
Rafael yang memang sudah melupakan janjinya pada Bianca yang akan mengajaknya menemui orang tuanya untuk meminta maaf pun kini sungguh menyesal di tambah Bianca yang mengabarinya di saat dirinya sedang berusaha menyakinkan Namira untuk mau menikahi nya.
" mas bisa jelaskan " ucap Rafael sambil menyimpan handphone di tangan Namira lagi.
" dia mantan istri siri mas.. "
" mas sudah benar benar berpisah dengannya" ucap rafael yang kini sudah berjongkok di hadapan Namira sambil menggenggam tangan Namira.
" terakhir mas bertemu dia saat mas datang ke kota ini lagi sebelum kita terlihat kecelakaan bahkan sudah lebih dari setahun mas tinggal di sebuah pesantren di luar kota " ucap Rafael yang tidak ingin Namira berburuk sangka padanya.
Namira yang tau Rafael panik pun mencoba membalas genggaman tangan Rafael yang terasa hangat.
" iya Namira percaya sama mas, tapi Namira mohon jika memang mas masih ingin bersama dia bilang sama Namira dan Namira akan mundur dari pernikahan ini " ucap Namira
Rafael mencium punggung tangan Namira wanita yang sedang mengalami krisis kepercayaan diri akibat kecelakaan waktu itu.
" mas pulang ya.. dan mas harap kamu mulai belajar percaya dan mencintai mas karena mas pun sedang melakukan apa yang mas ucapkan padamu " ucap Rafael sambil mencium puncak kepala Namira penuh sayang.
" iya.. " Setelah mendengar jawaban Namira Rafael pun pamit pada kedua orang tua Namira yang ada di ruang keluarga, karena setelah ini Rafael akan datang lagi di saat dirinya menikahi Namira tiga hari lagi.
Tak ingin Bianca menjadi benalu apa lagi bom waktu untuk hubungan nya dengan Namira kedepannya, Rafael memutuskan untuk mendatangi Bianca dan menjelaskan batasan yang ada di antara mereka.
" bi.. bisa kita bicara sebentar " tanya Rafael yang baru saja sampai di toko kue Ayumi bakery.
" apa tidak bisa kita bicara di rumah saat bi sudah pulang bekerja ? Revan pasti senang melihat mas datang ke rumah " ucap Bianca agar lebih leluasa berbicara dengan Rafael.
" maaf Bi.. aku tidak ingin memberikan harapan palsu padamu apa lagi pada Revan " ucap Rafael yang tidak ingin kembali terjebak dengan permainan Bianca.
" maksud mas apa ?" tanya Bianca yang kini sudah duduk di depan Rafael laki laki yang masih mengisi relung hati nya.
" mas akan menikah tiga hari lagi " ucap Rafael yang tidak ingin berbohong pada Bianca agar Bianca tau yang sebenarnya.
__ADS_1
" dia wanita baik dan kebetulan dia anak dri sahabat ibu " ucap Rafael singkat.
" mas harap kamu bisa memahami batasan di antara kita yang tidak mungkin bisa bersama dan mas dokan semoga kamu dan Revan bisa menemukan laki laki baik yang bisa menerima kalian berdua dengan tulus " ucap Rafael sambil beranjak dari duduknya.
" dan mulai saat ini uang yang mas kirim untuk Revan akan mas hentikan karena setelah menikah semua yang mas miliki akan di pegang oleh istri mas kelak " ucap Rafael yang masih sering mentransfer uang untuk keperluan Revan.
Bianca yang tak tau harus berbuat apa hanya bisa diam terduduk melihat kepergian Rafael yang mungkin ini terakhir kalinya dia melihat Rafael.
Rafael pun memasuki mobil dan mulai melajukan mobilnya menuju rumah orang tuanya dan berharap Bianca mau menerima semua keputusan nya.
Tiga hari pun berlalu tanpa terasa dan kini saat dimana Rafael bersama kedua orang tuanya akan berangkat ke rumah Namira untuk menikahi nya.
tin tin
Suara klakson mobil yang tiba tiba saja berhenti di depan mobil, dimana Rafael sangat mengenali mobil yang kini terparkir di hadapan rumahnya.
Ayah dan ibu Rafael pun menatap putranya terlebih saat melihat si kembar yang turun bersama dengan Ayumi dan Narendra dan tak lupa papa dan mama Ayumi di belakang mereka.
" ayah..." untuk pertama kalinya Al dan Ay memanggil Rafael dengan sebutan ayah, Rafael menatap penuh haru pada kedua putranya tak lama menatap Ayumi dan Narendra yang tersenyum padanya sambil mengangguk seolah memberi izin untuk Rafael mendekati anak anaknya.
" Bu.. yah.. anak Rafael Bu " ucap Rafael sambil melihat ke arah kedua orang tuanya, orang tua Rafael pun berjalan ke arah Rafael yang sedang memeluk kedua anaknya.
" makasih sayang .... kamu sudah mengijinkan kami memeluk mereka lagi " ucap Bu Silvi yang kini sudah menggendong Aya sedangkan ayah Candra menggendong Al.
" kami semua datang kesini ingin ikut menghadiri pernikahan Rafael dan Namira " ucap ayumi yang memang tau Rafael akan menikah hari ini dari suaminya Narendra.
" terimakasih ay... entah harus bagaimana mas membalas semua kebaikan kamu ini " ucap Rafael yang kini sudah berada di hadapan Ayumi.
" sama sama mas.. " ucap Ayumi sambil tersenyum.
" ayo El.. Namira pasti sudah menunggu mu " ucap Bu Silvi yang masih menggendong Ay sambil menyerahkan Ay pada Ayumi.
__ADS_1
" ayo sayang kita antar ayah menikahi mama Namira " ucap Ayumi sambil meraih Ay dari gendongan Bu Silvi.
Semua nya pun mulai menaiki mobil nya masing masing menuju rumah Namira yang hanya butuh waktu sekitar satu jam untuk bisa sampai ke sana.
Di rumah Namira semuanya sudah menunggu dengan tegang karena Rafael yang seharusnya sudah datang lima belas menit yang lalu tapi sampai saat ini belum juga datang.
" sabar sayang... ibu yakin Rafael pasti datang" ucap Bu sita menenangkan putrinya yang kini masih duduk di kursi roda.
" tapi Bu .. bagaimana jika.." belum juga Namira menyelesaikan ucapannya orang yang mereka tunggu tunggu kini baru saja datang.
" maaf.. kami datang terlambat " ucap Rafael yang baru saja turun dari mobilnya.
" sayang maaf ya.. mas datang terlambat karena tiba tiba saja Al dan Ay datang dan ingin mengantar mas kesini " ucap Rafael dimana kini Ayumi dan keluarga nya pun sudah memenuhi rumah Namira.
" Al dan Ay ?" tanya Namira tidak percaya karena dirinya masih belum melihat dua anak kembar Ayumi dan calon suaminya.
" mamah " ucap Ay dan Al sesuai dengan yang di ajarkan Narendra dan Ayumi.
Namira tidak percaya bisa mendengarkan kata indah dari mulut seorang anak yang akan menjadi anak sambungnya beberapa menit lagi.
" coba ulangi lagi sayang " ucap Namira yang mungkin tidak akan bisa iya dengar dari anak kandungnya sendiri.
" mamah " ucap Al dan Ay yang berjalan mendekati Namira yang duduk di kursi roda yang tak jauh dari Rafael.
Namira memeluk anak sambungnya yang kini berdiri di hadapannya.
" terima kasih mba sudah mengijinkan Al dan Ay memanggil Ira dengan sebutan mamah..
✍️✍️✍️ Roman romannya mau tamat ni....
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
love you moreeeee 😍😍🌹