Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)

Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)
Meminta Maaf..


__ADS_3

Rafael baru saja tiba di rumah orang tuanya yang sudah lama tidak iya datangi, sesungguhnya Rafael sangat malu akan bertemu dengan ayah dan ibunya Sebah karena dirinyalah ayah dan ibunya merasa malu kepada keluarga ayumi.


" yah.. Bu.. Rafael pulang " ucap Rafael karena saat memasuki rumah orang tuanya terasa sangat sepi.


" El.. itu kamu El " ucap Bu Silvi yang baru saja keluar dari kamarnya di ikuti oleh ayah Candra.


" masih tau jalan pulang kamu El " ucap ayah Candra pada anak satu satunya.


" yah.. jangan seperti itu, biarkan El duduk " ucap Bu Silvi yang sangat merindukan Rafael putranya.


" Bu.. maafkan Rafael " ucap Rafael sambil berlutut di hadapan ayah dan ibunya.


Ayah dan ibu Rafael saling tatap karena tak menyangka Rafael akan melakukan itu.


" bangun El, kita bicara sambil duduk " ajak Bu Silvi sambil menuntun Rafael untuk bangun dari berlututnya.


" Bu.. yah.. El minta maaf karena telah membuat ayah malu di hadapan keluarga Ayumi, El sangat menyesal yah " ucap Rafael sambil menundukkan wajah nya.


" harusnya kamu datang ke rumah Ayumi dan meminta maaf pada Ayumi dan kedua orang tuanya karena kamu sudah melukai hati anak perempuan mereka dengan sengaja " ucap ayah Candra


" El malu yah " ucap Rafael yang sebenarnya tidak berani menemui ayah mertuanya yang sudah begitu baik padanya selama ini.


" apa perlu kamu antar El ?" tanya Bu Silvi pada putranya dan berharap setelah meminta maaf, Ayumi mau memberikan kesempatan kedua bagi Rafael dalam mengarungi rumah tangga nya.


Rafael pun hanya mengangguk dan berharap ayah dan ibunya benar benar mau mengantarnya menemui kedua orang tua Ayumi.


" baiklah besok kita datang ke rumah Ayumi, sekarang kamu istirahat ya " ucap ibu Silvy yang merasa bersyukur anaknya sudah sadar akan kesalahannya.


" kamu sudah makan El ?" tanya ayah Candra yang melihat Rafael yang semakin terlihat kurus.


" sudah yah, El istirahat dulu ya " ucap Rafael yang sedikit merasa lega karena sudah meminta maaf pada kedua orang tua nya.


Besoknya ayah dan ibu Rafael benar benar menemani Rafael mendatangi rumah orang tua Ayumi, setelah sebelumnya ayah Candra memberitahukan bahwa iya akan datang bersama putranya Rafael


" El, ayah harap kamu bisa memetik hikmah dari setiap masalah dan juga kesalahan yang pernah kamu perbuat selama ini " ucap Bu Silvi menasehati putranya.


" iya Bu .." ucap Rafael yang kini sudah di belakang kemudi sedangkan kedua orang tuanya Rafael duduk di kursi penumpang yang di bagian tengah.


Perjalanan pun terasa begitu cepat dimana kini Rafael sudah sampai di rumah orang tua Ayumi dan iya yakin Ayumi ada juga di dalam.


tok tok tok

__ADS_1


Tak lama pintu utama pun terbuka dari dalam dimana mama Aisyah sendiri yang membukakan pintu untuk besan dan anak menantu nya.


" masuk mba, mas " ucap mama Aisyah mempersilahkan tamunya untuk masuk.


" ada Rafael juga. " ucap mama Aisyah yang tadi tak melihat rafael tadi.


" pagi mah " sapa Rafael sambil mencium tangan mama Aisyah.


" silahkan duduk, sebentar saya panggil kan Ayumi dan papanya, baru saja mama Aisyah berbalik Ayumi dan papanya sudah ada di belakang mama Aisyah.


" pah, mah .. maksud El datang ke rumah ini untuk meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah Rafael lakukan baik yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja " ucap Rafael sambil melihat ke arah papa dan mama Ayumi.


" apa kamu sudah meminta maaf pada ayumi ?" tanya papa Satya sambil menatap ke arah rafael.


" sudah pah, bahkan setelah menemui Ayumi tak lama datang seseorang yang mengirim kan surat panggilan dari pengadilan " ucap Rafael sambil melihat senyum yang di tunjukan Ayumi padanya.


" apa kamu sudah memaafkan nya sayang, tanya mama Aisyah pada putrinya, sedangkan Ayumi hanya mengangguk membenarkan apa yang di sampaikan Rafael.


" syukurlah, mama dan papa harap setelah ini kamu dan Ayumi bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi " doa mama Aisyah pada anak dan mantan menantunya.


Rafael dan kedua orangtuanya pun merasa lega telah mendapatkan maaf dari kedua orang tuanya ayumi dan khusus nya Ayumi.


"


Mungkin itu juga yang di rasakan Narendra dimana iya menunggu masa Iddah Ayumi yang terasa lama karena harus menunggu anak yang ada dalam kandungan nya ini lahir. meski Narendra sudah empat bulan tidak bertemu Ayumi.


" ya tuhan, aku sungguh mencintainya, kenapa waktu terasa begitu lambat" Narendra mengacak ngacak rambut nya sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


" apa aku telpon Ayumi saja ya, kan itu artinya tidak bertemu " ucap Narendra yang mendadak mendapatkan ide yang menurutnya paling pas.


kringggg kringggg kringggg


Narendra yang sudah sangat merindukan Ayumi pun langsung mencoba menghubungi Ayumi lewat sambungan video call tapi Ayumi menolak panggilan nya.


" kak jangan video call kalo memang mau telepon biasa saja " pesan yang baru saja masuk di handphone Narendra.


Tanpa menjawab pesan yang di kirim Ayumi, Narendra langsung mencoba menghubungi nya lewat sambungan telepon dan benar saja saat Narendra menghubungi nya lewat sambungan biasa Ayumi pun langsung mengangkat panggilan dari narendra.


" halo mi, apa kabar ?" tanya Narendra yang sebenarnya selalu melihat Ayumi dari jauh tapi tetap saya rindu yang iya rasakan untuk Ayumi tidak bisa terobati.


" baik kak, ada apa kak ?" tanya Ayumi yang memang belum memiliki perasaan khusus pada mantan kakak kelasnya.

__ADS_1


" ada apa kamu bilang ?" tanya Narendra yang sedikit kecewa karena seperti nya Ayumi tidak merindukan dirinya


" udah ah, jangan membahas tentang perasaan karena Ayumi sedang merasakan mulas, apa mungkin ya kak hari ini Ayumi melahirkan ?" tanya Ayumi pada Narendra.


" APA ??" terdengar kepanikan dari suara Narendra.


" kamu dimana mi ?" tanya Narendra semakin panik.


" di toko kak, auhhh isss kak " Ayumi yang sudah tidak kuat saat perutnya semakin tidak bisa di ajak kompromi pun langsung menutup sambungan telepon nya.


" mi..." Narendra memanggil ayumi tapi sambungan telepon nya sudah mati yang tentu saja membuat Narendra semakin panik.


Tanpa pikir panjang lagi Narendra berlari keluar dari kamarnya menuju garasi mobil karena memang hari ini dirinya tidak pergi ke kantor.


" umi tunggu kakak " gumam Narendra yang kini sudah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Cukup dua puluh menit bagi Narendra untuk bisa sampai di toko kue Ayumi, Narendra memarkirkan mobilnya di depan toko Ayumi.


Narendra degan rasa paniknya pun langsung menuju ruangan Ayumi dimana dirinya pernah masuk ke sana saat Ayumi pingsan dulu.


" mi.. " Narendra langsung mendekat ke arah Ayumi yang sedang berjalan ke arahnya.


" kak tolong ..." ucap Ayumi sambil mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh Narendra.


" maaf " tak ingin membuang waktu, narendra langsung menggendong Ayumi ala bridal style menuju lantai bawah untuk menuju mobil nya.


Ayumi yang masih merasakan sakit di bagian perut bawah nya pun hanya bisa pasrah mengikuti apa yang Narendra lakukan padanya.


" kamu harus kuat umi " ucap Narendra yang melihat bagaimana Ayumi merasakan nikmatnya proses menjelang persalinan.


Mobil yang di kemudikan Narendra pun baru saja sampai di depan UGD rumah sakit bunda, dengan penuh kehati hatian Narendra mengeluarkan Ayumi yang masih terus merasakan sakit bahkan kini keringat sudah membasahi wajah dan pakaian nya.


" kamu harus kuat Ayumi


✍️✍️✍️ kira kira anak Ayumi cewek apa cowok ya🤔🤔 ada yang mau nyumbang nama 🤭🤭 bocoran anak yang di kandung Ayumi kembar


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2