bu Silvi yang memilih pergi meninggalkan Rafael di ikuti ayah Candra yang juga sama kecewa nya.


" aku jauh lebih baik dari Ayumi, benar kan mas"


✍️✍️✍️ jauh lebih baik dari mananya ?😤😤 lebih buruk iya 🤭🤭


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2